Panewu Gamping Bangkitkan Perekonomian Pasar Sentral Ambarketawang Lewat Program GEMPAR

Sleman – Sebagai langkah konkret memperkuat ekonomi kerakyatan, Panewu Gamping, Suyanto bersama Forum Koordinasi Pimpinan Kapanewon (Forkopimkap) Gamping memimpin Gerakan Meramaikan Pasar Rakyat (GEMPAR) di Pasar Sentral Ambarketawang, Jumat (7/8/2026). Aksi yang melibatkan aparatur pemerintah dan berbagai instansi lintas sektor tersebut merupakan tindak lanjut Surat Edaran Bupati Sleman Nomor 0473 tanggal 30 Juli 2026 guna menghidupkan kembali pasar rakyat sebagai pusat perdagangan yang berdaya saing dan berkelanjutan.
Gerakan tersebut diikuti oleh berbagai instansi lintas sektor, diantaranya Kepala Kepolisian Sektor Gamping yang diwakili Aiptu Singgih Sudrajat, Komandan Koramil 17/Gamping, Kapten Bambang Subyantoro, Kantor Urusan Agama Gamping, Puskesmas Gamping I dan II, Stasiun Geofisika Yogyakarta, Koordinator Wilayah Pelayanan Pendidikan Gamping, UPTD BP4 Wilayah Godean-Gamping, UPTD Pasar Hewan dan Rumah Potong Hewan Ambarketawang, UPT Pelayanan Pasar Gamping, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi Gamping, Koperasi Desa Merah Putih Gamping, KIM Pararta Guna, pegawai pemerintah Kapanewon Gamping serta lurah dan pamong kalurahan se-Kapanewon Gamping.
Suyanto selaku Panewu Gamping menekankan bahwa GEMPAR merupakan langkah nyata pemerintah daerah dalam memperkuat eksistensi pasar tradisional di tengah perkembangan pusat perbelanjaan modern dan perubahan pola konsumsi masyarakat. Melalui keterlibatan aparatur pemerintah dan berbagai instansi, diharapkan aktivitas ekonomi di pasar rakyat semakin meningkat sehingga mampu memberikan dampak langsung terhadap kesejahteraan para pedagang.
“Pasar rakyat berfungsi sebagai tempat transaksi jual beli, sekaligus menjadi ruang interaksi sosial, pusat distribusi produk lokal, sekaligus penggerak utama ekonomi masyarakat. Oleh karena itu, keberlangsungan pasar rakyat perlu didukung melalui partisipasi aktif seluruh elemen pemerintah maupun masyarakat,” jelasnya.
Dalam kegiatan tersebut, para Aparatur Sipil Negara (ASN) dari berbagai instansi melakukan pembelian berbagai kebutuhan pokok, hasil pertanian, produk Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), serta komoditas lain yang dipasarkan oleh pedagang di Pasar Sentral Ambarketawang. Kehadiran puluhan ASN disambut antusias oleh para pedagang karena mampu meningkatkan jumlah pengunjung dan transaksi perdagangan pada hari pelaksanaan GEMPAR.
Hal senada dikatakan Panewu Anom Gamping, Kurnia Astuti bahwa gerakan ini merupakan upaya pemerintah guna membangun budaya berbelanja di pasar rakyat secara berkelanjutan. “Dengan meningkatnya daya beli masyarakat di pasar tradisional, roda perekonomian lokal akan terus bergerak dan memberikan manfaat bagi para pelaku usaha kecil maupun pedagang pasar,” tandasnya.
Ia pun mengajak seluruh pegawai di lingkungan pemerintah Kapanewon Gamping, perangkat pemerintah kalurahan, hingga masyarakat luas untuk menjadikan pasar rakyat sebagai pilihan utama dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari. Langkah ini perlu ditempuh agar mampu memperkuat ketahanan ekonomi lokal sekaligus menjaga keberlangsungan UMKM yang menjadi tulang punggung perekonomian masyarakat.
Sinergi lintas sektor yang terbangun dalam pelaksanaan GEMPAR menunjukkan komitmen bersama untuk mendukung kebijakan Pemerintah Kabupaten Sleman dalam mengembangkan pasar rakyat yang lebih maju, tertata, bersih, dan memiliki daya saing.
“Kolaborasi ini diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran kolektif bahwa keberadaan pasar tradisional merupakan aset ekonomi yang harus dijaga bersama,” pungkas Kurnia. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Gamping)



