Dharma Wanita Sleman Dukung Pendidikan Karakter Anak Usia Dini Lewat Program DWP Mengajar

Sleman – Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Sleman menggelar kunjungan kerja sekaligus merealisasikan program unggulan “DWP Mengajar” di TK ABA Karangharjo, Padukuhan Bedilan, Kalurahan Kalitirto, Kapanewon Berbah, Kabupaten Sleman, pada Jumat (14/08/2026).

Kegiatan ini diselenggarakan dalam rangka mempererat tali silaturahmi, meningkatkan kepedulian sosial, serta menyemarakkan Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia dan menyambut Hari Ulang Tahun ke-27 DWP. Selain mengajar, pengurus DWP Kabupaten Sleman menyerahkan bantuan berupa sarana permainan ayunan, alat peraga edukatif, tanaman penghijauan, pupuk kompos, hingga tempat sampah terpilah.

Agenda tersebut dihadiri oleh Ketua DWP Kabupaten Sleman Dewi Indriyati, Kabid Pemberdayaan Perempuan DP3AP2KB Sleman Anik Widaryanti, Ketua DWP Berbah Yani Haryanti, Ketua Ranting ‘Aisyiyah Kalitirto Sri Subekti, serta Kepala TK ABA Karangharjo Ida Nurhayati beserta jajaran guru dan murid.

Kepala TK ABA Karangharjo, Ida Nurhayati, menyampaikan apresiasi mendalam atas perhatian dan dukungan sarana prasarana yang disalurkan oleh jajaran pengurus DWP Kabupaten Sleman.

“Terima kasih atas kunjungan, perhatian, dan bantuannya kepada kami. Semoga silaturahmi ini terjalin dengan baik dan memberikan manfaat bagi kita semua,” ujar Ida Nurhayati pada Jumat (14/08/2026).

Sementara itu, Ketua DWP Kabupaten Sleman, Dewi Indriyati, menjelaskan bahwa aksi sosial ini memadukan tiga program unggulan DWP sekaligus, yakni DWP Mengajar, DWP Hijau, dan DWP Peduli, yang berfokus pada pembentukan karakter serta kepedulian lingkungan sejak dini.

“Pendidikan karakter pada anak usia dini akan berdampak dan terbawa hingga dewasa, salah satunya kepedulian terhadap lingkungan melalui budaya memilah sampah dari sumbernya. DWP Sleman juga bekerja sama dengan DP3AP2KB Sleman untuk mensukseskan Program Pusat Informasi Sahabat Perempuan (PRISMA) agar memberikan banyak kemanfaatan bagi perempuan di wilayah Kabupaten Sleman,” tutur Dewi Indriyati.

Melalui penanaman nilai kepedulian lingkungan dan penguatan pendidikan karakter ini, DWP Kabupaten Sleman berharap anak-anak usia dini dapat tumbuh menjadi generasi penerus yang berwawasan lingkungan dan berkarakter kuat. (Kusnadi/KIM Berbah)




Merti Dusun Turen 2026, Panewu Ngaglik Apresiasi Semangat Warga Lestarikan Budaya

Sleman – Upacara tradisi Merti Dusun Padukuhan Turen Tahun 2026 resmi dibuka oleh Panewu Ngaglik, Edi Wibowo, di Padukuhan Turen, Kalurahan Sardonoharjo, Kapanewon Ngaglik, Kabupaten Sleman, pada Jumat (14/08/2026).

Perhelatan adat yang mengusung tema “Nyawiji Ing Budaya, Sinergi Ing Karya” ini diselenggarakan selama empat hari berturut-turut, mulai Jumat (14/08/2026) hingga Senin (17/08/2026). Pesta rakyat tersebut dirancang sebagai wadah masyarakat untuk mempererat tali silaturahmi, memupuk semangat gotong royong, serta melestarikan warisan seni dan budaya lokal di tengah arus modernisasi.

Rangkaian acara yang disiapkan meliputi pentas Campursari, pertunjukan Hadroh Al Hasanah, Gejog Lesung Prameswari, Sholawat Palupi, senam sehat, malam tirakatan, hingga puncaknya Kirab Budaya yang disinergikan dengan Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Dalam sambutannya, Panewu Ngaglik, Edi Wibowo, mengapresiasi tinggi tingginya antusiasme serta partisipasi aktif warga Padukuhan Turen dalam merawat tradisi leluhur.

“Saya sangat mengapresiasi dan kagum dengan semangat warga Padukuhan Turen. Kegiatan seperti ini menunjukkan bahwa budaya dan kebersamaan masyarakat masih terjaga dengan baik,” ujar Edi Wibowo pada Jumat (14/08/2026).

Ia berharap agar Merti Dusun tidak berhenti sebagai agenda seremonial semata, melainkan mampu memberikan dampak sosial yang positif bagi keharmonisan antarwarga serta penanaman nilai kebudayaan bagi generasi muda.

Melalui sinergi seni, tradisi, dan semangat kebangsaan ini, Merti Dusun Turen 2026 diharapkan terus hidup dan menjadi identitas kekayaan budaya yang membanggakan di wilayah Kabupaten Sleman. (Andy Ahmad/KIM DSN NGAGLIK)




Gamada Srawung Bocah di Kentungan Condongcatur, Ajak Anak Kurangi Gadget dan Kenali Pola Hidup Sehat

Sleman – Sebanyak 30 Gadjah Mada Muda (Gamada) menghadirkan ruang belajar sekaligus bermain interaktif bagi anak-anak melalui kegiatan “Srawung Bocah” di Gedung Serbaguna Kentungan, Padukuhan Kentungan, Kalurahan Condongcatur, Kapanewon Depok, Kabupaten Sleman, pada Jumat (14/08/2026).

Kegiatan yang berlangsung mulai pukul hingga WIB ini merupakan bagian dari rangkaian program Action Plan PIONIR Gadjah Mada 2026. Sebanyak 27 anak berusia 4–13 tahun diajak untuk bijak memanfaatkan gawai, memahami etika dan sopan santun, melatih kerja sama tim, serta mengenal pemenuhan gizi seimbang dan pola hidup sehat melalui berbagai permainan edukatif.

Rangkaian acara dipandu oleh mahasiswa Universitas Gadjah Mada, Banda dan Nahda, yang mengawalinya dengan pembagian kelompok bermain. Anak-anak diajak mengikuti beragam permainan ketangkasan, seperti menyusun gelas bernomor menggunakan karet dan tali rafia guna melatih koordinasi serta membuktikan bahwa permainan non-digital tetap mengasyikkan.

Selain itu, sesi edukasi etika dan penggunaan gawai dikemas secara interaktif lewat permainan simulasi “Yes or No”. Gamada juga mengenalkan konsep gizi “Isi Piringku”, aktivitas menempel origami bergambar buah, hingga senam bersama untuk mengasah motorik dan kreativitas anak.

Antusiasme tinggi ditunjukkan oleh para peserta sepanjang kegiatan berlangsung. Salah seorang peserta asal RT 02 RW 47 Kentungan, Anindya, mengaku sangat gembira bisa mengikuti rangkaian permainan edukatif tersebut.

“Hari ini seru banget. Tadi sama kakak-kakaknya diajarin tepuk-tepuk, diajarin sayur dan buah, dan ada permainan-permainannya juga,” ujar Anindya pada Jumat (14/08/2026).

Apresiasi senada disampaikan oleh salah satu orang tua peserta, Eka Pertiwi. Menurutnya, materi yang dibawakan sangat relevan dengan kebutuhan tumbuh kembang anak di era digital.

“Kegiatannya seru. Yang didapat anak-anak hari ini antara lain supaya tidak terlalu banyak bermain gadget, belajar etika kepada orang lain, serta mendapatkan informasi tentang makanan dan pola hidup sehat,” tutur Eka Pertiwi.

Melalui program “Srawung Bocah”, Action Plan PIONIR Gadjah Mada 2026 membuktikan komitmen kolaborasi antara kampus dan masyarakat desa dalam menanamkan kebiasaan positif serta karakter unggul sejak usia dini. (Wasana/KIM Depok)




TP PKK Condongcatur Hidupkan Nilai Pancasila dari Keluarga

Sleman – Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kalurahan Condongcatur menggelar Sosialisasi Kelompok Kerja (Pokja) I bertema “Gerakan PKK Menguatkan Keluarga, Pancasila Menyatukan Bangsa” di ruang Wacana Loka, Kalurahan Condongcatur, Kapanewon Depok, Kabupaten Sleman, pada Jumat (14/08/2026).

Kegiatan yang diikuti oleh 39 peserta dari unsur kesekretariatan serta pengurus Pokja I hingga Pokja IV ini bertujuan untuk memperkuat peran keluarga sebagai fondasi utama dalam pembentukan karakter masyarakat dan pencegahan persoalan sosial seperti kenakalan remaja.

Carik Condongcatur sekaligus Wakil Ketua TP PKK Kalurahan Condongcatur, Riska Dian Nur Lestari, menekankan pentingnya kerapian administrasi dan penguatan kelembagaan PKK, sinergi Posyandu dan Bunda PAUD, serta pemantauan tumbuh kembang anak secara menyeluruh.

“Administrasi yang tertib merupakan fondasi organisasi. Namun, yang paling utama adalah memastikan setiap program PKK benar-benar hadir, dirasakan manfaatnya, dan mampu menjawab kebutuhan keluarga di tengah masyarakat,” kata Riska Dian Nur Lestari pada Jumat (14/08/2026).

Riska juga menambahkan terkait pentingnya pengawasan pola makan dan kesehatan anak di tingkat Posyandu. Menurutnya, pertumbuhan anak harus dinilai secara menyeluruh, tidak hanya pada anak dengan berat badan kurang tetapi juga kelebihan berat badan.

“Anak yang terlihat gemuk belum tentu berada dalam kondisi sehat. Pertumbuhan anak harus dinilai secara menyeluruh dengan memperhatikan berat dan tinggi badan, pola makan, aktivitas fisik, perkembangan, serta kondisi kesehatannya,” lanjut Riska.

Hadir sebagai narasumber utama, Dosen Pendidikan Pancasila Universitas Ahmad Dahlan (UAD), Suyitno, menjelaskan bahwa keluarga merupakan ruang pertama dan utama bagi pendidikan karakter serta pengamalan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.

“Anak belajar tentang Pancasila pertama kali bukan dari teori, melainkan dari sikap yang mereka lihat di rumah. Keteladanan orang tua dalam menghormati, menolong, bermusyawarah, dan bertanggung jawab akan membentuk karakter anak. Gerakan PKK memiliki peran strategis karena bersentuhan langsung dengan keluarga. Ketika keluarga kuat dengan nilai-nilai Pancasila, masyarakat akan semakin kokoh menghadapi berbagai tantangan zaman,” ujar Suyitno.

Sementara itu, Ketua Pokja I TP PKK Kalurahan Condongcatur, Indrayani Supriharyanti, mengapresiasi keaktifan para kader dalam sesi dialog interaktif dan berharap materi yang disampaikan dapat diimplementasikan secara konkret di tengah masyarakat.

“Terima kasih atas kehadiran dan partisipasi seluruh jajaran kesekretariatan serta pengurus Pokja I hingga Pokja IV. Semoga pengetahuan yang disampaikan narasumber dapat diterapkan dalam kehidupan keluarga maupun pelaksanaan program PKK sehingga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” tutur Indrayani Supriharyanti.

Melalui sosialisasi ini, TP PKK Kalurahan Condongcatur berkomitmen untuk terus menjalin sinergi berkelanjutan bersama Posyandu, Bunda PAUD, Puskesmas, serta Pemerintah Kalurahan guna mewujudkan lingkungan keluarga yang berdaya, sehat, dan berkarakter. (Wasana/KIM Depok)




Paskibra Gamping Gelar Gladi Kotor Pengibaran Merah Putih Jelang HUT ke-81 RI

Sleman – Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) Kapanewon Gamping bersama jajaran petugas upacara menggelar gladi kotor pengibaran bendera Merah Putih di Lapangan Nogotirto, Kapanewon Gamping, Kabupaten Sleman, pada Kamis (13/08/2026).

Kegiatan gladi kotor ini diselenggarakan oleh Pemerintah Kapanewon Gamping sebagai langkah persiapan krusial menjelang Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Simulasi ini bertujuan untuk memastikan seluruh alur upacara, kekompakan gerakan, ketepatan formasi barisan, hingga sinkronisasi koordinasi antarpetugas berjalan tertib dan khidmat saat hari pelaksanaan pada 17 Agustus mendatang.

Pelatihan intensif ini melibatkan jajaran instruktur dari unsur TNI dan Polri, di antaranya Koramil 17/Gamping dan Kepolisian Sektor (Polsek) Gamping.

Pelatih Paskibra dari Koramil 17/Gamping, Acip Mulyawana, menekankan pentingnya kedisiplinan dan konsentrasi tinggi bagi para anggota Paskibra dalam mengeksekusi setiap detail gerakan pengibaran Sang Saka Merah Putih.

“Saya minta kepada seluruh anggota Paskibra untuk menjaga konsentrasi dan mengikuti setiap instruksi pelatih dengan sungguh-sungguh. Perhatikan setiap detail, mulai dari sikap sempurna, langkah, jarak antaranggota, perubahan formasi, penghormatan, hingga proses pengibaran dan penyerahan bendera,” tegas Acip Mulyawana pada Kamis (13/08/2026).

Senada dengan hal tersebut, Pelatih Paskibra dari Polsek Gamping, Teguh Riyanto, menyampaikan bahwa tugas pengibaran bendera merupakan kehormatan besar yang mencerminkan penghormatan terhadap jasa para pahlawan bangsa.

“Mari kita jadikan gladi kotor ini sebagai kesempatan untuk melakukan penyempurnaan sebelum pelaksanaan upacara. Saya yakin dengan latihan yang sungguh-sungguh, kekompakan, dan semangat yang terus dijaga, kita mampu melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya,” ujar Teguh Riyanto.

Melalui tahapan evaluasi dan persiapan teknis yang matang, Pemerintah Kapanewon Gamping optimistis seluruh rangkaian Upacara Peringatan HUT ke-81 RI dapat berlangsung aman, mulus, dan penuh khidmat. (Adnan Nurtjahjo/KIM Pararta Guna Gamping)