Kajian Sejarah Islam Perkuat Pemahaman Keagamaan dan Nilai Kepemimpinan

Sleman – Kajian sejarah Islam terus menjadi sarana pembelajaran yang relevan untuk memperkuat pemahaman keagamaan sekaligus menanamkan nilai kepemimpinan, keberanian, dan keteguhan iman. Melalui pemahaman terhadap berbagai peristiwa penting dalam peradaban Islam, masyarakat diajak mengambil hikmah yang tetap relevan dalam menghadapi tantangan kehidupan masa kini.
Semangat tersebut mewarnai Kajian AKRAB (Aqidah Kokoh, Relasi Aman, Batin Tenang) yang digelar di Omah Katentreman, Wonokerto, Kapanewon Turi, Sleman, Selasa (28/7/2026). Mengangkat tema “Qadisiyah: Saat Sejarah Berpihak kepada Kaum Beriman”, kajian menghadirkan Ustaz Ade Wijaya sebagai pemateri. Kegiatan yang diperuntukkan bagi peserta ikhwan ini terbuka untuk umum dan tidak dipungut biaya.
Dalam paparannya, Ustaz Ade Wijaya menjelaskan bahwa Perang Qadisiyah merupakan salah satu peristiwa penting dalam sejarah Islam yang menjadi titik balik runtuhnya dominasi Kekaisaran Persia. Menurutnya, kemenangan pada peristiwa tersebut tidak hanya ditentukan oleh kekuatan militer, tetapi juga oleh keimanan, kepemimpinan, persatuan, dan strategi yang matang.
“Perang Qadisiyah mengajarkan bahwa ketika keimanan berpadu dengan keberanian, pertolongan Allah mampu mengubah arah sejarah. Nilai-nilai inilah yang perlu kita teladani dalam menghadapi tantangan kehidupan saat ini,” ujarnya.
Ia menambahkan, sejarah Islam tidak seharusnya dipahami hanya sebagai rangkaian peristiwa masa lalu, melainkan sebagai sumber inspirasi yang mengajarkan tanggung jawab, pengorbanan, keteguhan, dan strategi dalam memperjuangkan nilai-nilai kebaikan.
Melalui kajian ini, peserta juga diajak mengambil ibrah dari perjuangan generasi awal Islam dengan tetap mengaitkannya pada konteks kehidupan modern. Nilai-nilai seperti integritas, keberanian mengambil keputusan, semangat persatuan, dan kepedulian terhadap sesama dinilai menjadi modal penting dalam membangun masyarakat yang tangguh dan berdaya.
Panitia berharap Kajian AKRAB dapat menjadi wadah untuk memperluas literasi sejarah Islam sekaligus mempererat ukhuwah di tengah masyarakat. Dengan memahami perjalanan peradaban Islam secara lebih mendalam, diharapkan lahir generasi yang tidak hanya memiliki pemahaman keagamaan yang kuat, tetapi juga mampu mengimplementasikan nilai-nilai Islam dalam kehidupan bermasyarakat serta berkontribusi positif bagi umat dan bangsa. (SBD / KIM TEMPEL)



