Wadah Karakter Religius, 230 Santri Bersaing dalam FASI XIII Kapanewon Sleman

Sleman – Ratusan santri dari berbagai wilayah di Kapanewon Sleman saling unjuk kemampuan dalam melantunkan ayat suci Al-Qur’an dan seni Islami. Badan Koordinasi Taman Kanak-kanak Al Qur’an – Taman Pendidikan Al Qur’an (Badko TKA-TPA) Kapanewon Sleman resmi menyelenggarakan Festival Anak Sholeh Indonesia (FASI) XIII Tahun 2026 yang dipusatkan di kompleks SMP Muhammadiyah 1 Sleman dan SD Muhammadiyah Domban 4 Sleman, Kabupaten Sleman, Minggu (5/7/2026).

Mengusung tema “Anak hebat, hebat prestasi, hebat mengaji dan berakhlaqul karimah”, agenda tahunan ini diikuti oleh 230 peserta yang merupakan representasi dari 20 unit TKA/TPA se-Kapanewon Sleman. Para peserta bersaing ketat untuk memperebutkan total 96 trofi juara dari 16 cabang perlombaan yang disediakan oleh panitia penyeleksi.

Ketua Panitia FASI XIII Kapanewon Sleman, Muryadi, menjelaskan bahwa festival ini didesain sebagai benteng moral untuk membentuk karakter generasi muslim yang mulia sejak dini. Melalui penyaluran energi positif ke dalam aktivitas keagamaan, anak-anak diharapkan terhindar dari dampak negatif pergaulan digital yang kurang mengedukasi.

“Tujuan utamanya adalah menanamkan nilai religius dengan akhlak dan ibadah berdasarkan Al-Qur’an, serta mengembangkan bakat dan minat dalam berbagai bidang keagamaan. Meskipun jumlah peserta tahun ini mengalami penurunan tipis dibanding tahun lalu, fenomena serupa ternyata juga terjadi di kapanewon-kapanewon lainnya,” ujar Muryadi saat memaparkan laporan operasional kegiatan.

Ketua Badko TKA-TPA Kabupaten Sleman, Mujiyono, menyampaikan apresiasi mendalam atas kegigihan panitia lokal yang sukses mengonsolidasikan ratusan santri beserta ustadz pendamping. Dirinya mengingatkan bahwa esensi utama dari FASI adalah menjaga keceriaan anak-anak dalam membumikan syiar Islam.

“Para santri yang berhasil keluar sebagai Juara 1 dalam ajang ini nantinya akan menjadi duta resmi Kapanewon Sleman untuk maju ke tingkat Kabupaten pada bulan Oktober mendatang. Berjenjang setelah itu, pemenang di tingkat kabupaten akan melaju ke tingkat provinsi pada November, dan puncaknya akan mewakili Daerah Istimewa Yogyakarta di tingkat Nasional pada tahun 2027,” kata Mujiyono memetakan tahapan kompetisi.

Apresiasi senada dilayangkan oleh Panewu Sleman, Rahmiyanto. Menurutnya, Pemerintah Kapanewon Sleman mendukung penuh penguatan literasi keagamaan ini karena terbukti efektif melatih mental, meningkatkan kepercayaan diri, serta memicu keberanian anak-anak untuk tampil berbicara di hadapan publik. Agenda ini sekaligus menjadi ruang silaturahmi yang merekatkan sinergi antara jajaran pemerintah, ormas keagamaan seperti Muhammadiyah dan NU, para ulama, serta elemen masyarakat luas.

Mengenai teknis kompetisi, Ketua Badko TKA-TPA Kapanewon Sleman, Mahmudi Kusuma, menjabarkan bahwa FASI XIII dibagi ke dalam tiga klaster bidang lomba, yakni Bidang Al-Qur’an dan Hafalan (Tartil, Tilawah, Tahfiz), Bidang Agama dan Akademik (Cerdas Cermat Al-Qur’an, Ceramah Agama, Peragaan Salat, Adzan), serta Bidang Seni dan Kreativitas (Mewarnai, Menggambar, Kaligrafi, Ikrar/Puitisasi Al-Qur’an, Nasyid Islami).

“Seluruh cabang perlombaan tersebut dibagi lagi ke dalam tiga tingkatan usia, yaitu kategori TKA untuk rentang usia 4 hingga 6 tahun, kategori TPA untuk usia 7 hingga 12 tahun, dan kategori TQA untuk remaja usia 12 hingga 15 tahun yang dipisah antara kelompok putra dan putri,” tutur Mahmudi Kusuma.

Rangkaian perlombaan yang berjalan simultan di beberapa ruang kelas tersebut berlangsung meriah dengan pengawalan ketat dari dewan juri independen. Festival keagamaan ini diakhiri secara tertib dengan pembacaan surat keputusan pemenang dan penyerahan piala, di mana sebaran gelar juara tahun ini tercatat merata di setiap unit TKA/TPA di Kapanewon Sleman. (Sulistiyono/KIM Seyegan)




Wujudkan Generasi Shalih, 62 Anak Ikuti Khitan Ceria Milad ke-114 Muhammadiyah di Berbah Sleman

Sleman – Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Berbah menggelar aksi sosial bertajuk Khitan Ceria dalam rangka menyongsong Milad ke-114 Muhammadiyah. Agenda massal ini bertepatan dengan 20 Muharram 1448 Hijriah dan dilaksanakan di SD Muhammadiyah Bulu, Kampung Caren, Kalurahan Jogotirto, Kapanewon Berbah, Kabupaten Sleman, Minggu (5/7/2026).

Kegiatan kemanusiaan yang mengusung tema “Mewujudkan Generasi Shalih, Sehat, dan Berakhlak Mulia” ini dihadiri oleh Lurah Jogotirto Mitha Mayasari, Ketua PCA Berbah Isrodah, Ketua Lazismu Berbah Ardi Sehami, serta staf KUA Berbah Muhammad Darum. Guna menjamin standar operasional medis, PCM Berbah bekerja sama dengan tim kesehatan dari Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Gamping sebagai tenaga medis pelaksana khitan dan perawatan pasca-tindakan.

Ketua Panitia Pelaksana, Siswanto, mengonfirmasi bahwa khitanan massal ini merupakan agenda tahunan yang digerakkan oleh PCM Berbah dengan sokongan pendanaan dari Lazismu Berbah dan berbagai badan otonom Muhammadiyah lainnya. Layanan ini diberikan secara gratis tanpa membatasi latar belakang ekonomi peserta.

“Peserta khitan kali ini ada 66 pendaftar, namun yang bisa hadir dan dikhitan ada 62 anak. Jangkauan pelayanan Khitan Ceria bukan hanya untuk warga Berbah, bahkan sampai Kabupaten Gunungkidul dan Bantul. Selain mendapatkan pelayanan khitan secara gratis, mereka juga mendapatkan bingkisan berupa peci, sarung, sertifikat, dan uang santunan,” ujar Siswanto saat memberikan laporan teknis di lapangan.

Ketua PCM Berbah, Achmad Muhajir Hanafi, menyampaikan apresiasi atas kedermawanan para donatur yang menyalurkan bantuannya lewat Lazismu. Dirinya menguraikan bahwa khitan massal ini didesain sebagai ruang silaturahmi inklusif sekaligus pemenuhan syariat agama dan standar kesehatan medis bagi anak-anak laki-laki di kawasan Sleman timur dan sekitarnya.

“Semoga amal baik tersebut mendapatkan balasan pahala dari Allah. Kegiatan ini disamping membantu keluarga yang membutuhkan, juga bisa sebagai ajang silaturahmi. Diharapkan dengan berkhitan bisa lebih terjaga dari najis sehingga shalat kita lebih terjaga,” kata Achmad Muhajir Hanafi menjabarkan esensi spiritual kegiatan tersebut.

Secara historis, program khitanan massal berkala ini memiliki rekam jejak yang panjang di wilayah Berbah. Staf KUA Berbah, Muhammad Darum, yang juga mantan Ketua Lazismu Berbah, mengonfirmasi bahwa gerakan ini pertama kali diinisiasi olehnya pada tahun 2021 bertempat di SMP Muhammadiyah 1 Berbah. Keberlanjutan program yang telah berjalan selama lima tahun ini dibenarkan pula oleh Kepala Kantor Lazismu Berbah, Saifu Rijal, sebagai bukti nyata konsistensi dakwah sosial Muhammadiyah di tingkat akar rumput. (Kusnadi/KIM Berbah)




Tampil Impresif, Siswa MAN 4 Sleman Sabet Juara 1 Invitasi Bulutangkis Pelajar Jateng-DIY

Sleman – Kontingen bulutangkis asal Kabupaten Sleman kembali menorehkan prestasi gemilang di tingkat regional. Muhammad Bagus Nurcahyo, siswa MAN 4 Sleman, sukses merebut podium Juara 1 pada nomor Tunggal Putra dalam ajang Invitasi Bulutangkis Pelajar Antar Klub Tingkat Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) yang diselenggarakan di GOR Djarum, Magelang, Minggu (5/7/2026).

Kabar kemenangan tersebut dikonfirmasi oleh Pembina sekaligus Pendamping Ekstrakurikuler Bulutangkis MAN 4 Sleman, Ahmad Qomarudin Zen. Sepanjang turnamen bergengsi tersebut, Bagus tampil impresif dan dominan mengungguli para pebulutangkis muda berbakat dari berbagai klub besar di wilayah Jateng dan DIY.

Ahmad Qomarudin Zen menguraikan bahwa capaian manis ini merupakan buah dari kerja keras, kedisiplinan, serta konsistensi latihan yang dijalani Bagus secara spartan dalam beberapa bulan terakhir. Dirinya mengapresiasi daya juang sang atlet yang tetap menjaga performa fisik meski tensi kompetisi berjalan sangat ketat.

“Alhamdulillah, anak didik kita Muhammad Bagus Nurcahyo berhasil meraih Juara 1 Invitasi Bulutangkis Antar Klub Tingkat DIY–Jateng di GOR Djarum Magelang. Kesungguhan dan disiplin berlatih telah mengantarkannya meraih juara pertama. Semoga prestasi ini dapat menginspirasi siswa-siswa lainnya sekaligus menjadi persembahan terbaik untuk madrasah,” ujar Ahmad Qomarudin Zen penuh syukur.

Dirinya menambahkan, meskipun saat ini kalender kegiatan belajar mengajar sedang memasuki masa libur semester, semangat untuk berburu prestasi di lapangan tidak boleh ikut mengendur. Dedikasi tinggi yang ditunjukkan Bagus di tengah masa liburan sekolah ini dinilai layak menjadi teladan bagi pelajar lainnya.

Torehan medali emas ini langsung memicu gelombang apresiasi dan kebanggaan dari seluruh civitas akademika MAN 4 Sleman. Kepala MAN 4 Sleman, Ahmad Arif Makruf, menyampaikan ucapan selamat sekaligus menitipkan pesan mendalam agar capaian ini tidak membuat sang atlet jemawa.

“Selamat atas prestasi yang telah diraih. Tetap rendah hati, tawadhu, dan terus semangat mengukir prestasi terbaik. Setiap anak memiliki bakat, minat, dan keunggulan yang berbeda, baik di bidang olahraga, seni, akademik, maupun keagamaan. Madrasah siap memberikan motivasi, pendampingan, dan fasilitas agar potensi mereka terus berkembang,” tutur Ahmad Arif Makruf menegaskan komitmen lembaga.

Ekstrakurikuler bulutangkis sendiri merupakan salah satu program olahraga unggulan di MAN 4 Sleman yang ditangani langsung oleh dua pelatih profesional. Keberhasilan Bagus di GOR Djarum Magelang mempertegas bahwa pola pembinaan atlet muda di lingkungan madrasah mampu bersaing ketat dengan klub-klub umum, sekaligus menjadi modal berharga bagi masa depan prestasi badminton Sleman di kancah nasional (Edy – KIM Sumber Biwara Moyudan).




Sabet Juara I Senam TERA, Sasana Pringwulung Condongcatur Antar Sleman Rebut Juara Umum FORDA II DIY 2026

Sleman – Kontingen Kabupaten Sleman sukses mengukuhkan diri sebagai Juara Umum dalam ajang Festival Olahraga Daerah (FORDA) II Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Tahun 2026. Dominasi Sleman dipastikan setelah salah satu cabang andalannya, yakni Sasana Pringwulung Condongcatur, berhasil menyabet Juara I pada cabang Senam TERA yang digelar di GOR Banguntapan, Kabupaten Bantul, 4–5 Juli 2026.

Berdasarkan Hasil Resmi FORDA II DIY yang ditetapkan oleh KORMI DIY, Kabupaten Sleman kokoh di puncak klasemen dengan koleksi total 55 medali, yang terdiri atas 25 medali emas, 20 medali perak, dan 10 medali perunggu. Raihan masif ini melampaui Kota Yogyakarta di posisi kedua dengan 41 medali, Kabupaten Bantul di peringkat ketiga dengan 39 medali, Kabupaten Gunungkidul dengan 11 medali, dan Kabupaten Kulon Progo di posisi juru kunci dengan 9 medali.

Pada perlombaan cabang Senam TERA, delegasi dari Padukuhan Pringwulung, Kalurahan Condongcatur ini tampil dominan dengan teknik yang presisi serta penghayatan penuh energi. Karakteristik gerakan yang rapi dan kompak berhasil mencuri perhatian dewan juri hingga diganjar dengan nilai tertinggi dalam akumulasi penilaian aspek kreativitas, keserasian musik, serta ekspresi di arena laga.

“Prestasi ini merupakan buah dari latihan yang disiplin, kerja keras, kekompakan, dan semangat pantang menyerah seluruh atlet. Kami bangga dapat menampilkan Senam TERA yang benar-benar mencerminkan nilai-nilai Terampil, Energik, Riang, dan Atraktif. Semoga keberhasilan ini menjadi motivasi untuk terus berkembang dan meraih prestasi yang lebih tinggi,” ujar Ketua Sasana Pringwulung Condongcatur, Sugiman, saat merefleksikan kemenangan timnya.

Senam TERA sendiri merupakan olahraga masyarakat yang mengakar pada empat pilar filosofis kepanjangan namanya, yaitu Terampil, Energik, Riang, dan Atraktif. Kemenangan ini sekaligus memproyeksikan perwakilan Sleman untuk melaju ke festival olahraga masyarakat di tingkat nasional mendatang.

Apresiasi tinggi dan rasa bangga juga dilayangkan oleh Dukuh Pringwulung, Sahid Fahrudin. Dirinya menilai capaian ini membuktikan bahwa pembinaan terstruktur yang berbasis kemitraan gotong royong warga di tingkat padukuhan mampu berbicara banyak di kancah regional.

“Atas nama Dukuh Pringwulung, kami mengucapkan selamat dan memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh atlet, pelatih, pengurus Sasana Pringwulung, serta semua pihak yang telah mendukung. Raihan Juara I ini membuktikan bahwa kerja keras tidak pernah mengkhianati hasil. Kami juga bangga karena prestasi ini turut mengantarkan Kabupaten Sleman menjadi Juara Umum FORDA II DIY Tahun 2026,” tutur Sahid Fahrudin bangga.

Sahid berharap momentum emas ini dapat menginspirasi generasi muda di Sleman untuk mengadopsi budaya hidup sehat melalui olahraga rutin harian. Keberhasilan ganda ini sekaligus mempertegas posisi Kabupaten Sleman sebagai barometer utama pembinaan olahraga rekreasi dan kemasyarakatan yang kuat di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (Wasana / KIM Depok).




Dua Grup Hadroh Condongcatur Sleman Sabet Juara di UMKM Fest 2026

Sleman – Kelompok seni hadroh asal Kalurahan Condongcatur, Kapanewon Depok, Kabupaten Sleman, sukses menorehkan prestasi gemilang dalam ajang Lomba Hadroh Nologaten Gumregah UMKM Fest 2026. Kompetisi seni religi yang berlangsung di kawasan Kedawung, Padukuhan Nologaten, Kalurahan Caturtunggal, pada Sabtu (4/7/2026) ini memosisikan Condongcatur sebagai satu-satunya kalurahan yang berhasil meloloskan dua perwakilan sekaligus di podium juara.

Ajang kompetisi keagamaan ini merupakan bagian integral dari Pameran Produk Lokal Unggulan UMKM yang diinisiasi dan difasilitasi oleh Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Sebanyak sepuluh grup hadroh terbaik ambil bagian dalam kompetisi ini, bersaing membawakan lagu wajib dan lagu pilihan di hadapan dewan juri demi memperkuat gaung promosi produk lokal daerah.

Ketua Panitia Nologaten Gumregah UMKM Fest 2026, Adib Arifiyanto, menjelaskan bahwa kombinasi antara pagelaran seni Islami dan bazar produk lokal merupakan langkah taktis untuk menarik minat kunjungan massa. Penyelenggaraan lomba ini diharapkan mampu mendongkrak omzet pelaku UMKM sekaligus merawat ekosistem kebudayaan umat di tingkat akar rumput.

“Lomba Hadroh Nologaten Gumregah UMKM Fest 2026 merupakan bagian dari rangkaian pameran produk lokal unggulan yang difasilitasi dan diinisiasi oleh Dinas Koperasi dan UKM DIY. Kami berharap kegiatan ini menjadi ruang bagi pelaku seni hadroh untuk terus berkembang sekaligus memperkuat promosi UMKM lokal,” ujar Adib Arifiyanto menjelaskan latar belakang acara.

Berdasarkan surat keputusan dewan juri, posisi Juara Pertama berhasil diraih oleh Grup Hadroh Al Hasanah asal Plosokuning, Minomartani dengan akumulasi nilai 92. Sementara itu, dominasi delegasi Condongcatur diwakili oleh Grup Hadroh Seroja asal Sukoharjo, Sanggrahan yang menyabet Juara Kedua dengan nilai 89,5, disusul oleh Grup Hadroh Mahmudah asal Pringgolayan, Dabag di peringkat Juara Ketiga dengan perolehan nilai 87,5.

Prosesi penyerahan piala, piagam penghargaan, dan uang pembinaan diselenggarakan pada Minggu (5/7/2026) siang di panggung utama kawasan Kedawung oleh perwakilan panitia, Dedi Kusuma. Dalam sambutannya, Dedi Kusuma melayangkan apresiasi tinggi kepada seluruh peserta yang telah menampilkan teknik vokal dan ketukan musik terbaik mereka selama berkompetisi.

“Selamat kepada seluruh pemenang dan peserta yang telah berpartisipasi. Semangat, kekompakan, dan kecintaan terhadap seni hadroh yang ditunjukkan hari ini sangat luar biasa. Kami berharap Lomba Hadroh Nologaten Gumregah UMKM Fest dapat terus berkembang dan menjadi agenda tahunan yang dinantikan masyarakat,” tutur Dedi Kusuma.

Rasa bangga pun mengalir dari para pemenang sasis daerah tersebut. Ketua Grup Hadroh Seroja, Dian Puspitasari, mengaku sangat bersyukur atas capaian sebagai runner-up dalam kompetisi bergengsi tingkat regional ini. Hasil positif tersebut dinilai menjadi pelecut motivasi bagi seluruh anggotanya untuk mempertajam kualitas penampilan melalui sesi latihan yang lebih intensif di padukuhan.

“Alhamdulillah kami sangat senang dan bersyukur dapat meraih Juara II. Prestasi ini menjadi penyemangat bagi seluruh anggota untuk terus meningkatkan kualitas melalui latihan yang lebih rutin. Kami juga berkomitmen mengikuti berbagai lomba dan kompetisi hadroh, baik di tingkat daerah maupun tingkat yang lebih tinggi sebagai sarana menambah pengalaman dan kemampuan,” kata Dian Puspitasari.

Senada dengan hal itu, Ketua Grup Hadroh Mahmudah, Retnowati, menyampaikan rasa terima kasih mendalam kepada sang pembina, Wahyudi, yang telah memfasilitasi kebutuhan operasional dan transportasi tim hingga berhasil mengamankan predikat Juara Ketiga. Dirinya berharap prestasi ini membuat seluruh anggota tim tetap istiqamah dalam bersalawat melalui jalur seni hadroh.

Keberhasilan ganda ini membuktikan bahwa roda pembinaan kesenian selawat di tingkat padukuhan Kabupaten Sleman berjalan secara dinamis dan efektif. Selain efektif menjadi media dakwah dan penguatan karakter generasi muda, sinergi kebudayaan ini terbukti ampuh menggerakkan roda ekonomi kerakyatan melalui peningkatan kunjungan masyarakat ke sentra-sentra UMKM (Wasana / KIM Depok).