Padukuhan Mrican Tingkatkan Kapasitas Warga melalui Pelatihan MC Bahasa Jawa dan Indonesia

Sleman- Upaya meningkatkan kualitas penyelenggaraan kegiatan kemasyarakatan terus dilakukan Padukuhan Mrican melalui Pelatihan Master of Ceremony (MC) Bahasa Jawa dan Bahasa Indonesia di Balai Padukuhan Mrican, Senin (27/7/2026). Kegiatan yang diikuti perwakilan Ibu PKK RT se-Padukuhan Mrican ini merupakan bagian dari pengembangan kapasitas masyarakat di tingkat padukuhan.

Pelatihan tersebut merupakan salah satu program yang direalisasikan berdasarkan usulan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Kalurahan (RPJMKal) Caturtunggal. Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kalurahan Caturtunggal bersama Pemerintah Padukuhan Mrican berupaya meningkatkan kompetensi masyarakat agar mampu mendukung penyelenggaraan berbagai kegiatan kemasyarakatan secara lebih tertib, komunikatif, dan profesional.

Faisal Noor Singgih selaku narasumber menyampaikan materi mengenai teknik membawakan acara dalam Bahasa Indonesia maupun Bahasa Jawa. Selain membahas penggunaan bahasa yang tepat sesuai tata krama dan jenis acara, peserta juga mendapatkan pembekalan mengenai etika, sikap, intonasi, serta penampilan seorang pembawa acara sebagai penunjang keberhasilan sebuah kegiatan.

Dukuh Mrican, Sumarji, mengatakan pelatihan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kemampuan kader PKK dalam memandu berbagai kegiatan di tingkat RT maupun padukuhan.

“Kami berharap melalui pelatihan ini, setiap kegiatan mulai dari tingkat RT hingga padukuhan dapat berlangsung lebih tertata, terkonsep dengan baik, dan dipandu oleh MC yang memiliki kemampuan berbahasa serta etika yang baik,” ujarnya.

Pelatihan berlangsung secara interaktif melalui penyampaian materi, diskusi, dan sesi tanya jawab. Antusiasme peserta terlihat dari banyaknya pertanyaan mengenai penggunaan Bahasa Jawa, khususnya unggah-ungguh basa yang tepat dalam berbagai jenis acara. Untuk memperkuat pemahaman, narasumber juga memberikan contoh praktik membawakan acara menggunakan Bahasa Jawa maupun Bahasa Indonesia.

Melalui pelatihan ini, peserta diharapkan mampu mengaplikasikan pengetahuan yang diperoleh saat memandu berbagai kegiatan kemasyarakatan. Dengan demikian, pelaksanaan acara di lingkungan Padukuhan Mrican dapat berlangsung lebih tertib, komunikatif, dan berkesan. Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama sebagai dokumentasi.  (Oktaviana/KIMDepok)




35 Guru Muhammadiyah Sleman Ikuti Diklat Calon Kepala Sekolah

Sleman – Sebanyak 35 guru Muhammadiyah dari jenjang SD, SMP, SMA, dan SMK se-Kabupaten Sleman mengikuti Pendidikan Khusus Calon Kepala Sekolah/Madrasah Muhammadiyah yang diselenggarakan di Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) Daerah Istimewa Yogyakarta, Selasa–Sabtu (28 Juli–1 Agustus 2026).

Majelis Pendidikan Dasar, Menengah, dan Pendidikan Nonformal (Dikdasmen-PNF) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Daerah Istimewa Yogyakarta menyelenggarakan kegiatan tersebut untuk mempersiapkan calon pemimpin sekolah dan madrasah Muhammadiyah.

Keikutsertaan para guru dari Kabupaten Sleman diharapkan memperkuat kualitas kepemimpinan satuan pendidikan. Peningkatan kompetensi kepala sekolah menjadi salah satu unsur penting dalam mendukung mutu layanan pendidikan di wilayah Kabupaten Sleman.

Ketua Majelis Dikdasmen-PNF PWM DIY, Achmad Muhammad, mengatakan pendidikan khusus calon kepala sekolah merupakan program pelatihan kepemimpinan strategis. Program tersebut dirancang untuk mempersiapkan, menyeleksi, dan membekali calon kepala sekolah serta kepala madrasah Muhammadiyah di seluruh DIY.

“Program ini membekali calon kepala sekolah dan kepala madrasah agar memiliki kompetensi manajerial, spiritual, dan kepemimpinan yang unggul,” katanya.

Menurut dia, kepala sekolah tidak hanya bertanggung jawab mengelola administrasi dan kegiatan pembelajaran, tetapi juga harus mampu memimpin, mengembangkan lembaga, serta membangun budaya pendidikan yang berkualitas.

Achmad menjelaskan, pendidikan khusus tersebut menjadi bagian dari ikhtiar Muhammadiyah meneruskan pesan pendiri Muhammadiyah, KH Ahmad Dahlan, agar para kader bersedia merawat persyarikatan dan mengembangkan sekolah.

“Kita diharapkan menjadi kader yang bersedia merawat Muhammadiyah dan merawat sekolah. Jangan pernah merasa lelah untuk terus berjuang bersama di persyarikatan Muhammadiyah,” ujarnya.

Ia mengajak seluruh peserta mengikuti rangkaian pendidikan hingga selesai agar memperoleh bekal yang memadai sebelum menerima amanah sebagai kepala sekolah atau kepala madrasah.

Melalui kegiatan tersebut, para guru Muhammadiyah dari Kabupaten Sleman diharapkan mampu menjadi pemimpin pendidikan yang profesional, berintegritas, dan adaptif terhadap perkembangan zaman.

Penguatan kapasitas calon kepala sekolah itu sekaligus diharapkan memberikan kontribusi terhadap peningkatan kualitas pengelolaan sekolah dan pelayanan pendidikan bagi masyarakat Kabupaten Sleman. (Athiful/KIM Depok)




Lapangan Kapanewon Mlati, Ruang Publik Multifungsi Penunjang Gaya Hidup Sehat

Sleman – Kesadaran masyarakat, khususnya generasi muda, terhadap pentingnya gaya hidup sehat terus meningkat. Hal tersebut tampak dari aktivitas di Lapangan Kapanewon Mlati yang berlokasi di Cebongan, Tlogoadi.

Setiap hari, ruang publik ini ramai dimanfaatkan warga untuk beragam kegiatan olahraga, mulai dari joging, sepak bola, hingga aktivitas kebugaran lainnya.

Tidak hanya menjadi pusat aktivitas olahraga, Lapangan Kapanewon Mlati juga berkembang sebagai kawasan yang terintegrasi dengan sektor ekonomi dan pendidikan.

Di sisi utara lapangan, aktivitas perdagangan di Pasar Kliwonan turut menggerakkan perekonomian masyarakat. Sementara di sisi selatan, keberadaan fasilitas pendidikan mendukung akses layanan pendidikan bagi warga sekitar.

Lokasinya yang strategis di pusat Kapanewon Mlati menjadikan kawasan ini sebagai ruang publik multifungsi yang mampu mengakomodasi berbagai kebutuhan masyarakat. Keberadaan lapangan ini mencerminkan komitmen Pemerintah Kapanewon Mlati dalam menyediakan fasilitas publik yang representatif, nyaman, dan bermanfaat bagi masyarakat.

Novendra, salah seorang warga yang rutin berolahraga di lokasi tersebut, mengaku terbantu dengan keberadaan lapangan sebagai sarana olahraga sekaligus ruang berkumpul masyarakat.

“Lapangan ini sangat membantu kami, terutama anak muda, untuk berolahraga secara rutin sekaligus membiasakan pola hidup sehat,” ujarnya, Selasa (28/07/2026).

Dengan memadukan fungsi olahraga, ekonomi, dan pendidikan dalam satu kawasan, Lapangan Kapanewon Mlati menjadi contoh ruang publik yang produktif, inklusif, dan memberikan manfaat nyata bagi peningkatan kualitas hidup masyarakat. (rd. Novendra / KIM Mlati )  




SMP Muhammadiyah 3 Depok Salurkan Beasiswa Rp28 Juta kepada 50 Murid

Sleman – SMP Muhammadiyah 3 Depok menyalurkan beasiswa pendidikan senilai total Rp28 juta kepada 50 murid pada awal tahun ajaran 2026/2027. Beasiswa tersebut diserahkan saat upacara bendera, Senin (27/7/2026).

Kepala SMP Muhammadiyah 3 Depok, Hasanudin, menyampaikan, bahwa sekolah menyalurkan bantuan melalui tiga program, yakni Beasiswa Prestasi, Beasiswa Berdikari, dan Beasiswa Mentari.

“Masing-masing program menyasar murid dengan prestasi dan latar belakang kebutuhan yang berbeda,” ujarnya.

Sebanyak enam murid menerima Beasiswa Prestasi karena memiliki capaian di bidang akademik maupun nonakademik. Sementara itu, 30 murid memperoleh Beasiswa Berdikari yang bersumber dari program Koin Surgamu.

“Adapun 14 murid menerima Beasiswa Mentari melalui kerja sama SMP Muhammadiyah 3 Depok dengan LazisMu Depok,” katanya.

Hasanudin pun mendorong para murid untuk mempertahankan sekaligus meningkatkan prestasi yang telah diraih. Menurutnya, penyaluran beasiswa tidak hanya membantu keberlanjutan pendidikan para penerima, tetapi juga menumbuhkan motivasi belajar bagi seluruh murid.

“Program tersebut diharapkan mendorong para murid untuk berlomba-lomba dalam kebaikan atau fastabiqul khairat, terutama dalam mengembangkan kemampuan akademik, nonakademik, minat, dan bakat,” katanya.

Melalui penyaluran beasiswa tersebut, lanjut Hasanudin, SMP Muhammadiyah 3 Depok berupaya memperluas dukungan pendidikan sekaligus membangun budaya belajar, kepedulian, dan semangat berprestasi di lingkungan sekolah. (Athiful/KIM Depok)




Purna Tugas Panewu Anom Tempel Jadi Momen Apresiasi Pengabdian dan Penguatan Regenerasi Birokrasi

Sleman — Purna tugas aparatur sipil negara bukan sekadar seremoni perpisahan, tetapi juga momentum memberikan penghargaan atas dedikasi sekaligus memperkuat semangat regenerasi dalam birokrasi. Nilai tersebut mewarnai acara Pengantar Purna Tugas Panewu Anom Kapanewon Tempel, Eni Yuliani, di Pendopo Kapanewon Tempel, Selasa (28/7/2026).

Kegiatan ini dihadiri Forum Koordinasi Pimpinan Kapanewon (Forkompimka), para lurah, kepala puskesmas, Kepala KUA Tempel, perangkat kapanewon, organisasi kemasyarakatan, serta mitra lintas sektor sebagai bentuk penghormatan atas pengabdian Eni Yuliani selama menjalankan amanah sebagai Panewu Anom.

Panewu Tempel, Rasyid Ratnadi Sosiawan, mengatakan purna tugas merupakan penanda berakhirnya amanah dengan penuh tanggung jawab sekaligus awal pengabdian dalam bentuk yang berbeda.

“Purna tugas bukanlah akhir dari pengabdian, melainkan awal untuk terus memberikan inspirasi kepada masyarakat. Kami menyampaikan penghargaan dan terima kasih atas dedikasi, loyalitas, serta kontribusi Ibu Eni Yuliani dalam mendukung pelayanan pemerintahan dan pembangunan di Kapanewon Tempel,” ujarnya.

Danramil Tempel, Kapten Edi Widodo, menilai Eni Yuliani berhasil membangun komunikasi dan sinergi yang kuat dengan Forkompimka sehingga berbagai program dan upaya menjaga kondusivitas wilayah dapat berjalan dengan baik.

“Beliau selalu mengedepankan koordinasi, kebersamaan, dan kepentingan masyarakat. Semoga masa purna tugas menjadi awal pengabdian di lingkungan yang lebih luas,” kata Kapten Edi.

Kapolsek Tempel, AKP Gunawan Setiabudi juga menyampaikan apresiasi atas kolaborasi yang terjalin selama ini. Menurutnya, sinergi antarlembaga menjadi modal penting dalam menciptakan keamanan dan ketertiban masyarakat.

Sementara itu, Lurah Mororejo, Jaka Ristanta mengucapkan terima kasih atas bimbingan dan pendampingan yang diberikan kepada pemerintah kalurahan.

“Banyak hal yang kami pelajari dari keteladanan Ibu Eni dalam melayani masyarakat. Semoga silaturahmi tetap terjalin meski telah memasuki masa purna tugas,” tuturnya.

Selama bertugas, Panewu Anom berperan mengoordinasikan penyelenggaraan pemerintahan, memperkuat sinergi antarinstansi, serta menjembatani pelaksanaan program hingga tingkat kalurahan. Kehadiran berbagai unsur pemerintahan, TNI-Polri, tenaga kesehatan, organisasi masyarakat, dan perangkat kapanewon dalam acara tersebut mencerminkan eratnya kolaborasi yang telah terbangun.

Momentum purna tugas ini menjadi pengingat bahwa keberhasilan penyelenggaraan pemerintahan lahir dari kesinambungan kepemimpinan, kolaborasi lintas sektor, dan komitmen seluruh aparatur untuk menghadirkan pelayanan publik yang profesional. (SBD/KIM Tempel)