Sambut Independence Day Military Expo 2026, Banser dan TNI-Polri Pembentangkan Bendera Merah Putih Sepanjang 281 Meter

Sleman — Ratusan personel gabungan dari Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Kabupaten Sleman bersama unsur TNI dan Polri membentangkan Bendera Merah Putih sepanjang 281 meter pada Jumat (21/08/2026) sore. Aksi spektakuler ini digelar dalam rangka menyambut ajang Independence Day Military Expo 2026 sekaligus mengobarkan semangat nasionalisme di tengah masyarakat.

Rangkaian kegiatan diawali dengan apel kesiapan pada pukul WIB di halaman Gedung Serbaguna Sleman. Apel dipimpin langsung oleh Komandan Kodim 0732/Sleman, Reindi Trisetyo Nugroho, guna memberikan pengarahan teknis serta menekankan pentingnya menjaga ketertiban, kekompakan, dan semangat kebersamaan sepanjang agenda pembentangan bendera raksasa tersebut.

Usai mendapatkan arahan, seluruh peserta bergerak menuju titik awal pembentangan di depan Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sleman. Tepat pada pukul WIB, rombongan mulai berjalan kaki membentangkan Bendera Merah Putih sepanjang 281 meter menyusuri rute menuju pusat perbelanjaan Sleman City Hall. Pemandangan bernuansa kebangsaan tersebut menyedot perhatian warga dan pengguna jalan di sepanjang jalur yang dilalui.

Komandan Kodim 0732/Sleman, Reindi Trisetyo Nugroho, menegaskan bahwa aksi bersama ini mengandung nilai edukasi penting bagi masyarakat, terutama generasi muda, tentang nilai-nilai perjuangan dan persatuan.

“Semangat nasionalisme perlu terus dirawat melalui kegiatan yang mampu menghadirkan rasa bangga terhadap identitas bangsa serta memperkuat kesadaran akan pentingnya menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” tegas Reindi Trisetyo Nugroho.

Keterlibatan jajaran Banser sendiri melibatkan sedikitnya 38 personel pilihan yang dihimpun dari berbagai satuan koordinasi rayon di Kabupaten Sleman. Rinciannya terdiri atas Satkoryon Gamping sebanyak 11 personel, Satkoryon Sleman 11 personel, Satkoryon Seyegan 8 personel, serta Satkoryon Mlati dan Depok masing-masing mengerahkan 4 personel.

Kepala Satuan Koordinasi Rayon Banser Gamping, Munif Hasim, mengutarakan bahwa partisipasi Banser merupakan wujud nyata kemitraan dan sinergi lintas elemen dalam merawat persatuan bangsa.

“Selain memperkuat rasa nasionalisme, kegiatan ini sebagai momentum untuk mempererat komunikasi dan koordinasi antara Banser, TNI, dan Polri. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat terus berkembang dalam berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan, termasuk dalam menciptakan situasi yang aman, tertib, dan kondusif di wilayah Kabupaten Sleman,” ungkap Munif Hasim.

Aksi pembentangan Sang Saka Merah Putih dari Kantor DPRD Sleman menuju Sleman City Hall ini menjadi gambaran kuatnya sinergi antara organisasi kepemudaan dan aparat keamanan dalam menjaga kedaulatan NKRI. (Adnan Nurtjahjo/KIM Pararta Guna Gamping)




Bantu 40 Keluarga Penerima Manfaat, Kalurahan Maguwoharjo Salurkan BLT Dana Desa Tahap Ke delapan

Sleman — Pemerintah Kalurahan Maguwoharjo, Kapanewon Depok, Kabupaten Sleman, kembali menyalurkan Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT DD) tahap kedelapan kepada 40 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) pada Jumat (21/08/2026). Penyaluran bantuan tunai ini bertempat di kantor kalurahan setempat untuk memastikan dukungan kesejahteraan bagi warga kurang mampu terus berlanjut.

Kamituwa Kalurahan Maguwoharjo, Muhammad Zabidi, menjelaskan bahwa masing-masing KPM menerima hak bantuan tunai sebesar per bulan. Skema penyaluran BLT DD ini dialokasikan secara konsisten setiap bulan selama satu tahun penuh atau 12 bulan sesuai ketentuan tata kelola anggaran program.

“Harapannya, BLT Dana Desa membantu meringankan beban ekonomi keluarga, menjaga daya beli masyarakat, serta mempercepat upaya penghapusan kemiskinan ekstrem di Kalurahan Maguwoharjo,” tutur Muhammad Zabidi di sela kegiatan penyaluran.

Ia menekankan agar para penerima bantuan dapat bersikap bijak serta memprioritaskan pemanfaatan uang tunai tersebut semata-mata untuk kebutuhan pokok primer rumah tangga sehari-hari.

“Gunakan bantuan ini untuk kebutuhan sehari-hari. Jangan membelanjakannya untuk rokok, bermain gim, terlebih judi daring atau slot. Pemerintah memberikan bantuan ini untuk membantu kebutuhan hidup keluarga,” tegas Zabidi.

Selain itu, pihak kalurahan juga mengimbau warga penerima manfaat untuk mematuhi regulasi terkait larangan penerimaan bantuan ganda dari instansi pemerintah. Langkah ini dilakukan guna mewujudkan azas keadilan dan pemerataan distribusi jaminan sosial di wilayah Maguwoharjo.

“Penerima BLT Dana Desa yang memperoleh undangan bantuan sosial beras harus mengembalikan undangan tersebut. Ketentuan program tidak membolehkan satu penerima memperoleh bantuan ganda,” pungkasnya. Kepatuhan seluruh elemen masyarakat terhadap aturan ini diharapkan mampu memastikan intervensi bantuan sosial dari pemerintah benar-benar menjangkau warga yang paling membutuhkan. (Athiful/KIM Depok)




Pentas Seni Peringatan HUT RI ke-81, Warga Gemawang Tampilkan Kreativitas dan Kekompakan

Sleman — Rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Padukuhan Gemawang, Kalurahan Sinduadi, Kapanewon Mlati, berlangsung semarak. Puncak perayaan yang diisi dengan pembagian hadiah berbagai lomba anak-anak serta pentas kesenian warga tersebut sukses digelar pada Jumat (21/08/2026) malam.

Kegiatan malam kebudayaan tersebut dihadiri oleh Lurah Sinduadi, Dukuh Gemawang Achmad Syafi’i, Ketua PKK Padukuhan Gemawang Nila Nuryaningsih, Ketua Sub Unit LPM Y. Edy Setyoharjo, jajaran pengurus RT dan RW, Karang Taruna, hingga ratusan warga Padukuhan Gemawang.

Acara diawali dengan penyerahan hadiah bagi para pemenang dari 12 jenis lomba anak-anak yang telah dipertandingkan sebelumnya. Ketua Panitia HUT ke-81 RI Padukuhan Gemawang, Dwi Ana Budi Krisnawan, menjelaskan bahwa semarak peringatan ini sejatinya telah bergulir sejak Minggu (09/08/2026) melalui aksi kerja bakti di Balai Padukuhan dan area pemakaman warga.

Memasuki pertengahan Agustus, warga melanjutkan persiapan dengan mendirikan gapura, merias kawasan pemukiman, hingga menggelar malam tirakatan pada Minggu (16/08/2026). Pada hari kemerdekaan, Senin (17/08/2026), warga melangsungkan upacara bendera di Lapangan Tenis dengan Inspektur Upacara Dukuh Gemawang Achmad Syafi’i, yang disusul kegiatan tabur bunga di makam sesepuh serta aneka lomba anak-anak.

Suasana Jumat malam semakin riuh tatkala warga dari tiap RT unjuk kebolehan di atas panggung pentas seni. Beragam pertunjukan ditampilkan secara bergantian, mulai dari ansambel Angklung SD Negeri Gemawang, Tari Soul, Tari Kenya Menik, Senam Sakura, Paduan Suara Bapak-Bapak RT 05, Tari Hompimpah Rusunawa, Angklung Ibu-Ibu RT 05, Tari Tradisional Engklek, Tari Suka-Parisuka, hingga Paduan Suara Frater Wisma Sang Panebus.

Malam puncak kian meriah saat kelompok Ketoprak Remaja Padukuhan Gemawang membawakan lakon drama tradisional bertajuk “Dewi Maya Mayat Hidup”. Pertunjukan seni yang dipimpin oleh Danang dan dibina oleh Kusmanto tersebut tampil memukau dengan alunan musik tradisional langsung dari pengiring karawitan Sri Gumawang.

Dukuh Gemawang, Achmad Syafi’i, menyampaikan rasa bangga dan apresiasi setinggi-tingginya atas kekompakan serta partisipasi aktif seluruh warga dalam melestarikan budaya lokal.

“Malam ini sungguh gembira melihat warga yang kompak, kreatif, dan hebat. Setiap RT tampil dan punya ciri khas masing-masing. Saya sebagai Dukuh hanya bisa bilang dua kata: bangga dan mantap. Teruskan semangat berkesenian ini, jadikan padukuhan kita padukuhan yang hidup budayanya,” tegas Achmad Syafi’i.

Seluruh rangkaian perayaan kemerdekaan di Padukuhan Gemawang dijadwalkan bakal ditutup secara resmi melalui kegiatan jalan sehat dan pembagian door prize pada Minggu (23/08/2026). Kebersamaan yang terjalin sepanjang acara menjadi bukti nyata bahwa peringatan hari kemerdekaan di tingkat padukuhan tak sekadar seremonial, tetapi menjadi sarana efektif mempererat tali persaudaraan antarwarga. (Y. Edy Setyoharjo/KIM Pijar Mlati)




Tingkatkan Kenyamanan Ibadah Jamaah, DKM Masjid At-Tauhid Jatisawit Mulai Bangun Lahan Parkir Swadaya

Sleman — Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) At-Tauhid Padukuhan Jatisawit menggelar acara peletakan batu pertama untuk memulai pembangunan lahan parkir baru pada Jumat (21/08/2026). Langkah ini diambil guna menata kerapian kendaraan jamaah sekaligus menunjang kelancaran seluruh rangkaian kegiatan keagamaan di masjid setempat.

Pembangunan sarana pendukung seluas 12 x 15 meter persegi tersebut dihadiri oleh Kepala Padukuhan Jatisawit, Saryo, Ketua DKM Masjid At-Tauhid, Imam Rosyidi, serta belasan tokoh masyarakat dan jamaah warga sekitar.

Kepala Padukuhan Jatisawit, Saryo, mengapresiasi tinggi inisiatif warga dan pengurus masjid dalam merealisasikan area parkir mandiri tersebut. Ia menilai ketersediaan tempat parkir yang memadai sangat krusial untuk menjaga ketertiban serta keamanan kendaraan.

“Dengan dibangunnya lahan parkir ini, nantinya bisa menambah kenyamanan dan kekhusyukan jamaah dalam melaksanakan ibadah tanpa rasa khawatir dengan keamanan kendaraannya,” ujar Saryo saat menyampaikan sambutan di lokasi acara.

Senada dengan hal tersebut, Ketua DKM Masjid At-Tauhid, Imam Rosyidi, menegaskan bahwa area fisik yang sedang dibangun ini dirancang memiliki fungsi ganda. Selain penataan kendaraan, area tersebut disiapkan sebagai ruang terbuka pendukung kegiatan syiar keagamaan.

“Lahan parkir nantinya tidak hanya untuk kendaraan saja, tetapi juga bisa kita manfaatkan untuk kegiatan lain yang sifatnya keagamaan. Pembangunan ini murni berasal dari swadaya masyarakat dan donasi para jamaah. Semoga selalu diberikan kemudahan dan kelancaran dalam prosesnya,” tutur Imam Rosyidi.

Dengan mulainya tahap peletakan batu pertama ini, pihak pengurus masjid berharap pengerjaan fisik dapat berjalan lancar sehingga fasilitas baru tersebut bisa secepatnya dimanfaatkan oleh seluruh jamaah dan warga Padukuhan Jatisawit. (Antok/KIM Pararta Guna Gamping)




Inovasi Layanan Publik, Kapanewon Depok Sosialisikan Sistem Pemesanan Fasilitas Digital SIPINTAR

Sleman — Kapanewon Depok, Kabupaten Sleman, resmi meluncurkan sekaligus menyosialisasikan inovasi digital terbaru bernama Sistem Informasi Pinjam Tempat dan Ruang di Kapanewon Depok (SIPINTAR Depok). Langkah ini diambil untuk menata sekaligus mempermudah proses peminjaman berbagai fasilitas publik di lingkungan pemerintah setempat agar lebih transparan dan efisien.

Sebagai bagian dari tahapan pengenalan platform, tim pengembang menyosialisasikan SIPINTAR Depok kepada Pemerintah Kalurahan Condongcatur pada Jumat (21/08/2026) pukul WIB. Dalam pertemuan yang berlangsung di Ruang Kerja Carik Condongcatur tersebut, tim memperagakan alur kerja sistem secara lengkap di hadapan Carik Condongcatur, Riska Dian Nur Lestari, mulai dari prosedur pengecekan ketersediaan tempat, pengajuan formulir secara daring, verifikasi berkas, hingga pemantauan status peminjaman real-time.

Lahirnya SIPINTAR Depok berawal dari identifikasi masalah lapangan oleh Kelompok 12 Peserta Orientasi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Gelombang 5 mengenai belum optimalnya tata kelola peminjaman sarana publik di Kapanewon Depok. Masalah tersebut kemudian dimatangkan melalui rangkaian koordinasi bersama Panewu Depok, Panewu Anom, serta Subbagian Umum dan Kepegawaian (Umpeg) pada awal Agustus 2026 hingga akhirnya diwujudkan menjadi platform digital terpadu.

Panewu Anom Depok, Hery Subagio, menegaskan bahwa pembaruan tata kelola layanan ini menjadi jawaban konkret atas dinamika kebutuhan masyarakat yang menginginkan kepastian informasi dan transparansi.

“Review standar pelayanan bukan sekadar memenuhi kewajiban administratif, tetapi merupakan langkah strategis untuk memastikan setiap layanan tetap relevan dengan perkembangan teknologi, perubahan regulasi, dan kebutuhan masyarakat,” tegas Hery Subagio.

Sistem digital ini dibekali fitur utama berupa Kalender Agenda. Fitur ini memungkinkan calon pemohon untuk memantau jadwal pemanfaatan gedung secara mandiri sehingga potensi benturan kegiatan dapat dicegah sejak awal. Pemohon diwajibkan mengisi formulir pengajuan paling lambat tiga hari (H-3) sebelum jadwal acara. Setelah berkas diunggah, petugas Subbagian Umpeg akan mendatangkan validasi dengan mempertimbangkan agenda internal dinas.

Untuk memantau status permohonan, pemohon dapat mengecek penanda warna pada kalender sistem. Penanda warna kuning menunjukkan pengajuan masih berstatus verifikasi, sedangkan warna hijau menandakan permohonan telah resmi disetujui. Pemohon juga disediakannya fasilitas pelacak status menggunakan nomor WhatsApp terdaftar, termasuk fitur untuk mengubah jadwal maupun membatalkan permohonan selama statusnya masih dalam tahap pengisian.

SIPINTAR Depok memuat sedikitnya tujuh fasilitas publik Kapanewon Depok yang dapat diakses oleh masyarakat umum, organisasi, maupun instansi pemerintah. Fasilitas tersebut mencakup Gedung Sasana Anglocitatama berkapasitas 80 orang, Ruang Rapat Lantai II (20 orang), Ruang PKK (40 orang), Pendopo Kapanewon (50 orang), Halaman Kapanewon (lebih dari 100 orang), Gedung Kaca (40 orang), serta area Taman Keluarga dengan kapasitas fleksibel. Bagi instansi luar Kapanewon Depok, formulir pengajuan wajib dilengkapi dengan dokumen surat permohonan resmi. (Wasana/KIM Depok)