Kalurahan Pondokrejo Perkuat Kapasitas Agen Perlinsos melalui Bimbingan Teknis

Sleman — Upaya memperkuat sistem perlindungan sosial berbasis masyarakat terus didorong melalui peningkatan kapasitas para agen perlindungan sosial. Hal itu tercermin dalam kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Perlindungan Sosial (Perlinsos) bagi agen se-Kalurahan Pondokrejo, Kapanewon Tempel, Kabupaten Sleman, yang digelar di Pendopo Kalurahan Pondokrejo, Rabu (5/8/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri Lurah Pondokrejo, R. Widayatma, didampingi Kamituwa, Aji Candra Parahita, serta Kepala Dinas Sosial Kabupaten Sleman, Wawan Widiantoro. Bimbingan teknis kali ini menghadirkan Ketua Tim Kerja Pemberdayaan Sosial Dinas Sosial Kabupaten Sleman, Rizky Amalia Dwi Wijayanti sebagai pemateri utama.

Dalam sambutannya, Wawan Widiantoro menegaskan bahwa keberhasilan program perlindungan sosial tidak hanya bergantung pada kebijakan pemerintah, tetapi juga pada kualitas sumber daya manusia yang menjalankan program di tingkat masyarakat.

“Agen perlindungan sosial merupakan ujung tombak pelayanan. Mereka menjadi penghubung antara pemerintah dengan masyarakat sehingga harus memiliki pemahaman yang baik mengenai pendataan, pendampingan, hingga penanganan berbagai persoalan sosial yang muncul di lapangan,” ujarnya.

Menurutnya, tantangan kesejahteraan sosial saat ini semakin kompleks, mulai dari kemiskinan, kelompok rentan, hingga perubahan kondisi sosial akibat dinamika ekonomi. Karena itu, agen perlinsos dituntut mampu bekerja secara profesional, adaptif, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

Sementara itu, Rizky Amalia Dwi Wijayanti menjelaskan bahwa agen perlindungan sosial memiliki peran strategis dalam memastikan bantuan sosial dan berbagai layanan kesejahteraan dapat menjangkau masyarakat yang benar-benar membutuhkan. Selain melakukan pendataan dan verifikasi, mereka juga berfungsi memberikan edukasi, pendampingan, serta menjadi penghubung antarprogram lintas sektor.

“Perlindungan sosial bukan sekadar penyaluran bantuan. Yang lebih penting adalah membangun sistem pelayanan yang akurat, inklusif, dan mampu memberdayakan masyarakat agar lebih mandiri. Karena itu, kapasitas agen harus terus diperkuat melalui pembelajaran dan kolaborasi,” jelas Rizky.

Lurah Pondokrejo, R. Widayatma menyampaikan apresiasi atas penyelenggaraan bimbingan teknis tersebut. Ia berharap para agen dapat mengimplementasikan ilmu yang diperoleh untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat sekaligus memperkuat sinergi antara pemerintah kalurahan dan Dinas Sosial.

Melalui peningkatan kompetensi para agen perlindungan sosial, pemerintah berharap pelayanan kesejahteraan sosial semakin tepat sasaran, transparan, dan berkelanjutan. Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari penguatan sistem perlindungan sosial nasional yang menempatkan masyarakat sebagai mitra utama dalam mewujudkan kesejahteraan yang lebih merata. (SBD / KIM Tempel)




Wakil Bupati Sleman Hadiri Tabligh Akbar HUT Ke-81 RI di Mejing Kidul

Sleman – Peringatan Hari Kemerdekaan ke-81 Republik Indonesia di Padukuhan Mejing Kidul, Kalurahan Ambarketawang, Kapanewon Gamping, Kabupaten Sleman, berlangsung khidmat melalui Tabligh Akbar bersama pendakwah nasional Ning Umi Laila di Lapangan Mejing Kidul RW 09, Selasa (4/8/2026) malam. Ribuan jamaah dari berbagai wilayah memadati lokasi kegiatan sebagai wujud semangat menyemarakkan kemerdekaan dengan memperkuat nilai keagamaan, persaudaraan, dan kecintaan kepada Tanah Air.

Tabligh akbar yang dihadiri Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa yang didampingi Panewu Gamping, Suyanto, Kepala Kepolisian Sektor Gamping, AKP Bowo Susilo dan Lurah Ambarketawang, Sumaryanto tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Republik Indonesia yang dikemas dengan nuansa religius.

Selain menjadi sarana mempererat ukhuwah islamiyah, kegiatan ini juga menjadi momentum mengajak masyarakat untuk mengisi kemerdekaan melalui penguatan karakter, akhlak mulia, dan kepedulian sosial sebagai fondasi membangun bangsa.

Dalam tausiyahnya, Ning Umi Laila mengajak masyarakat mensyukuri nikmat kemerdekaan yang telah diperjuangkan para pendiri bangsa dengan pengorbanan jiwa dan raga. Menurutnya, rasa syukur tersebut tidak hanya diwujudkan melalui seremoni peringatan, melainkan dengan menjaga persatuan, memperkuat keimanan, serta menebarkan manfaat bagi sesama dalam kehidupan sehari-hari.

“Kemerdekaan merupakan amanah yang harus dijaga oleh seluruh elemen bangsa. Oleh karena itu, masyarakat diharapkan terus memperkokoh persaudaraan, menghindari perpecahan, serta menjaga kerukunan di tengah keberagaman sebagai modal utama mewujudkan Indonesia yang damai, maju, dan bermartabat,” ucapnya.

Selain itu, Ning Umi Laila juga mengingatkan pentingnya menjadikan momentum bulan kemerdekaan sebagai sarana introspeksi untuk meningkatkan kualitas ibadah dan kepedulian terhadap lingkungan sekitar. Semangat gotong royong yang telah menjadi jati diri bangsa Indonesia, katanya, harus terus dirawat agar mampu menghadapi berbagai tantangan sosial, ekonomi, maupun perkembangan zaman.

Penyelenggaraan tabligh akbar ini memperlihatkan kuatnya sinergi antara panitia, tokoh agama, tokoh masyarakat, pemuda, aparat keamanan, serta warga setempat dalam menyukseskan kegiatan. Semangat kebersamaan yang tercermin selama proses persiapan hingga pelaksanaan menjadi cerminan nilai gotong royong yang selaras dengan semangat kemerdekaan Republik Indonesia.

Sementara itu, Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa berharap masyarakat semakin memahami bahwa peringatan Hari Kemerdekaan tidak hanya diisi dengan berbagai perlombaan dan hiburan, namun juga dapat menjadi ruang memperkuat nilai spiritual, membangun persatuan, serta menanamkan kecintaan terhadap bangsa dan negara. Menurutnya, penguatan karakter religius dipandang menjadi modal penting dalam menciptakan kehidupan masyarakat yang harmonis dan berdaya saing.

Tabligh Akbar dalam rangka Hari Kemerdekaan ke-81 Republik Indonesia di Mejing Kidul menjadi refleksi bahwa nilai-nilai kebangsaan dan syiar keagamaan dapat berjalan selaras dalam memperkuat karakter masyarakat. Melalui lantunan doa, shalawat, dan tausiyah, jamaah diajak memaknai kemerdekaan sebagai amanah untuk terus berkarya, mempererat persatuan di tengah keberagaman, serta berkontribusi mewujudkan Indonesia yang maju dan berlandaskan akhlak mulia. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Gamping)




61 Siswa MAN 4 Sleman Lolos PTN 2026, UGM dan UNY Jadi Tujuan Favorit

Sleman – Kabar membanggakan datang dari MAN 4 Sleman. Sebanyak 61 siswa kelas XII Tahun Ajaran 2025/2026 dinyatakan lolos seleksi masuk perguruan tinggi negeri (PTN) tahun 2026. Capaian ini menjadi bukti kualitas pendidikan madrasah yang mampu bersaing di tingkat nasional.

Berdasarkan daftar kelulusan per 31 Juli 2026, para siswa diterima di berbagai PTN ternama, di antaranya Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), UPN Veteran Yogyakarta, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, UIN Raden Mas Said Surakarta, dan Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta.

Salah satu capaian yang membanggakan diraih Shifa Putri Aviana yang diterima di UGM pada Program Studi Manajemen Sumber Daya Akuatik. Sementara itu, UNY menjadi perguruan tinggi dengan jumlah penerimaan terbanyak melalui berbagai program studi, seperti Pendidikan Bahasa Inggris, Teknik Mesin, dan Statistika.

Kepala MAN 4 Sleman, Ahmad Arif Makruf menyampaikan apresiasi kepada seluruh siswa, guru, serta orang tua yang telah mendukung proses belajar hingga berhasil meraih kursi di PTN.

“Selamat kepada seluruh siswa yang telah lolos seleksi PTN. Semoga ini menjadi langkah awal menuju masa depan yang gemilang, penuh keberkahan, dan kesuksesan,” ujarnya, Selasa (4/8/2026).

Ia menambahkan, keberhasilan tersebut merupakan hasil kerja keras siswa yang didukung pendampingan guru serta doa dan motivasi dari orang tua.

“Dukungan orang tua memiliki peran besar dalam keberhasilan putra-putri kita. Terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada MAN 4 Sleman,” katanya.

Senada dengan itu, Wakil Kepala Bidang Humas MAN 4 Sleman, Dwi Astuti Handayani berharap sinergi antara madrasah, orang tua, dan berbagai pihak terus terjalin untuk meningkatkan kualitas layanan pendidikan.

“Kami berkomitmen memberikan layanan terbaik bagi siswa dan terbuka terhadap kritik maupun saran yang membangun demi kemajuan madrasah,” ujarnya.

Keberhasilan ini semakin memperkuat posisi MAN 4 Sleman sebagai salah satu madrasah yang mampu mencetak lulusan berprestasi dan berdaya saing, sekaligus menjadi motivasi bagi siswa lainnya untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi negeri. (Edy – KIM Sumber Biwara Moyudan)




FKY 2026 Latih Pegiat Persampahan Olah Plastik Kresek Menjadi Produk Kreatif

Sleman – Upaya mengurangi sampah plastik sekaligus mendorong lahirnya produk kreatif berbasis lingkungan terus dilakukan dalam rangka Festival Kesenian Yogyakarta (FKY) 2026. Panitia FKY 2026 bekerja sama dengan TacTic Plastic Yogyakarta menggelar pelatihan daur ulang plastik kresek menjadi merchandise FKY di Bank Sampah Induk Surya Mulya, Gancahan, Godean, pada 3–4 Agustus 2026.

Pelatihan diikuti lebih dari 10 pegiat persampahan dari Kapanewon Godean, Moyudan, Minggir, dan Seyegan. Sebagian besar peserta memiliki latar belakang seni dan keterampilan menjahit sehingga diharapkan mampu mengembangkan produk upcycling berbahan limbah plastik.

Penanggung jawab kegiatan, Farid Fakhrudin mengatakan pelatihan ini bertujuan membekali peserta dengan keterampilan mengolah sampah plastik sekaligus mencetak agen perubahan di masing-masing wilayah.

“Keterampilan yang diperoleh peserta diharapkan dapat ditularkan kepada masyarakat sebagai bentuk upaya mengurangi sampah plastik melalui produk upcycling. Hasil karya mereka juga akan ditampilkan pada FKY 2026 yang digelar September mendatang di Lapangan Pemda Sleman,” ujarnya, Selasa (4/8/2026).

Selama dua hari, peserta memperoleh materi dan praktik langsung bersama TacTic Plastic, komunitas seni dan gerakan sosial asal Yogyakarta yang sejak 2016 konsisten mengolah limbah plastik rumah tangga menjadi karya seni dan produk bernilai ekonomi.

Peserta mempelajari seluruh tahapan pengolahan plastik, mulai dari pemilahan, pencucian, penjemuran, penyortiran warna, hingga proses pressing menggunakan setrika untuk menghasilkan lembaran plastik yang siap diolah menjadi berbagai produk.

Praktik dipandu oleh Mutia Bunga dari TacTic Plastic. Ia menekankan bahwa kualitas bahan sangat ditentukan oleh proses pengolahan sejak tahap awal.

“Plastik harus dicuci hingga bersih, dikeringkan, kemudian disortir berdasarkan warna sebelum dipress menjadi lembaran yang siap diolah menjadi berbagai produk kerajinan,” jelasnya.

Sebagai media pembelajaran, peserta membuat card holder dari plastik kresek bekas menggunakan pola yang telah disiapkan. Melalui praktik tersebut, mereka mempelajari teknik dasar penyusunan warna, pemasangan aksesori, hingga perakitan produk. Keterampilan ini diharapkan dapat dikembangkan menjadi berbagai produk lain, seperti tas dan aksesori berbahan limbah plastik.

Melalui kolaborasi ini, FKY 2026 berharap lahir lebih banyak produk kreatif berbasis lingkungan sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat untuk mengurangi sampah plastik melalui inovasi dan pemanfaatan kembali limbah yang bernilai ekonomi. (Sutarto Agus/KIM Seyegan)




Tejo Akik Kayu Wingit Kenalkan Keindahan Batu Bacan di SEMANIS MADU Condongcatur

Sleman – Batu akik masih memiliki tempat tersendiri di hati para kolektor maupun pecinta batu alam. Selain menjadi perhiasan, batu akik juga memiliki nilai budaya dan historis yang telah lama melekat di masyarakat Indonesia.

Hal tersebut ditunjukkan Thomas Tejo Kusumo, pemilik Tejo Akik Kayu Wingit, yang menghadirkan koleksi batu akiknya di Pendopo Kalurahan Condongcatur, Kapanewon Depok, Kabupaten Sleman, Selasa (4/8/2026). Ia memanfaatkan program SEMANIS MADU (Selasa Melayani Semua, Mudah dan Terpadu) untuk memperkenalkan sekaligus memasarkan produknya kepada masyarakat.

Menurut Thomas, salah satu batu yang banyak diminati kolektor adalah Batu Bacan yang berasal dari Pulau Bacan, Maluku Utara, khususnya wilayah Doko dan Palamea.

“Batu Bacan memiliki warna hijau hingga hijau kebiruan dengan tingkat kekerasan sekitar 7 pada skala Mohs. Keunikan batu ini adalah tampilannya dapat menjadi lebih bening seiring waktu, tergantung proses alami yang dialaminya,” jelas Thomas.

Thomas mengaku telah menekuni usaha batu akik jauh sebelum tren batu akik mencapai puncaknya pada 2015. Pengalaman memulai usaha sebelum masa booming membuatnya tetap mampu bertahan ketika minat pasar mulai menurun.

“Karena sudah berjualan sebelum booming, saya terbiasa menjalani usaha dengan keuntungan yang wajar. Jadi saat tren menurun, usaha tetap bisa berjalan,” katanya.

Saat ini, Tejo Akik Kayu Wingit menawarkan berbagai jenis batu akik dengan harga yang bervariasi. Produk yang dijual mulai dari cincin batu akik siap pakai seharga sekitar Rp30 ribu hingga Batu Bacan dengan harga mulai Rp150 ribu, tergantung jenis batu dan kualitas pengerjaannya.

Selain membuka stan setiap Selasa di Pendopo Kalurahan Condongcatur, Thomas lebih mengandalkan pemasaran secara daring melalui media sosial. Menurutnya, penjualan online lebih efisien dan mampu menjangkau pasar yang lebih luas.

Ia juga mengaku jarang mengikuti pameran karena mempertimbangkan biaya operasional yang dapat memengaruhi harga jual produk.

“Kami lebih memilih penjualan secara online agar harga tetap kompetitif dan sesuai dengan yang sudah kami tawarkan kepada pelanggan,” pungkasnya. (Kusnadi/KIM Berbah)