Kapanewon Depok Jemput Bola Layanan Adminduk, 83 Dokumen Warga Terlayani

Sleman – Pemerintah Kapanewon Depok, Kabupaten Sleman, memperluas pelayanan administrasi kependudukan kepada warga melalui program Jemput Bola Pemutakhiran Data Kartu Keluarga dan KTP Elektronik (Jebol Target) bersama Jaringan Kader Adminduk Depok Agar Tertib dan Tertata (Jakadara) di Padukuhan Pondok, Kalurahan Condongcatur, Rabu (19/8/2026).

Dalam pelayanan tersebut, petugas menyelesaikan 83 layanan administrasi kependudukan. Rinciannya meliputi aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD) sebanyak 46 akun NIK, 11 dokumen Kartu Keluarga (KK), 19 KTP Elektronik, dan tujuh Kartu Identitas Anak (KIA).

Kepala Bagian Umum Kapanewon Depok, Benyamin Dalung mengatakan layanan jemput bola mempermudah masyarakat menyelesaikan kebutuhan administrasi kependudukan tanpa harus datang langsung ke pusat pelayanan.

“Jebol Target kami hadirkan untuk menjangkau warga lebih dekat. Masyarakat dapat memperbarui data maupun mengurus dokumen kependudukan dengan lebih mudah di wilayah tempat tinggalnya,” katanya.

Menurut Beny, ketepatan data kependudukan memegang peranan penting karena menjadi dasar dalam mengakses berbagai layanan pemerintah, termasuk pelayanan publik dan program perlindungan sosial.

Pelaksanaan program juga melibatkan Jakadara untuk membantu penyampaian informasi dan pendampingan kepada warga. Kader adminduk berperan menghubungkan kebutuhan masyarakat dengan pelayanan yang tersedia di tingkat kapanewon.

“Data kependudukan perlu selalu disesuaikan ketika terjadi perubahan dalam keluarga. Administrasi yang tertib akan membantu masyarakat saat membutuhkan berbagai layanan pemerintah,” ujarnya.

Beny berharap masyarakat semakin aktif memeriksa dan memperbarui dokumen kependudukan agar data yang tercatat sesuai dengan kondisi sebenarnya.

“Melalui Jebol Target dan Jakadara, kami terus memperkuat pelayanan adminduk yang mudah dijangkau sekaligus mendorong tertib administrasi kependudukan bagi masyarakat Kapanewon Depok,” tandasnya. (Athiful/KIM Depok)




MBG Sasar 3B di Posyandu Tanjung II Karangasem, 72 Penerima Dapatkan Makanan Bergizi

Sleman — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) terus diperluas untuk mendukung pemenuhan gizi masyarakat, khususnya kelompok sasaran 3B, yakni ibu hamil, ibu menyusui, dan balita. Salah satu lokasi pelaksanaan program tersebut adalah Posyandu Tanjung II Karangasem, Padukuhan Gempol, Kalurahan Condongcatur, Rabu (19/8/2026).

Sebanyak 72 penerima manfaat yang terdiri atas ibu hamil, ibu menyusui, dan balita mendapatkan makanan bergizi dalam pelaksanaan MBG tersebut. Program ini diharapkan membantu memenuhi kebutuhan gizi sekaligus mendukung kesehatan ibu dan tumbuh kembang anak.

MBG di Posyandu Tanjung II Karangasem dipasok oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Condongcatur 4 dengan Kepala Dapur Aditya Krisna Irawan. Makanan disiapkan dengan memperhatikan kebutuhan gizi penerima manfaat sehingga dapat memberikan asupan yang sesuai bagi ibu dan anak.

Antusiasme masyarakat terlihat dalam pelaksanaan kegiatan. Para penerima manfaat datang ke Posyandu untuk mengambil makanan yang telah disiapkan. Sambutan positif tersebut menunjukkan dukungan masyarakat terhadap program MBG bagi kelompok sasaran 3B.

Dukuh Gempol, Ari Susanti turut menyambut baik pelaksanaan program tersebut. Menurutnya, pemberian MBG bagi ibu hamil, ibu menyusui, dan balita menjadi langkah positif dalam mendukung kesehatan masyarakat sekaligus upaya pencegahan stunting.

“Kami menyambut baik adanya pemberian MBG dengan sasaran 3B ini. Semoga warga Karangasem, Padukuhan Gempol semakin sehat dan angka stunting dapat terus ditekan,” ujar Ari.

Pelaksanaan MBG di Posyandu menjadi bagian dari sinergi antara pemerintah, SPPG, kader Posyandu, dan masyarakat dalam meningkatkan pemenuhan gizi keluarga. Keberlanjutan program dan kolaborasi berbagai pihak diharapkan dapat mendukung kesehatan ibu dan anak serta membantu mencetak generasi yang sehat dan berkualitas.

(Tri Suhartati/KIM Depok)




Pawai Budaya Tunas Bhakti Kayen, Tanamkan Cinta Nusantara Sejak Usia Dini

Sleman – Sebanyak 47 siswa SPS dan TK Tunas Bhakti Kayen mengenakan beragam pakaian adat Nusantara saat mengikuti Pawai Budaya dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kayen, Kalurahan Condongcatur, Kapanewon Depok, Sleman, Rabu (19/8/2026).

Didampingi orang tua dan 10 guru, anak-anak mengenakan pakaian adat dari berbagai daerah, seperti Bali, Dayak Kalimantan, Papua, Jawa Barat, Lampung, Jawa Tengah, dan Banjar. Busana tradisional tersebut dipadukan dengan atribut Merah Putih yang dibawa peserta sepanjang perjalanan.

Kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi bagian dari peringatan kemerdekaan, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran untuk mengenalkan kekayaan budaya Indonesia. Melalui kegiatan ini, anak-anak diajak menumbuhkan rasa cinta Tanah Air, persatuan, serta sikap menghargai keberagaman sejak dini.

Kepala TK Tunas Bhakti Kayen, Atri Syamsiatun mengatakan pengenalan keberagaman melalui pengalaman langsung diharapkan lebih mudah dipahami dan membekas dalam ingatan anak.

“Pawai budaya ini menjadi pembelajaran nyata bagi anak-anak untuk mengenal keberagaman Indonesia sejak usia dini. Melalui pakaian adat Nusantara, anak-anak belajar bahwa meskipun berbeda suku, budaya, dan daerah asal, kita tetap satu sebagai bangsa Indonesia,” kata Atri.

Menurutnya, semangat kemerdekaan dapat dikenalkan melalui kegiatan yang dekat dengan dunia anak dan dikemas secara menyenangkan.

“Anak-anak tidak hanya kami ajak bergembira, tetapi juga belajar tentang kebersamaan, berbagi, gotong royong, dan persatuan. Kami berharap tumbuh rasa bangga dan cinta Tanah Air serta sikap saling menghargai sebagai bagian dari karakter mereka,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala SPS Tunas Bhakti Kayen, Ariyani mengatakan keberagaman pakaian adat yang dikenakan peserta menjadi media sederhana untuk memperkenalkan kekayaan budaya bangsa.

“Kami ingin anak-anak mengenal bahwa Indonesia memiliki kekayaan budaya yang luar biasa. Berbeda pakaian adat, suku, dan budaya, tetapi kita tetap satu Indonesia. Semangat cinta Tanah Air dan menghargai keberagaman inilah yang ingin kami tumbuhkan sejak dini,” ujar Ariyani.

Pelaksanaan pawai turut mendapat dukungan Komite Wali Murid SPS dan TK Tunas Bhakti Kayen yang membantu berbagai persiapan hingga pelaksanaan kegiatan. Kolaborasi antara pendidik, komite, dan orang tua tersebut menjadi bagian dari upaya menciptakan lingkungan pendidikan yang mendukung tumbuh kembang anak.

Setelah menyelesaikan pawai, seluruh peserta kembali ke sekolah dan mengikuti makan bersama. Anak-anak membawa aneka jajanan dari rumah untuk dikumpulkan dan dinikmati bersama sebagai pembelajaran sederhana tentang berbagi dan kebersamaan.

Ariyani menambahkan, SPS Tunas Bhakti Kayen masih menerima peserta didik baru Tahun Ajaran 2026/2027. Kesempatan tersebut terbuka bagi masyarakat yang ingin mendaftarkan putra-putrinya untuk mengikuti pendidikan anak usia dini di SPS Tunas Bhakti Kayen.

“Kami masih menerima peserta didik baru Tahun Ajaran 2026/2027. Kami berharap SPS Tunas Bhakti dapat terus menjadi ruang bagi anak-anak untuk belajar, bermain, bersosialisasi, dan tumbuh bersama dalam lingkungan yang menyenangkan,” katanya.

(Wasana/KIM Depok)




Posyandu Tanjung II Karangasem Layani Kesehatan Warga Semua Siklus Hidup

Sleman – Posyandu Tanjung II Karangasem, Padukuhan Gempol, Kalurahan Condongcatur, kembali melaksanakan kegiatan pelayanan kesehatan bagi masyarakat dengan menyasar seluruh siklus hidup, mulai dari bayi, balita, remaja, dewasa hingga lanjut usia (lansia). Kegiatan yang berlangsung Selasa (18/8/2026) tersebut turut diwarnai semangat peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Salah satu layanan utama Posyandu pada Agustus ini adalah pemberian Vitamin A bagi anak usia 6 bulan hingga 5 tahun. Selain itu, masyarakat mendapatkan berbagai layanan kesehatan, meliputi penimbangan dan pengukuran, pemeriksaan Gula Darah Sewaktu (GDS), pemeriksaan tekanan darah, serta pemberian Makanan Tambahan (PMT) bagi balita dan ibu hamil.

Ketua Posyandu Tanjung II Karangasem, Tatik, mengatakan kegiatan Posyandu dilaksanakan secara rutin sebagai upaya memantau sekaligus meningkatkan kesehatan masyarakat di RW 12 Karangasem, Padukuhan Gempol.

“Posyandu ini rutin kami laksanakan untuk memantau kesehatan warga dari berbagai kelompok usia. Kami berharap masyarakat terus antusias memanfaatkan pelayanan Posyandu,” ujar Tatik.

Kegiatan berlangsung semarak dengan berbagai ornamen bernuansa merah putih. Warga tampak antusias mengikuti rangkaian pelayanan kesehatan, sementara para kader memberikan pelayanan dengan penuh semangat. Kegiatan pun berjalan tertib, lancar, dan penuh keakraban.

Antusiasme masyarakat menunjukkan bahwa keberadaan Posyandu masih mendapatkan dukungan dan perhatian warga. Melalui pelayanan yang dilakukan secara berkesinambungan, kondisi kesehatan masyarakat di RW 12 Karangasem diharapkan semakin terpantau dan terjaga.

Dengan semangat kemerdekaan, Posyandu Tanjung II Karangasem terus berkomitmen memberikan pelayanan kepada masyarakat sebagai bagian dari upaya mewujudkan keluarga yang sehat, kuat, dan bahagia.

(Tri Suhartati KIM Depok)




Dukung Gizi Anak, SPPG Margomulyo Komitmen Hadirkan Menu Ikan

Sleman —  Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Margomulyo, Seyegan, Sleman, terus berupaya melakukan inovasi dalam penyelenggaraan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Salah satu upaya tersebut dilakukan dengan menghadirkan menu berbahan dasar ikan secara rutin, setidaknya satu kali dalam sepekan.

Langkah ini sejalan dengan upaya pemerintah mendorong peningkatan konsumsi ikan sebagai salah satu sumber protein hewani yang bergizi, sekaligus memperkuat pemanfaatan potensi sektor perikanan dalam mendukung ketahanan pangan.

Berdasarkan surat Kementerian Koordinator Bidang Pangan Republik Indonesia Nomor B-85/ tanggal 12 Agustus 2026, pemerintah menargetkan Angka Konsumsi Ikan masyarakat pada 2026 sebesar 26,85 kilogram per kapita per tahun. Penguatan rantai pasok perikanan juga diarahkan untuk mendukung keberlanjutan ketersediaan bahan pangan dalam pelaksanaan Program MBG.

Kepala SPPG Margomulyo, Joni Prasetyo mengatakan SPPG Margomulyo siap berkontribusi melalui penyediaan menu ikan yang menjadi bagian dari variasi menu MBG.

“Kami berkomitmen untuk terus berinovasi, tidak hanya dalam penyajian makanan bergizi, tetapi juga memperkenalkan beragam sumber protein kepada penerima manfaat. Salah satunya dengan menghadirkan menu ikan setidaknya satu kali dalam seminggu,” ujar Joni, Rabu (19/8/2026).

Menurut Joni, ikan memiliki potensi besar sebagai sumber protein hewani yang dapat mendukung pemenuhan kebutuhan gizi anak. Namun, penyajian menu ikan perlu memperhatikan cita rasa, tekstur, keamanan pangan, serta tingkat penerimaan anak agar makanan dapat dikonsumsi secara optimal dan tidak menyisakan banyak makanan.

Karena itu, SPPG Margomulyo terus mengembangkan berbagai olahan ikan yang menarik, higienis, bergizi, dan disesuaikan dengan karakteristik penerima manfaat.

“Bagi kami, inovasi menu bukan sekadar mengganti bahan makanan. Yang terpenting adalah bagaimana makanan tetap bergizi, aman, disukai anak, dan memberikan manfaat nyata bagi tumbuh kembang mereka,” katanya.

Selain mengembangkan menu, SPPG Margomulyo juga membuka peluang penguatan kemitraan dengan peternak, petani, nelayan, pelaku UMKM, serta pemasok pangan lokal. Kemitraan tersebut diharapkan dapat mendukung ketersediaan bahan pangan berkualitas sekaligus memperkuat rantai pasok lokal untuk pelaksanaan MBG.

Joni menambahkan, penguatan pemanfaatan pangan lokal melalui program MBG diharapkan tidak hanya memberikan manfaat bagi pemenuhan gizi penerima manfaat, tetapi juga turut menggerakkan perekonomian masyarakat dan memperkuat ketahanan pangan daerah.

“MBG harus terus berkembang. Kami ingin memastikan setiap menu yang disajikan memiliki nilai gizi, aman dikonsumsi, disukai penerima manfaat, sekaligus dapat mendukung potensi pangan lokal,” pungkasnya.

(Joni Prasetyo / KIM Seyegan)