Guru MAN 4 Sleman Ciptakan Aplikasi Si Manis untuk Permudah Administrasi Digital

Sleman – Transformasi digital terus dikembangkan di MAN 4 Sleman. Salah satunya melalui inovasi aplikasi Si Manis (Mudah, Akurat, Nyaman, Integratif, dan Smart) yang dirancang untuk memudahkan guru dalam mengelola administrasi pembelajaran secara digital.

Aplikasi tersebut dikembangkan oleh mantan Wakil Kepala Madrasah Bidang Akademik MAN 4 Sleman, Triyono. Si Manis mengintegrasikan berbagai kebutuhan administrasi guru, mulai dari presensi, jurnal mengajar, data siswa, kegiatan pembelajaran, hingga data alumni dalam satu sistem.

“Semua urusan administrasi mulai dari presensi, jurnal mengajar, data mutasi siswa, hingga data alumni dapat dipantau secara real-time melalui satu aplikasi. Seluruh aktivitas juga terdokumentasi dengan lebih rapi dan mengurangi penggunaan kertas,” ujar Triyono, Selasa (11/8/2026).

Sejumlah fitur yang tersedia dalam Si Manis antara lain pengelolaan data siswa, jurnal dan presensi kegiatan belajar mengajar, presensi kelas, monitoring kegiatan intrakurikuler dan kokurikuler, pengelolaan aspirasi dan literasi siswa, serta pendataan alumni.

Aplikasi ini juga memungkinkan guru melakukan monitoring berdasarkan rentang waktu tertentu, mulai dari harian, mingguan, bulanan hingga semester. Data dapat ditampilkan berdasarkan kelas maupun individu siswa sesuai kebutuhan pelaporan.

Triyono mengatakan Si Manis dirancang agar mudah digunakan melalui telepon seluler. Dengan demikian, guru dapat mengisi maupun memantau administrasi pembelajaran tanpa harus bergantung pada dokumen fisik.

Kepala MAN 4 Sleman, Ahmad Arif Makruf mengapresiasi inovasi tersebut. Menurutnya, digitalisasi administrasi tidak hanya membantu pekerjaan guru, tetapi juga mendukung transparansi dan peningkatan kualitas layanan pendidikan.

“Si Manis bukan hanya memudahkan guru, tetapi juga menjadi jembatan transparansi bagi orang tua dan siswa. Ini menjadi bukti bahwa madrasah serius dalam mengembangkan digitalisasi,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Kepala Madrasah Bidang Humas MAN 4 Sleman, Dwi Astuti Handayani, mengatakan fitur jurnal mengajar sangat membantu dalam mendokumentasikan kegiatan pembelajaran sekaligus menjadi bukti dukung administrasi dan SKP.

“Jurnal mengajar melalui Si Manis sangat membantu dan mempermudah pekerjaan kami, termasuk dalam menyiapkan bukti dukung SKP,” kata Dwi.

Melalui pengembangan Si Manis, MAN 4 Sleman terus mendorong pemanfaatan teknologi untuk mewujudkan administrasi pendidikan yang lebih efektif, tertib, dan minim penggunaan kertas. (Edy – KIM Sumber Biwara Moyudan)




Sleman Jadi Percontohan Pendaftaran Perlinsos Berbasis Digital

Sleman – Pemerintah Kabupaten Sleman menjadi salah satu lokasi percontohan pendaftaran Program Perlindungan Sosial (Perlinsos) berbasis digital dari Kementerian Sosial. Pemerintah Kapanewon Depok membuka layanan pendaftaran bagi masyarakat di Padukuhan Tajem, Kalurahan Maguwoharjo, Selasa (11/8/2026).

Perlinsos merupakan rangkaian program perlindungan bagi masyarakat rentan, miskin, dan kelompok berisiko sosial agar memperoleh akses bantuan secara lebih adil dan tepat sasaran. Pendaftaran kini dilakukan secara daring melalui Portal Perlinsos dengan mekanisme yang lebih terbuka dan transparan.

Kepala Bagian Umum Kapanewon Depok, Benyamin Dalung mengatakan pelayanan di tingkat padukuhan dilakukan untuk mendekatkan akses pendaftaran kepada masyarakat sekaligus membantu warga menyesuaikan diri dengan sistem layanan berbasis digital.

Menurutnya, masyarakat perlu memastikan data kependudukannya telah sesuai sebelum melakukan pendaftaran. Aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD) juga menjadi bagian penting dalam mendukung proses verifikasi data.

“Melalui layanan ini, masyarakat diharapkan semakin mudah mengakses pendaftaran Perlinsos. Data kependudukan yang tertib dan aktivasi IKD juga penting agar proses verifikasi dapat berjalan lebih cepat dan praktis,” katanya.

Penerapan sistem digital tersebut memungkinkan proses pendaftaran dilakukan dengan memanfaatkan data kependudukan yang telah terintegrasi. Langkah itu diharapkan membantu meningkatkan ketepatan data calon penerima program perlindungan sosial.

Benyamin menambahkan, pendampingan kepada masyarakat tetap diperlukan agar transformasi layanan digital dapat diakses berbagai kelompok warga, termasuk mereka yang belum terbiasa menggunakan layanan secara daring.

Pemerintah Kapanewon Depok juga mendorong warga memastikan informasi kependudukannya selalu diperbarui sehingga tidak mengalami kendala ketika mengakses pelayanan publik maupun program sosial.

Melalui pelaksanaan percontohan di Kabupaten Sleman, pendaftaran Perlinsos berbasis digital diharapkan dapat memperluas akses masyarakat sekaligus mendukung penyaluran program perlindungan sosial yang lebih tertib, transparan, dan tepat sasaran. (Athiful/KIM Depok)




Gamada UGM Srawung di Sanggrahan, Edukasi Lingkungan dan Keselamatan Berkendara

Sleman – Sebanyak 51 mahasiswa baru Universitas Gadjah Mada (UGM) yang tergabung dalam Gugus Soehardi Tjahjono 12 melaksanakan Action Plan PIONIR Gadjah Mada 2026 bersama masyarakat RW 09 Padukuhan Sanggrahan, Kalurahan Condongcatur, Kapanewon Depok, Selasa (11/8/2026).

Bertempat di Kantor Dukuh Sanggrahan, para Gadjah Mada Muda (Gamada) mengajak warga meningkatkan kepedulian terhadap pengelolaan sampah nonorganik dan keselamatan berkendara sepeda motor. Kegiatan tersebut diikuti 21 anggota PKK RW 09 dari empat kelompok Dasa Wisma.

Action Plan merupakan bagian dari rangkaian PIONIR Gadjah Mada 2026 bertema “Sinergi Gadjah Mada Muda, Srawung Wujudkan Aksi Nyata”. Melalui kegiatan ini, mahasiswa baru didorong mengenali lingkungan sosial, membangun kepekaan, serta belajar berkomunikasi dan berkolaborasi langsung dengan masyarakat.

Interaksi Gamada dengan warga Sanggrahan telah berlangsung sejak Minggu (9/8/2026). Para mahasiswa turut berbaur dalam kegiatan menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan RI, seperti karnaval, jalan santai, dan perlombaan bersama warga serta Pemuda-Pemudi Bhaskara RW 09.

Sekretaris RW 09 Sanggrahan, Fuad Asnawi, menyambut positif keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan masyarakat.

“Selamat datang kepada mahasiswa PIONIR UGM di Sanggrahan. Kami senang adik-adik mahasiswa hadir dan berbaur bersama masyarakat. Semoga kegiatan ini bermanfaat dan semakin mempererat hubungan mahasiswa dengan masyarakat,” ujarnya.

Dukuh Sanggrahan, Suparman, mengatakan momentum HUT ke-81 RI dapat diisi dengan kegiatan positif yang memperkuat kepedulian dan kerukunan masyarakat.

“Menghargai jasa para pahlawan dapat dilakukan dengan mengisi kemerdekaan melalui kegiatan positif, menjaga kerukunan, saling peduli, dan bersama-sama membangun lingkungan yang harmonis,” katanya.

Dalam sesi edukasi, mahasiswa dan warga berdiskusi mengenai pemanfaatan sampah nonorganik agar dapat dikelola secara lebih bijak. Gamada juga mengajak masyarakat meningkatkan kesadaran untuk berkendara secara aman dan bertanggung jawab.

Ketua PKK RT 04 RW 09 Sanggrahan, Kartika Wekasing Mukti Luwih, berharap kegiatan srawung dapat terus berlanjut meski rangkaian PIONIR telah selesai.

“Silaturahmi dan srawung seperti ini semoga terus dilanjutkan setelah PIONIR selesai. Di mana pun adik-adik mahasiswa berada, bergabunglah dengan kegiatan masyarakat dengan tetap menjaga etika dan sopan santun,” pesannya.

Kegiatan ditutup dengan penyerahan bibit tanaman buah kepada empat kelompok Dasa Wisma RW 09 Sanggrahan dan foto bersama. Bibit tersebut menjadi simbol keberlanjutan kebersamaan antara mahasiswa dan masyarakat. (Wasana / KIM Depok)




OPSI Sleman Dorong Deteksi Dini Gangguan Penglihatan Pelajar

Sleman – Komunitas Optometris Sejati Indonesia (OPSI) Sleman mendorong kepedulian terhadap kesehatan mata pelajar melalui bakti sosial pemeriksaan penglihatan di SD Negeri Sukoharjo, Selasa (11/8/2026).

Sebanyak 95 siswa kelas I hingga VI mengikuti screening visus dan pemeriksaan refraksi untuk mendeteksi gangguan penglihatan sejak dini.

Ketua OPSI Peduli Penglihatan, Edy Siswanto menjelaskan screening visus dilakukan untuk mengetahui ketajaman penglihatan siswa. Sedangkan pemeriksaan refraksi bertujuan mengidentifikasi kelainan refraksi yang dapat menyebabkan penglihatan kabur atau tidak optimal.

“Kesehatan mata perlu mendapat perhatian karena penglihatan menjadi salah satu penunjang utama aktivitas belajar siswa. Gangguan penglihatan yang tidak terdeteksi dapat menghambat kemampuan membaca dan mengikuti pembelajaran,” ujarnya.

Menurut Edy, pemeriksaan secara berkala dapat membantu mendeteksi gangguan penglihatan lebih cepat sehingga siswa yang membutuhkan penanganan lanjutan dapat segera dirujuk kepada tenaga kesehatan terkait.

Ia juga mengingatkan pentingnya membiasakan pola belajar yang sehat, termasuk menjaga jarak membaca, memastikan pencahayaan ruang belajar memadai, serta memberikan waktu istirahat bagi mata, terutama setelah menggunakan perangkat digital dalam waktu lama.

Sementara itu, Kepala SD Negeri Sukoharjo, Sri Hariyati Qodriyah mengapresiasi kegiatan tersebut sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesadaran kesehatan mata di lingkungan sekolah.

“Deteksi dini merupakan langkah penting dalam menjaga kualitas penglihatan anak. Dengan kesehatan mata yang terjaga, siswa diharapkan dapat mengikuti proses pembelajaran secara optimal dan berkembang sesuai potensinya,” katanya.

Sri berharap pemeriksaan mata tersebut dapat menjadi momentum untuk meningkatkan kepedulian siswa, orang tua, dan sekolah terhadap kesehatan mata.

“Kepedulian yang dibangun sejak bangku sekolah diharapkan dapat membantu menciptakan generasi pelajar yang sehat, produktif, dan mampu berkembang secara optimal,” pungkasnya. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Gamping)




SD Muhammadiyah Kompleks Kolombo Reviu Kurikulum Hadapi Tahun Ajaran Baru

Sleman – SD Muhammadiyah Kompleks Kolombo, Kapanewon Depok, Kabupaten Sleman, melakukan reviu kurikulum untuk menghadapi tahun ajaran baru sebagai bagian dari upaya menyelaraskan pembelajaran dengan kebijakan nasional sekaligus memperkuat kekhasan pendidikan Muhammadiyah.

Kepala SD Muhammadiyah Kompleks Kolombo, Ary Setyawan, mengatakan reviu kurikulum dilakukan secara rutin untuk memastikan target pembelajaran tetap sesuai dengan standar nasional pendidikan terbaru.

“Reviu kurikulum menjadi bagian penting agar program pembelajaran di sekolah tetap relevan dengan kebijakan pendidikan nasional dan kebutuhan peserta didik,” katanya, Selasa (11/8/2026).

Selain penyelarasan kebijakan, sekolah juga memperkuat integrasi nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan dalam proses pembelajaran. Nilai tersebut dipadukan dengan pembiasaan karakter positif agar siswa tidak hanya berkembang secara akademik, tetapi juga memiliki landasan keislaman yang kuat.

Ary menjelaskan, evaluasi juga mencakup efektivitas kegiatan intrakurikuler dan kokurikuler yang telah dilaksanakan pada tahun ajaran sebelumnya. Hasil evaluasi menjadi dasar untuk memperbaiki program yang belum optimal dan mempertahankan praktik pembelajaran yang dinilai efektif.

“Yang kami lihat bukan hanya capaian akademik, tetapi juga bagaimana kegiatan sekolah mampu membentuk karakter, kemandirian, dan kebiasaan baik siswa,” ujarnya.

Reviu kurikulum melibatkan kepala sekolah, guru, tenaga pendidik, komite sekolah, serta perwakilan wali murid. Pimpinan Majelis Pendidikan Dasar, Menengah, dan Pendidikan Nonformal PCM Depok turut memberikan arahan dalam proses penyusunan.

Keterlibatan berbagai unsur tersebut diharapkan menghasilkan kurikulum yang lebih responsif terhadap perkembangan pendidikan, kebutuhan siswa, serta karakter lingkungan sekolah.

“Melalui reviu kurikulum, kami berupaya menjaga keseimbangan antara pencapaian akademik, penguatan karakter Islami, dan kesiapan siswa menghadapi perubahan dalam proses pendidikan,” tegasnya. (Athiful/KIM Depok)