Tamanmartani Perkuat Kelembagaan Kalurahan Budaya melalui Regenerasi Pengurus

Sleman – Rapat koordinasi Pengurus Pengelola Kalurahan Budaya Tamanmartani, Kapanewon Kalasan, secara aklamasi memilih Abdurahman Ega sebagai Ketua Pengelola Kalurahan Budaya Tamanmartani masa bakti 2026–2030. Abdurahman Ega, yang berasal dari Karang Taruna Taman Bhina Karta, menggantikan Awan Parades yang telah memimpin kepengurusan pada periode 2022–2026.
Selain menetapkan ketua baru, rapat juga menyepakati susunan pengurus harian, yakni Ketua Abdurahman Ega, Wakil Ketua Okyy Linggar Jati, Sekretaris Kristi Sulastri, dan Bendahara Awan Parades. Pengurus harian tersebut selanjutnya diberi mandat untuk melengkapi struktur organisasi dengan membentuk seksi-seksi atau bidang sesuai kebutuhan.
Rapat yang berlangsung pada Senin (6/7/2026) di ruang rapat Kalurahan Tamanmartani ini dipimpin oleh Ketua Pengelola periode 2022–2026, Awan Parades. Kegiatan tersebut dihadiri oleh Carik Tamanmartani beserta seluruh pengurus lama. Sebelum proses pemilihan ketua, peserta rapat terlebih dahulu melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan program kepengurusan sebelumnya.
Carik Tamanmartani, Tomi Nugraha, dalam sambutannya menyampaikan bahwa Tamanmartani yang telah menyandang predikat sebagai Kalurahan Mandiri Budaya memiliki tanggung jawab untuk terus menyempurnakan tata kelola kelembagaan. Menurutnya, berbagai capaian dan prestasi yang diraih selama berstatus sebagai Kalurahan Budaya hingga menjadi Kalurahan Mandiri Budaya merupakan hasil kolaborasi yang baik antara pemerintah kalurahan, masyarakat, dan Pengelola Kalurahan Budaya.
“Saya mengapresiasi dedikasi para pengurus lama yang luar biasa dan dilakukan dengan penuh keikhlasan demi melestarikan, mengembangkan, serta melindungi kebudayaan yang hidup di Tamanmartani,” ujarnya.
Tomi menjelaskan bahwa Pemerintah Kalurahan memberikan kesempatan kepada generasi muda untuk mengambil peran dalam kepengurusan, dengan tetap mendapatkan pendampingan dari para senior.
“Keterlibatan generasi muda diharapkan mampu menghadirkan organisasi yang lebih dinamis, adaptif terhadap perkembangan teknologi informasi dan komunikasi, sekaligus memperkuat upaya pendataan serta pengelolaan seluruh potensi budaya yang dimiliki Tamanmartani,” pungkasnya.
Sementara itu, Ketua Pengelola Kalurahan Budaya periode 2022–2026, Awan Parades, menyampaikan apresiasi kepada masyarakat dan seluruh pegiat budaya Tamanmartani atas dukungan dan kerja sama yang terjalin selama masa kepemimpinannya. Sinergi tersebut, menurutnya, menjadi faktor penting yang mengantarkan Tamanmartani meraih predikat sebagai Kalurahan Mandiri Budaya.
“Selama empat tahun terakhir berbagai kegiatan budaya telah berkembang hampir merata di 22 padukuhan, terutama dalam upaya pelestarian adat, tradisi, dan kesenian,” kata Awan.
Ia menyebut momentum pergantian kepengurusan ini sebagai pertemuan tiga generasi pegiat budaya di Tamanmartani. Menurutnya, kondisi tersebut menjadi kesempatan yang sangat baik bagi generasi ketiga, yang mayoritas masih berusia di bawah 35 tahun, untuk menyerap pengalaman, pengetahuan, dan keterampilan organisasi dari generasi pertama dan kedua demi keberlanjutan pengelolaan kebudayaan.
Sementara itu, Tim Monitoring dan Evaluasi Pendamping Budaya Dinas Kebudayaan DIY, Joko Saptono, mengingatkan agar masyarakat tidak memaknai kebudayaan hanya sebatas kesenian. Menurutnya, apabila pemahaman tersebut terus berkembang, maka pelestarian unsur-unsur kebudayaan sebagaimana diamanatkan dalam Pergub DIY Nomor 36 Tahun 2014 tidak akan berjalan secara utuh.
Ia menekankan pentingnya penguatan tata kelola organisasi agar memiliki perencanaan program yang baik, pelaksanaan kegiatan yang terukur, administrasi dan dokumentasi yang tertib, penganggaran yang akuntabel, serta evaluasi yang berkelanjutan. (Tri Joko S/ KIM Kalasan Bersahabat)



