Pemkal Condongcatur Sambang Keamanan Malam Tirakatan, Pastikan Perayaan HUT RI Kondusif

Sleman – Pemerintah Kalurahan Condongcatur menerjunkan tim gabungan untuk melaksanakan kegiatan sambang keamanan ke sejumlah wilayah padukuhan yang menggelar malam tirakatan Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kalurahan Condongcatur, Kapanewon Depok, Kabupaten Sleman, pada Minggu (16/08/2026) malam.

Kegiatan patroli dan pemantauan ini diselenggarakan sebagai bagian dari langkah antisipasi guna menjamin rasa aman, tertib, dan kondusif bagi masyarakat selama melangsungkan perayaan detik-detik proklamasi. Tim gabungan beranggota 12 personel tersebut menyisir beberapa lokasi penyelenggaraan malam tirakatan, di antaranya Balai Padukuhan Tiyasan, RW 45 Padukuhan Kayen, RW 24 Nglaren Padukuhan Ngropoh, serta RT 04 RW 11 Padukuhan Gempol.

Pergerakan tim diawali dengan apel kesiapan di depan Kantor Satlinmas Condongcatur. Patroli ini dipimpin oleh Jagabaya Condongcatur Rudi Antariksawan bersama Kaur Pangripta Wahyu Nurendra, serta melibatkan unsur Bhabinkamtibmas Bripka Bagiyo, Satuan Perlindungan Masyarakat (Satlinmas), Desa Tangguh Bencana (Destana), dan Kampung Siaga Bencana (KSB).

Jagabaya Condongcatur, Rudi Antariksawan, menegaskan bahwa kehadiran tim di lapangan bertujuan untuk memastikan keamanan sekaligus mempererat komunikasi antara pemerintah kalurahan dan warga.

“Sambang ini untuk memastikan kegiatan malam tirakatan di wilayah berjalan aman, tertib, dan lancar. Kehadiran kami sekaligus untuk membangun komunikasi dan kebersamaan dengan masyarakat dalam menjaga keamanan lingkungan,” ujar Rudi Antariksawan pada Minggu (16/08/2026).

Pada kesempatan yang sama, Kaur Pangripta Condongcatur, Wahyu Nurendra, turut membersamai warga Padukuhan Tiyasan dalam prosesi pemotongan tumpeng dan memberikan imbauan mengenai makna kemerdekaan.

“Malam tirakatan bukan sekadar tradisi menjelang 17 Agustus, tetapi menjadi momentum untuk mengenang perjuangan para pahlawan, mensyukuri kemerdekaan, serta memperkuat kerukunan dan semangat gotong royong di tengah masyarakat,” tutur Wahyu Nurendra.

Melalui sinergi lintas unsur dan keterlibatan aktif masyarakat dalam menjaga ketertiban lingkungan ini, seluruh rangkaian perayaan HUT ke-81 RI di Kalurahan Condongcatur berjalan aman, lancar, dan penuh semangat kebersamaan. (Wasana/KIM Depok)




Peringati HUT RI ke-81, Warga Padukuhan Gemawang Gelar Malam Tirakatan

Sleman – Warga Padukuhan Gemawang menggelar Malam Tirakatan Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia yang dipusatkan di Padukuhan Gemawang, Kalurahan Sinduadi, Kapanewon Mlati, Kabupaten Sleman, pada Minggu (16/08/2026) malam.

Kegiatan ini diselenggarakan sebagai ungkapan rasa syukur atas 81 tahun kemerdekaan Indonesia sekaligus sarana memupuk jiwa nasionalisme, mempererat ikatan persaudaraan, merawat toleransi beragama, dan menjaga semangat gotong royong warga. Rangkaian acara diisi dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, prosesi arak-arakan gunungan khas budaya Jawa yang dikawal cucuk lampah serta bregada, doa lintas iman, hingga pemotongan tumpeng.

Perhelatan tersebut dihadiri oleh Jagabaya Kalurahan Sinduadi Bagas Aribowo yang mewakili Lurah Sinduadi, Dukuh Gemawang Achmad Syafei, Ketua Sub Unit LPM Padukuhan Y. Edy Setyoharjo, pengurus RT/RW, tokoh agama Islam, Katolik, Kristen, Hindu, serta ratusan warga Padukuhan Gemawang.

Dalam sambutannya, Ketua Panitia, Wawan, menyampaikan apresiasi atas partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat yang bergotong royong menyukseskan gelaran tirakatan tersebut.

“Tanpa keterlibatan Bapak dan Ibu semua, acara ini tidak akan dapat berjalan dengan baik. Setelah 81 tahun Indonesia merdeka, masyarakat hendaknya terus menjaga kerukunan, kedamaian, tata tertib dan kedisiplinan, serta saling menghargai dalam kehidupan bermasyarakat,” ujar Wawan pada Minggu (16/08/2026).

Pada kesempatan yang sama, Jagabaya Kalurahan Sinduadi, Bagas Aribowo, hadir membacakan sambutan resmi Bupati Sleman Harda Kiswaya. Acara dilanjutkan dengan doa lintas iman untuk keselamatan bangsa dan doa khusus bagi para korban bencana gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT). Prosesi kemudian diteruskan dengan pemotongan tumpeng oleh Dukuh Gemawang, Achmad Syafei, yang diserahkan kepada Ketua RW setempat, serta tradisi perebutan gunungan oleh anak-anak.

Rangkaian Peringatan HUT ke-81 RI di Padukuhan Gemawang dijadwalkan berlanjut dengan Upacara Bendera pada Senin pagi di Lapangan Tenis Gemawang serta ditutup dengan panggung kesenian warga pada 21 Agustus 2026 mendatang. (Y. Edy Setyoharjo/KIM Pijar Mlati)




Malam Tirakatan HUT ke-81 RI Semarak di 18 Padukuhan Condongcatur, Rawat Syukur dan Persatuan

Sleman – Ribuan warga di 18 padukuhan dan 64 RW di Kalurahan Condongcatur menggelar malam tirakatan Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia pada Minggu (16/08/2026) malam.

Kegiatan malam tirakatan yang diselenggarakan secara serentak di wilayah Kalurahan Condongcatur, Kapanewon Depok, Kabupaten Sleman, tersebut berlangsung semarak dan khidmat. Rangkaian perhelatan ini mencakup doa bersama, pemotongan tumpeng, penyerahan hadiah lomba Agustusan, hingga pentas seni lintas generasi sebagai wujud refleksi sejarah, rasa syukur atas 81 tahun kemerdekaan, serta sarana mempererat gotong royong warga.

Jajaran Pemerintah Kalurahan Condongcatur turut hadir memantau dan membersamai warga di berbagai titik. Carik Condongcatur Riska Dian Nur Lestari menghadiri tirakatan di Babadan Baru Padukuhan Kentungan, sementara Kaur Tata Laksana Andree Setiawan hadir di RW 57 Jurugsari Padukuhan Joho. Pada saat yang sama, Jagabaya Condongcatur Rudi Antariksawan bersama Bhabinkamtibmas, Satlinmas, dan Destana Condongcatur menggelar patroli keamanan untuk memastikan seluruh rangkaian acara berjalan tertib dan aman.

Pelaksana Tugas (Plt.) Lurah Condongcatur, Budi Arto, menegaskan pentingnya memaknai tirakatan sebagai sarana meneladani semangat perjuangan para pahlawan bangsa.

“Kemerdekaan bukanlah hadiah, tetapi buah dari keberanian, persatuan, kegigihan, dan pengorbanan para pejuang. Karena itu, kewajiban kita adalah mengisi kemerdekaan melalui karya, pengabdian, kepedulian, dan perbuatan nyata yang bermanfaat bagi masyarakat,” ujar Budi Arto pada Minggu (16/08/2026).

Budi Arto juga mengajak masyarakat untuk terus memelihara iklim kondusif, menjaga kebersihan, serta memperkuat rasa persatuan di tengah lingkungan tempat tinggal.

“Perbedaan pilihan dan pandangan jangan menjadi penghalang untuk tetap guyub, rukun, dan saling menghargai. Mari kita membangun Condongcatur dengan semangat saiyeg saeka praya, bersama-sama sesuai peran dan kemampuan kita,” tambahnya.

Melalui kemeriahan dan kebersamaan di tingkat RW dan padukuhan ini, peringatan detik-detik proklamasi di Kalurahan Condongcatur diharapkan dapat menjadi momentum penguat nilai-nilai kebangsaan dan persatuan warga. (Wasana/KIM Depok)




Pedagang Kain Pasar Sleman Tetap Bertahan di Tengah Gempuran Belanja Online

Sleman – Deretan pedagang kain dan pakaian tradisional di Pasar Sleman, Kapanewon Sleman, Kabupaten Sleman, terus berjuang mempertahankan usahanya di tengah maraknya tren belanja daring (online), pada Minggu (16/08/2026).

Fenomena ketahanan ekonomi rakyat ini terlihat menjelang peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Pasar tradisional tersebut masih menjadi tumpuan utama masyarakat dalam memburu perlengkapan busana Jawa seperti blangkon, kain jarik, dan kain lurik untuk kebutuhan upacara peringatan proklamasi.

Salah seorang pedagang asal Kalakijo yang bertempat di sisi barat Pasar Sleman, Rini, menuturkan bahwa perubahan pola belanja masyarakat dan penurunan omzet transaksi sudah mulai dirasakan sejak masa pandemi Covid-19 lalu.

“Sejak Covid itu memang terasa sekali turunnya. Orang yang belanja ke pasar berkurang. Namun, berjualan di Pasar Sleman bukan sekadar mencari keuntungan, tetapi juga melanjutkan usaha keluarga yang telah dirintis sejak sekitar tahun 1960-an oleh orang tua,” ujar Rini pada Minggu (16/08/2026).

Usaha yang kini menginjak generasi kedua tersebut tetap bertahan dengan menjajakan beragam jenis busana, mulai dari busana adat Jawa hingga pakaian modern harian. Kendati persaingan dengan toko daring kian ketat, Rini bersama para pedagang tradisional lainnya memilih terus memutar roda ekonomi keluarga dengan penuh keikhlasan.

“Kalau sekarang ya cukup untuk bertahan. Disyukuri saja. Meskipun sedikit, insyaallah cukup,” tutur Rini.

Melalui keteguhan para pedagang kecil di Pasar Sleman ini, masyarakat diharapkan dapat tergerak untuk kembali meramaikan dan berbelanja di pasar rakyat guna mendukung keberlanjutan sektor UMKM lokal. (Arief Hartanto/KIM Kertomandiri)




Antisipasi Kerawanan Kompetisi Liga 1, Kapolsek Gamping Intensifkan Komunikasi dengan Suporter

Sleman – Kepolisian Sektor (Polsek) Gamping menggelar silaturahmi dan koordinasi bersama para koordinator lapangan (korlap) suporter PSS Sleman dan PSIM Yogyakarta di Gedung Ambarketawang Resto, Kapanewon Gamping, Kabupaten Sleman, pada Minggu (16/08/2026).

Pertemuan ini diselenggarakan menjelang bergulirnya kompetisi Liga 1 BRI Super League musim 2026/2027 sebagai langkah antisipasi preventif kepolisian. Agenda ini bertujuan untuk membangun kesepahaman bersama, meminimalisasi potensi potensi gesekan antarkelompok pendukung, serta menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang kondusif di wilayah perbatasan Kapanewon Gamping.

Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kapolsek Gamping Bowo Susilo, serta dihadiri oleh Kepala Jawatan Keamanan Kapanewon Gamping Bambang Nurdiyanto, Lurah Balecatur Andri Septiyanto, Jagabaya Ambarketawang Arief Hermyanto, dan jajaran perwakilan korlap suporter PSS Sleman maupun PSIM Yogyakarta.

Kapolsek Gamping, Bowo Susilo, menekankan agar para korlap mampu mengedukasi seluruh anggotanya untuk menjunjung tinggi nilai sportivitas dan menjaga ketertiban umum di jalan raya maupun di area stadion.

“Korlap kami harap membantu kepolisian dalam mengelola mobilitas dan aktivitas suporter, termasuk ketika melintas atau berkegiatan di wilayah Gamping. Koordinasi sejak awal sangat diperlukan untuk mengantisipasi potensi kerawanan dan memastikan setiap kegiatan suporter dapat berlangsung secara tertib,” ujar Bowo Susilo pada Minggu (16/08/2026).

Bowo juga mengingatkan bahwa fanatisme sepak bola tidak boleh mengorbankan keamanan lingkungan serta keselamatan warga.

“Silakan memberikan dukungan secara maksimal kepada tim masing-masing, tetapi tetap jaga sportivitas dan keamanan. Jangan sampai karena fanatisme justru menimbulkan persoalan hukum atau mengganggu ketertiban masyarakat,” tegas Bowo Susilo.

Melalui komitmen bersama yang disepakati dalam forum silaturahmi ini, Polsek Gamping berharap seluruh elemen suporter dapat saling menguatkan rasa persaudaraan guna menciptakan suasana iklim kompetisi sepak bola yang aman, nyaman, dan damai. (Adnan Nurtjahjo/KIM Pararta Guna Gamping)