Matangkan Persiapan Tahun Ajaran Baru, MAN 4 Sleman Gelar Uji Publik Kurikulum Berbasis Cinta

Sleman – Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 4 Sleman mematangkan kesiapan operasional pendidikan menyambut Tahun Ajaran 2026/2027. Langkah strategis ini diwujudkan dengan menggelar agenda Uji Publik Kurikulum yang melibatkan jajaran otoritas kementerian, akademisi, komite, hingga perwakilan siswa di Aula II madrasah setempat, Kamis (2/7/2026).
Uji publik ini difungsikan sebagai ruang validasi terbuka untuk membedah dokumen kurikulum madrasah agar tidak sekadar menjadi formalitas administratif di atas kertas. Melalui forum transparan ini, manajemen madrasah menyerap langsung kritik, proyeksi, dan saran konstruktif dari lintas sektor demi melahirkan skema pembelajaran yang adaptif terhadap dinamika zaman.
Penyusunan draf kurikulum baru tersebut dipresentasikan langsung oleh Wakil Kepala Madrasah Bidang Akademik, Safitri Ida Kusumastuti. Dalam pemaparannya, ia menekankan bahwa struktur kurikulum MAN 4 Sleman tahun ini sengaja dirombak secara inovatif dengan memanfaatkan akselerasi teknologi informasi guna mengakomodasi keunikan setiap peserta didik.
“Kami melakukan berbagai inovasi konten guna memberikan layanan pendidikan yang sesuai dengan keberagaman karakteristik siswa. Semua inovasi ini kami dasarkan pada data dan analisis kebutuhan terkini,” ujar Safitri Ida Kusumastuti saat menjabarkan draf kurikulum di hadapan forum.
Hadir sebagai pembahas utama, Ketua Tim atau Sub Koordinator Kurikulum dan Kesiswaan Bidang Pendidikan Madrasah Kanwil Kemenag DIY, Anita Isdarmini, memberikan apresiasi tinggi atas performa tim pengembang madrasah. Dirinya mengingatkan agar seluruh tenaga pendidik mampu menerjemahkan dokumen kurikulum ini menjadi metode pengajaran nyata di dalam kelas.
“Apresiasi saya sampaikan kepada Tim Pengembang Kurikulum yang telah melakukan banyak perbaikan dengan pendampingan dari pengawas pembina. Semua aspirasi dari orang tua, siswa, dan pengurus komite harus menjadi perhatian serius dan diakomodasi dalam draf kurikulum. Dengan melibatkan banyak pihak, kurikulum yang dihasilkan akan semakin matang dan berkualitas,” kata Anita Isdarmini menegaskan pentingnya kolaborasi.
Pandangan senada juga diutarakan oleh akademisi sekaligus praktisi pendidikan dari UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Sukiman. Dirinya menilai dokumen kurikulum yang disusun oleh MAN 4 Sleman telah melompat jauh menjadi dokumen akademik berbasis bukti empiris yang bersumber dari analisis Rapor Pendidikan.
“Analisis karakteristik peserta didik sudah sangat komprehensif, didasarkan pada data empiris, memanfaatkan Rapor Pendidikan, serta mengintegrasikan pembelajaran mendalam dan kurikulum berbasis cinta. Selain itu, kemitraan yang luas dan program budaya madrasah juga terlihat sangat kuat,” tutur Sukiman memberikan catatan evaluasinya.
Meskipun dinilai sangat komprehensif, Sukiman tetap memberikan catatan kritis agar manajemen MAN 4 Sleman mengawal ketat implementasi tiga prinsip pembelajaran, nilai Panca Cinta, serta delapan dimensi profil lulusan. Agenda uji publik yang juga dikawal oleh Plt Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Kemenag Sleman, Tri Wahyuni, ini ditutup dengan komitmen bersama untuk mewujudkan ekosistem madrasah yang unggul dan kompetitif. (Edy/KIM Sumber Biwara Moyudan)



