WKSBM Sleman dan DIY Kenalkan Peran di Akar Rumput Lewat Siaran RRI PRO 1 Jogja

 Sleman – Peran Forum Wahana Kesejahteraan Sosial Berbasis Masyarakat (WKSBM) semakin dikenal luas di tengah masyarakat. Hal ini ditandai dengan kehadiran Forum WKSBM Kabupaten Sleman dan DIY sebagai narasumber dalam program Ngobras di RRI Pro 1 Yogyakarta, pada Senin (27/7/2026).

Partisipasi tersebut mendapat apresiasi dari Kepala Dinas Sosial Kabupaten Sleman, Wawan Widiantoro. Apresiasi itu disampaikannya saat pembukaan Kampung Siaga Bencana (KSB) di Kalurahan Sumbersari, Selasa (28/7/2026).

“Wahana ini dapat menjadi sarana sosialisasi peran WKSBM. Melalui kegiatan tersebut, masyarakat dapat lebih mengenal WKSBM beserta perannya dalam membantu menyelesaikan berbagai persoalan sosial di tingkat akar rumput,” ujar Wawan.

Menurutnya, Dinas Sosial sangat terbantu dengan adanya siaran tersebut. Di tengah keterbatasan anggaran, sosialisasi secara langsung ke seluruh wilayah belum dapat dilakukan secara optimal. Melalui siaran RRI Pro 1 Yogyakarta, informasi mengenai WKSBM dapat menjangkau masyarakat lebih luas, tidak hanya di tingkat lokal tetapi juga nasional.

Wawan juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Ketua Forum WKSBM DIY, Nur Wulan, Ketua Forum WKSBM Sleman, Subiyanto, serta Giek yang menjadi penghubung dengan RRI Pro 1 Yogyakarta sehingga kegiatan tersebut dapat terlaksana.

Mengangkat tema “WKSBM Sebagai Jembatan Emas Menuju Solusi Permasalahan pada Akar Rumput”, dialog tersebut mendapat sambutan positif dari masyarakat. Antusiasme pendengar terlihat dari banyaknya interaksi yang masuk, baik melalui sambungan telepon maupun pesan WhatsApp, sehingga waktu siaran terasa belum cukup untuk menampung seluruh pertanyaan dan tanggapan.

Wawan berharap RRI Pro 1 Yogyakarta dapat kembali memberikan kesempatan kepada Forum WKSBM untuk berbagi informasi dan pengalaman pada kesempatan mendatang sehingga semakin banyak masyarakat yang memahami peran WKSBM dalam mendukung penyelenggaraan kesejahteraan sosial berbasis masyarakat. (Giek / KIM Moyudan)




SMP Muhammadiyah 2 Prambanan Gandeng Polsek Prambanan Perkuat Disiplin dan Kesadaran Hukum Siswa

Sleman – SMP Muhammadiyah 2 Prambanan berkoordinasi dengan Kepolisian Sektor Prambanan untuk menghadirkan personel kepolisian sebagai pembina upacara di sekolah tersebut, Selasa (28/7/2026).

Kepala SMP Muhammadiyah 2 Prambanan, Eko Priyantoro, mengatakan koordinasi tersebut menjadi bagian dari upaya sekolah memperkuat pembinaan disiplin dan kesadaran hukum para siswa.

Menurutnya, Polsek Prambanan nantinya akan memberikan pembinaan dan penyuluhan langsung mengenai tertib berlalu lintas, pencegahan kenakalan remaja, serta bahaya perundungan atau bullying di lingkungan sekolah.

“Kegiatan ini kami arahkan untuk menjaga kedisiplinan siswa sejak dini sekaligus memberikan pemahaman hukum yang ramah bagi anak dan remaja,” katanya.

Eko menegaskan keterlibatan kepolisian dalam kegiatan sekolah juga penting untuk mencegah para siswa terlibat dalam tindakan kriminalitas, geng motor, kekerasan, maupun perilaku menyimpang lainnya.

“Kami berharap penyampaian materi melalui kegiatan upacara dapat membuat pesan tentang kedisiplinan, keamanan, dan kepatuhan terhadap hukum lebih mudah dipahami para siswa,” ujarnya.

Melalui pembinaan yang dilakukan secara berkelanjutan, Eko berharap para siswa SMP Muhammadiyah 2 Prambanan tumbuh menjadi pribadi yang disiplin, bertanggung jawab, serta mampu menjauhi berbagai bentuk kenakalan remaja. (Athiful/KIM Depok)




Latsar Bela Negara Sleman Perkuat Nasionalisme Warga Hadapi Tantangan Era Digital

Sleman – Pemerintah Kabupaten Sleman terus memperkuat semangat nasionalisme masyarakat dengan menggelar Latihan Dasar (Latsar) Bela Negara. Kegiatan tersebut dibuka secara resmi di Kalurahan Trihanggo, Kapanewon Gamping, Kabupaten Sleman, pada Selasa (28/07/2026). Program ini diselenggarakan untuk membekali warga agar semakin bijak dan tangguh dalam menghadapi berbagai tantangan era digital, seperti maraknya disinformasi hingga ancaman terhadap persatuan bangsa.

Perhelatan yang mengusung tema “Meneguhkan Kembali Bela Negara di Era Digital untuk Menjaga Persatuan dan Kesatuan Bangsa” ini diikuti oleh 75 peserta dari berbagai kalurahan di Kapanewon Gamping. Kegiatan ini difasilitasi oleh Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Sleman bekerja sama dengan anggota DPRD Kabupaten Sleman melalui pokok-pokok pikiran Fika Chusnul Chotimah, dan dijadwalkan berlangsung selama tiga hari hingga Kamis (30/07/2026).

Penjabat Lurah Trihanggo, Budi Supriyanto, mengingatkan pentingnya literasi digital dan kemampuan memilah informasi sebagai bentuk implementasi bela negara masa kini di tengah derasnya arus teknologi.

“Kami mengimbau masyarakat untuk melaksanakan bela negara di era digital ini dengan baik. Jangan sampai terjerumus pada hal-hal negatif seperti judi online,” ujar Budi Supriyanto dalam sambutannya.

Senada dengan hal tersebut, perwakilan Badan Kesbangpol Kabupaten Sleman, Hendri Setiawan, menegaskan bahwa kemampuan menyaring informasi sebelum membagikannya merupakan fondasi penting dalam membentuk karakter warga yang bertanggung jawab di ruang siber.

“Di era digital seperti saat ini kita harus bisa semaksimal mungkin menyaring berbagai informasi. Dengan latsar bela negara ini bisa menjadi dasar kita untuk bersikap dan bertindak,” kata Hendri Setiawan.

Pada hari pertama, para peserta mendapatkan pembekalan materi mengenai peran legislatif dalam menumbuhkan rasa cinta tanah air dari anggota DPRD Sleman Fika Chusnul Chotimah, serta materi penguatan kesadaran bela negara dari akademisi UPN Veteran Yogyakarta Aditya Pandu Wicaksono. Melalui rangkaian materi wawasan kebangsaan, hukum, dan pertahanan negara ini, Pemkab Sleman berharap warga mampu menjadi masyarakat digital yang kritis, cerdas, serta konsisten menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. (Andy Ahmad/KIM DSN NGAGLIK)




KSB Sumbersari Resmi Dibentuk, Dinsos Sleman Tekankan Gerak Cepat Kunci Penanganan Bencana

Sleman – Dinas Sosial Kabupaten Sleman resmi membentuk Kampung Siaga Bencana (KSB) baru di Kalurahan Sumbersari, Kapanewon Moyudan, Kabupaten Sleman, pada Selasa (28/07/2026). Pembentukan KSB ke-33 di Kabupaten Sleman tersebut dilaksanakan melalui rangkaian pelatihan kebencanaan berbasis masyarakat yang berlangsung selama tiga hari di Pendopo Kalurahan Sumbersari pada Selasa (28/07/2026) hingga Kamis (30/07/2026).

Kegiatan pelatihan dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Sosial Kabupaten Sleman, Wawan Widiantoro. Dalam perhelatan ini, pembentukan KSB Sumbersari difokuskan pada penguatan kapasitas masyarakat dalam pengelolaan logistik serta manajemen dapur umum darurat guna merespons potensi bencana alam maupun bencana sosial di wilayah setempat.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Sleman, Wawan Widiantoro, menegaskan bahwa kecepatan merespons situasi darurat di tingkat lokal menjadi kunci utama dalam meminimalkan dampak bencana.

“Kecepatan penanganan bencana merupakan hal sangat urgent. Apabila terjadi bencana harus gerak cepat, tidak harus menunggu BPBD, Dinsos, dan Damkar. Jangan dianggap remeh masalah dapur umum, kalau tidak ada pelatihan akan berbeda,” ujar Wawan Widiantoro saat memberikan sambutan pembukaan.

Ia juga mengapresiasi keaktifan para relawan di Kapanewon Moyudan yang dinilainya tanggap dan memiliki respons cepat setiap kali terjadi situasi darurat kebencanaan di lingkungan warga.

Sementara itu, Pemerintah Kalurahan Sumbersari melalui Carik Junaidi menyambut baik serta mengapresiasi langkah Dinas Sosial Kabupaten Sleman yang telah memfasilitasi pembentukan KSB di wilayahnya. Menurutnya, pelatihan ini menjadi sarana vital untuk meningkatkan kesiapsiagaan seluruh elemen masyarakat.

“Kegiatan ini sarana menimba ilmu. Kita tidak berharap terjadi bencana, tetapi sewaktu-waktu terjadi kita siap menangani bersama,” tutur Junaidi. (Giek/KIM Moyudan)




Bebek Restorasi, Kisah Mahasiswa UNY yang Biayai Kuliah Mandiri dari Bengkel Motor Klasik

Sleman – Deru mesin tua terdengar saban hari dari sebuah garasi sederhana di Padukuhan Gesikan, Kalurahan Sidoarum, Kapanewon Godean, Kabupaten Sleman. Di lokasi tersebut, seorang pemuda bernama Dana Brata Fitriawan Kusuma tekun merestorasi berbagai sepeda motor klasik melalui usahanya yang diberi nama Bebek Restorasi pada Senin (27/07/2026). Usaha otomotif yang ditekuni sejak duduk di bangku SMK ini tidak hanya menghidupkan kembali kendaraan retro, tetapi juga mampu membiayai pendidikannya hingga lulus sarjana dari Fakultas Teknik Universitas Negeri Yogyakarta (UNY).

Perjalanan bisnis tersebut dirintis Dana sejak 2018 ketika melihat tingginya minat masyarakat terhadap sepeda motor retro. Berbekal keterampilan otomotif, ia mulai menerima pengerjaan restorasi untuk berbagai tipe motor legendaris, seperti Honda C-70, Astrea 800, Astrea Prima, Astrea Grand, Honda Win, hingga Honda Supra X.

“Saat itu saya masih SMK dan melihat peluangnya menarik. Prinsip restorasi adalah membuat kendaraan kembali seperti baru, sesuai bentuk aslinya,” ujar Dana Brata Fitriawan Kusuma.

Proses restorasi membutuhkan ketelitian dan kesabaran tinggi. Dalam sebulan, bengkelnya hanya membatasi pengerjaan maksimal empat unit motor dengan durasi pengerjaan dua minggu hingga satu bulan per unit. Biaya jasa pengerjaan dipatok berkisar Rp6 juta hingga Rp7 juta di luar penggantian suku cadang. Dari ketekunan tersebut, putra pasangan Windu Nurdiantoro dan Ndari Apriani ini berhasil membiayai seluruh biaya perkuliahannya di Program Studi Teknik Manufaktur UNY secara mandiri.

Kerja kerasnya kian membuah hasil manis ketika ia berhasil menyabet Juara Pertama Tingkat Nasional dalam Program Mahasiswa Wirausaha yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan Tinggi pada 2022 lalu.

Kini, setelah resmi menyandang gelar sarjana teknik, Dana bertekad mengembangkan Bebek Restorasi menjadi bengkel yang lebih besar dan profesional guna membuka lapangan pekerjaan bagi warga sekitar. Ia membuktikan bahwa keterampilan, ketekunan, dan kerja keras di ruang bengkel mampu merakit masa depan yang mandiri. (Athiful/KIM Depok)