Semarak Hari Jadi ke-74 Kalurahan Caturharjo Diwarnai Upacara Tradisi dan Kirab Budaya

Sleman – Perayaan puncak Hari Jadi ke-74 Kalurahan Caturharjo berlangsung sangat meriah dan sarat akan nuansa budaya di Kompleks Kalurahan Caturharjo, Kapanewon Sleman, Kabupaten Sleman, pada Senin (10/08/2026). Peringatan ini diwarnai dengan Pergelaran Upacara Adat Jawa serta Kirab Budaya yang melibatkan ribuan warga dari berbagai wilayah padukuhan.

Rangkaian acara diawali dengan upacara tradisi Jawa yang dipimpin langsung oleh Kanjeng Pangeran Haryo (KPH) Yudanegara selaku inspektur upacara. Seusai upacara, Bupati Sleman, Harda Kiswaya, melepas secara resmi rombongan kirab budaya yang menampilkan iring-iringan bregada rakyat, gunungan hasil bumi, pakaian adat, hingga berbagai potensi seni tradisional daerah.

Suasana kian semarak ketika Kanjeng Pangeran Haryo (KPH) Yudanegara bersama Gusti Kanjeng Ratu Bendara dan Bupati Sleman, Harda Kiswaya, turut serta dalam iring-iringan dengan menaiki andong untuk menyapa warga yang memadati sepanjang rute kirab menuju panggung utama Kantor Kalurahan Caturharjo.

Dalam amanatnya, Kanjeng Pangeran Haryo (KPH) Yudanegara menyampaikan ucapan selamat dan apresiasi mendalam atas perjalanan panjang Kalurahan Caturharjo hingga mencapai usia ke-74 tahun.

“Jadikan 74 tahun perjalanan ini sebagai pijakan untuk memperkuat budaya, mempererat kebersamaan, mengembangkan potensi, dan juga meningkatkan kesejahteraan masyarakat Caturharjo. Selama 74 tahun, masyarakat telah membangun wilayah ini melalui kerja pengabdian dan gotong royong. Para leluhur dan tokoh terdahulu telah meletakkan fondasi kehidupan, dan kita perlu menghargai perjuangan tersebut dengan menjaga warisan nilainya,” ujar KPH Yudanegara pada Senin (10/08/2026).

Ia juga memberikan sejumlah arahan strategis demi kemajuan Caturharjo ke depan, khususnya pada aspek penguatan tata kelola pemerintahan, peningkatan pelayanan publik, optimalisasi ekonomi lokal, pelibatan aktif generasi muda, serta pemeliharaan keharmonisan warga.

Pesta rakyat yang memperlihatkan tingginya semangat kebersamaan dan kebudayaan ini diakhiri dengan pemperebutan gunungan hasil bumi serta pertunjukan seni lokal yang disambut sukacita oleh seluruh lapisan masyarakat Kalurahan Caturharjo.




PSS Sleman Launching Jersey dan Skuad Musim 2026/2027, Bupati Sleman Optimistis Super Elja Mampu Bersaing di Super League

Sleman – PSS Sleman resmi meluncurkan jersey dan jajaran skuad terbaru untuk mengarungi musim kompetisi 2026/2027 di Stadion Maguwoharjo, Kapanewon Depok, Kabupaten Sleman, pada Sabtu (08/08/2026) malam. Momentum peluncuran tersebut dirangkaikan dengan laga uji coba persahabatan antara PSS Sleman melawan Kendal Tornado FC.

Perhelatan tersebut diselenggarakan sebagai bentuk persiapan teknis dan pengujian komposisi pemain PSS Sleman sebelum kembali bertarung di kasta tertinggi sepak bola Indonesia, Super League. Laga persiapan ini berakhir dengan kemenangan PSS Sleman lewat skor tipis 1-0 atas Kendal Tornado FC melalui gol tunggal penyerang anyar asal Brasil, Matheus Fornazari, pada masa injury time.

Kegiatan ini turut dihadiri langsung oleh Bupati Sleman, Harda Kiswaya, yang memberikan dukungan penuh dari jajaran Pemerintah Kabupaten Sleman atas kebangkitan tim berjuluk Super Elang Jawa (Super Elja) tersebut.

Dalam arahannya, Bupati Sleman, Harda Kiswaya, menyampaikan rasa optimistis yang tinggi bahwa PSS Sleman mampu tampil kompetitif di tengah persaingan klub-klub papan atas nasional.

“Saya optimistis PSS Sleman mampu melakukan epic comeback. Kembalinya PSS ke Super League harus menjadi momentum untuk bangkit dan menunjukkan bahwa PSS mampu bersaing dengan tim-tim elite di kompetisi tertinggi Indonesia. Kami berharap seluruh masyarakat Sleman, khususnya Sleman Fans, terus memberikan dukungan kepada PSS,” ujar Harda Kiswaya pada Sabtu (08/08/2026) malam.

Harda menambahkan bahwa pembenahan di lini manajemen serta peremajaan komposisi pemain diharapkan mampu menyuntikkan semangat baru bagi PSS Sleman untuk meraih prestasi yang membanggakan daerah.

“Target kita tentu tidak hanya sekadar bertahan. Kita ingin PSS bisa bersaing, memberikan yang terbaik di setiap pertandingan, dan membawa nama Sleman semakin dikenal melalui prestasi sepak bola,” tegasnya.

Melalui sinergi manajemen, dukungan Pemkab Sleman, dan gelora semangat dari suporter Sleman Fans, PSS Sleman diharapkan dapat menjadikan musim kompetisi 2026/2027 sebagai pijakan awal perjalanan menuju puncak prestasi sepak bola tanah air.




Bawa Nama Baik Sleman di Tingkat Nasional, Bupati Lepas Rombongan Kwarcab ke Jamnas XII Cibubur

Sleman – Bupati Sleman sekaligus Ketua Majelis Pembimbing Cabang (Mabicab) Gerakan Pramuka Sleman, Harda Kiswaya, secara resmi melepas Kontingen Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Sleman yang akan mengikuti Jambore Nasional (Jamnas) XII Tahun 2026 di Ruang Sembada Kantor Setda Kabupaten Sleman pada Jumat (07/08/2026).

Pelepasan kontingen tersebut diselenggarakan untuk memberangkatkan para anggota Pramuka Penggalang terbaik Sleman yang akan berlaga pada ajang lima tahunan tingkat nasional di Bumi Perkemahan dan Graha Wisata (Buperta) Cibubur, Jakarta, pada 13 hingga 20 Agustus 2026 mendatang.

Dalam perhelatan tersebut, Kwarcab Sleman menerjunkan total 47 peserta yang terdiri atas 32 Pramuka Penggalang Umum (16 putra dan 16 putri), 5 Pramuka Berkebutuhan Khusus (3 putra dan 2 putri), serta didampingi oleh 4 pembina pendamping dan 2 pimpinan kontingen.

Dalam arahannya, Bupati Sleman, Harda Kiswaya, menekankan bahwa keikutsertaan para peserta dalam Jamnas XII merupakan ruang pembelajaran strategis dalam membangun karakter, memperluas wawasan, serta menempa kedisiplinan dan kepedulian sosial generasi muda.

“Ini bukan hanya perjalanan perkemahan, melainkan upaya membangun karakter, menambah wawasan, sekaligus membawa nama baik Kabupaten Sleman di tingkat nasional. Adik-adik peserta ini adalah duta Kabupaten Sleman. Apa yang kalian tunjukkan selama kegiatan akan mencerminkan karakter masyarakat Sleman yang cerdas, beradab, santun, ramah, disiplin, dan kreatif,” tegas Harda Kiswaya pada Jumat (07/08/2026).

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman sekaligus Ketua Kwarcab Gerakan Pramuka Sleman, Mustadi, menuturkan bahwa seluruh kesiapan teknis, fisik, dan mental peserta telah dimatangkan sebelum jadwal keberangkatan kontingen menuju Jakarta pada Selasa (11/08/2026).

“Kesiapan lahir dan batin, semangat, hingga kesehatan para peserta telah disiapkan sebaik-baiknya oleh pengurus Kwarcab Sleman. Kami mengapresiasi penuh dukungan Kak Bupati serta sinergi dari BAZNAS Kabupaten Sleman dan Dispora Sleman yang turut membersamai pemberangkatan kontingen ini,” ujar Mustadi.

Pelepasan kontingen yang turut dihadiri jajaran pimpinan BAZNAS Sleman dan Dispora Sleman tersebut diharapkan mampu menyuntikkan semangat bagi para peserta untuk menjaga kekompakan, mengamalkan Dasa Dharma Pramuka, serta membawa harum nama Kabupaten Sleman di kancah nasional.




Kukuhkan Pengurus Petani Milenial Sleman, Bupati Dorong Regenerasi dan Pertanian Modern Berbasis Teknologi

Sleman – Jajaran pengurus Forum Komunikasi (Forkom) Petani Milenial Kabupaten Sleman periode 2026–2029 resmi dikukuhkan oleh Bupati Sleman, Harda Kiswaya, di Gedung Serbaguna Kabupaten Sleman pada Jumat (07/08/2026). Momentum pengukuhan yang dirangkaikan dengan Focus Group Discussion (FGD) tersebut diselenggarakan sebagai langkah strategis untuk memperkuat sinergi bisnis antarpetani muda serta mempercepat regenerasi sektor pertanian menuju sistem berbasis teknologi digital.

Acara ini dihadiri oleh para petani muda dari seluruh wilayah Kabupaten Sleman beserta perwakilan dari instansi pemerintah, sektor perbankan, dan akademisi perguruan tinggi.

Ketua Petani Milenial Sleman, Taufik Mawaddani, menjelaskan bahwa kegiatan ini diselenggarakan untuk membangun ekosistem bisnis pertanian yang solid dan terintegrasi dari hulu hingga hilir.

“Hari ini kami teman-teman petani milenial melakukan acara Forkom dan FGD untuk mempererat silaturahmi dan mempererat kolaborasi dalam berbisnis bersama-sama. Selain itu, dilangsungkan pula pengukuhan kepengurusan baru periode kedua tahun 2026–2029. Harapan kita ke depan, petani milenial lebih kompak, solid, dan bisnisnya saling terintegrasi. Dengan adanya dukungan dari perbankan, perguruan tinggi, dan Pemkab Sleman, masalah-masalah klasik seperti permodalan dan kepastian pasar dapat terselesaikan,” ujar Taufik Mawaddani pada Jumat (07/08/2026).

Dalam arahannya, Bupati Sleman, Harda Kiswaya, menyampaikan apresiasi atas semangat para petani muda dan menekankan krusialnya percepatan regenerasi petani, khususnya dengan merangkul Generasi Z untuk mengantisipasi krisis sumber daya manusia di sektor pangan.

“Pertanian saat ini tidak lagi sekadar mencangkul dan memanen, tetapi mencakup pemasaran digital, pengolahan data cuaca, hingga pengembangan agribisnis bernilai tambah tinggi. Kita harus mengubah cara pandang bahwa bertani bukan pilihan terakhir, melainkan profesi masa depan yang menjanjikan, terhormat, dan penuh inovasi,” tegas Harda Kiswaya.

Harda juga mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor agar Kabupaten Sleman mampu mempertahankan posisinya dan terus berkembang menjadi lumbung pangan utama di Daerah Istimewa Yogyakarta.




Dorong Eliminasi TB 2030, Pemkab Sleman Lantik Pengurus KOPI TB dan Gelar Kampanye Aksi Sehat

Sleman – Pemerintah Kabupaten Sleman melalui Dinas Kesehatan mempertegas komitmennya dalam mempercepat penanggulangan penyakit menular dengan melantik pengurus Koalisi Organisasi Profesi Indonesia untuk Penanggulangan Tuberkulosis (KOPI TB) Kabupaten Sleman serta menggelar kampanye Aksi Sehat di Ramada Hotel, Caturharjo, Sleman, pada Kamis (06/08/2026).

Pelantikan pengurus yang diketuai oleh Bheti Yuliana Fitrianingsih tersebut menjadi langkah strategis Pemerintah Kabupaten Sleman untuk memperkuat koordinasi dan kolaborasi lintas sektor dalam penanganan Tuberkulosis (TB) di wilayah Sleman.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman, Cahya Purnama, melaporkan bahwa sebanyak 34 orang pengurus KOPI TB Sleman secara resmi dilantik guna mengawal pemenuhan target eliminasi penyakit menular di daerah.

“Komitmen yang kami bangun melalui pelantikan KOPI TB ini adalah untuk melakukan eliminasi Tuberkulosis pada tahun 2030, serta mengeliminasi ATM (AIDS, Tuberkulosis, dan Malaria),” ujar Cahya Purnama pada Kamis (06/08/2026).

Cahya menambahkan, meski Kabupaten Sleman telah berhasil mencapai eliminasi malaria sejak tahun 2014, penanganan penyakit TB dan penyakit berbasis lingkungan masih membutuhkan penanganan secara intensif dan berkelanjutan.

Bupati Sleman, Harda Kiswaya, memberikan apresiasi atas pengukuhan pengurus KOPI TB Kabupaten Sleman. Ia menekankan pentingnya sinergi antara tenaga medis, organisasi profesi kesehatan, pemerintah, sektor swasta, akademisi, dan masyarakat demi meningkatkan derajat kesehatan warga.

“Derajat kesehatan masyarakat merupakan salah satu fondasi utama untuk mewujudkan Kabupaten Sleman yang maju, adil, makmur, lestari, dan berkeadaban. Sebagaimana falsafah Jer Basuki Mawa Beya, keberhasilan pencegahan dan pengendalian penyakit hanya dapat dicapai melalui kerja sama, gotong royong, dan komitmen bersama,” tegas Harda Kiswaya.

Harda juga menyoroti pentingnya edukasi publik secara masif untuk mengikis stigma negatif terhadap penderita TB, sehingga para pasien mendapatkan pendampingan medis yang tepat dan dukungan moral dari lingkungan sekitar.

“Pengentasan TB ini bukan hal yang mudah. Saya berharap tim KOPI TB dapat menjadi motor penggerak kolaborasi, inovasi, dan edukasi masif di tengah masyarakat, sehingga penderita TB mendapatkan pendampingan yang tepat dan target Eliminasi TB 2030 di Kabupaten Sleman dapat tercapai,” tuturnya.