Bregodo Wongso Manggala Kendal, Semangat Pelestari Tradisi di Sleman

Sleman — Semangat melestarikan tradisi dan budaya terus tumbuh di tengah masyarakat Kabupaten Sleman. Salah satunya ditunjukkan Bregodo Wongso Manggala, kelompok prajurit tradisional yang berbasis di Padukuhan Kendal, Kapanewon Turi, Sleman.

Berdiri pada 18 Agustus 2023, Bregodo Wongso Manggala kini memiliki sekitar 60 anggota dari masyarakat Kendal dan sekitarnya. Kepala Dukuh Kendal, Agus Dwi S mengatakan kelompok tersebut berada di bawah kepengurusan Tri Haryanto.

“Bregodo Wongso Manggala berdiri pada 18 Agustus 2023. Saat ini, kelompok tersebut memiliki sekitar 60 anggota yang berasal dari lingkungan masyarakat Kendal dan sekitarnya,” ujar Agus, Rabu (26/8/2026).

Sejak berdiri, Bregodo Wongso Manggala aktif mengikuti berbagai kegiatan kirab, baik di tingkat padukuhan maupun agenda kebudayaan Kabupaten Sleman. Di tingkat lokal, kelompok ini turut memeriahkan kirab HUT Kemerdekaan RI ke-78, ke-79, dan ke-80 di Padukuhan Kendal.

Bregodo Wongso Manggala juga berpartisipasi dalam Kirab Ruwahan Dusun Jurugan pada 2025 dan 2026. Kiprahnya kemudian berkembang dengan mengikuti Kirab Hari Jadi Kabupaten Sleman pada Mei 2026.

Tidak hanya dalam kegiatan masyarakat, anggota Bregodo Wongso Manggala juga mendapat kesempatan berperan sebagai Prajurit Norokaryo Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat dalam sejumlah agenda tradisi keraton. Mereka terlibat dalam Grebeg Maulid 2023, Grebeg Idul Adha 2024, dan Grebeg Syawal 2025.

Keterlibatan dalam berbagai kegiatan tersebut menjadi bentuk nyata partisipasi masyarakat dalam menjaga seni keprajuritan dan keberlanjutan budaya Yogyakarta. Selain menjadi bagian dari berbagai kirab, kegiatan Bregodo Wongso Manggala juga menjadi ruang bagi masyarakat, khususnya generasi muda, untuk mengenal dan melestarikan tradisi lokal.

Bregodo Wongso Manggala berharap kiprahnya dapat terus berkembang dengan dukungan masyarakat. Keberadaan kelompok ini diharapkan tidak hanya memperkuat kebersamaan warga, tetapi juga turut menjaga warisan budaya Yogyakarta agar tetap hidup dan dikenal oleh generasi mendatang.

(Arief Hartanto/KIM Kertomandiri Turi)




Antisipasi Penyebaran ISPA, Rakorpim Gamping Tekankan Kepatuhan Penggunaan Masker

Sleman — Rapat Koordinasi Pimpinan (Rakorpim) Kapanewon Gamping yang berlangsung di Demakijo’s Coffee & Eatery, Banyuraden, Gamping, Rabu (26/8/2026), membahas peningkatan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) yang diduga berkaitan dengan paparan polusi udara. Forum juga menekankan pentingnya kepatuhan penderita ISPA dalam menggunakan masker untuk mencegah penularan.

Kepala Puskesmas Gamping I, dr. Erika Zahra Fristy, menyampaikan bahwa paparan partikulat dan polutan dapat meningkatkan risiko gangguan saluran pernapasan, terutama pada kelompok rentan seperti anak-anak dan lanjut usia.

“Salah satu perhatian utama adalah kepatuhan penderita ISPA dalam menggunakan masker ketika beraktivitas di luar rumah maupun saat berinteraksi dengan orang lain, termasuk saat berobat ke Puskesmas. Penggunaan masker menjadi langkah sederhana namun penting untuk membantu mengurangi penyebaran droplet pernapasan serta melindungi orang-orang di sekitar penderita,” ujarnya.

Selain menggunakan masker, masyarakat diimbau menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, menjaga kebersihan lingkungan, menggunakan hand sanitizer, serta segera memeriksakan diri apabila mengalami gejala gangguan pernapasan. Edukasi mengenai gejala ISPA juga dinilai penting agar masyarakat dapat melakukan penanganan sejak dini.

Panewu Gamping, Suyanto mengatakan peningkatan kewaspadaan terhadap gejala ISPA perlu diikuti dengan langkah pencegahan yang dapat dilakukan masyarakat. Upaya tersebut tidak hanya berfokus pada penanganan warga yang sakit, tetapi juga mencegah penularan dan mengurangi paparan faktor risiko di lingkungan.

“Kepatuhan menggunakan masker bagi penderita ISPA menjadi salah satu bentuk tanggung jawab sosial yang perlu terus didorong,” ujarnya.

Melalui koordinasi lintas sektor, Kapanewon Gamping berupaya memperkuat langkah antisipasi terhadap peningkatan kasus ISPA sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjaga kesehatan dan kualitas lingkungan.

(Adnan Nurtjahjo/KIM Pararta Guna Gamping)




Dari Aspirasi Menuju Aksi, Condongcatur Sepakati Rancangan RKPKal 2027

Sleman — Pemerintah Kalurahan Condongcatur bersama Badan Permusyawaratan Kalurahan (BPKal) dan berbagai unsur masyarakat menyepakati rancangan Rencana Kerja Pemerintah Kalurahan (RKPKal) Tahun Anggaran 2027 melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan Kalurahan (Musrenbangkal), Rabu (26/8/2026).

Kesepakatan tersebut ditandai dengan penandatanganan berita acara di Ruang Wacana Loka, Kantor Kalurahan Condongcatur, Kapanewon Depok. Musrenbangkal Condongcatur menjadi yang pertama diselenggarakan di Kapanewon Depok dan ketiga dari 86 kalurahan di Kabupaten Sleman dalam penyusunan RKPKal 2027.

Forum tersebut melibatkan BPKal, pamong dan staf kalurahan, anggota DPRD, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kalurahan (PMK) Sleman, Kapanewon Depok, 18 dukuh, serta perwakilan RT, RW, dan berbagai unsur masyarakat. Keterlibatan juga mencakup perempuan, anak, pemuda, lansia, penyandang disabilitas, pelaku UMKM, kelompok tani dan peternak, Posyandu, Satlinmas, Destana, BUMKal Nyawiji, hingga Koperasi Desa Merah Putih Condongcatur.

Plt. Lurah Condongcatur, Budi Arto mengatakan Musrenbangkal harus menjadi ruang perencanaan yang terbuka, partisipatif, dan mengutamakan kepentingan masyarakat. Setiap usulan, menurutnya, perlu mempertimbangkan skala prioritas, urgensi, manfaat, serta kemampuan anggaran.

“Pembangunan yang kita rencanakan harus benar-benar memberikan manfaat bagi seluruh lapisan masyarakat. Semoga Musrenbang RKPKal Tahun 2027 ini menghasilkan perencanaan yang berkualitas dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat,” ujarnya.

Sejumlah sektor menjadi perhatian dalam perencanaan 2027, meliputi pelayanan publik, pemberdayaan masyarakat, penguatan UMKM dan ekonomi lokal, ketahanan pangan, lingkungan dan persampahan, infrastruktur, pencegahan stunting, perlindungan sosial, serta keamanan dan ketenteraman masyarakat.

Kepala Bidang Administrasi, Keuangan, dan Aset Dinas PMK Sleman, Y. Purnama Kristiawan mengapresiasi pelaksanaan Musrenbangkal yang telah sesuai jadwal. Ia mengingatkan agar usulan pembangunan disesuaikan dengan kemampuan APBKal karena ruang fiskal kalurahan semakin terbatas akibat penyesuaian dan efisiensi Dana Desa.

“Musyawarah ini harus menghasilkan program yang realistis, prioritas, serta mendukung visi dan misi Bupati Sleman,” katanya.

Ketua Penyelenggara Musrenbangkal sekaligus Carik Condongcatur Riska Dian Nur Lestari menjelaskan, penyusunan RKPKal 2027 telah melalui musyawarah padukuhan pada Februari, musyawarah kalurahan pada 23 Juni, dan verifikasi lapangan pada Juli 2026. Usulan kemudian dipilah berdasarkan kebutuhan, kewenangan kalurahan, skala prioritas, manfaat, dan sumber pembiayaan.

Sementara itu, Ketua BPKal Condongcatur, Sunarto menegaskan kesepakatan hasil musyawarah perlu dihormati dan dilaksanakan seluruh unsur yang terlibat. Ia berharap seluruh tahapan dapat diselesaikan tepat waktu sehingga APBKal Tahun Anggaran 2027 dapat ditetapkan pada Januari 2027.

Musrenbangkal diakhiri dengan penandatanganan berita acara oleh Plt. Lurah Condongcatur, Budi Arto dan Ketua BPKal, Sunarto sebagai bentuk komitmen bersama mewujudkan pembangunan yang partisipatif, inklusif, tepat sasaran, dan berkelanjutan.

(Wasana/KIM Depok)




GERUDUK x JEBOL TARGET Sambangi Kayen, 85 Akun IKD Berhasil Diaktivasi

Sleman — Sinergi pelayanan jemput bola GERUDUK x JEBOL TARGET kembali hadir di Padukuhan Kayen, Kalurahan Condongcatur, Kapanewon Depok, Rabu (26/8/2026). Pelayanan yang berlangsung di Balai Padukuhan Kayen tersebut berhasil mengaktivasi 85 akun Identitas Kependudukan Digital (IKD).

Kaur Tata Laksana Kalurahan Condongcatur, Andree Setiawan mengatakan selain aktivasi IKD, pelayanan tersebut juga memproses 54 dokumen KTP, 41 dokumen Kartu Keluarga (KK), 13 dokumen Kartu Identitas Anak (KIA), serta 44 permohonan Perlindungan Sosial (Perlinsos).

GERUDUK x JEBOL TARGET merupakan kolaborasi Pemerintah Kalurahan Condongcatur dan Kapanewon Depok untuk mendekatkan pelayanan administrasi kependudukan kepada masyarakat. Layanan yang diberikan meliputi KTP, KK, KIA, aktivasi IKD, pindah-datang penduduk, serta pendampingan pendaftaran Perlinsos.

Kepala Jawatan Umum Kapanewon Depok, Benyamin Dalung mengingatkan masyarakat agar tidak menunda perekaman KTP-el, terutama bagi anggota keluarga yang telah memasuki usia wajib KTP.

“Kelengkapan dan kemutakhiran data sangat penting agar ketika keluarga membutuhkan pelayanan administrasi kependudukan tidak terkendala dalam proses validasi sistem,” ujar Benyamin.

Sementara itu, Tenaga Pendamping Sosial Kalurahan (TPSK) Condongcatur, Alisya Putri Wahyu Nur Fatimah mengingatkan masyarakat untuk menjaga dokumen pribadi, terutama KTP dan KK, serta tidak meminjamkannya kepada pihak lain.

Ia menjelaskan, verifikasi pendaftaran Perlinsos memanfaatkan data dari berbagai sumber sehingga penyalahgunaan identitas dapat memengaruhi proses verifikasi dan penilaian kelayakan. Alisya juga menegaskan bahwa pendaftaran Perlinsos tidak otomatis menjadikan seseorang sebagai penerima bantuan sosial karena setiap pengajuan tetap melalui proses verifikasi sesuai ketentuan.

Dukuh Kayen, Ade Hermawan Susilo pun mengapresiasi pelaksanaan pelayanan tersebut. Menurutnya, kehadiran layanan di padukuhan memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam mengakses pelayanan administrasi kependudukan.

Masyarakat juga diimbau mewaspadai penipuan yang mengatasnamakan aktivasi IKD maupun bantuan sosial. Warga diminta tidak memberikan PIN, kode OTP, kata sandi, maupun data pribadi kepada pihak yang tidak berwenang.

Seluruh pelayanan GERUDUK x JEBOL TARGET diberikan secara gratis. Kegiatan ini diharapkan dapat terus mendekatkan pelayanan pemerintah, meningkatkan tertib administrasi kependudukan, serta memperluas pemanfaatan layanan digital hingga tingkat padukuhan.

(Wasana/KIM Depok)




Kejurda Catur Jadi Tiket Atlet DIY Menuju Kejurnas 2026 di Serang

Sleman — Pengurus Daerah (Pengda) Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi) DIY terus menyiapkan atlet untuk berlaga pada Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Catur 2026 yang akan berlangsung Oktober mendatang di Kabupaten Serang, Banten.

Sekretaris Umum Percasi DIY, Jumariyanto mengatakan salah satu parameter pemilihan atlet yang akan mewakili DIY pada Kejurnas 2026 dilakukan melalui Kejuaraan Daerah (Kejurda) Catur DIY 2026 yang digelar di Aula Bappeda Kabupaten Sleman, Selasa (25/8/2026).

“Ketua panitia? Salah satu yang menjadi parameter pemilihan atlet catur yang akan mewakili DIY pada Kejurnas tahun ini melalui Kejurda tahun 2026 yang diselenggarakan di Kabupaten Sleman,” ujar Jumariyanto.

Ia optimistis dengan potensi atlet catur DIY. Pada Kejurnas Catur 2025, kontingen DIY berhasil menempati peringkat ketiga dengan raihan empat medali emas, di bawah Jawa Timur. Capaian tersebut dinilai cukup membanggakan mengingat DIY hanya mengirimkan 10 atlet, sementara Jawa Timur membawa 42 atlet.

“Jadi secara perhitungan jumlah pembiayaan dengan perolehan medali, kita mengalami efisiensi yang sangat besar,” jelasnya.

Jumariyanto menambahkan, pelaksanaan Kejurda Catur DIY sebelumnya terpusat di Kota Yogyakarta. Namun, untuk pemerataan kesempatan bagi kabupaten/kota di DIY menjadi tuan rumah, penyelenggaraan Kejurda kemudian dilakukan secara bergiliran.

“Setelah ini akan dilakukan evaluasi tentang tempat penyelenggaraan Kejurda. Jadi Kejurda tahun depan belum ada kepastian tempatnya,” katanya.

Menurutnya, Kejurda tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga menjadi sarana penjaringan dan pemetaan atlet yang berpotensi memperkuat kontingen DIY di tingkat nasional.

“Pada dasarnya penyelenggaraan Kejurda merupakan penjaringan atlet untuk maju pada Kejuaraan Nasional,” pungkasnya.

(Kusnadi/KIM Berbah)