DIY Evaluasi Program Kalurahan Mandiri Budaya di Tamanmartani

Sleman – Pemerintah Daerah DIY menegaskan bahwa Dana Keistimewaan (Danais) bagi Kalurahan Mandiri Budaya bersifat sebagai stimulus untuk mendukung pelaksanaan program sesuai visi dan misi kalurahan. Bantuan tersebut diberikan selama tiga tahun dengan harapan setelahnya kalurahan mampu menjalankan program secara mandiri melalui penguatan potensi lokal.

Hal itu disampaikan Kepala Bagian Rekayasa Perekonomian Biro Perekonomian dan SDA Setda DIY, Hendratmoro, saat memimpin monitoring dan evaluasi (monev) Kalurahan Mandiri Budaya Tamanmartani di Balai Budaya Tamanmartani, Kapanewon Kalasan, Rabu (5/8/2026).

Menurut Hendratmoro, setiap Kalurahan Mandiri Budaya perlu memiliki program unggulan sebagai fondasi untuk mewujudkan visi dan misi pembangunan. Program tersebut diharapkan mampu mendorong penurunan angka kemiskinan dan pengangguran, meningkatkan perekonomian masyarakat, menarik investasi, serta memperkuat kemandirian fiskal kalurahan.

“Tamanmartani yang ditetapkan sebagai Kalurahan Mandiri Budaya pada 2023 kini memasuki tahun kedua pelaksanaan program. Untuk itu, monitoring dilakukan untuk mengevaluasi aspek kebudayaan, kepariwisataan, kewirausahaan dan pengembangan potensi lokal, pemberdayaan perempuan dan kelompok rentan, ketahanan lingkungan, mitigasi bencana, serta keberlanjutan program,” ujarnya.

Sementara itu, Carik Tamanmartani, Tomi Nugroho menjelaskan bahwa Program Kalurahan Mandiri Budaya menjadi strategi pembangunan berbasis potensi lokal yang memadukan pelestarian budaya, penguatan ekonomi masyarakat, ketahanan pangan, dan pemberdayaan masyarakat.

Salah satu program unggulan yang dipaparkan adalah Lumbung Mataraman di Padukuhan Cageran, yang dikembangkan sebagai kawasan pemberdayaan masyarakat melalui penguatan ketahanan pangan, pelestarian lingkungan, edukasi budaya, dan peningkatan ekonomi warga.

Tim monitoring yang terdiri dari unsur Biro Perekonomian dan SDA Setda DIY, Paniradya Kaistimewaan DIY, akademisi, serta sejumlah perangkat daerah melakukan evaluasi melalui diskusi dengan pengelola Kalurahan Mandiri Budaya, kemudian meninjau langsung pelaksanaan program di Padukuhan Cageran.

Melalui monitoring ini, Pemerintah Daerah DIY berharap Program Kalurahan Mandiri Budaya di Tamanmartani dapat berjalan berkelanjutan, memperkuat kemandirian masyarakat, serta memberikan dampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan warga. (Tri Joko S/KIM Kalasan Bersahabat)




RSA UGM Edukasi Pentingnya ASI Eksklusif untuk Wujudkan Generasi Sehat

Sleman – Air Susu Ibu (ASI) eksklusif merupakan fondasi penting dalam membangun generasi yang sehat, cerdas, dan berkualitas. Pemberian ASI selama enam bulan pertama kehidupan terbukti mendukung tumbuh kembang anak, memperkuat sistem imun, serta menurunkan risiko stunting.

Hal tersebut disampaikan dokter spesialis anak dr. Fita Wirastuti dalam kegiatan publikasi layanan dan promosi kesehatan yang diselenggarakan Rumah Sakit Akademik (RSA) Universitas Gadjah Mada (UGM) di Joglo Kumbakarno, lobi utara RSA UGM, Kalurahan Trihanggo, Kapanewon Gamping, Kabupaten Sleman, Rabu (5/8/2026). Kegiatan ini digelar dalam rangka memperingati Pekan ASI Sedunia sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pola hidup sehat.

Acara dibuka oleh Direksi RSA UGM, Prof. Apt. Ika Puspita Sari, yang menegaskan bahwa rumah sakit tidak hanya berperan sebagai penyedia layanan kesehatan, tetapi juga sebagai pusat edukasi masyarakat untuk mendorong perilaku hidup sehat.

Dalam paparannya, dr. Fita menjelaskan bahwa ASI mengandung seluruh zat gizi yang dibutuhkan bayi selama enam bulan pertama, sekaligus mengandung antibodi alami yang membantu melindungi dari berbagai penyakit infeksi dan mendukung perkembangan otak secara optimal.

“ASI tidak hanya bermanfaat bagi bayi, tetapi juga bagi ibu. Menyusui membantu mempercepat pemulihan pascapersalinan, menurunkan risiko kanker payudara dan kanker ovarium, serta mempererat ikatan emosional antara ibu dan anak,” jelasnya.

Ia menambahkan, keberhasilan pemberian ASI eksklusif membutuhkan dukungan keluarga, tenaga kesehatan, tempat kerja, dan lingkungan sekitar agar ibu dapat menyusui secara optimal.

Selain edukasi kesehatan, kegiatan ini juga melibatkan Kelompok Wanita Tani (KWT) Sidodadi dan pelaku UMKM Padukuhan Kronggahan II sebagai bentuk sinergi antara pelayanan kesehatan dan pemberdayaan masyarakat melalui penyediaan pangan sehat.

Prof. Ika Puspita Sari mengatakan kolaborasi tersebut merupakan bagian dari komitmen RSA UGM dalam membangun ekosistem kesehatan yang berkelanjutan.

“Kesehatan masyarakat tidak hanya ditentukan oleh pelayanan medis, tetapi juga oleh ketersediaan pangan bergizi, lingkungan yang mendukung, dan penguatan ekonomi keluarga,” ujarnya.

Melalui kegiatan ini, RSA UGM berharap semakin banyak masyarakat memahami pentingnya ASI eksklusif sehingga setiap bayi memperoleh haknya atas nutrisi terbaik sejak lahir, sekaligus mendukung terwujudnya generasi Indonesia yang sehat dan berkualitas. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Gamping)




SD Negeri Ngetal Reviu Kurikulum 2026/2027, Perkuat Pembelajaran Berbasis Karakter

Sleman – SD Negeri Ngetal, Kalurahan Margoagung, Kapanewon Seyegan, menggelar reviu Kurikulum Tahun Pelajaran 2026/2027 di ruang kelas sekolah, Rabu (5/8/2026). Kegiatan ini menjadi langkah penyempurnaan program pembelajaran agar sesuai dengan kebutuhan peserta didik dan perkembangan zaman.

Reviu dihadiri Ketua Korwil Pendidikan Kapanewon Seyegan, Luhur Pambudi, Ketua Komite, Waldjijono, Kepala SD Negeri Ngetal, Anik Rohani, dewan guru, karyawan, perwakilan orang tua, siswa, serta tokoh masyarakat.

Kepala SD Negeri Ngetal, Anik Rohani, menjelaskan bahwa kurikulum menjadi pedoman utama dalam penyelenggaraan pembelajaran. Ia menyampaikan, capaian literasi, numerasi, dan karakter sekolah yang baik mengantarkan SD Negeri Ngetal menerima BOS Kinerja berupa peningkatan kompetensi guru di Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) DIY selama empat tahun berturut-turut.

“Sekolah juga didukung sarana prasarana yang memadai, termasuk fasilitas komputer sehingga pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) dapat dilakukan dalam satu sesi,” ujar Anik.

Ia memaparkan berbagai program sekolah, mulai dari pembiasaan harian seperti budaya 5S (senyum, salam, sapa, sopan, santun), salat berjamaah, budaya antre, dan gerakan peduli kebersihan.

“Selain itu, terdapat program mingguan, bulanan, dan tahunan yang memadukan pembelajaran akademik, penguatan karakter, budaya, keagamaan, hingga kepedulian lingkungan,” jelas Anik.

SD Negeri Ngetal juga mengembangkan sejumlah program unggulan, seperti Ngaji Asik, Ngetal Nyeni, Gema Hebat, pendidikan antikorupsi Pak Ngetal, Gerakan Sekolah Sehat, pendidikan kebencanaan, literasi digital, serta program Ngetal Sisik untuk mencegah anak putus sekolah melalui pendataan dan pendampingan.

Pada kesempatan tersebut, sekolah juga meluncurkan branding “Ngetal Dahsyat”, yang merupakan akronim dari Disiplin, Agamis, Hebat, Santun, Yakin, Andil (aktif), dan Terpuji, dengan tagline “SD Ngetal Dahsyat: Luhur ing Budi, Unggul ing Prestasi.”

Ketua Komite, Waldjijono, mengapresiasi kurikulum yang dinilai komprehensif dan sesuai kebutuhan masyarakat. Ia menegaskan komite akan terus mendukung pelaksanaan program sekolah agar berjalan optimal.

Sementara itu, Ketua Korwil Pendidikan Kapanewon Seyegan, Luhur Pambudi, menekankan bahwa kurikulum harus memadukan muatan nasional dan muatan lokal, termasuk Bahasa Jawa, Pendidikan Khas Kejogjaan, serta Program Sleman Religi. Ia juga mengingatkan pentingnya pendidikan keamanan siber, pencegahan penyalahgunaan narkoba, serta upaya bersama mencegah anak putus sekolah.

“Kami berharap kurikulum yang disusun mampu melahirkan peserta didik yang unggul secara akademik sekaligus memiliki karakter, akhlak, dan kepedulian sosial sebagai bekal menghadapi tantangan masa depan,” tandas Pambudi. (Sulistiyono – KIM Seyegan)




Kalurahan Sinduadi Sosialisasikan Pembangunan BKK Tahun Anggaran 2026

Sleman – Pemerintah Kalurahan Sinduadi menggelar Sosialisasi Pembangunan Bantuan Keuangan Khusus (BKK) Tahun Anggaran 2026, Rabu (5/8/2026). Kegiatan ini bertujuan menyamakan pemahaman seluruh pemangku kepentingan mengenai pelaksanaan pembangunan yang akan dimulai pada pertengahan Agustus 2026.

Sosialisasi dihadiri Carik Kalurahan Sinduadi, K. Fendy Ramadhan, Ulu-Ulu Kalurahan Sinduadi, Nurul Muktama, para dukuh dari Padukuhan Jombor Kidul, Kutu Dukuh, Karangjati, dan Kutu Tegal, serta ketua RT, RW, Sub Unit LPM, dan perwakilan masyarakat.

Dalam sambutannya, K. Fendy Ramadhan menjelaskan bahwa anggaran pembangunan Kalurahan Sinduadi tahun 2026 mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya akibat penyesuaian anggaran untuk sejumlah program prioritas pemerintah.

“Kondisi tersebut perlu diimbangi dengan sinergi dan komunikasi yang baik antara pemerintah kalurahan, pemerintah padukuhan, LPM, dan DPRD agar pembangunan tetap berjalan optimal melalui skema Bantuan Keuangan Khusus (BKK),” jelasnya.

Sementara itu, Ulu-Ulu Kalurahan Sinduadi, Nurul Muktama menyampaikan bahwa pelaksanaan pembangunan BKK dijadwalkan mulai pertengahan Agustus 2026.

“Kami meminta setiap padukuhan segera menyosialisasikan rencana pembangunan kepada masyarakat agar seluruh persiapan dapat dilakukan dengan baik,” tandas Nurul.

Program BKK Tahun 2026 meliputi perkerasan jalan conblock di Padukuhan Jombor Kidul seluas meter persegi, Padukuhan Kutu Tegal seluas meter persegi, pembangunan saluran drainase sepanjang 56 meter di Padukuhan Kutu Dukuh, serta perkerasan jalan conblock seluas 210 meter persegi dan pembangunan delapan sumur resapan di Padukuhan Karangjati.

Melalui sosialisasi ini, Pemerintah Kalurahan Sinduadi berharap seluruh tahapan pembangunan dapat terlaksana sesuai rencana, tepat waktu, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. (Y. Edy – KIM Pijar Mlati)




Panewu Depok Pimpin Monitoring Pembangunan Jalan Aspal di Condongcatur

Sleman – Pemerintah Kalurahan Condongcatur bersama Kapanewon Depok melaksanakan monitoring dan evaluasi (monev) pembangunan jalan aspal Tahun Anggaran 2026 di sejumlah titik di Kalurahan Condongcatur, Rabu (5/8/2026). Kegiatan ini bertujuan memastikan pembangunan yang dibiayai melalui APBKal terlaksana sesuai perencanaan, spesifikasi teknis, serta memenuhi prinsip transparansi dan akuntabilitas.

Monitoring dipimpin Panewu Depok, Rakhmat Harinawan, didampingi Plt. Lurah Condongcatur, Budi Arto. Kegiatan juga diikuti jajaran Kapanewon Depok, Tim Monitoring dan Evaluasi Kalurahan, BPKal, LPMKal, Pendamping Desa, serta tim teknis.

Dalam sambutannya, Budi Arto menegaskan bahwa monitoring merupakan bagian dari komitmen pemerintah kalurahan untuk memastikan hasil pembangunan benar-benar berkualitas dan bermanfaat bagi masyarakat.

“Melalui monitoring ini kami ingin memastikan pekerjaan berjalan sesuai perencanaan, tepat mutu, dan tepat sasaran. Kami juga mengajak masyarakat ikut menjaga hasil pembangunan agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang,” ujarnya.

Sementara itu, Panewu Depok, Rakhmat Harinawan, menekankan pentingnya objektivitas dalam pelaksanaan monitoring sebagai bentuk pengendalian terhadap penggunaan anggaran.

“Monitoring tidak hanya memeriksa hasil fisik pekerjaan, tetapi juga memastikan pelaksanaannya sesuai standar teknis dan dapat dipertanggungjawabkan,” katanya.

Tim melakukan pemeriksaan secara sampling pada enam lokasi dari total 12 titik pembangunan jalan aspal yang tersebar di sembilan padukuhan. Pemeriksaan meliputi pengukuran panjang dan lebar jalan serta pencocokan hasil pekerjaan dengan dokumen perencanaan, volume pekerjaan, dan spesifikasi teknis.

Kaur Pangripta Kalurahan Condongcatur, Wahyu Nurendra, menjelaskan monitoring dilakukan untuk memastikan kesesuaian antara perencanaan, pelaksanaan, dan penggunaan anggaran.

“Kegiatan ini menjadi bagian dari pengendalian agar pembangunan berjalan sesuai rencana serta penggunaan anggaran dapat dipertanggungjawabkan secara transparan dan akuntabel,” jelasnya.

Senada dengan itu, Ulu-Ulu Kalurahan Condongcatur, Murgiyanta, menyampaikan bahwa monitoring merupakan instrumen penting untuk menjamin kualitas pekerjaan, ketertiban administrasi, serta efektivitas pengelolaan anggaran pembangunan.

Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kalurahan Condongcatur berharap seluruh pembangunan jalan aspal dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dengan meningkatkan aksesibilitas, keamanan, dan kelancaran mobilitas, sekaligus memperkuat tata kelola pembangunan yang transparan dan akuntabel. (Wasana / KIM Depok)