SD Muhammadiyah Banyuraden Reviu Kurikulum Tahun Ajaran 2026/2027

Sleman – SD Muhammadiyah Banyuraden, Kapanewon Gamping, Kabupaten Sleman, melaksanakan reviu kurikulum tahun ajaran 2026/2027 sebagai bagian dari evaluasi dan penguatan kualitas pembelajaran.

Kegiatan berlangsung dalam bentuk pemaparan dan diskusi untuk menelaah pelaksanaan kurikulum yang telah berjalan sekaligus menyusun langkah pengembangan pembelajaran sesuai kebutuhan peserta didik dan perkembangan pendidikan.

Kepala SD Muhammadiyah Banyuraden, Maria Ulfa mengatakan reviu kurikulum penting dilakukan agar program sekolah tetap relevan dengan karakteristik siswa, kebijakan pendidikan, serta visi dan misi sekolah.

“Reviu ini menjadi kesempatan bagi sekolah untuk melihat kembali pelaksanaan kurikulum, mengevaluasi program yang sudah berjalan, dan menentukan perbaikan yang diperlukan untuk tahun ajaran berikutnya,” katanya, Rabu (19/8/2026).

Pembahasan mencakup program pembelajaran, kebutuhan peserta didik, pelaksanaan kegiatan sekolah, serta berbagai aspek yang mendukung peningkatan mutu akademik dan pembentukan karakter.

Menurutnya, hasil reviu akan menjadi dasar sekolah dalam menyempurnakan perencanaan pembelajaran agar lebih terarah, adaptif, dan mampu menjawab kebutuhan siswa.

“Kurikulum harus terus berkembang mengikuti kebutuhan peserta didik. Karena itu, evaluasi tidak berhenti pada dokumen, tetapi harus berdampak pada kualitas proses belajar di kelas,” ujarnya.

Sekolah juga menempatkan penguatan karakter sebagai bagian penting dalam pengembangan kurikulum sehingga capaian akademik berjalan seimbang dengan pembentukan sikap, kemandirian, dan tanggung jawab siswa.

Melalui reviu tersebut, lanjutnya, SD Muhammadiyah Banyuraden berupaya menghadirkan pembelajaran yang semakin berkualitas, relevan, dan mampu membentuk peserta didik yang berkarakter serta memiliki kompetensi sesuai perkembangan zaman. (Athiful/KIM Depok)




Panpel Kejurda Catur DIY 2026 Siap Gelar Pertandingan

Sleman — Panitia Pelaksana (Panpel) Kejuaraan Daerah (Kejurda) Catur DIY 2026 menggelar rapat persiapan pertandingan di Aula Bappeda Sleman, Rabu (19/8/2026). Rapat tersebut membahas kesiapan teknis dan koordinasi antarbidang menjelang pelaksanaan kejuaraan.

Ketua Pengda Percasi DIY, Iwan Prihastomo mengapresiasi kerja sama seluruh anggota panitia dalam mempersiapkan Kejurda Catur DIY 2026. Kejuaraan tersebut akan berlangsung pada 22, 23, dan 25 Agustus 2026.

“Pada tanggal tersebut merupakan hari libur sehingga tidak mengganggu aktivitas perkantoran. Pertandingan akan menggunakan Aula Bappeda Sleman dan Aula Oproom Dinas PMK Sleman,” jelas Iwan.

Pembukaan Kejurda Catur DIY 2026 akan berlangsung Sabtu (22/8/2026) di Aula Bappeda Sleman. Sementara penutupan dijadwalkan Selasa (25/8/2026) di lokasi yang sama.

Iwan berpesan kepada seluruh panitia untuk menjaga kekompakan selama pelaksanaan kejuaraan.

“Jaga kekompakan dalam melaksanakan Kejurda karena kita satu keluarga,” pesannya.

Wakil Ketua Panpel Kejurda Catur DIY 2026, Suranto mengatakan rapat juga menjadi momentum untuk mengevaluasi kesiapan masing-masing penanggung jawab bidang serta memastikan seluruh persiapan berjalan sesuai keputusan bersama.

Kejurda Catur DIY 2026 diikuti 205 atlet dari Kabupaten Sleman, Bantul, Gunungkidul, Kulon Progo, dan Kota Yogyakarta.

Pertandingan dibagi dalam beberapa kategori, yakni yunior berdasarkan kelompok umur, senior, dan veteran.

Suranto menjelaskan, panitia menyediakan tempat pertandingan, sedangkan kebutuhan pendukung seperti papan catur, jam catur, transportasi, dan konsumsi atlet menjadi tanggung jawab pemerintah kabupaten/kota masing-masing.

“Panitia hanya menyediakan tempat pertandingan. Peralatan serta pendukung seperti papan catur, jam, transportasi, dan konsumsi atlet menjadi tanggung jawab pemerintah kabupaten/kota masing-masing,” jelas Suranto.

(Kusnadi/KIM Berbah)




Kapanewon Depok Ingatkan Warga Waspadai Penipuan Berkedok Aktivasi IKD

Sleman — Kapanewon Depok mengingatkan masyarakat agar mewaspadai penipuan yang mengatasnamakan aktivasi atau pembaruan Identitas Kependudukan Digital (IKD). Imbauan tersebut disampaikan menyusul adanya warga Padukuhan Ngropoh, Kalurahan Condongcatur, yang mengalami kerugian akibat dugaan penipuan berkedok aktivasi IKD pada akhir Juli 2026.

Kepala Jawatan Umum Kapanewon Depok, Benyamin Dalung mengatakan masyarakat perlu membedakan layanan resmi pemerintah dengan modus penipuan yang mencatut nama instansi atau program pemerintah.

“Aktivasi IKD dilakukan secara langsung di hadapan petugas resmi. Jangan mudah percaya jika ada pihak yang menghubungi melalui WhatsApp, SMS, atau telepon dan meminta aktivasi melalui tautan maupun kode QR,” ujarnya saat pelayanan jemput bola administrasi kependudukan di Masjid Al Haq, Padukuhan Pondok, Kalurahan Condongcatur, Rabu (19/8/2026).

Benyamin juga mengingatkan warga agar tidak memberikan NIK, foto KTP, OTP, PIN, kata sandi, maupun kode verifikasi kepada pihak yang tidak dapat dipastikan identitas dan kewenangannya.

“Jika menerima informasi mencurigakan, jangan langsung mengikuti instruksi. Konfirmasikan terlebih dahulu kepada Disdukcapil atau Kapanewon,” tegasnya.

Menurutnya, peningkatan layanan publik berbasis digital perlu diiringi dengan literasi keamanan data. Masyarakat diminta tidak mengeklik tautan atau memindai kode QR yang mencurigakan serta memastikan informasi melalui kanal resmi pemerintah.

“Jika ragu, jangan klik tautan, jangan berikan data pribadi, dan jangan mengikuti instruksi dari pihak yang tidak dikenal. Pastikan terlebih dahulu kebenaran informasinya melalui petugas atau kanal resmi pemerintah,” pungkasnya.

Imbauan tersebut sekaligus disampaikan dalam kegiatan pelayanan jemput bola administrasi kependudukan di Padukuhan Pondok. Kegiatan tersebut menjadi sarana pelayanan sekaligus edukasi kepada masyarakat mengenai penggunaan IKD secara aman.

(Wasana/KIM Depok)




Milad Ke-16 SPS Asparagus II Perkuat Kolaborasi Sekolah dan Orang Tua dalam Pengasuhan Anak

Sleman – SPS Asparagus II Babadan Baru, Kentungan, Kalurahan Condongcatur, Kapanewon Depok, Sleman, memperingati Milad ke-16 dengan memperkuat komitmen menghadirkan pendidikan anak usia dini yang berkualitas, aman, nyaman, dan sesuai dengan kebutuhan tumbuh kembang anak.

Puncak Milad yang digelar Rabu (19/8/2026) menjadi momentum evaluasi sekaligus pembaruan layanan pendidikan. Memasuki Tahun Ajaran 2026/2027, SPS Asparagus II melakukan sejumlah penyesuaian dalam penyelenggaraan kegiatan sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas pembelajaran.

Kepala SPS Asparagus II, Muflichah mengatakan perjalanan selama 16 tahun menjadi pijakan bagi lembaga untuk terus beradaptasi dengan perkembangan pendidikan tanpa mengabaikan kebutuhan dasar anak.

“Memasuki usia ke-16, SPS Asparagus II terus melakukan pembenahan dan penyesuaian sesuai kebutuhan perkembangan lembaga, peserta didik, serta tuntutan pendidikan saat ini. Kami ingin menghadirkan layanan pendidikan yang semakin baik dan sesuai dengan perkembangan anak,” ujarnya.

Menurutnya, SPS Asparagus II tetap berkomitmen mewujudkan visi dan misi lembaga untuk membentuk generasi yang berakhlak, cerdas, kreatif, sehat, ceria, dan berbudaya.

Peringatan Milad ke-16 tidak hanya diisi kegiatan seremonial. Berbagai kegiatan sosial, pendidikan, dan reflektif turut dilaksanakan, di antaranya perlombaan, bakti sosial berupa penyerahan paket sembako kepada kaum duafa di sekitar sekolah, serta ziarah ke makam salah satu pendidik SPS Asparagus II yang telah wafat.

Kegiatan tersebut dihadiri Penilik PAUD Kapanewon Depok Sih Ngatini, Kamituwa Kalurahan Condongcatur Al Thouvik Sofisalam, Dukuh Kentungan Suhartini, pengurus komite sekolah, PKK RW Babadan Baru, pendidik, orang tua, serta peserta didik.

Kamituwa Kalurahan Condongcatur, Al Thouvik Sofisalam, menekankan pentingnya kolaborasi antara lembaga pendidikan dan keluarga dalam pengasuhan anak. Menurutnya, sekolah memiliki peran penting dalam pendidikan, tetapi keluarga tetap menjadi lingkungan utama dalam pembentukan karakter dan kebiasaan anak.

“Pengasuhan anak jangan hanya dilimpahkan kepada sekolah. Orang tua memiliki peranan yang sangat penting karena keluarga merupakan lingkungan utama bagi tumbuh kembang dan pembentukan karakter anak,” ujarnya.

Al Thouvik juga mengingatkan orang tua agar bijak dalam mendampingi penggunaan gawai pada anak. Perkembangan teknologi perlu diarahkan agar memberikan manfaat tanpa mengurangi kesempatan anak untuk berinteraksi, bermain, berkomunikasi, dan belajar secara langsung.

“Orang tua harus bijak dalam mengatur penggunaan gadget pada anak. Teknologi perlu diarahkan agar memberikan manfaat positif bagi perkembangan mereka. Pendampingan orang tua menjadi sangat penting,” katanya.

Ia berharap SPS Asparagus II terus berkembang dan menjadi lembaga pendidikan anak usia dini yang memberikan rasa aman dan nyaman bagi anak maupun orang tua.

“Semoga di usia ke-16 ini SPS Asparagus II semakin maju, berkembang, semakin bermanfaat bagi masyarakat, serta menjadi salah satu rujukan lembaga pendidikan yang aman dan nyaman bagi anak,” ujarnya.

(Wasana/KIM Depok)




Kunjungan Guru Besar Unsri ke Kronggahan Perkuat Sinergi Akademisi dan Petani

Sleman – Kunjungan Guru Besar Ilmu Pertanian Berkelanjutan Universitas Sriwijaya, Prof. Muhammad Yamin, ke KWT Sidodadi Kronggahan dan Kelompok Tani Lohjinawi Trihanggo, Rabu (19/8/2026), menjadi momentum memperkuat sinergi antara dunia akademik dan masyarakat dalam pengembangan pertanian berkelanjutan berbasis potensi lokal.

Prof. Muhammad Yamin yang aktif mengajar dan melakukan penelitian di Program Studi Agribisnis serta Program Doktor (S3) Ilmu Pertanian, Fakultas Pertanian Universitas Sriwijaya, Palembang, Sumatera Selatan, dalam kunjungannya berdialog langsung dengan pelaku pertanian untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman.

Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga membuka ruang pertukaran pengetahuan mengenai praktik, tantangan, dan potensi pengembangan pertanian di tingkat masyarakat.

Dukuh Kronggahan II, Anto Sudadi mengatakan kehadiran akademisi di tengah masyarakat dapat menjadi ruang untuk bertukar pengalaman dan gagasan mengenai pengembangan pertanian yang sesuai dengan kondisi serta potensi wilayah.

“Semoga kunjungan ini selain menjadi ajang silaturahmi, juga dapat memberikan motivasi dan wawasan baru bagi anggota KWT Sidodadi dan Kelompok Tani Lohjinawi maupun masyarakat Kronggahan II. Terutama dalam mengembangkan pemanfaatan lahan, meningkatkan produktivitas pertanian, mengolah hasil pertanian, serta memperkuat kemandirian pangan dan ekonomi masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Prof. Yamin mengatakan kegiatan lapangan menjadi bagian dari upaya perguruan tinggi membangun komunikasi dan berbagi pengetahuan dengan masyarakat. Menurutnya, akademisi perlu melihat secara langsung penerapan ilmu sekaligus memahami persoalan yang dihadapi masyarakat.

Ia menilai KWT Sidodadi dan Kelompok Tani Lohjinawi memiliki potensi untuk terus dikembangkan. Menurutnya, kegiatan kelompok tani tidak hanya berkaitan dengan produksi pertanian, tetapi juga berperan dalam ketahanan pangan, pemberdayaan perempuan, pemanfaatan lahan, dan peningkatan ekonomi keluarga.

“Kami mendorong agar kegiatan yang sudah berjalan dapat terus dikembangkan secara inovatif dan berkelanjutan. Pengelolaan pertanian perlu memperhatikan produktivitas sekaligus kelestarian lingkungan, efisiensi penggunaan sumber daya, serta bagaimana hasil pertanian dapat memberikan nilai tambah bagi masyarakat,” jelas Prof. Yamin.

Ia menambahkan, pengalaman dan pengetahuan masyarakat juga menjadi sumber pembelajaran penting bagi akademisi. Praktik pertanian yang berkembang di masyarakat dapat menjadi bahan kajian untuk menghasilkan penelitian yang lebih kontekstual dan memberikan manfaat nyata.

Pertanian berkelanjutan tidak hanya berorientasi pada peningkatan produksi, tetapi juga mencakup kelestarian lingkungan, efisiensi sumber daya, peningkatan kesejahteraan petani, serta kemampuan sektor pertanian menghadapi berbagai perubahan.

Melalui interaksi langsung antara akademisi dan pelaku pertanian, diharapkan terbangun kolaborasi yang dapat mendorong inovasi pertanian yang produktif, ramah lingkungan, dan berkelanjutan bagi generasi mendatang.

(Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Gamping)