“Jejak Perjuangan”, Lomba Kreatif Muda-Mudi Sombangan Kenalkan Sejarah ke Anak

Sleman – Organisasi pemuda Muda-Mudi Mekar Arum menyelenggarakan perlombaan edukatif bertajuk “Jejak Perjuangan” di Padukuhan Sombangan, Kalurahan Sumbersari, Kapanewon Moyudan, Kabupaten Sleman, pada Sabtu (15/08/2026).

Kegiatan dalam rangka menyemarakkan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia ini diselenggarakan sebagai sarana untuk mengenalkan sejarah perjuangan bangsa kepada anak-anak usia TK hingga SMP. Selain untuk menanamkan jiwa nasionalisme dan gotong royong, lomba unik yang memadukan aksi menggambar, petualangan, serta permainan tradisional ini dirancang guna mengurangi ketergantungan anak terhadap penggunaan gawai (smartphone).

Dalam perlombaan tersebut, para peserta dibagi ke dalam beberapa tim yang beranggotakan empat anak dengan menggunakan nama-nama pahlawan nasional seperti Soekarno, Mohammad Hatta, Kartini, hingga Cut Nyak Dien. Setiap tim bertugas menyusuri rute penjelajahan dengan mengenakan atribut pahlawan yang menyamar, sembari menyelesaikan tantangan di setiap pos serta mencari benda-benda tersembunyi.

Anggota panitia penyelenggara, Barra, menjelaskan bahwa setiap pos mengharuskan peserta menjawab pertanyaan seputar sejarah kemerdekaan Indonesia dan mengumpulkan simulasi target penyamaran.

“Benda tersembunyi tersebut diibaratkan musuh. Yang menemukan lebih banyak berarti bisa menangkap musuh banyak juga,” ujar Barra pada Sabtu (15/08/2026).

Sementara itu, Ketua Panitia Lomba, Rafif Nafis Furqoni, menuturkan bahwa konsep kegiatan tersebut sengaja dikemas secara interaktif luar ruang agar anak-anak dapat melepaskan diri dari paparan layar gawai selama beberapa jam.

“Tujuannya untuk menumbuhkan karakter kepahlawanan, gotong royong, dan jiwa nasionalisme. Harapan kami dengan lomba ini, anak-anak memiliki jiwa ksatria, jujur, tanggung jawab. Kalau kita perhatikan anak-anak sekarang hari-hari bermain HP apalagi waktu libur. Nah dengan kegiatan ini paling tidak selama 4-5 jam mereka terlepas dari HP. Dengan demikian kami berharap ini menjadi kebiasaan yang baik, dan anak lebih suka pada permainan tradisional,” tutur Rafif Nafis Furqoni.

Melalui kemeriahan lomba “Jejak Perjuangan” ini, pemuda Padukuhan Sombangan berharap nilai-nilai nasionalisme dan kebersamaan dapat terus tertanam kuat dalam diri generasi penerus bangsa. (Giek/KIM Moyudan)




Pelatihan Hantaran Dongkrak Ekonomi PKK Sumbersari

Sleman – Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta menggelar Pelatihan Pembuatan Hantaran di SD Muhammadiyah Semingin, Kalurahan Sumbersari, Kapanewon Moyudan, Kabupaten Sleman, pada Sabtu (15/08/2026).

Kegiatan edukasi ini diselenggarakan sebagai implementasi Program Hilirisasi LPPM UIN Sunan Kalijaga untuk menyasar ibu-ibu PKK dan warga Padukuhan Nasri serta Semingin. Pelatihan ini bertujuan memperkuat ketahanan ekonomi keluarga, mengasah keterampilan tata rias hantaran pernikahan, sekaligus membuka peluang usaha mandiri yang mampu menambah pendapatan masyarakat setempat.

Perhelatan pemberdayaan tersebut menghadirkan narasumber praktisi Ummi Chamsah dengan didampingi mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) UIN Sunan Kalijaga. Sebelum sesi praktik dimulai, para peserta mengikuti pretest guna mengukur tingkat pemahaman dasar dan ketertarikan warga terhadap materi kreasi hantaran.

Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) UIN Sunan Kalijaga, Yuli Kuswandari, menjelaskan bahwa keterampilan membuat hantaran memiliki prospek ekonomi yang tinggi karena kebutuhan acara pernikahan dan hajatan selalu ada di tengah masyarakat.

“Hantaran merupakan hal yang sangat dibutuhkan dalam keseharian pada acara pernikahan. Kadang kita harus pesan kepada pihak lain dan memerlukan biaya yang tidak sedikit. Melalui kegiatan ini kami harapkan ibu-ibu nantinya bisa membuat sendiri atau bisa membuat untuk orang lain. Dengan demikian bisa mengurangi anggaran bahkan bisa menambah penghasilan,” ujar Yuli Kuswandari pada Sabtu (15/08/2026).

Ia juga menambahkan bahwa persetujuan pengajuan proposal Program Hilirisasi LPPM ini membuka kepastian kerja sama pengabdian masyarakat di wilayah Kalurahan Sumbersari secara berkelanjutan.

“Berdasarkan pengajuan tersebut insya Allah Sumbersari akan menjadi ajang KKN Mahasiswa UIN SUKA selama 3 tahun berturut-turut. Harapan saya kegiatan ini bisa menopang pemberdayaan masyarakat Sumbersari, sebaliknya mahasiswa juga memperoleh ilmu yang belum dipelajari dari kampus,” tutur Yuli.

Melalui pelatihan pembuatan hantaran ini, kemitraan akademisi dan warga di Kapanewon Moyudan diharapkan tidak hanya mendorong efisiensi pengeluaran rumah tangga, tetapi juga melahirkan wirausaha baru di bidang jasa perlengkapan pernikahan. (Giek/KIM Moyudan)




Tumpah Ruah! Pejabat dan Warga Moyudan Joget Bareng di HUT RI ke-81

Sleman – Pemerintah Kapanewon Moyudan menggelar Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Lapangan Sumberarum, Kapanewon Moyudan, Kabupaten Sleman, pada Senin (17/08/2026).

Upacara peringatan ini diselenggarakan untuk merawat semangat kebangsaan, mengenang jasa para pahlawan proklamasi, serta mempererat sinergi gotong royong antara aparatur pemerintah dan warga masyarakat di wilayah Moyudan. Rangkaian perhelatan berlangsung khidmat dan diakhiri dengan tumpah ruahnya seluruh peserta dalam aksi flashmob joget bersama lagu “Jogja Istimewa” di tengah lapangan.

Kegiatan tersebut dipimpin oleh Panewu Moyudan Muhammad Arif Rahman yang bertindak sebagai Inspektur Upacara. Hadir pula jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Kapanewon (Forkopimka), kepala instansi pemerintah, lurah dan pamong se-Kapanewon Moyudan, pasukan pengibar bendera (paskibra), serta ratusan pelajar tingkat SD hingga SLTA.

Membacakan amanat Bupati Sleman Harda Kiswaya, Panewu Moyudan Muhammad Arif Rahman menekankan pentingnya merealisasikan tema perayaan kemerdekaan melalui kerja nyata dan pelayanan publik yang inklusif.

“Tema HUT ke-81 Kemerdekaan RI tahun 2026 membawa cita-cita besar: ‘Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur’. Cita-cita tersebut memerlukan kesinambungan dan langkah yang sungguh-sungguh. Marilah kita satukan tekad, menguatkan niat, percaya diri, dan memberikan pelayanan terbaik, menjalankan amanah. Dengan semangat kemerdekaan kita jadikan energi untuk memperkuat gotong royong, dengan slogan Sesarengan, Saiyeg Saeka Praya mewujudkan Sleman Sembada,” ujar Muhammad Arif Rahman pada Senin (17/08/2026).

Kemeriahan dan kehangatan yang tercipta usai pelaksanaan upacara bendera tersebut menegaskan cairnya sekat antara pejabat dan masyarakat dalam momentum perayaan proklamasi kemerdekaan. (Giek/KIM Moyudan)




Dari Lingkungan Warga, Semangat Kemerdekaan Terus Dinyalakan

Sleman – Warga Padukuhan Surowangsan menggelar Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Padukuhan Surowangsan, Kalurahan Margorejo, Kapanewon Tempel, Kabupaten Sleman, pada Senin (17/08/2026).

Upacara bendera ini diselenggarakan sebagai momentum perwujudan rasa syukur sekaligus sarana mengenang jasa para pahlawan bangsa. Perhelatan tingkat padukuhan tersebut bertujuan menumbuhkan kembali semangat persatuan, memupuk jiwa nasionalisme generasi penerus, serta mempererat kolaborasi kebersamaan warga lintas generasi.

Prosesi pengibaran Sang Merah Putih dipercayakan kepada pemuda-pemudi yang tergabung dalam kelompok Surti Tejo, yakni akronim lokal dari wilayah Surowangsan, Jati, Tempel Wetan, dan Pojok Margorejo. Selain keterlibatan kelompok muda, pelaksanaan upacara juga disemarakkan oleh partisipasi aktif ibu-ibu PKK Padukuhan Surowangsan.

Dukuh Surowangsan, Bambang Sutapa, menegaskan bahwa peringatan proklamasi di tingkat lingkungan pemukiman memiliki peranan vital dalam merawat nilai-nilai kebangsaan dan persatuan warga.

“Upacara ini menjadi pengingat bagi kita semua bahwa kemerdekaan yang kita nikmati merupakan hasil perjuangan para pahlawan. Tugas kita sekarang adalah menjaga persatuan dan mengisi kemerdekaan dengan hal-hal yang bermanfaat,” ujar Bambang Sutapa pada Senin (17/08/2026).

Ia juga menambahkan pentingnya memberikan kepercayaan kepada kelompok pemuda dalam mengelola kegiatan kemasyarakatan guna membentuk karakter kedisiplinan sejak dini.

“Generasi muda harus diberikan ruang untuk berperan. Dari kegiatan seperti ini, mereka belajar disiplin, tanggung jawab, sekaligus memahami arti penting persatuan,” tutur Bambang.

Melalui penyelenggaraan upacara bendera yang berlangsung khidmat ini, warga Padukuhan Surowangsan membuktikan bahwa semangat proklamasi dan gotong royong dapat terus dirawat secara konsisten mulai dari tingkat padukuhan. (SBD/KIM Tempel)




Jurnalisme Pelajar Angkat Potensi Lokal, Lima Siswa Tempel Raih Penghargaan

Sleman – Lima pelajar tingkat SLTA di Kapanewon Tempel berhasil meraih penghargaan dalam Lomba Jurnalistik Tingkat SLTA Tempel yang diserahkan usai prosesi penutupan Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Lapangan Lumbungrejo, Kapanewon Tempel, Kabupaten Sleman, pada Senin (17/08/2026).

Penyerahan penghargaan ini diselenggarakan sebagai ajang apresiasi atas kepekaan dan kreativitas generasi muda dalam mengeksplorasi potensi daerah. Perhelatan ini bertujuan mendorong para siswa agar tidak sekadar menjadi konsumen informasi, melainkan mampu menggali fakta secara kritis serta mempublikasikan narasi positif mengenai kerajinan, sejarah, tradisi, pertanian, hingga persoalan lingkungan lokal kepada khalayak luas.

Peringkat pertama dalam kompetisi ini diraih oleh Vini Wijaya dari MAN 5 Sleman melalui karya berjudul “Tak Ada Rotan, Akar Bambu Pun Jadi. Karya Seni Artistik ala Pak Setyo Nugroho”. Juara kedua diraih Intan Rahma Raisafira dari SMA Ma’arif 1 Sleman, disusul Angelica Alifya Putri dari SMKN 1 Tempel pada posisi ketiga. Sementara itu, posisi keempat diraih Risty Isyara Nurindah dari MAN 5 Sleman dan peringkat kelima ditempati oleh Verra Sagita Ningrum dari SMAN 1 Tempel.

Prosesi penyerahan hadiah disaksikan langsung oleh jajaran pengurus Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) Senyum Tempel, di antaranya Ketua KIM Senyum Tempel Muryana serta Ketua Tim Media sekaligus dewan juri Sadhono Hadi.

Panewu Tempel, Rasyid Ratnadi Sosiawan, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas terselenggaranya ajang jurnalistik yang dinilai sangat konstruktif bagi tumbuh kembang wawasan para siswa.

“Apresiasi kami berikan kepada seluruh peserta dan penyelenggara. Kegiatan seperti ini penting untuk mengembangkan kreativitas pelajar sekaligus mengenalkan potensi yang ada di lingkungannya,” ujar Rasyid Ratnadi Sosiawan pada Senin (17/08/2026).

Melalui penghargaan jurnalistik ini, para pelajar di Kapanewon Tempel diharapkan semakin termotivasi untuk terus mengasah kemampuan riset dan kepenuisan demi menghadirkan informasi yang edukatif, inspiratif, serta bermanfaat bagi kemajuan masyarakat. (SBD/KIM Tempel)