Perkuat Sinergi Pembangunan Wilayah, LPMKal Condongcatur Gelar Rakor Evaluasi Program

Sleman — Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kalurahan (LPMKal) Condongcatur bersama Sub Unit LPMKal menggelar Rapat Koordinasi enam bulanan di Ruang Wacana Loka, Kantor Kalurahan Condongcatur, Kapanewon Depok, Kabupaten Sleman, pada Jumat (21/08/2026) mulai pukul hingga WIB. Pertemuan berkala ini dilaksanakan untuk memperkuat koordinasi serta memastikan seluruh program pembangunan wilayah berjalan tepat sasaran, terukur, dan sesuai dengan kebutuhan riil masyarakat.
Dalam koordinasi tersebut, pengurus membahas berbagai agenda strategis, mulai dari evaluasi progres pembangunan tahun 2026, penanganan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), hingga peluang skema pembiayaan melalui Bantuan Keuangan Khusus (BKK), pokok-pokok pikiran (pokir) DPRD, serta Prasarana, Sarana, dan Utilitas Umum (PSU).
Ketua LPMKal Condongcatur, Siswantoro, menjelaskan bahwa koordinasi pembangunan yang melibatkan Sub Unit LPMKal di tingkat RW selama ini telah berjalan efektif. Setiap proposal fisik maupun nonfisik yang masuk selalu diverifikasi oleh tim khusus guna memastikan kesesuaian volume pekerjaan dengan rencana anggaran belanja.
“Setiap usulan diverifikasi agar volume pekerjaan dan anggarannya sesuai kebutuhan. Pembangunan dilaksanakan dengan dukungan Pemerintah Kalurahan serta swadaya masyarakat,” ujar Siswantoro di sela-sela kegiatan. Mekanisme ini sejalan dengan fungsi LPMKal sebagai mitra strategis pemerintah kalurahan dalam menyerap aspirasi, merencanakan pembangunan, hingga menggerakkan partisipasi dan gotong royong warga.
Pada kesempatan yang sama, Ulu-Ulu Condongcatur, Murgiyanta, yang hadir mewakili Lurah Condongcatur, membeberkan dinamika pelaksanaan proyek di lapangan. Ia mengungkapkan bahwa sejumlah pekerjaan fisik sempat mengalami keterlambatan teknis lantaran dana BKK baru masuk ke rekening kalurahan pada bulan Juli, sehingga proses pencairan baru dapat diproses setelahnya.
“Kami mohon maaf atas keterlambatan. Meski demikian, pembangunan tetap kami jalankan secara bertahap dengan memperhatikan volume, anggaran, dan kualitas pekerjaan,” tegas Murgiyanta.
Ia memaparkan, beberapa proyek infrastruktur yang saat ini tengah berjalan mencakup pengaspalan jalan di 12 titik yang tersebar di 14 RW, di mana terdapat penggabungan titik lokasi pada ruas jalan yang bersambung. Selain itu, program pembangunan jalan lingkungan menggunakan paving block Holland ditargetkan menyasar 23 titik. Dari target tersebut, sebanyak 12 titik telah rampung dikerjakan, sementara sisanya bakal dilanjutkan secepatnya usai rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Terkait pengerjaan fasilitas drainase, Murgiyanta menyebutkan adanya penyesuaian perhitungan anggaran akibat lonjakan harga bahan bangunan di pasaran. “Perhitungan drainase harus ditinjau kembali. Jangan sampai pekerjaan dipaksakan, tetapi volume, anggaran, dan kualitasnya justru tidak sesuai,” tambahnya.
Forum Rakor turut mendorong pengurus wilayah untuk aktif mengoptimalkan berbagai sumber pembiayaan luar, seperti BKK Kabupaten Sleman, aspirasi pokir DPRD, hingga program PSU dari dinas terkait. Mengenai penanganan RTLH, pihak kalurahan memastikan program penanganan rumah tidak layak akan terus dibuka dan diusulkan selama calon penerima manfaat memenuhi kriteria, termasuk kejelasan status kepemilikan tanah. Untuk alokasi program PSU tahun 2026, pengerjaan difokuskan pada drainase dan pengaspalan di wilayah Dero RW 16, sedangkan untuk PSU tahun 2027 mendatang direncanakan menyasar wilayah Gejayan RW 29.
Langkah keterbukaan dan pelibatan ini mendapat apresiasi positif dari jajaran Sub Unit LPMKal. Perwakilan Sub Unit LPMKal Dero, Sunarto, menyampaikan rasa terima kasihnya atas sinergi yang terus terjalin bersama pemerintah kalurahan.
“Kami berterima kasih karena Sub Unit selalu dilibatkan. Jika anggaran kalurahan terbatas, kebutuhan prioritas wilayah bisa diperjuangkan melalui sumber lain seperti BKK maupun PSU,” kata Sunarto.
Senada dengan hal tersebut, perwakilan Sub Unit LPMKal Sanggrahan, Kustanto DW, memberikan usulan agar pemerintah kalurahan dapat menyediakan saluran informasi yang lebih cepat dan terintegrasi terkait peluang program pembiayaan pembangunan.
“Perlu ada patokan dan akses informasi yang cepat, khususnya untuk BKK, pokir maupun PSU, sehingga wilayah memiliki waktu cukup untuk menyiapkan usulan dan persyaratannya,” ungkap Kustanto.
Melalui forum rakor rutin ini, sinergi antara Pemerintah Kalurahan Condongcatur, LPMKal, Sub Unit LPMKal, dan seluruh elemen masyarakat diharapkan dapat semakin solid dalam mewujudkan pembangunan daerah yang partisipatif, transparan, serta mengedepankan budaya swadaya dan gotong royong. (Wasana/KIM Depok)



