Hadroh Al-Hasanah Meriahkan Merti Dusun Turen, Warga Lestarikan Seni Religi dari Kampung Sendiri

Sleman – Kelompok kesenian Hadroh Al-Hasanah unjuk kebolehan dalam perhelatan Merti Dusun Padukuhan Turen yang digelar di Lapangan RT 04 Padukuhan Turen, Kalurahan Sardonoharjo, Kapanewon Ngaglik, Kabupaten Sleman, pada Sabtu (15/08/2026) malam.

Pentas seni religi yang dimulai pada pukul WIB ini mengusung tema “Nyawiji Ing Budaya, Sinergi Ing Karya.” Agenda budaya tersebut diselenggarakan sebagai wadah untuk merawat tradisi lokal, mempererat ikatan silaturahmi antarwarga, serta menampilkan potensi seni keagamaan yang tumbuh dan berkembang dari lingkungan kampung sendiri.

Seluruh personel Hadroh Al-Hasanah, baik penabuh rebana maupun vokalis, merupakan warga lokal Padukuhan Turen. Kelompok kesenian ini secara konsisten aktif mengisi berbagai kegiatan kemasyarakatan dan kebudayaan di wilayah setempat.

Salah seorang warga RT 03 Padukuhan Turen, Sumarno, menyampaikan bahwa keterlibatan kelompok hadroh lokal menjadi sarana nyata bagi masyarakat untuk mengekspresikan bakat sekaligus menjaga keberlanjutan seni religi.

“Grup hadroh Al-Hasanah ini asli Turen. Penabuh maupun vokalisnya warga sekitar sini. Biasanya sering ditampilkan kalau ada acara kampung seperti merti dusun,” ujar Sumarno pada Sabtu (15/08/2026).

Melalui antusiasme warga dan lantunan sholawat dalam gelaran Merti Dusun Turen ini, tradisi kebudayaan lokal diharapkan dapat terus dipertahankan serta diwariskan kepada generasi muda secara berkelanjutan. (Egi Prayoga/KIM DSN Ngaglik)




Sanggar Kinasih Godean, Ruang Pulih dan Berdaya Bagi Disabilitas Psikososial di DIY

Sleman – Pekerja Sosial Masyarakat (PSM) Kapanewon Godean bekerja sama dengan Pusat Rehabilitasi YAKKUM Yogyakarta menghadirkan layanan day care rehabilitasi psikososial pertama di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) bernama Sanggar Kinasih, yang berlokasi di Kapanewon Godean, Kabupaten Sleman.

Layanan harian ini dihadirkan sebagai percontohan (pilot project) untuk memfasilitasi Orang Dengan Disabilitas Psikososial (ODDP) dalam memulihkan fungsi sosial, mengasah keterampilan mandiri, serta menghapus stigma negatif agar mereka dapat kembali berdaya di tengah masyarakat. Melalui konsep pulih, berdaya, dan mandiri, program ini menyasar 14 ODDP dari berbagai kalurahan di Kapanewon Godean melalui pelatihan keterampilan, interaksi sosial, hingga pembekalan dunia kerja.

Inisiatif ini turut didukung oleh Dinas Sosial Kabupaten Sleman serta Ikatan Pekerja Sosial Masyarakat (IPSM) dengan merancang model rehabilitasi berbasis komunitas yang diadopsi dari studi tiru ke Rumah Berdaya Denpasar, Bali. Ke depan, pengurus tengah mengupayakan penggunaan eks-gedung sekolah di Kalurahan Sidoagung sebagai pusat kegiatan pelatihan klasikal secara permanen.

Perwakilan Pusat Rehabilitasi YAKKUM, Ayun Wrediningtyas, menegaskan pentingnya keberlanjutan model rehabilitasi berbasis komunitas ini dalam memberdayakan kelompok rentan.

“Harapannya Sanggar Kinasih ini dapat berkelanjutan, terus berkembang dan terbentuk di tempat lain dengan nama berbeda. Filosofinya bagus, memberdayakan semua pihak untuk mereka yang belum berdaya menjadi lebih berdaya,” ujar Ayun Wrediningtyas pada Selasa (18/08/2026).

Senada dengan hal tersebut, Pengurus IPSM Kabupaten Sleman sekaligus Pengurus Sanggar Kinasih Godean, Waljiyem, menambahkan bahwa sanggar ini dirancang sebagai wadah aman untuk menempa kemandirian ekonomi para anggota sesuai minat bakat mereka.

Melalui pendampingan terpadu dan kolaborasi lintas sektor ini, Sanggar Kinasih Godean diharapkan mampu menjadi rujukan layanan rehabilitasi psikososial berbasis masyarakat yang dapat direplikasi di berbagai daerah di Indonesia. (Sutarto Agus/KIM Seyegan)




Sholawat Palupi Turen Lestarikan Seni Tradisional dalam Merti Dusun

Sleman – Kelompok kesenian Sholawat Palupi Turen unjuk kebolehan dalam perhelatan Merti Dusun Padukuhan Turen yang digelar di Lapangan RT 04 Padukuhan Turen, Kalurahan Sardonoharjo, Kapanewon Ngaglik, Kabupaten Sleman, pada Sabtu (15/08/2026) malam.

Pentas seni tradisional yang dimulai pukul WIB ini mengusung tema “Nyawiji ing Budaya, Sinergi ing Karya.” Agenda budaya ini diselenggarakan sebagai wadah untuk mengekspresikan rasa syukur warga, merawat tradisi lokal, serta mempererat tali silaturahmi antarwarga Padukuhan Turen melalui pelestarian seni keagamaan bernuansa Jawa.

Kesenian Sholawat Palupi Turen merupakan nama populer dari kelompok Sholawat Al-Muhtadin yang tumbuh dan berkembang dari masyarakat Padukuhan Turen. Kesenian ini memadukan lantunan syair atau sastra Jawa luhur dengan nilai-nilai keagamaan, sehingga menjadi media dakwah sekaligus ekspresi budaya khas warga setempat.

Salah seorang warga RT 03 Padukuhan Turen, Sumarno, menyampaikan bahwa kelompok Sholawat Palupi merupakan aset seni asli padukuhan yang selalu rutin mengisi berbagai kegiatan kebudayaan daerah.

“Ini sholawatannya asli dusun sini. Sapaan akrabnya Grup Palupi dan memang sering tampil dalam acara budaya lokal seperti Merti Dusun maupun Merti Kalurahan Sardonoharjo,” ujar Sumarno pada Sabtu (15/08/2026).

Melalui penampilan Sholawat Palupi ini, perayaan Merti Dusun Turen diharapkan tidak sekadar menjadi ajang hiburan semata, melainkan mampu mengedukasi generasi muda untuk terus mencintai dan menjaga keberlanjutan warisan budaya Jawa di Kabupaten Sleman. (Egi Prayoga/KIM DSN Ngaglik)




Paskibra Gamping Dikukuhkan, Siap Sukseskan Upacara HUT ke-81 RI

Sleman – Jajaran Pemerintah Kapanewon Gamping menggelar upacara pengukuhan Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) Tingkat Kapanewon Gamping Tahun 2026 di Ruang Rapat Nogotirto, Kapanewon Gamping, Kabupaten Sleman, pada Sabtu (15/08/2026).

Pengukuhan ini diselenggarakan sebagai bagian penting dari penegasan kesiapan fisik, mental, dan tanggung jawab para personel menjelang pelaksanaan Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Sebanyak puluhan anggota Paskibra terpilih dikukuhkan secara resmi untuk mengemban tugas mengibarkan dan menurunkan Sang Merah Putih pada 17 Agustus 2026 mendatang.

Prosesi pengukuhan dipimpin langsung oleh Panewu Gamping, Suyanto, serta dihadiri oleh Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Gamping Bowo Susilo dan Komandan Koramil (Danramil) 17/Gamping Bambang Subyantoro.

Dalam amanatnya, Panewu Gamping, Suyanto, menekankan bahwa kepercayaan yang diberikan kepada para anggota Paskibra mengandung nilai kedisiplinan, keteladanan, serta penghormatan tinggi terhadap jasa para pahlawan bangsa.

“Menjadi anggota Paskibra merupakan sebuah kehormatan sekaligus tanggung jawab. Kalian tidak hanya bertugas mengibarkan dan menurunkan Sang Merah Putih, tetapi juga membawa semangat perjuangan, nasionalisme, kedisiplinan, dan penghormatan kepada para pahlawan yang telah memperjuangkan kemerdekaan bangsa Indonesia,” tegas Suyanto pada Sabtu (15/08/2026).

Senada dengan hal tersebut, Kapolsek Gamping, Bowo Susilo, berpesan agar seluruh personel Paskibra tetap menjaga fokus dan konsistensi hingga seluruh rangkaian tugas peringatan detik-detik proklamasi selesai dilaksanakan.

“Laksanakan setiap tugas dengan penuh tanggung jawab dan jangan mudah merasa puas dengan hasil latihan yang telah dicapai. Tetap ikuti arahan para pelatih dan pembina sampai seluruh rangkaian tugas selesai,” ujar Bowo Susilo.

Dengan dilaksanakannya pengukuhan ini, Pemerintah Kapanewon Gamping bersama jajaran TNI-Polri optimistis seluruh anggota Paskibra memiliki kepercayaan diri dan kekompakan penuh untuk menyukseskan Upacara Peringatan HUT ke-81 RI secara khidmat. (Adnan Nurtjahjo/KIM Pararta Guna Gamping)




Gladi Bersih Paskibra Gamping Mantapkan Pengibaran Sang Saka Merah Putih

Sleman – Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) Kapanewon Gamping menggelar gladi bersih di Lapangan Nogotirto, Kapanewon Gamping, Kabupaten Sleman, pada Sabtu (15/08/2026).

Latihan pamungkas ini diselenggarakan sebagai tahapan krusial untuk memantapkan kesiapan fisik, mental, dan teknis seluruh personel Paskibra serta perangkat upacara. Kegiatan ini bertujuan guna memastikan rangkaian pengibaran Sang Saka Merah Putih pada Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kapanewon Gamping dapat berlangsung secara tertib, lancar, dan khidmat.

Simulasi akhir tersebut mencakup seluruh tahapan prosesi upacara secara menyeluruh, mulai dari penataan barisan, kerapian langkah berbaris, perubahan formasi pasukan, hingga pengibaran bendera di tiang utama.

Pelatih Paskibra dari Koramil 17/Gamping, Acip Mulyawana, menekankan pentingnya kedisiplinan dan presisi gerakan dalam menjaga kerapian formasi pasukan saat bertugas.

“Gladi bersih sebagai kesempatan untuk memperkuat kekompakan antarpersonel. Keselarasan langkah, tempo gerakan, koordinasi, serta respons terhadap komando menjadi bagian penting yang menentukan keberhasilan pasukan dalam menjalankan tugas. Kekompakan hanya dapat terwujud melalui latihan yang konsisten dan evaluasi secara berkelanjutan,” tegas Acip Mulyawana pada Sabtu (15/08/2026).

Senada dengan hal tersebut, pelatih dari Polsek Gamping, Teguh Riyanto, menggarisbawahi keutamaan kesatuan serta kewaspadaan terhadap detail teknis di lapangan menjelang hari pelaksanaan.

“Paskibra adalah satu kesatuan. Tidak boleh ada yang berjalan sendiri-sendiri atau merasa paling menonjol. Ketika satu orang melakukan kesalahan, dampaknya dapat memengaruhi keseluruhan formasi. Karena itu, jaga konsentrasi, komunikasi, dan kekompakan dari awal hingga akhir pelaksanaan,” ujar Teguh Riyanto.

Melalui pelaksanaan gladi bersih dan evaluasi menyeluruh ini, jajaran pelatih bersama Kapanewon Gamping optimistis seluruh petugas upacara siap menjalankan tugas pengibaran bendera HUT ke-81 RI dengan penuh rasa tanggung jawab dan nasionalisme. (Adnan Nurtjahjo/KIM Pararta Guna Gamping)