48 Mahasiswa UNISA Yogyakarta Laksanakan Pengabdian Ners di Trihanggo

Sleman – Sebanyak 48 mahasiswa Universitas ‘Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta melaksanakan kegiatan Pengabdian Ners di Padukuhan Kronggahan II, Kalurahan Trihanggo, Kapanewon Gamping, Sleman. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari pembelajaran lapangan sekaligus bentuk kontribusi mahasiswa dalam meningkatkan kesadaran dan kualitas kesehatan masyarakat.
Rombongan mahasiswa UNISA diterima langsung oleh Kepala Jawatan Sosial Kapanewon Gamping, Ummul Chusnah, didampingi Kamituwa Trihanggo, Budik Ariyantono, di Graha Mangesti Hanggo, Kamis (20/8/2026).
Dalam sambutannya, Ummul berharap kegiatan pengabdian ners tidak hanya berorientasi pada pelayanan kesehatan, tetapi juga mampu meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pola hidup sehat, pencegahan penyakit, kesehatan keluarga, kebersihan lingkungan, serta pemanfaatan fasilitas pelayanan kesehatan.
Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk mengimplementasikan ilmu dan keterampilan keperawatan yang telah diperoleh di kampus. Masyarakat menjadi ruang pembelajaran yang sesungguhnya karena mahasiswa dapat melihat secara langsung kondisi, kebutuhan, dan berbagai permasalahan kesehatan yang dihadapi warga.
“Jadikan kegiatan ini sebagai kesempatan untuk belajar, berdialog, mendengarkan aspirasi warga, sekaligus memberikan kontribusi nyata sesuai dengan kompetensi yang dimiliki,” tandasnya.
Sementara itu, Kamituwa Trihanggo, Budik Ariyantono mengatakan kegiatan pengabdian ners juga menjadi sarana bagi mahasiswa untuk memahami kondisi kesehatan masyarakat secara lebih komprehensif.
“Dengan berinteraksi langsung bersama warga, mahasiswa dapat mengenali berbagai potensi, kebutuhan, serta permasalahan kesehatan yang terdapat di lingkungan masyarakat, sehingga pendekatan pelayanan yang dilakukan dapat disesuaikan dengan kondisi setempat,” imbuh Budik.
Melalui edukasi dan pendampingan yang diberikan, warga diharapkan semakin peduli terhadap pola hidup sehat, kebersihan lingkungan, pemenuhan gizi, kesehatan keluarga, serta pentingnya pemeriksaan kesehatan secara rutin sebagai langkah deteksi dan pencegahan penyakit.
Selain memberikan manfaat bagi masyarakat, kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari proses pembentukan kompetensi sosial dan profesional mahasiswa. Tenaga keperawatan tidak hanya dituntut memiliki kemampuan klinis, tetapi juga mampu berkomunikasi, membangun hubungan dengan masyarakat, bekerja sama lintas sektor, serta memahami aspek sosial dan budaya yang memengaruhi kesehatan.
Kegiatan yang dijadwalkan berlangsung hingga 3 Oktober 2026 tersebut menjadi bentuk konkret sinergi antara perguruan tinggi dan masyarakat. Program tersebut diharapkan tidak sekadar memenuhi kebutuhan akademik mahasiswa, tetapi juga memberikan dampak positif yang berkelanjutan, serta memperkuat kemandirian masyarakat dalam menjaga dan meningkatkan derajat kesehatan. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Gamping)



