BKB Teratai Merah Perkuat Keterampilan Orang Tua Asuh Balita

Sleman – Bina Keluarga Balita (BKB) Teratai Merah Padukuhan Dabag, Kalurahan Condongcatur, Kapanewon Depok, Kabupaten Sleman, meningkatkan pengetahuan dan keterampilan orang tua dalam mendampingi tumbuh kembang anak usia 0–5 tahun. Kegiatan yang diikuti sekitar 50 peserta tersebut berlangsung di Gedung Serbaguna Padukuhan Dabag, Kamis (13/8/2026).

Ketua BKB Teratai Merah, Maryati mengatakan kegiatan tersebut bertujuan membantu keluarga memahami proses tumbuh kembang anak sekaligus menerapkan pola asuh yang sesuai dengan kebutuhan setiap tahapan usia.

Menurutnya, pendampingan keluarga mencakup pemberian stimulasi fisik, mental, intelektual, emosional, sosial, motorik, kognitif, serta kemampuan bahasa. Pemahaman tersebut penting agar orang tua mampu mengenali perkembangan anak sejak dini dan memberikan stimulasi secara tepat.

“Kami mendorong keluarga berperan dalam upaya pencegahan stunting. Pengasuhan yang berkualitas, pemantauan perkembangan, serta perhatian terhadap kebutuhan anak menjadi bagian penting dalam mendukung pertumbuhan balita secara optimal,” tegasnya.

Selain membahas pola asuh, peserta memperoleh pemahaman mengenai penggunaan Alat Permainan Edukatif (APE) sebagai sarana stimulasi. Permainan edukatif dapat membantu anak mengembangkan kemampuan motorik, kognitif, bahasa, sosial, dan emosional melalui aktivitas yang sesuai usia.

“BKB juga menggunakan Kartu Kembang Anak (KKA) untuk membantu keluarga memantau pencapaian perkembangan balita. Melalui pemantauan secara berkala, orang tua dapat mengenali perkembangan anak sekaligus mengetahui apabila terdapat aspek yang membutuhkan perhatian atau stimulasi lebih lanjut,” ujar Maryati.

Ia menambahkan, penguatan pengetahuan orang tua tidak hanya berpengaruh terhadap tumbuh kembang anak, tetapi juga mendukung ketahanan dan kualitas kehidupan keluarga.

“Keterlibatan anggota keluarga dalam pengasuhan diharapkan menciptakan lingkungan yang aman, sehat, dan mendukung perkembangan anak,” pungkas Maryati. (Athiful/KIM Depok)




470 Warga Donoharjo Antusias Aktivasi IKD dan Akses Layanan Perlinsos

Sleman – Antusiasme masyarakat Kalurahan Donoharjo dalam memanfaatkan layanan kependudukan digital menunjukkan tren positif. Sebanyak 470 warga mengikuti pelayanan jemput bola Aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD) dan Perlindungan Sosial (Perlinsos) yang digelar Pemerintah Kalurahan Donoharjo, Kamis (13/8/2026).

Pelayanan tersebut melibatkan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Sleman untuk aktivasi IKD serta Dinas Sosial Kabupaten Sleman untuk layanan Perlinsos.

Kegiatan jemput bola tersebut merupakan tindak lanjut sosialisasi IKD sekaligus upaya mempercepat kepemilikan IKD di Donoharjo yang saat ini mencapai 22,5 persen. Jumlah peserta pada hari pertama juga melampaui target 400 pendaftar. Pelayanan selanjutnya ditargetkan menjangkau 350 warga pada hari kedua.

Kaur Tatalaksana Kalurahan Donoharjo, Pandoyo mengapresiasi antusiasme masyarakat. Menurutnya, tingginya partisipasi warga menunjukkan semakin tumbuhnya kesadaran terhadap pentingnya identitas kependudukan digital.

“Capaian pada hari pertama ini sangat menggembirakan. Ini menandakan bahwa antusiasme dan kesadaran masyarakat untuk beralih ke identitas digital sudah mulai tumbuh. Mereka menyadari pentingnya memiliki dokumen kependudukan yang terintegrasi,” kata Pandoyo.

Ia mengatakan, IKD diharapkan dapat mempermudah masyarakat dalam mengakses berbagai layanan administrasi dan pelayanan publik.

“Dengan memiliki identitas digital di ponsel pintar masing-masing, ke depannya seluruh urusan administrasi akan jauh lebih praktis dan efisien. Warga tidak perlu lagi berulang kali memfotokopi KTP fisik setiap kali mengurus dokumen kependudukan atau pelayanan publik lainnya,” imbuhnya.

Pandoyo juga mengingatkan masyarakat untuk memperhatikan keamanan data pribadi selama proses aktivasi. Ia menegaskan bahwa aktivasi IKD dilakukan secara resmi oleh petugas Disdukcapil dan tidak dipungut biaya.

“Kami perlu tegaskan kembali kepada seluruh masyarakat bahwa proses aktivasi akun IKD ini 100 persen gratis tanpa pemungutan biaya apa pun. Selain itu, proses aktivasi ini hanya bisa dilakukan oleh petugas resmi Disdukcapil,” tegasnya.

Pelayanan tersebut turut ditinjau langsung Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi), Meutya Hafid yang melihat proses pelayanan dan interaksi petugas dengan masyarakat.

Salah seorang warga, Sayem mengaku terbantu dengan adanya layanan jemput bola. Ia sempat khawatir proses aktivasi akan sulit karena faktor usia, namun ternyata prosesnya cukup sederhana.

“Ternyata tidak susah sama sekali. Saya cuma membawa KTP fisik dan ponsel. Begitu datang, ada petugas dan agen yang ramah mengarahkan untuk mengunduh aplikasi IKD. Setelah itu langsung diverifikasi dan diaktivasi oleh petugas Disdukcapil, lalu diberikan PIN IKD. Sangat cepat dan tidak membingungkan,” tuturnya.

Pemerintah Kalurahan Donoharjo berharap tingginya partisipasi masyarakat pada hari pertama dapat terus berlanjut sehingga kepemilikan IKD meningkat dan transformasi layanan publik berbasis digital di Kabupaten Sleman semakin cepat. (Upik Wahyuni KIM Donoharjo Ngaglik)




Sosialisasi Fasilitas Medis Tingkatkan Literasi Kesehatan Masyarakat Sleman

Sleman – Sosialisasi layanan kesehatan membantu masyarakat mengenali berbagai fasilitas medis serta memahami pilihan pelayanan yang dapat dimanfaatkan sesuai kebutuhan.

Rumah Sakit Universitas Ahmad Dahlan (RS UAD) Yogyakarta menyampaikan informasi tersebut dalam kegiatan di Aula Kantor Kalurahan Selomartani, Kapanewon Kalasan, Kabupaten Sleman, Kamis (13/8/2026).

Kepala Bidang Humas, Pemasaran, dan Medikolegal RS UAD, Tata Swastika Ayuningtyas, mengatakan masyarakat perlu memperoleh informasi yang jelas mengenai fasilitas kesehatan agar dapat memilih dan memanfaatkan pelayanan medis secara tepat.

“RS UAD terus berkomitmen memberikan pelayanan kesehatan yang berkualitas, mudah diakses, dan berorientasi pada keselamatan pasien. Melalui sosialisasi ini, kami ingin masyarakat semakin mengenal layanan yang tersedia sehingga dapat memanfaatkannya secara optimal,” ujarnya.

Dalam kegiatan tersebut, peserta memperoleh informasi mengenai layanan rawat jalan yang mencakup klinik spesialis anak, penyakit dalam, saraf, jiwa, paru, jantung dan pembuluh darah, kebidanan dan kandungan, mata, bedah umum, bedah tulang, THT, rehabilitasi medis, serta kesehatan gigi dan mulut.

“RS UAD juga menyediakan layanan psikologi klinis, kunjungan rumah atau home care, medical check up, serta hemodialisis atau cuci darah. Beragam layanan tersebut memberikan pilihan pelayanan kesehatan sesuai kondisi dan kebutuhan pasien,” ungkapnya.

Pada layanan rawat inap, rumah sakit menyediakan ruang perawatan kelas III, kelas II, kelas I, hingga VIP. Pelayanan juga diperkuat dengan Intensive Care Unit (ICU), Pediatric Intensive Care Unit (PICU), serta Neonatal Intensive Care Unit (NICU) bagi pasien yang membutuhkan perawatan intensif.

Kesiapsiagaan penanganan kegawatdaruratan turut menjadi bagian penting dalam sosialisasi. RS UAD mengoperasikan Unit Gawat Darurat (UGD) selama 24 jam dengan dukungan ruang isolasi, Pelayanan Obstetri Neonatal Emergensi Komprehensif (PONEK), peralatan resusitasi, elektrokardiografi (EKG), defibrilator, serta ambulans.

Pelayanan kesehatan tersebut juga didukung fasilitas penunjang medis, meliputi laboratorium, radiologi digital, USG 4 dimensi, farmasi, konsultasi gizi, fisioterapi, serta pemeriksaan mikrobiologi dan patologi klinik.

“Berbagai fasilitas tersebut didukung tenaga medis dan dokter spesialis dari beragam bidang untuk menunjang pelayanan kesehatan yang komprehensif,” katanya. (Athiful/KIM Depok)




SPKLU SMK Muhammadiyah 2 Sleman Perluas Akses Pengisian Kendaraan Listrik

Sleman – Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) SMK Muhammadiyah 2 Sleman terus melayani kebutuhan pengisian daya kendaraan listrik masyarakat.

Pemanfaatan fasilitas tersebut menunjukkan semakin besarnya kebutuhan pengguna terhadap infrastruktur pendukung kendaraan listrik di Kabupaten Sleman.

Kepala SMK Muhammadiyah 2 Sleman, Ahmad Maftuhin, mengatakan masyarakat dari berbagai wilayah telah memanfaatkan SPKLU yang terbuka untuk umum tersebut.

Keberadaan fasilitas pengisian cepat serta lokasi yang mudah dijangkau menjadi salah satu pendukung pemanfaatannya.

“Pengguna kendaraan listrik yang memanfaatkan SPKLU terus bertambah. Kondisi ini menunjukkan bahwa fasilitas pengisian daya semakin dibutuhkan seiring berkembangnya penggunaan kendaraan listrik,” ujarnya, Jumat (14/8/2026).

SPKLU SMK Muhammadiyah 2 Sleman menggunakan teknologi fast charging berkapasitas 50 kW DC. Teknologi tersebut memungkinkan proses pengisian daya berlangsung lebih cepat dibandingkan sistem pengisian konvensional sehingga membantu pengguna menghemat waktu.

Menurutnya, layanan tersebut tidak hanya memberikan manfaat bagi masyarakat, tetapi juga mendukung pengembangan ekosistem kendaraan listrik dan pemanfaatan energi yang lebih ramah lingkungan.

Sekolah sekaligus memanfaatkan keberadaan SPKLU sebagai sarana pembelajaran bagi peserta didik. Siswa dapat mengenal perkembangan teknologi kendaraan listrik, sistem pengisian daya, hingga pengelolaan fasilitas yang berkaitan dengan kebutuhan industri otomotif.

Fungsi tersebut dinilai relevan dengan pendidikan vokasi yang perlu mengikuti perkembangan teknologi dan perubahan kebutuhan dunia kerja. Peserta didik diharapkan memperoleh wawasan mengenai teknologi yang semakin banyak digunakan dalam industri transportasi.

“SMK Muhammadiyah 2 Sleman juga melakukan perawatan fasilitas secara berkala untuk menjaga keamanan dan keandalan layanan,” katanya.

Menurutnya, layanan tersebut diperlukan agar masyarakat dapat menggunakan SPKLU secara nyaman sekaligus menjaga performa perangkat pengisian daya.

“Kami berharap fasilitas ini terus memberikan manfaat bagi pengguna kendaraan listrik sekaligus menjadi media pembelajaran bagi siswa untuk mengenal teknologi otomotif yang terus berkembang,” katanya.

Melalui pengoperasian SPKLU, SMK Muhammadiyah 2 Sleman turut memperluas akses masyarakat terhadap fasilitas pengisian kendaraan listrik sekaligus memperkuat peran sekolah vokasi dalam merespons perkembangan teknologi dan kebutuhan transportasi masa depan. (Athiful/KIM Depok)




Yoga Ibu Hamil Tingkatkan Kebugaran dan Kesiapan Persalinan

Sleman – Kegiatan yoga ibu hamil memberikan pembekalan fisik dan mental bagi peserta untuk menjaga kebugaran selama kehamilan sekaligus mempersiapkan proses persalinan. Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Kantor Kalurahan Selomartani, Kapanewon Kalasan, Kabupaten Sleman, Kamis (13/8/2026).

Bidan Kalurahan, Dyah Resminingsih, mengatakan yoga hamil atau prenatal yoga merupakan latihan fisik dan pernapasan yang dirancang khusus bagi ibu hamil dengan menyesuaikan kondisi kehamilan masing-masing.

“Yoga hamil membantu menjaga kebugaran, melatih pernapasan, serta mengurangi berbagai keluhan fisik yang umum dirasakan selama kehamilan,” ujarnya.

Menurutnya, latihan yoga dapat membantu meredakan nyeri punggung bawah dan panggul, memperkuat otot panggul serta perut, memperbaiki sirkulasi darah, sekaligus mengurangi kram dan rasa pegal.

“Latihan pernapasan dalam yoga juga bermanfaat bagi ibu hamil dalam mempersiapkan diri menghadapi persalinan. Teknik tersebut membantu peserta mengenali ritme pernapasan sekaligus melatih tubuh agar lebih rileks,” tambahnya.

Selain manfaat fisik, yoga hamil turut mendukung kesehatan mental. Latihan yang dilakukan secara terarah dapat membantu menurunkan stres dan kecemasan, meningkatkan kualitas tidur, serta membuat ibu hamil lebih tenang dan positif dalam menjalani masa kehamilan.

Dyah menjelaskan, yoga hamil umumnya dapat mulai dilakukan pada trimester kedua atau setelah usia kehamilan memasuki sekitar 14–20 minggu. Namun, ibu hamil tetap perlu memastikan kondisi kehamilan aman dan memperoleh persetujuan tenaga kesehatan sebelum mengikuti latihan.

“Pelaksanaan yoga juga perlu menyesuaikan kondisi masing-masing peserta agar gerakan tetap aman dan tidak menimbulkan risiko bagi ibu maupun janin,” tandasnya. (Athiful/KIM Depok)