Semarakkan HUT ke-81 RI, Warga Jatisawit Balecatur Gelar Pentas Seni Jatilan Wargo Mudo Budoyo

Sleman — Dalam rangka menyemarakkan Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, warga RT 02 RW 25 Padukuhan Jatisawit, Kalurahan Balecatur, Kapanewon Gamping, Kabupaten Sleman, menggelar pementasan seni tradisional jatilan “Wargo Mudo Budoyo” pada Minggu (23/08/2026).

Pementasan budaya yang dipusatkan di halaman kediaman Ketua RT 02 Jatisawit, Pardi, ini diselenggarakan sebagai sarana silaturahmi antarwarga sekaligus upaya melestarikan warisan kesenian lokal. Ratusan masyarakat tampak memadati lokasi untuk menyaksikan atraksi tari jatilan yang dibawakan oleh kelompok Wargo Mudo Budoyo, penampilan spesial jatilan putri Jatisawit, serta tarian Gedrug asal Kulon Progo.

Kegiatan tersebut turut dihadiri langsung oleh Dukuh Jatisawit Saryo beserta jajaran kelembagaan padukuhan, Bhabinkamtibmas Polsek Gamping, anggota Jagawarga, serta personel Satlinmas Jatisawit yang bersiaga menjaga ketertiban acara.

Dukuh Jatisawit, Saryo, menegaskan bahwa perhelatan seni kerakyatan ini bernilai strategis untuk memupuk semangat kebangsaan serta memperkenal budaya adiluhung kepada anak-anak muda di wilayahnya.

“Kegiatan ini tidak hanya untuk memeriahkan HUT RI, tetapi juga sebagai sarana untuk mempererat persatuan warga dan mengenalkan kesenian tradisional kepada generasi mudanya. Kami berharap melalui pentas seni ini, semangat gotong royong dan cinta budaya tidak luntur. Kami ucapkan banyak terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung acara ini,” ujar Saryo di sela-sela acara.

Rangkaian pementasan seni tradisional dari pagi hingga sore hari tersebut berlangsung meriah, tertib, dan aman terkendali hingga akhir acara. (Antok/KIM Pararta Guna Gamping)




Deteksi Dini Penyakit Tidak Menular, Posbindu Teratai Putih Dabag Gelar Pemeriksaan Kesehatan Gratis

Sleman — Pos Pembinaan Terpadu (Posbindu) Teratai Putih Padukuhan Dabag, Kalurahan Condongcatur, Kapanewon Depok, Kabupaten Sleman, menggelar layanan pemeriksaan kesehatan gratis bagi warga setempat pada Minggu (23/08/2026). Aksi sosial berbasis komunitas ini diselenggarakan guna mendeteksi secara dini faktor risiko Penyakit Tidak Menular (PTM) sekaligus membangun budaya hidup sehat di tingkat tapak.

Layanan kesehatan yang disiagakan mencakup penimbangan berat badan, pengukuran tinggi badan dan lingkar perut, pemeriksaan tekanan darah, cek kadar gula darah, hingga skrining kesehatan secara menyeluruh. Selain itu, warga yang hadir memanfaatkan kesempatan tersebut untuk berkonsultasi langsung mengenai keluhan fisik dengan dokter yang bertugas, Mellody Yudhashinta Putri.

Kader Posbindu Teratai Putih, Maryati, menjelaskan bahwa kehadiran layanan medis gratis ini berfokus pada upaya promotif dan preventif guna menumbuhkan kesadaran kolektif warga akan pentingnya pemantauan kondisi tubuh secara berkala.

“Harapannya, masyarakat Padukuhan Dabag dapat memperoleh derajat kesehatan yang lebih baik dan berkualitas. Kegiatan ini sepenuhnya bersifat inklusif dan gratis. Posbindu bukan hanya tempat memeriksa tekanan darah atau gula, tetapi menjadi ruang edukasi dan motivasi agar warga lebih peduli dengan kesehatannya sendiri,” ujar Maryati di sela-sela pelayanan.

Maryati mengimbau masyarakat, khususnya kelompok usia produktif, untuk tidak lagi enggan memeriksakan diri secara rutin. Menurutnya, pencegahan dini sangat krusial agar warga dapat terhindar dari komplikasi berat di masa depan.

“Mari kita menuju usia produktif yang lebih sehat dan berkualitas melalui program yang bermanfaat ini,” tegasnya.

Program pemeriksaan berkala ini merupakan bagian dari komitmen jangka panjang Pemerintah Kalurahan Condongcatur dalam memfasilitasi akses kesehatan yang terjangkau. Melalui penguatan fungsi Posbindu, kesadaran menjaga pola hidup sehat diharapkan dapat mengakar kuat dalam kehidupan sehari-hari warga. (Athiful/KIM Depok)




Puncak HUT ke-81 RI di Tempel, Bupati Sleman Tegaskan Kemerdekaan Harus Dirawat Lewat Persatuan

Sleman — Bupati Sleman, Harda Kiswaya, menegaskan pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan bangsa sebagai fondasi utama merawat nilai-nilai kemerdekaan. Pesan tersebut disampaikannya saat menghadiri Puncak Perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Halaman SD Muhammadiyah Domban 2, Padukuhan Karanggawang, Kalurahan Mororejo, Kapanewon Tempel, Kabupaten Sleman, pada Minggu (23/08/2026).

Dalam sambutannya, Harda Kiswaya mengutarakan bahwa kemerdekaan Indonesia yang dinikmati hari ini bukanlah hadiah gratis semata, melainkan amanah serta tanggung jawab sejarah yang wajib dipelihara oleh seluruh elemen masyarakat melalui ikatan kerukunan yang kokoh di tengah perbedaan.

“Makna dari memperingati Kemerdekaan Republik Indonesia adalah menjadi tugas kita bersama merawat kemerdekaan itu dengan menjaga persatuan, kesatuan, dan kerukunan,” tegas Harda Kiswaya di hadapan ratusan warga yang memadati lokasi acara.

Harda turut menyampaikan apresiasi tinggi atas kekompakan warga Padukuhan Karanggawang yang secara mandiri mampu menggelar rangkaian acara kemerdekaan secara semarak. Menurutnya, soliditas warga merupakan modal sosial krusial guna menopang percepatan pembangunan di wilayah Kabupaten Sleman.

“Mudah-mudahan kegiatan ini bisa terus dilaksanakan selamanya, sehingga nanti Padukuhan Karanggawang dalam kegiatan pembangunan dan memajukan wilayahnya akan lebih baik, tertata, dan terkelola dengan baik,” pukasnya.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Panitia Karanggawang Pitulasan 2026, Aris Budi Prasetya, menjelaskan bahwa perayaan tahun ini mengusung tema besar “Bersilang Rupa Bersatu Rasa”. Tema ini diambil guna menegaskan bahwa keberagaman latar belakang warga tidak menjadi penghalang untuk mewujudkan iklim persatuan dan kebersamaan.

Rangkaian acara diawali dengan karnaval jalan kaki antar-RT, lomba kostum unik, panggung hiburan, hingga penyerahan piala bergilir juara umum dan doorprize oleh Bupati Sleman. Di tengah suasana sukacita, masyarakat Karanggawang juga memanjatkan doa bersama untuk para korban bencana alam gempa bumi di Nusa Tenggara Timur sebagai wujud kepedulian sosial dan solidaritas kemanusiaan.

Perhelatan meriah ini turut dihadiri oleh jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Kapanewon (Forkopimkap) Tempel, Lurah Mororejo, serta tokoh masyarakat setempat. (SBD/KIM Tempel)




Tampil Perkasa, KWT Mutiara Boga Jowahan Sabet Juara I Lomba Gobak Sodor se-Moyudan

Sleman — Kelompok Wanita Tani (KWT) Mutiara Boga dari Padukuhan Jowahan, Kalurahan Sumberagung, keluar sebagai Juara I dalam Lomba Gobak Sodor antar-KWT se-Kapanewon Moyudan yang diselenggarakan di Lapangan Sumbersari, Kapanewon Moyudan, Kabupaten Sleman, pada Sabtu (22/08/2026). Kemenangan ini sekaligus memastikan KWT Mutiara Boga berhak memboyong Piala Bergilir Bupati Sleman, piala tetap, serta uang pembinaan sebesar .

Perhelatan rekreasi yang digagas oleh Komite Permainan Olahraga Tradisional Indonesia (KPOTI) Moyudan dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia ini diikuti oleh 32 KWT dari berbagai padukuhan. Para anggota KWT yang sehari-hari mengelola kebun demplot dan ketahanan pangan keluarga tampil penuh semangat mengatur strategi serta kekompakan di atas lapangan permainan tradisional.

Usai melalui persaingan sengit dari babak penyisihan hingga partai puncak, KWT Sejati Trukan dari Kalurahan Sumberarum berhasil mengamankan posisi Juara 2 dan memboyong uang pembinaan . Sementara itu, Juara 3 diraih oleh KWT Ngudi Rejeki Sombangan dari Kalurahan Sumbersari, disusul KWT Pakelan dari Kalurahan Sumberarum sebagai Juara 4.

Rangkaian perlombaan ditutup secara resmi oleh Ketua KPOTI Kabupaten Sleman yang juga merupakan anggota DPRD Kabupaten Sleman, Sukron Arif Muttaqin. Ia menyampaikan apresiasi tinggi atas keberhasilan panitia menyelenggarakan ajang pelestarian budaya yang menyedot perhatian ratusan warga tersebut.

“Hari ini membuktikan KWT bukan hanya pintar menanam di demplot, tetapi juga berolahraga dan bergembira. Permainan gobak sodor mengajarkan kerja sama, strategi, dan kekompakan. Filosofi itu sangat relevan diterapkan dalam organisasi KWT,” tegas Sukron Arif Muttaqin di hadapan para peserta.

Sukron menegaskan bahwa kejuaraan ini merupakan yang pertama kali diadakan di tingkat kapanewon se-Kabupaten Sleman dan diproyeksikan menjadi agenda rutin tahunan. Pihaknya mendorong seluruh KWT untuk terus berlatih guna mempersiapkan diri pada perhelatan serupa tahun depan. (Giek/KIM Moyudan)




Syarifah Adhsila Nugroho Harumkan DIY, Sabet Medali Emas Bulutangkis OOSN Nasional 2026

Sleman — Siswi SD Negeri Selomulyo, Kalurahan Sukoharjo, Kapanewon Ngaglik, Syarifah Adhsila Nugroho, berhasil mengharumkan nama Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) di panggung olahraga nasional. Syarifah sukses menyabet Juara I dan meraih medali emas cabang olahraga bulutangkis pada ajang Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (OOSN) 2026 yang berlangsung di DKI Jakarta pada 17–23 Agustus 2026.

Ajang olahraga pelajar bergengsi tingkat nasional yang diselenggarakan di Hall Daihatsu Yonex Sunrise Candra Wijaya International Badminton Center tersebut mempertemukan ratusan atlet muda bertalenta perwakilan dari 38 provinsi di seluruh Indonesia.

Syarifah yang bertanding mewakili DIY tampil cemerlang dan konsisten sejak fase grup. Usai lolos dari Grup F setelah mengalahkan wakil Bali, Sulawesi Barat, dan Kalimantan Barat, ia melanjutkan tren positif dengan menundukkan wakil Kepulauan Riau lewat pertarungan rubber game di perempat final. Di babak semifinal, Syarifah tampil dominan dengan menghentikan perlawanan wakil Papua dua gim langsung.

Memasuki partai puncak, Syarifah berhadapan dengan Bilqis Abigail, atlet wakil Sulawesi Utara. Bermain tenang dan penuh percaya diri, Syarifah berhasil mengendalikan jalannya laga hingga menutup pertandingan final dengan kemenangan dua gim langsung sekaligus mengunci gelar Juara I OOSN Nasional 2026.

Usai dikalungi medali emas, Syarifah mengutarakan rasa haru dan menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh pihak yang senantiasa mendampingi proses latihannya selama ini.

“Alhamdulillah, terima kasih Abi dan Mami sudah support aku sejauh ini. Terima kasih sekolah, terima kasih pelatih. Semoga di tingkat nasional bisa memberikan yang terbaik untuk D.I. Yogyakarta,” ujar atlet muda yang akrab disapa Sila tersebut.

Prestasi gemilang yang diraih siswi SDN Selomulyo ini menjadi bukti nyata keberhasilan pembinaan olahraga usia dini di Kabupaten Sleman. Keberhasilan Syarifah diharapkan menjadi batu loncatan awal untuk terus berkembang hingga kelak dapat memperkuat tim bulutangkis DIY maupun Indonesia pada ajang yang lebih tinggi seperti Pekan Olahraga Nasional (PON) dan kejuaraan internasional. (Arief Hartanto/KIM Kertomandiri)