Dukung Digitalisasi Aset Desa, Mahasiswa UAJY Rancang Aplikasi SIMANTAP di Condongcatur

Sleman – Mahasiswa Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY), Yosafat William Sinar Wiharono, merancang Sistem Informasi Manajemen Aset Terpadu (SIMANTAP) berbasis Google Apps Script guna mendukung digitalisasi tata kelola dan tertib administrasi aset di Kalurahan Condongcatur, Kapanewon Depok, Kabupaten Sleman.
Hasil inovasi dari penelitian skripsi mahasiswa Program Studi Akuntansi Fakultas Bisnis dan Ekonomika UAJY tersebut dipresentasikan secara langsung kepada jajaran Pemerintah Kalurahan Condongcatur di Ruang Sasana Wicara, Kantor Kalurahan Condongcatur, pada Jumat (14/08/2026).
Penelitian yang berlangsung selama kurun waktu lima bulan sejak 16 Maret hingga 14 Agustus 2026 ini berfokus pada digitalisasi pencatatan, peminjaman, penyewaan, serta pemantauan aset kalurahan secara transparan dan akuntabel. Melalui dasbor interaktif, pengelola dapat memantau ketersediaan unit, status transaksi peminjaman, penerimaan denda, hingga proyeksi pendapatan dari penyewaan aset secara real-time.
Pengembang SIMANTAP, Yosafat William Sinar Wiharono, berharap riset terapan yang dilakukannya dapat memberikan dampak nyata bagi efisiensi tata kelola pemerintahan di tingkat lokal.
“Semoga hasil penelitian ini dapat memberikan manfaat nyata bagi Kalurahan Condongcatur, mendukung pelayanan kepada masyarakat, serta menjadi inspirasi penerapan digitalisasi tata kelola pemerintahan di tingkat kalurahan,” ujar Yosafat William Sinar Wiharono pada Jumat (14/08/2026).
Pemerintah Kalurahan Condongcatur menyambut positif hadirnya sistem tersebut. Carik Condongcatur, Riska Dian Nur Lestari, mengapresiasi terobosan berbasis teknologi informasi ini dan mendorong agar SIMANTAP dapat disempurnakan hingga taraf implementasi operasional.
“Kami mengapresiasi penelitian dan sistem yang telah dikembangkan. Semoga ke depan SIMANTAP dapat terus disempurnakan dan diaplikasikan di lingkungan Pemerintah Kalurahan Condongcatur guna mendukung inovasi teknologi, khususnya dalam mewujudkan tertib administrasi pengelolaan aset kalurahan,” tutur Riska Dian Nur Lestari.
Senada dengan hal tersebut, Kepala Urusan (Kaur) Tata Laksana Condongcatur, Andree Setiawan, menilai sistem ini memiliki kedalaman metode yang mumpuni untuk terus dikembangkan sesuai regulasi tata kelola aset desa.
“Alat dan metode yang digunakan dalam penelitian ini sudah sangat bagus. Sistemnya bisa diaplikasikan dan informasi yang disajikan juga cukup detail. Apabila terus dikembangkan dan disempurnakan, sistem seperti ini berpotensi diterapkan dalam pemerintahan, baik di tingkat kalurahan maupun kabupaten,” pungkas Andree Setiawan.
Inovasi SIMANTAP menjadi bukti nyata kolaborasi akademisi dan pemerintah lokal dalam mendorong efisiensi, keterlacakan data, serta akuntabilitas tata kelola aset sesuai regulasi yang berlaku. (Wasana/KIM Depok)



