Kenduri Hari Paroki ke-65 Maria Assumpta Gamping Perkuat Harmoni Lintas Elemen Masyarakat

Sleman – Paroki Gereja Katolik Santa Maria Assumpta Gamping menggelar kenduri dan tasyakuran dalam rangka memperingati Hari Paroki ke-65 di Kompleks Gereja Katolik Santa Maria Assumpta Gamping, Kapanewon Gamping, Kabupaten Sleman, pada Sabtu (15/08/2026).

Kegiatan budaya dan keagamaan tersebut diselenggarakan sebagai bentuk ungkapan syukur atas perjalanan pelayanan gereja selama 65 tahun. Selain itu, agenda ini dirancang untuk mempererat ikatan silaturahmi, memelihara toleransi, serta memperkuat harmoni sosial antar-elemen masyarakat di wilayah Gamping.

Perayaan ini dihadiri oleh Kepala Jawatan Umum Kapanewon Gamping Liliana Sukawati, Panit Intelkam Polsek Gamping Aiptu Eko Familiyanto, Bhabinkamtibmas Ambarketawang Aiptu Ibnu Prastowo, Dukuh Gamping Lor, Dukuh Gamping Tengah, serta pengurus kelembagaan RT dan RW setempat.

Pastor Paroki Gereja Katolik Santa Maria Assumpta Gamping, Romo Gregorius Sulistyanto, menyampaikan bahwa kenduri merupakan media perjumpaan sosial yang ampuh untuk mempererat persaudaraan tanpa memandang perbedaan latar belakang.

“Tasyakuran menjadi wujud ungkapan terima kasih atas perjalanan dan penyertaan Tuhan selama perjalanan Gereja Katolik Maria Assumpta Gamping hingga memasuki usia ke-65 tahun. Momentum ini menjadi kesempatan untuk merefleksikan berbagai karya pelayanan yang telah dilakukan serta meneguhkan komitmen untuk terus memberikan manfaat bagi umat dan masyarakat,” ujar Romo Gregorius Sulistyanto pada Sabtu (15/08/2026).

Senada dengan hal tersebut, Kepala Jawatan Umum Kapanewon Gamping, Liliana Sukawati, memberikan apresiasi atas terselenggaranya kenduri lintas unsur yang dinilai mampu merawat kerukunan warga di tengah keberagaman.

“Kita hidup dalam lingkungan yang memiliki keberagaman, baik agama, budaya, maupun latar belakang sosial. Karena itu, kebersamaan seperti yang kita lihat pada hari ini harus terus dijaga dan dikembangkan,” kata Liliana Sukawati.

Melalui tradisi kenduri dan tasyakuran ini, jajaran Pemerintah Kapanewon Gamping bersama pengurus Paroki berharap semangat gotong royong dan iklim kondusif di lingkungan masyarakat Gamping dapat terus terjalin secara harmonis. (Adnan Nurtjahjo/KIM Pararta Guna Gamping)




Merti Dusun Turen Hadirkan Harmoni Seni dan Budaya Jawa Melalui Campursari

Sleman – Masyarakat Padukuhan Turen menggelar pentas seni pertunjukan campursari bersama Sanggar Bonar Laras dalam rangka memperingati Merti Dusun Padukuhan Turen, Kalurahan Sardonoharjo, Kapanewon Ngaglik, Kabupaten Sleman, pada Jumat (14/08/2026) malam.

Kegiatan yang mengusung tema “Hadirkan Harmoni Seni dan Budaya Jawa” ini diselenggarakan mulai pukul WIB sebagai bentuk rasa syukur warga sekaligus menjadi ruang kelestarian budaya lokal. Perhelatan ini dirancang untuk merekatkan tali silaturahmi antarwarga serta membumikan kembali kesenian tradisional Jawa di tengah maraknya hiburan modern.

Acara yang dipusatkan di Padukuhan Turen tersebut menghadirkan kelompok seni Sanggar Bonar Laras asal Wonosari, Gunungkidul. Pertunjukan campursari ini menyedot perhatian warga lintas generasi yang memadati area panggung perayaan merti dusun.

Salah seorang warga RT 01 Padukuhan Turen, Muhranto, menyampaikan bahwa pengisian agenda merti dusun selalu dikonsep variatif setiap tahunnya guna memberi ruang tampil bagi berbagai sanggar seni.

“Setiap acara merti dusun di Padukuhan Turen pengisi acaranya berbeda-beda. Campursari ini salah satu cara untuk melestarikan budaya Jawa,” ujar Muhranto pada Jumat (14/08/2026).

Melalui sinergi kebersamaan warga dan pementasan seni tradisional ini, tradisi merti dusun di Padukuhan Turen diharapkan tidak sekadar menjadi kegiatan seremonial tahunan, melainkan menjadi benteng pertahanan budaya Jawa yang dapat terus diwariskan kepada generasi muda. (Egi Prayoga/KIM DSN Ngaglik)




DWP Sleman Lindungi Anak dari Kekerasan Seksual Melalui Metode Gerak dan Lagu

Sleman – Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Sleman mengenalkan metode edukasi pencegahan kekerasan seksual pada anak usia dini melalui sarana lagu dan gerak interaktif di TK ABA Karangharjo, Padukuhan Bedilan, Kalurahan Kalitirto, Kapanewon Berbah, Kabupaten Sleman, pada Jumat (14/08/2026).

Langkah edukasi ini diselenggarakan sebagai bagian dari program perlindungan anak sejak periode usia emas (golden age). Pembelajaran menggunakan pendekatan lagu yang menyenangkan dinilai efektif membantu anak-anak memahami konsep batasan tubuh serta mengenali area privat yang tidak boleh disentuh oleh orang lain tanpa izin.

Kegiatan tersebut dipimpin oleh Ketua DWP Kabupaten Sleman Dewi Indriyati, serta dihadiri oleh Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan DP3AP2KB Sleman Anik Widaryanti, Ketua DWP Kapanewon Berbah Yani Haryanti, Ketua Ranting ‘Aisyiyah Kalitirto Sri Subekti, dan Kepala TK ABA Karangharjo Ida Nurhayati bersama jajaran guru dan murid.

Ketua DWP Kabupaten Sleman, Dewi Indriyati, menjelaskan bahwa penanaman kesadaran diri sejak dini memerlukan metode yang persuasif dan mudah dicerna oleh anak-anak.

“Upaya perlindungan anak dari kekerasan seksual akan lebih mengena melalui lagu yang ceria. Melalui gerak dan lagu ini, harapannya anak akan lebih mudah memahami pesan yang disampaikan serta mengenali bagian tubuh yang tidak boleh disentuh sembarangan orang kecuali orang tua atau tenaga medis,” ujar Dewi Indriyati pada Jumat (14/08/2026).

Sementara itu, Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan DP3AP2KB Kabupaten Sleman, Anik Widaryanti, memaparkan pentingnya pencegahan dan keberanian melapor terkait kasus kekerasan anak dan perempuan. Berdasarkan data pengaduan yang tercatat di Kabupaten Sleman, terdapat 130 kasus kekerasan pada anak dan 156 kasus kekerasan pada orang dewasa.

“Tindakan masyarakat tidak melaporkan kekerasan yang dialami ada kemungkinan karena malu, takut, atau tidak tahu ke mana harus melapor. Perlu diketahui bahwa Dinas P3AP2KB Kabupaten Sleman memiliki UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) yang memberikan layanan konseling psikologi, hukum, serta pendampingan secara gratis,” tutur Anik Widaryanti.

Melalui sinergi antara DWP dan Pemkab Sleman, edukasi pencegahan kekerasan seksual ini diharapkan mampu menciptakan lingkungan belajar yang aman serta membentengi anak-anak dari ancaman tindakan kekerasan. (Kusnadi/KIM Berbah)




Pengukuhan Anggota Paskibraka Kapanewon Mlati, 36 Personel Siap Bertugas pada HUT RI ke-81

Sleman – Sebanyak 36 anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kapanewon Mlati secara resmi dikukuhkan di Pendopo Kapanewon Mlati, Kabupaten Sleman, pada Sabtu (15/08/2026).

Pengukuhan diselenggarakan sebagai ajang pembekalan mental dan pengukuhan komitmen resmi para personel sebelum mengemban tugas mengibarkan Sang Saka Merah Putih pada Upacara Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tanggal 17 Agustus 2026 mendatang.

Anggota Paskibraka yang terpilih merupakan putra-putri terbaik perwakilan dari SMAN 1 Mlati, MAN 3 Sleman, dan SMA Dirgantara. Prosesi pengukuhan dipimpin langsung oleh Panewu Mlati, Dyah Purwanti, serta dihadiri oleh jajaran Forkopimka seperti Wakil Danramil Mlati Kapten Usef Haerudin, Kapolsek Mlati Kompol Edie Mulyono, dan jajaran tamu undangan lainnya.

Dalam acara tersebut, seluruh anggota Paskibraka mengikrarkan kode kehormatan berupa Dharma Mulia Putra Indonesia dan Ikrar Putra Indonesia sebagai simbol kesiapan menjaga martabat bangsa serta menjadi keteladanan bagi generasi muda.

Pelatih Paskibraka Kapanewon Mlati, Anggi, menyampaikan bahwa para personel telah melalui penggemblengan intensif untuk memantapkan fisik dan mental menjelang hari puncak.

“Latihan telah dilaksanakan selama 10 hari secara terus-menerus di Lapangan Jombor Kidul, Kalurahan Sinduadi. Tahun ini, Kalurahan Sinduadi mendapat giliran sebagai tuan rumah pelaksanaan latihan Paskibraka Kapanewon Mlati sekaligus upacara Hari Kemerdekaan Republik Indonesia tanggal 17 Agustus 2026 mendatang,” ujar Anggi pada Sabtu (15/08/2026).

Melalui pengukuhan ini, Panewu Mlati beserta seluruh jajaran berharap 36 anggota Paskibraka mampu menjalankan tugas dengan penuh disiplin, tanggung jawab, dan nasionalisme tinggi, serta membawa nilai-nilai kepemimpinan di lingkungan sekolah dan masyarakat. (Y. Edy. S/KIM Pijar Mlati)




Metode Jemput Bola Mudahkan Pendataan Perlinsos di Donoharjo

Sleman – Pemerintah Kalurahan Donoharjo bersama Dinas Sosial Kabupaten Sleman menggelar layanan jemput bola Perlindungan Sosial (Perlinsos) Digital hari kedua di Kalurahan Donoharjo, Kapanewon Ngaglik, Kabupaten Sleman, pada Jumat (14/08/2026).

Kegiatan ini diselenggarakan sehari pascakunjungan Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, guna menindaklanjuti uji coba transformasi pelayanan publik berbasis digital. Penyelenggaraan layanan ini bertujuan untuk mempermudah masyarakat dalam mendaftarkan diri maupun memverifikasi status bantuan sosial secara cepat, transparan, dan akuntabel.

Pelaksanaan verifikasi data berlangsung efisien dengan memangkas alur birokrasi konvensional. Warga cukup membawa KTP, telepon seluler berbasis Android, dan ID pelanggan PLN untuk menjalani proses pencocokan data serta validasi foto wajah secara digital.

Kamituwa Kalurahan Donoharjo, Dani Prasetyo, mengapresiasi kesiapan petugas dan efisiensi sistem yang mampu melayani setiap warga hanya dalam kurun waktu sekitar lima menit.

“Rata-rata masyarakat hanya membutuhkan waktu sekitar lima menit untuk menyelesaikan proses pelayanan. Hal ini membuktikan bahwa kesiapan petugas maupun sistem sudah sesuai dengan harapan Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, yang sehari sebelumnya menyaksikan langsung pelaksanaan uji coba Perlinsos Digital di Kabupaten Sleman,” ujar Dani Prasetyo pada Jumat (14/08/2026).

Dani menambahkan bahwa sistem digitalisasi ini telah mencakup verifikasi Program Keluarga Harapan (PKH) serta Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), yang ke depannya akan diperluas untuk subsidi listrik, LPG, dan bantuan pendidikan.

Kemudahan alur pendaftaran tersebut turut dirasakan oleh salah seorang warga penerima layanan, Waluyo, yang merasa terbantu dengan pemangkasan persyaratan administrasi.

“Kalau dulu harus membawa banyak berkas fotokopi untuk mengurus bantuan sosial, sekarang tidak perlu lagi. Cukup membawa KTP, HP Android, dan ID PLN, prosesnya cepat karena dibantu langsung oleh petugas,” kata Waluyo.

Pemerintah Kalurahan Donoharjo mengimbau warga yang belum sempat hadir agar tidak khawatir, sebab pendampingan pendaftaran mandiri akan tetap dibuka melalui agen dan petugas resmi di setiap padukuhan. (Upik Wahyuni/KIM Donoharjo)