Perkuat Peran Kader, Dinkes Sleman Gelar Bakti Sosial dan Jambore Posyandu

Sleman – Sebanyak 500 peserta mengikuti Bakti Sosial dan Jambore Kader Posyandu dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Lapangan Gamplong, Kalurahan Sumberrahayu, Kapanewon Moyudan, Kamis (13/8/2026). Dari jumlah tersebut, sekitar 400 peserta merupakan kader perwakilan dari seluruh wilayah Kabupaten Sleman.

Kegiatan yang diselenggarakan Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman bersama panitia HUT Kemerdekaan RI Kabupaten Sleman tersebut mengusung tema “Mengabdi untuk Negeri, Sehatkan Generasi”. Kegiatan ini menjadi sarana peningkatan kapasitas kader sekaligus mendekatkan layanan kesehatan kepada masyarakat.

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Sleman, dr. Seruni Angreni Susila mengatakan kader memiliki peran penting dalam memastikan layanan kesehatan di tingkat masyarakat berjalan secara optimal.

“Kader kesehatan memiliki peran yang sangat besar dalam pelaksanaan Posyandu karena kader dapat menjadi penggerak masyarakat dalam melaksanakan hidup sehat,” ujar Seruni.

Menurutnya, peran tersebut semakin penting seiring dengan penerapan Integrasi Layanan Primer yang mendorong pelayanan kesehatan lebih dekat dan mudah diakses masyarakat.

“Terlebih dalam era Integrasi Layanan Primer, Posyandu mendekatkan akses kesehatan kepada masyarakat,” sambungnya.

Saat ini, Kabupaten Sleman telah memiliki Posyandu dengan tingkat keaktifan mencapai lebih dari 97 persen pada 2025. Keberadaan Posyandu tersebut menjadi salah satu bagian penting dalam mendukung pelayanan kesehatan masyarakat berdasarkan siklus hidup, mulai dari bayi, balita, usia sekolah, remaja, dewasa hingga lanjut usia.

Melalui jambore ini, kader mendapatkan penguatan kapasitas agar semakin siap memberikan pelayanan dan menjadi penggerak perilaku hidup sehat di lingkungan masing-masing.

Rangkaian kegiatan diawali dengan senam bersama yang dipimpin instruktur berpengalaman. Peserta juga mendapatkan layanan Cek Kesehatan Gratis sebagai bagian dari bakti sosial. Selain itu, terdapat edukasi dan capacity building bagi kader yang menghadirkan dokter dan psikolog dari RSUD Prambanan.

Sebagai bentuk apresiasi terhadap kontribusi kader dan Posyandu dalam pelayanan kesehatan masyarakat, Dinas Kesehatan juga menyerahkan penghargaan kepada Posyandu dan kader berprestasi tingkat Kabupaten Sleman. Penghargaan diberikan dalam bentuk trofi dan uang pembinaan.

Juara I Posyandu Berprestasi Bidang Kesehatan Kabupaten Sleman Tahun 2026 diraih Posyandu Buyung Upik, Tamanmartani, Kalasan, binaan Puskesmas Kalasan. Sementara itu, Juara I Kader Posyandu Berprestasi Bidang Kesehatan Kabupaten Sleman Tahun 2026 diraih Erni Kurniasari, kader Posyandu Buyung Upik, Tamanmartani, binaan Puskesmas Kalasan.

Penghargaan tersebut diharapkan menjadi bentuk apresiasi sekaligus motivasi bagi kader dan Posyandu lainnya untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan dan menggerakkan masyarakat menerapkan pola hidup sehat.




Tiga Mahasiswa UNY Raih Juara 1 Kompetisi Paper Nasional dengan Inovasi Berdikari Guide

Sleman – Tiga mahasiswa Program Studi Pendidikan Sosiologi Universitas Negeri Yogyakarta berhasil meraih Juara 1 Kompetisi Paper Nasional dalam ajang Carvenos x APPSANTI 2026 yang diselenggarakan di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Sebelas Maret, Surakarta, Jawa Tengah.

Ketua Tim Kompetisi, Rajif Muzamil Rohman bersama dua anggota Lula Nurfadilah dan Tias Isnawati berhasil memukau dewan juri melalui kajian tentang resiliensi sosial remaja di tengah masyarakat risiko dengan menggunakan perspektif sosiolog Jerman, Ulrich Beck.

Berdasarkan kajian tersebut, tim mengembangkan inovasi bernama Berdikari Guide, sebuah platform berbasis personalized roadmap. Platform tersebut dirancang untuk membantu remaja mengenali potensi diri, menyusun rencana pengembangan, serta meningkatkan kesiapan menghadapi berbagai perubahan sosial.

Rajif mengatakan tema tersebut dipilih karena remaja saat ini menghadapi tantangan yang semakin kompleks, mulai dari perubahan sosial, perkembangan teknologi, hingga dinamika ekonomi.

“Berdikari Guide kami kembangkan sebagai pendamping bagi remaja untuk mengenali potensi diri, menentukan arah pengembangan, dan mempersiapkan diri menghadapi berbagai tantangan,” ujarnya, Kamis (13/8/2026).

Menurutnya, pendekatan yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing pengguna diharapkan dapat membantu remaja membangun kemampuan adaptasi dan ketahanan sosial secara lebih terarah.

Kompetisi Paper Nasional Carvenos x APPSANTI 2026 mengusung tema “Navigating Social Change Through Innovation and Humanity”. Para peserta terlebih dahulu mengikuti seleksi naskah sebelum melaju ke babak final untuk mempresentasikan karya ilmiah di hadapan dewan juri.

Capaian tersebut menambah prestasi mahasiswa Pendidikan Sosiologi UNY di tingkat nasional sekaligus menunjukkan kemampuan mahasiswa mengembangkan kajian akademik menjadi gagasan inovatif yang relevan dengan persoalan sosial. (Athiful/KIM Depok)




GEMPAR Berbah Dorong Perputaran Ekonomi Pedagang Pasar Pahing

Sleman – Pemerintah Kapanewon Berbah menggelar Gerakan Meramaikan Pasar Rakyat (GEMPAR) di Pasar Pahing I, Tegalsari, Kalurahan Sendangtirto, Kapanewon Berbah, Kamis (13/8/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia sekaligus mendukung Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia melalui optimalisasi penggunaan produk dalam negeri.

Kegiatan diikuti pegawai dan staf Kapanewon Berbah, pengelola pasar, KUA, Polsek dan Koramil Berbah, perwakilan pendidik, serta masyarakat. Para peserta turut berbelanja sebagai bentuk dukungan terhadap pedagang pasar rakyat dan pelaku UMKM.

Kepala Jawatan Kemakmuran Kapanewon Berbah, Ringgo Anthoni Surya mengatakan GEMPAR bertujuan meningkatkan perputaran ekonomi kerakyatan sekaligus memperkuat branding gerakan belanja di pasar rakyat Kabupaten Sleman.

“Pelaksanaan program GEMPAR bertujuan untuk meningkatkan perputaran ekonomi kerakyatan sekaligus sebagai branding gerakan belanja di pasar rakyat wilayah Kabupaten Sleman,” jelasnya.

Pasar Pahing dipilih karena merupakan satu-satunya pasar kabupaten yang berada di wilayah Kapanewon Berbah. Melalui kegiatan tersebut, pemerintah berharap aktivitas pasar dan pendapatan pedagang dapat meningkat.

Sementara itu, Bendahara Pembantu Pasar Tegalsari, Pasar Potrojayan, dan Pasar Kenaran menyampaikan bahwa kondisi perekonomian turut berdampak pada aktivitas perdagangan. Sejumlah pedagang memilih tidak berjualan sehingga beberapa lapak kosong dan kondisi pasar cenderung sepi.

Selain faktor ekonomi, aktivitas Pasar Pahing juga dipengaruhi tradisi pasar yang hanya buka setiap lima hari sekali sesuai pasaran Pahing. Sebagian besar pedagang juga berjualan di Pasar Wage yang berjarak sekitar dua kilometer dari Pasar Pahing dan buka setiap hari, kecuali pada pasaran Pahing.

Berbagai upaya telah dilakukan untuk mendorong Pasar Pahing beroperasi setiap hari. Namun, hingga kini upaya tersebut belum berhasil karena kebiasaan berdagang setiap pasaran Pahing telah berlangsung selama puluhan tahun.

Melalui GEMPAR, Pemerintah Kapanewon Berbah berharap masyarakat dan seluruh unsur di wilayah Berbah dapat ikut menghidupkan aktivitas pasar rakyat sekaligus mendukung keberlangsungan usaha para pedagang. (Kusnadi KIM  Berbah)




Internet Desa Didorong Perkuat KDMP dan Literasi Digital Masyarakat Banyuraden

Sleman – Pemanfaatan internet desa dinilai penting untuk memperkuat kelembagaan dan pengelolaan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Banyuraden sekaligus meningkatkan literasi dan keamanan digital masyarakat. Hal tersebut disampaikan Ketua KDMP Banyuraden, Sukamat dalam sosialisasi di Gedung Balai RW Banyumeneng, Kalurahan Banyuraden, Kapanewon Gamping, Kamis (13/8/2026).

Sukamat mengatakan perkembangan teknologi perlu diimbangi kemampuan masyarakat dalam memanfaatkan internet secara produktif, aman, dan bertanggung jawab. Menurutnya, internet desa tidak hanya berfungsi sebagai sarana komunikasi, tetapi juga dapat mendukung aktivitas ekonomi, penyebaran informasi, dan pengembangan usaha koperasi.

“Internet desa harus mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Selain mempercepat akses informasi dan komunikasi, teknologi digital dapat menjadi sarana untuk memperkuat kegiatan koperasi dan membuka peluang ekonomi baru,” ujarnya.

Sukamat juga mendorong masyarakat memandang koperasi sebagai sarana membangun kemandirian dan memperkuat perekonomian desa. Dengan semakin banyak warga terlibat, KDMP diharapkan dapat berkembang sesuai kebutuhan masyarakat dan memberikan manfaat bagi anggotanya.

Sosialisasi tersebut sekaligus menjadi ruang koordinasi antara pemerintah kalurahan, unsur keamanan, koperasi, dan masyarakat untuk membangun ekosistem digital yang sehat. Pemanfaatan internet diharapkan dapat mendukung transparansi informasi, memperluas jejaring usaha, serta meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pembangunan.

Lurah Banyuraden, Sudarisman bersama Bhabinkamtibmas Banyuraden Aipda Suyanto dan Babinsa Banyuraden Serda Heri Prabowo turut mendukung upaya edukasi masyarakat mengenai pemanfaatan teknologi secara produktif sekaligus menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan.

Melalui penguatan literasi digital, masyarakat diharapkan semakin adaptif terhadap perkembangan teknologi dan mampu menjaga keamanan data serta aktivitas digital. Kondisi tersebut menjadi salah satu fondasi untuk mendorong KDMP Banyuraden tumbuh lebih modern, produktif, dan memberikan manfaat ekonomi yang lebih luas. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Gamping)




Kapanewon Gamping Matangkan Persiapan Upacara HUT ke-81 RI

Sleman – Pemerintah Kapanewon Gamping mematangkan persiapan pelaksanaan Upacara HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia melalui rapat koordinasi lintas sektor di Kalurahan Nogotirto, Kamis (13/8/2026). Koordinasi melibatkan TNI-Polri, pemerintah kalurahan, sekolah, tenaga kesehatan, dan instansi terkait.

Rapat dipimpin Panewu Anom Gamping, Kurnia Astuti, dan diikuti sekitar 35 peserta. Hadir antara lain Komandan Koramil 17/Gamping Kapten Infanteri Bambang Subyantoro, Kapolsek Gamping AKP Bowo Susilo, perwakilan Jawatan Keamanan dan Jawatan Praja, Puskesmas Gamping I, KUA Gamping, Lurah Nogotirto beserta perangkat, serta perwakilan sekolah.

Kurnia mengatakan koordinasi diperlukan untuk memastikan seluruh unsur memahami tugas dan tanggung jawab masing-masing, mulai dari kesiapan petugas dan Paskibra, peserta, sarana prasarana, pengaturan lalu lintas dan parkir, hingga dukungan kesehatan.

“Kami mohon setiap unsur yang terlibat dapat memahami tugas dan tanggung jawab masing-masing. Hal-hal teknis sekecil apa pun perlu diperhatikan karena akan menentukan kelancaran pelaksanaan upacara,” ujarnya.

Rapat juga membahas teknis upacara, termasuk petugas dan komposisi peserta, pembacaan Proklamasi, doa, pembawa acara, kesiapan Paskibra, penataan lokasi, area parkir, kebutuhan logistik, serta dukungan kesehatan berupa ambulans dan vitamin.

Kapolsek Gamping, AKP Bowo Susilo, menekankan pentingnya pengecekan lapangan secara menyeluruh, termasuk kondisi lapangan, tali bendera, jumlah peserta, dan layout upacara. Evaluasi tersebut akan ditindaklanjuti melalui gladi bersih pada Sabtu (15/8/2026) pukul WIB di Lapangan Nogotirto.

Ia berharap berbagai kekurangan yang masih ditemukan dapat segera diperbaiki melalui gladi bersih yang dijadwalkan pada Sabtu (15/8/2026) pukul WIB di Lapangan Nogotirto sebagai tahapan akhir untuk memastikan kesiapan personel, perlengkapan, serta teknis pelaksanaan upacara.

Selain persiapan upacara, rapat membahas agenda pendukung HUT ke-81 RI, seperti kegiatan flashmob dan penyaluran bantuan Baznas bagi anak yatim dan kaum duafa.

“Semoga Upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI dapat berlangsung dengan tertib, aman, lancar, dan khidmat, sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat semangat persatuan dan kebersamaan masyarakat Gamping,” pungkas Bowo. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Gamping)