Tradisi Dua Gunungan Perkuat Semangat Berbagi di Masjid Kagungan Dalem Sambisari

Sleman – Gema sholawat dan suasana khidmat menyelimuti Masjid Kagungan Dalem Sambisari, Kalasan, Sleman, Senin (24/8/2026). Ribuan jamaah umat Islam tumpah ruah mengikuti Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah yang berlangsung penuh kekhidmatan dan nuansa kebersamaan.
Peringatan Maulid Nabi tersebut menjadi momentum untuk mengenang kelahiran Nabi Muhammad SAW, sekaligus menjadi sarana memperkuat kecintaan umat kepada Rasulullah sekaligus meneladani akhlak mulia yang diwariskannya. Rangkaian kegiatan diisi dengan lantunan sholawat dan doa yang semakin menguatkan suasana religius di lingkungan masjid.
Salah satu ciri khas Peringatan Maulid Nabi tahun ini adalah hadirnya dua gunungan yang menjadi bagian penting dalam tradisi Maulid di Masjid Kagungan Dalem Sambisari Karaton Ngayogyakarta Hadiningrat. Kedua gunungan tersebut berisi beragam hasil bumi, sembako, peralatan rumah tangga, jajanan pasar, hingga makanan yang menjadi kesenangan anak-anak.
Tokoh budaya Sambisari, Arif Yudhi mengapresiasi kegiatan Maulid Nabi yang diselenggarakan dengan memadukan unsur dakwah, budaya, dan kepedulian sosial. Keberadaan dua gunungan merupakan bentuk nyata bagaimana tradisi masyarakat dapat menjadi media untuk memperkuat kebersamaan dan semangat berbagi.
“Budaya Jawa yang sarat dengan filosofi kebersamaan, gotong royong, rasa syukur, dan kepedulian terhadap sesama dapat berjalan selaras dengan nilai-nilai ajaran Islam. Tradisi seperti ini memiliki nilai yang sangat penting untuk terus dijaga,” tandasnya.
Menurut Arif, keberadaan dua gunungan tidak sekadar menjadi simbol kemeriahan peringatan Maulid Nabi. Tradisi tersebut juga merepresentasikan ungkapan rasa syukur atas limpahan rezeki sekaligus kepedulian sosial kepada masyarakat. Berbagai bahan yang disusun dalam gunungan menggambarkan keberagaman sumber kehidupan yang dapat dinikmati dan dibagikan secara bersama-sama.
Momen yang paling dinantikan jamaah adalah pembagian dua gunungan setelah rangkaian acara Maulid Nabi berlangsung. Jamaah dengan antusias mengikuti prosesi tersebut sebagai bagian dari tradisi yang telah menjadi ciri khas Masjid Kagungan Dalem Sambisari dalam memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW.
Sementara itu, Sayidi selaku Tokoh Sepuh Masjid Kagungan Dalem Sambisari menambahkan bahwa dua gunungan tersebut memiliki makna filosofis tentang kemakmuran dan tercukupinya kebutuhan sandang serta pangan masyarakat. Di sisi lain, berbagai makanan dan hasil bumi yang terdapat di dalamnya menjadi simbol manisnya ukhuwah Islamiyah, yakni persaudaraan dan kebersamaan umat yang diwujudkan melalui semangat berbagi.
“Tradisi pembagian gunungan menjadi bentuk konkret upaya meneladani sifat dermawan Nabi Muhammad SAW. Nilai berbagi, kepedulian terhadap sesama, serta keikhlasan memberikan sebagian rezeki kepada orang lain menjadi pesan penting yang perlu dihidupkan,” imbuhnya.
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid Kagungan Dalem Sambisari menjadi ruang untuk mempertemukan nilai keagamaan, budaya, dan kepedulian sosial. Semangat keteladanan, gotong royong, berbagi, dan mempererat ukhuwah Islamiyah pun diharapkan terus tumbuh dalam kehidupan masyarakat. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Gamping)



