Adu Kreativitas Hias Tumpeng Meriahkan Puncak HUT ke-81 RI di Sombangan Moyudan

Sleman — Semarak Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Padukuhan Sombangan, Kalurahan Sumbersari, Kapanewon Moyudan, Kabupaten Sleman, berlangsung penuh warna. Organisasi kepemudaan Muda-Mudi Mekar Arum menggelar Lomba Menghias Tumpeng Kemerdekaan yang dipusatkan di Balai Padukuhan Sombangan pada Sabtu (22/08/2026).
Kompetisi kuliner tradisional tersebut diikuti oleh perwakilan dari tujuh RT se-Padukuhan Sombangan. Setiap kontingen menerjunkan tiga regu kreator yang saling beradu ketangkasan dan estetika dalam menata tumpeng berornamen nuansa Merah Putih.
Ketua Panitia, Rafif Nafis Furqoni, menjelaskan bahwa penilaian lomba melibatkan tim juri independen dengan menitikberatkan pada aspek estetika, kebersihan, cita rasa, hingga kedalaman pemaknaan filosofis.
“Selain menumbuhkan kreativitas dan seni, kami berharap kegiatan ini mampu membangkitkan kembali budaya warisan leluhur. Secara etimologi, tumpeng bermakna tumapaking panguripan, tumindak lempeng, tumuju Pangeran, yang mengajarkan manusia untuk menjalani kehidupan yang lurus menuju Tuhan,” ujar Rafif Nafis Furqoni di sela-sela perlombaan.
Hadir dalam agenda tersebut, Lurah Sumbersari, Sukadi, turut memberikan pemaparan mengenai syarat simbolis tujuh macam lauk-pauk (pitu) pada tumpeng yang sarat akan pesan spiritualitas dan gotong royong masyarakat Jawa.
“Bentuk tumpeng yang mengerucut melambangkan hubungan vertikal manusia dengan Tuhan, sementara hamparan lauk pauk di bagian bawah mewakili hubungan sesama manusia dan alam. Angka tujuh atau pitu bermakna pitulungan atau pertolongan. Mulai dari ingkung ayam yang melambangkan pengikisan sifat egois, hingga cabai merah di puncak sebagai pemicu semangat hidup,” terang Sukadi.
Melalui persaingan yang ketat, tim juri akhirnya menetapkan kontingen RT 04 sebagai Juara 1 Lomba Menghias Tumpeng, disusul oleh RT 07 sebagai Juara 2, dan RT 03 yang menyabet predikat Juara 3. Seluruh tumpeng hasil kreasi peserta kemudian dinikmati bersama oleh warga yang hadir sebagai wujud rasa syukur kemerdekaan. (Giek/KIM Moyudan)



