Kapanewon Depok Perkuat Kewaspadaan Warga Hadapi Penipuan Aktivasi IKD

Sleman –  Pemerintah Kapanewon Depok, Kabupaten Sleman, memperkuat kewaspadaan masyarakat terhadap maraknya modus penipuan yang mengatasnamakan layanan aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD). Pelaku umumnya menghubungi warga melalui WhatsApp, SMS, telepon, maupun media sosial dengan mengaku sebagai petugas Dukcapil.

Kepala Jawatan Umum Kapanewon Depok, Benyamin Dalung mengatakan modus tersebut perlu mendapat perhatian karena pelaku kerap meminta data pribadi, seperti Nomor Induk Kependudukan (NIK), nomor Kartu Keluarga, foto KTP, hingga kode OTP.

“Masyarakat perlu memastikan terlebih dahulu setiap informasi yang diterima. Jangan memberikan data pribadi maupun kode OTP kepada pihak yang identitas dan kewenangannya tidak dapat dipastikan,” katanya di Padukuhan Nanggulan, Kalurahan Maguwoharjo, Rabu (19/8/2026).

Beny, menjelaskan pelaku juga dapat mengirimkan tautan, barcode, maupun berkas aplikasi berformat APK untuk menarik korban mengikuti proses aktivasi IKD secara daring. Karena itu, masyarakat diminta tidak membuka atau memasang berkas yang dikirim melalui nomor tidak dikenal.

Menurutnya, masyarakat perlu memahami prosedur resmi aktivasi IKD. Layanan tersebut dilakukan melalui verifikasi langsung bersama petugas pada fasilitas pelayanan administrasi kependudukan dan tidak dipungut biaya.

“Aktivasi IKD bukan layanan yang dilakukan secara sembarangan melalui pesan pribadi. Masyarakat harus menggunakan jalur resmi agar data kependudukan tetap terlindungi dan tidak disalahgunakan,” ujarnya.

Beny juga meminta masyarakat segera melakukan konfirmasi kepada instansi pemerintah apabila menerima tawaran aktivasi IKD yang mencurigakan. Langkah tersebut penting untuk mencegah pencurian data pribadi yang dapat dimanfaatkan untuk berbagai tindak kejahatan digital.

“Perlindungan data kependudukan membutuhkan kehati-hatian bersama. Jangan mudah mengikuti arahan, membuka tautan, ataupun memberikan informasi sensitif sebelum memastikan bahwa layanan tersebut benar-benar berasal dari kanal resmi,” tegasnya.

Pemerintah Kapanewon Depok terus mendorong peningkatan literasi dan keamanan digital masyarakat seiring berkembangnya layanan pemerintahan berbasis elektronik. Pemahaman terhadap prosedur resmi diharapkan dapat memperkuat perlindungan data pribadi sekaligus mendukung pemanfaatan IKD secara aman dan bertanggung jawab. (Athiful/KIM Depok)




BLT Dana Desa Tahap Kedelapan Disalurkan, 14 KPM kembali Menerima Bantuan

Sleman — Pemerintah Kalurahan Margorejo, Kapanewon Tempel, Kabupaten Sleman, kembali menyalurkan Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-DD) tahap kedelapan kepada 14 Keluarga Penerima Manfaat (KPM), Kamis (20/8/2026).

Penyaluran bantuan berlangsung di Kantor Kalurahan Margorejo dengan melibatkan unsur pemerintah kalurahan, lembaga kalurahan, serta tenaga pendamping. Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu keluarga penerima memenuhi kebutuhan sehari-hari sekaligus menjaga ketahanan ekonomi rumah tangga.

Penyaluran dikoordinasikan oleh Kamituwa Margorejo Anwar Ihsani, didampingi Carik Margorejo Ariyanto Wibowo, serta Iwan Wismantoro selaku Tenaga Pendamping Sosial Desa (TPSD).

Anwar mengatakan, kesinambungan program BLT-DD diharapkan mampu memberikan manfaat nyata bagi keluarga yang masih membutuhkan dukungan.

“Kami berharap bantuan ini bisa digunakan sebaik-baiknya, terutama untuk memenuhi kebutuhan yang benar-benar penting bagi keluarga. Pemerintah kalurahan akan terus berupaya agar proses penyaluran berjalan tertib dan sesuai ketentuan,” ujar Anwar.

Bagi penerima, bantuan tersebut memiliki arti tersendiri karena dapat membantu memenuhi kebutuhan rumah tangga di tengah berbagai pengeluaran yang harus dipenuhi.

Salah satu penerima, Luvia Indi Pramadewi, warga Padukuhan Mangkudranan, menyampaikan apresiasinya atas bantuan Rp 300ribu yang kembali diterima. Ia mengatakan BLT-DD memberikan ruang bagi keluarganya untuk lebih leluasa mengatur kebutuhan yang menjadi prioritas.

“Bantuan ini sangat membantu. Kami bersyukur masih mendapatkan perhatian dari pemerintah. Rencananya akan saya gunakan untuk kebutuhan rumah tangga yang penting dan mendesak,” kata Luvia.

Menurutnya, bantuan tersebut tidak hanya bernilai secara ekonomi, tetapi juga memberikan rasa terbantu karena kebutuhan keluarga dapat sedikit lebih ringan.

Penyaluran BLT-DD tahap kedelapan kepada 14 KPM menjadi bagian dari upaya pemerintah kalurahan memperkuat perlindungan sosial berbasis masyarakat. Program tersebut sekaligus menunjukkan pentingnya kehadiran pemerintah di tingkat kalurahan dalam merespons kebutuhan warga secara langsung.

Dengan penyaluran yang tertib, transparan, dan tepat sasaran, BLT-DD diharapkan mampu menjadi salah satu penopang ekonomi keluarga penerima, sembari membuka ruang bagi penguatan kemandirian dan kesejahteraan masyarakat dalam jangka panjang. (SBD / KIM Tempel)




Kapanewon Depok Fasilitasi Warga Daftar Perlinsos Digital

Sleman – Pemerintah Kapanewon Depok memfasilitasi pendaftaran Program Perlindungan Sosial (Perlinsos) berbasis digital bagi warga Padukuhan Pondok, Kalurahan Condongcatur, Rabu (19/8/2026). Layanan tersebut menjadi bagian dari pelaksanaan percontohan Perlinsos digital Kementerian Sosial di Kabupaten Sleman.

Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 12 warga berhasil terlayani melalui proses pendaftaran dan pendampingan. Pendaftaran dilakukan melalui portal Perlinsos untuk mempermudah masyarakat mengakses program perlindungan sosial secara lebih terbuka dan terintegrasi. Program ini ditujukan bagi masyarakat miskin, rentan, serta kelompok yang menghadapi risiko sosial agar memperoleh akses perlindungan sesuai kondisi dan data yang tercatat.

Kepala Bagian Umum Kapanewon Depok, Benyamin Dalung mengatakan fasilitasi di tingkat padukuhan membantu warga memahami tahapan pendaftaran sekaligus menyiapkan data yang diperlukan.

“Kami mendampingi masyarakat agar proses pendaftaran dapat dilakukan dengan benar. Warga juga perlu memastikan data kependudukannya sudah sesuai sebelum mengakses layanan,” katanya.

Beny, menjelaskan aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD) menjadi bagian penting dalam mendukung proses verifikasi. Ketepatan data kependudukan akan mempermudah pencocokan informasi dalam sistem.

Menurutnya, pendampingan tetap dibutuhkan meskipun pendaftaran telah menggunakan layanan digital. Tidak semua warga memiliki tingkat pemahaman yang sama dalam mengakses portal maupun menyelesaikan tahapan administrasi.

“Layanan digital harus tetap mudah dijangkau. Karena itu, pendampingan diperlukan agar masyarakat tidak mengalami kendala saat mendaftar,” ujarnya.

Menurutnya, Pemerintah Kapanewon Depok mendorong warga memperbarui data kependudukan apabila terjadi perubahan dalam keluarga atau identitas. Data yang mutakhir akan mendukung kelancaran akses terhadap berbagai program pemerintah.

“Melalui fasilitasi tersebut, kami berupaya memperluas akses masyarakat terhadap Perlinsos sekaligus mendukung penerapan layanan sosial digital yang lebih tertib, transparan, dan tepat sasaran di Kabupaten Sleman,” tandasnya. (Athiful/KIM Depok)




Dukcapil Sleman Layani 110 Administrasi Kependudukan Warga Nanggulan

Sleman – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kabupaten Sleman membuka pelayanan administrasi kependudukan bagi warga Padukuhan Nanggulan, Kalurahan Maguwoharjo, Kapanewon Depok, Rabu (19/8/2026).

Dukcapil Sleman mencatat sebanyak 110 layanan. Jumlah tersebut meliputi 13 akta kelahiran, enam akta kematian, empat konsultasi akta kelahiran, empat konsultasi akta kematian, 63 aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD), dua KTP Elektronik pemula, serta 18 Kartu Identitas Anak (KIA).

Kepala Jawatan Umum Kapanewon Depok, Benyamin Dalung mengatakan pelayanan di tingkat padukuhan memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam mengakses layanan administrasi kependudukan secara lebih dekat dan praktis.

“Warga dapat mengurus kebutuhan administrasi sekaligus memperoleh konsultasi secara langsung tanpa harus menempuh layanan yang lebih jauh. Pola pelayanan ini diharapkan dapat mempercepat penyelesaian dokumen yang dibutuhkan masyarakat,” katanya.

Menurut Beny, sapaan akrabnya, kelengkapan dan ketepatan data kependudukan perlu mendapat perhatian karena menjadi dasar dalam mengakses berbagai pelayanan publik.

Ia mengimbau masyarakat segera melaporkan setiap perubahan data, termasuk kelahiran, kematian, maupun perubahan identitas, agar dokumen kependudukan senantiasa sesuai dengan kondisi terbaru.

“Administrasi kependudukan yang tertib akan memudahkan masyarakat dalam mengakses layanan pemerintah, pendidikan, kesehatan, maupun program perlindungan sosial,” ujarnya.

Beny berharap kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Dukcapil Kabupaten Sleman untuk memperluas jangkauan pelayanan sekaligus mendorong masyarakat semakin tertib dalam memperbarui dokumen kependudukan. (Athiful/KIM Depok)




Mahasiswi UNISA Yogyakarta Raih Perunggu di Kejuaraan Taekwondo Internasional

Sleman – Mahasiswi Program Studi Gizi Universitas ‘Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta, Athiyyah Charisa Putri, meraih medali perunggu kategori Poomsae Senior Taegeuk 6 dalam ajang International Gelora Taekwondo Indonesia Championship.

Prestasi tersebut menunjukkan kemampuan Athiyyah menjaga keseimbangan antara kegiatan akademik, organisasi, dan latihan olahraga. Kesibukan perkuliahan di bidang gizi tidak menghalanginya untuk terus mengembangkan kemampuan pada cabang olahraga taekwondo.

Athiyyah mengatakan lingkungan kampus turut memberikan ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan potensi akademik maupun nonakademik secara seimbang.

“Apabila ingin berkembang tidak hanya di bidang akademik, tetapi juga nonakademik, UNISA Yogyakarta adalah tempat yang tepat. Di sini, kami diberikan ruang luas untuk menyalurkan minat, bakat, dan kemampuan secara seimbang,” katanya, Rabu (19/8/2026).

Menurut Athiyyah, dukungan lingkungan pendidikan menjadi bagian penting dalam menjaga konsistensi mahasiswa untuk terus berlatih sekaligus menyelesaikan tanggung jawab akademik.

Capaian pada kejuaraan internasional tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa pengembangan mahasiswa tidak hanya bertumpu pada prestasi di ruang perkuliahan. Minat dan bakat yang dikelola secara konsisten dapat membentuk disiplin, ketekunan, serta daya saing generasi muda.

Dalam konteks Kabupaten Sleman, prestasi mahasiswa perguruan tinggi turut memperkuat ekosistem pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia. Kiprah generasi muda pada ajang internasional juga dapat menjadi inspirasi bagi pelajar dan mahasiswa lain untuk mengembangkan potensi secara serius.

Prestasi tersebut sekaligus memiliki nilai penting bagi Pemerintah Kabupaten Sleman dalam mendorong tumbuhnya generasi muda yang unggul, sehat, produktif, dan mampu bersaing. Sinergi lingkungan pendidikan, keluarga, masyarakat, dan pemerintah daerah menjadi bagian penting dalam menciptakan ruang yang mendukung lahirnya prestasi.

Athiyyah berharap pencapaiannya dapat memotivasi mahasiswa lain untuk berani mengembangkan kemampuan sesuai bidang yang diminati tanpa mengesampingkan tanggung jawab akademik.

Melalui capaian tersebut, UNISA Yogyakarta memperkuat perannya dalam mendukung pengembangan mahasiswa secara utuh sekaligus turut memberi kontribusi terhadap penguatan kualitas generasi muda di Kabupaten Sleman. (Athiful/KIM Depok)