Sasar Masalah Sosial dari Hulu, Dinsos Sleman Perkuat Pembinaan WKSBM Pelita Ikhlas Caturharjo

Sleman – Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Sleman terus memperkuat jaring pengaman sosial berbasis masyarakat guna mempercepat penanganan masalah kesejahteraan sosial dari tingkat hulu. Langkah taktis ini diwujudkan lewat agenda pembinaan intensif terhadap Wahana Kesejahteraan Sosial Berbasis Masyarakat (WKSBM) Pelita Ikhlas di Padukuhan Ngangkruk, Kalurahan Caturharjo, Kapanewon Sleman, Kabupaten Sleman, Sabtu (4/7/2026).
Kegiatan pembinaan yang dilangsungkan di kediaman warga, Budi Astutik, tersebut dihadiri langsung oleh Kepala Dinsos Sleman Wawan Widiantoro, Kamitua Caturharjo Yulianto, Dukuh Ngangkruk Ilhamma Akbar, serta jajaran ketua RT, RW, dan tokoh masyarakat setempat. Forum ini difungsikan sebagai wadah sinkronisasi data kemiskinan sekaligus evaluasi program jaminan sosial di tingkat akar rumput.
Dalam arahannya, Kepala Dinsos Sleman Wawan Widiantoro menekankan vitalnya sinergitas antara instansi pemerintah dan kelompok relawan lokal. Keakuratan data pemetaan klaster sosial yang disetorkan oleh pengurus WKSBM dinilai menjadi modal utama agar penyaluran bantuan stimulus dari APBD maupun dana jaminan sosial tepat sasaran.
“Kolaborasi yang kuat didukung semangat, insyaallah menemukan data akurat, yang bermanfaat dunia akhirat. Ke depan apabila terjadi kendala sistem dalam penginputan data kemiskinan, warga akan dibantu dan kami siapkan koordinasi langsung dengan bidang yang menangani di dinas,” ujar Wawan Widiantoro menegaskan komitmen pendampingan tata kelola data.
Ketua WKSBM Pelita Ikhlas, Lilia Ciptaningsih, memaparkan sejumlah realisasi kinerja riil yang telah berjalan di wilayahnya. Beberapa program unggulan yang rutin bergulir di antaranya pemberian santunan berkala dua bulan sekali sebesar 150 ribu rupiah bagi anak yatim, piatu, dan dhuafa secara bergilir sesuai pemenuhan kriteria ekonomi.
Selain itu, kelompok kerja lokal ini juga sukses melakukan pendampingan rujukan terhadap tiga balita yang berisiko telantar dari Keluarga Bermasalah Sosial Psikologis (KSBP) untuk dievakuasi ke Balai Rehabilitasi Sosial Pengasuhan Anak (BRSPA). Di sektor pemberdayaan ekonomi swadaya, WKSBM Pelita Ikhlas turut menyalurkan bantuan modal usaha sebesar 250 ribu rupiah bagi penyandang disabilitas serta kelompok Perempuan Rentan Sosial Ekonomi (PRSE).
Aktivitas kemanusiaan mandiri tersebut mendapat apresiasi tinggi dari jajaran pemerintah kalurahan. Kamitua Caturharjo, Yulianto, menyatakan kebanggaannya atas kemandirian warga dan menegaskan bahwa Pemerintah Kalurahan Caturharjo telah mengucurkan bantuan stimulan operasional sebanyak tiga kali sebagai bentuk insentif legalitas organisasi.
“Semoga WKSBM lebih bersemangat, lebih terarah, dan lebih maju melayani masyarakat,” tutur Yulianto menyampaikan harapan besarnya terhadap keberlanjutan program penanganan kemiskinan tersebut.
Terkait dinamika penanganan warga lanjut usia (lansia), Wawan Widiantoro menguraikan bahwa regulasi Balai Dinsos DIY saat ini diprioritaskan untuk menampung lansia mandiri yang sehat. Merespons kondisi tersebut, bagi lansia yang sakit, pihak dinas meminta warga dan kader setempat bergotong royong merawat terlebih dahulu sembari memproses administrasi Jaring Pengaman Sosial (JPS) Kesehatan serta mengusahakan layanan homecare kunjungan medis dari Dinsos Sleman. Rangkaian acara pembinaan ini ditutup dengan aksi turun ke lapangan oleh Kepala Dinsos Sleman untuk meninjau sekaligus menyalurkan bantuan dana santunan pribadi bagi warga lansia telantar di wilayah Ngangkruk. (Giek / KIM Moyudan)



