Tumbuhkan Patriotisme, Gerak Jalan HUT ke-81 RI Meriahkan Kapanewon Kalasan

Sleman – Lomba Gerak Jalan tingkat Kapanewon Kalasan untuk pertama kalinya digelar di Lapangan Tamanan Pabrik, Kalurahan Tamanmartani, Kamis (13/8/2026). Ribuan peserta dari jenjang SD, SMP, SMA/SMK, serta kategori umum dan masyarakat turut memeriahkan kegiatan dalam rangka HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Panewu Kalasan, Samino mengapresiasi antusiasme peserta, pembina, pelatih, guru, karyawan sekolah, instansi, dan masyarakat. Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi bagian dari peringatan HUT RI, tetapi juga sarana menumbuhkan semangat kebersamaan, patriotisme, dan nasionalisme.

“Lomba gerak jalan merupakan tradisi dalam rangkaian peringatan HUT RI Kapanewon Kalasan. Selain memupuk kebersamaan dan jiwa patriotisme, kegiatan ini juga menjadi media silaturahmi antarpelajar dan masyarakat,” ujar Samino.

Samino turut mengapresiasi UMKM dari Tamanmartani, Selomartani, Purwomartani, dan Tirtomartani yang menghadirkan stan produk selama kegiatan. Apresiasi juga diberikan kepada relawan Tamanmartani, terdiri atas Linmas, Bolongabehi, Karang Taruna, Jagawarga, dan KSB yang membantu menjaga kelancaran kegiatan sepanjang rute.

Ketua Panitia, Sidi Nugroho, mengatakan lomba tahun ini diikuti 63 regu. Peserta SD sebanyak 34 regu, SMP 10 regu, SMA/SMK empat regu, dan kategori umum sebanyak 15 regu yang terdiri atas pamong kalurahan, PKK, kelompok masyarakat, instansi, serta guru dan karyawan sekolah.

Sebelum pemberangkatan, setiap regu menampilkan aksi dan yel-yel selama dua menit. Peserta SD menempuh jarak sekitar tiga kilometer, sedangkan peserta SMP, SMA/SMK, dan umum menempuh jarak lima kilometer dengan rute menuju wilayah utara Tamanmartani.

Hasil lomba akan diumumkan pada Upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI, 17 Agustus 2026, di Lapangan Tamanan Pabrik, Tamanmartani. Kegiatan ini diharapkan semakin memperkuat semangat kebersamaan masyarakat dalam menyemarakkan peringatan kemerdekaan. (Tri Joko S/KIM Kalasan Bersahabat)




Condongcatur Salurkan PMT bagi Ibu Hamil KEK dan Balita Stunting

Sleman – Pemerintah Kalurahan Condongcatur kembali menyalurkan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) melalui Dapur Sehat Atasi Stunting (DASHAT) Condongcatur bagi ibu hamil dengan Kekurangan Energi Kronis (KEK) dan balita stunting. Penyaluran PMT periode Agustus 2026 berlangsung di Ruang Wacana Loka, Kalurahan Condongcatur, Kapanewon Depok, Kamis (13/8/2026).

Sebanyak 40 penerima manfaat menjadi sasaran, terdiri atas 10 ibu hamil dan 30 balita. PMT diberikan secara rutin setiap bulan sebagai bagian dari upaya Pemerintah Kalurahan Condongcatur dalam mendukung pemenuhan gizi ibu dan anak serta pencegahan stunting.

Plt. Lurah Condongcatur, Budi Arto berharap PMT dapat memberikan manfaat bagi keluarga penerima sekaligus mendukung tumbuh kembang anak.

“Semoga bantuan ini bermanfaat. Harapannya, anak-anak kita dapat tumbuh dengan baik, sehat, cerdas, dan tangguh,” ujarnya.

Ketua DASHAT Condongcatur, Tatik Sukarsih menegaskan PMT merupakan stimulan sehingga pemenuhan kebutuhan gizi sehari-hari tetap menjadi tanggung jawab keluarga.

“Kami mengingatkan orang tua untuk menerapkan pola makan sesuai pedoman Isi Piringku, menjaga kesehatan, serta rutin membawa anak ke Posyandu untuk memantau pertumbuhan dan perkembangannya,” jelas Tatik.

Sementara itu, Koordinator KB Kapanewon Depok, Siti Juwariyah menyampaikan informasi mengenai jadwal pelayanan Keluarga Berencana (KB). Ketua Pokja IV TP PKK Kalurahan Condongcatur, Tintrim Tri Pamungkas, juga mengingatkan orang tua agar memastikan anak mendapatkan imunisasi sesuai jadwal.

Kegiatan tersebut turut dihadiri perwakilan Kampung Keluarga Berkualitas (KKB) Condongcatur, kader, dan anggota Tim DASHAT. Kolaborasi lintas unsur ini menjadi bagian penting dalam pendampingan keluarga, khususnya terkait gizi, kesehatan ibu dan anak, pola asuh, imunisasi, KB, serta pemantauan tumbuh kembang balita.

Melalui pemberian PMT dan edukasi berkelanjutan, Pemerintah Kalurahan Condongcatur berharap kesehatan ibu hamil dan balita semakin terjaga serta upaya pencegahan dan penanganan stunting dapat terus diperkuat. (Wasana / KIM Depok)




Skrining Tumbuh Kembang Pantau Kesehatan 31 Anak Condongcatur

Sleman – Rumah Sakit Condongcatur bersama KB ‘Aisyiyah Perumnas melaksanakan skrining tumbuh kembang terhadap 31 peserta didik tahun ajaran baru, Rabu (12/8/2026). Kegiatan tersebut bertujuan memantau pertumbuhan dan perkembangan anak sejak dini sekaligus mendukung kesiapan mereka mengikuti proses pembelajaran.

Kepala KB ‘Aisyiyah Perumnas, Dessy Elfandari mengatakan skrining tumbuh kembang membantu sekolah dan orang tua mengetahui kondisi anak sesuai tahapan usia serta mengenali sejak awal apabila terdapat aspek yang memerlukan perhatian lebih lanjut.

“Kami sangat terbantu dengan adanya kerja sama dengan RS Condongcatur. Skrining tumbuh kembang ini penting untuk mengetahui kondisi anak sejak awal, sehingga apabila ada hal yang perlu mendapatkan perhatian, baik dari sisi pertumbuhan maupun perkembangannya, dapat segera ditindaklanjuti,” ujarnya.

Skrining menyasar anak usia kelompok bermain yang umumnya berada pada rentang dua hingga empat tahun. Pada masa tersebut, pemantauan secara berkala diperlukan untuk memastikan proses pertumbuhan dan perkembangan berlangsung sesuai tahapan usia.

Menurut Dessy, awal tahun ajaran menjadi waktu yang tepat untuk mengenali kondisi setiap peserta didik. Hasil skrining dapat menjadi bahan bagi sekolah dan orang tua dalam memberikan stimulasi sesuai kebutuhan anak, baik selama pembelajaran maupun dalam pendampingan di rumah.

“Deteksi dini memungkinkan orang tua dan tenaga pendidik mengambil langkah lebih cepat apabila menemukan indikasi keterlambatan atau penyimpangan perkembangan. Tindak lanjut dapat berupa pemberian stimulasi maupun konsultasi dengan tenaga kesehatan sesuai kebutuhan,” katanya.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari kerja sama rutin RS Condongcatur dan KB ‘Aisyiyah Perumnas yang dilaksanakan pada awal dan akhir tahun ajaran. Selain skrining tumbuh kembang, kedua pihak juga menyelenggarakan pemeriksaan kesehatan jasmani anak.

“Kerja sama dengan RS Condongcatur sudah berjalan secara rutin. Selain skrining tumbuh kembang, kami juga melakukan pemeriksaan kesehatan jasmani. Kerja sama ini menjadi bentuk perhatian bersama terhadap kesehatan anak, baik dari sisi pertumbuhan, perkembangan, maupun kondisi kesehatan secara umum,” tandas Dessy. (Athiful/KIM Depok)




FGM Sleman Dikukuhkan, Perkuat Kolaborasi Guru Muhammadiyah Periode 2026–2030

Sleman – Forum Guru Muhammadiyah (FGM) Kabupaten Sleman memiliki kepengurusan baru periode 2026–2030. Pengukuhan berlangsung di Aula SMK Muhammadiyah Prambanan, Kamis (13/8/2026), bersamaan dengan kegiatan Penguatan Kepala Sekolah SD, SMP, SMA/SMK Muhammadiyah se-Kabupaten Sleman.

Kegiatan diikuti sekitar 120 kepala sekolah Muhammadiyah dari berbagai jenjang pendidikan. Pengukuhan dilakukan oleh Ketua Majelis Dikdasmen dan PNF PDM Sleman, Surakhmad, yang diwakili Mujiyono, dan Sri Maryani.

Berdasarkan SK Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Sleman Nomor 130/KEP/III.4/F/2026 tentang Pengangkatan Pengurus FGM Daerah Sleman Periode 2026–2030, Hasanuddin Salimi dipercaya sebagai Ketua FGM Kabupaten Sleman.

Dalam sambutannya, Mujiyono menegaskan pentingnya FGM sebagai ruang bersama bagi guru untuk meningkatkan kompetensi, profesionalisme, dan kolaborasi antarsekolah Muhammadiyah. Menurutnya, pengembangan pendidikan harus didasarkan pada kebutuhan nyata masing-masing sekolah melalui pemetaan, penentuan prioritas, serta penguatan potensi yang dimiliki.

Ia juga mendorong guru untuk terus beradaptasi menghadapi perkembangan teknologi dan perubahan karakter peserta didik. Majelis Dikdasmen dan PNF PDM Sleman mengembangkan program Muhammadiyah Teacher Digital untuk meningkatkan kemampuan guru memanfaatkan teknologi digital dan kecerdasan artifisial dalam pembelajaran, serta Muhammadiyah Teacher Research and Innovation guna mendorong budaya riset dan inovasi.

“Fokus utama yang perlu diperkuat adalah peningkatan mutu guru, pengembangan pembelajaran yang berkualitas, serta penciptaan lingkungan sekolah yang unggul dan berkarakter,” tegas Mujiyono.

Selain pengukuhan, kegiatan diisi penguatan kepala sekolah dengan menghadirkan Prof. Dr. Dody Hartanto sebagai narasumber. Ia membawakan materi “Sinergi Sekolah Muhammadiyah, Melejitkan Potensi Keunggulan Menuju Sekolah Berkemajuan.”

Susunan pengurus inti FGM Sleman periode 2026–2030 terdiri atas Hasanuddin Salimi sebagai ketua, Nurul Muslichatin sebagai Wakil Ketua Bidang SD/MI, Hendro Sucipto sebagai Wakil Ketua Bidang SMP, dan Sigit Rohmadiantoro sebagai Wakil Ketua Bidang SMA/SMK. Sekretaris dijabat Sri Nurul ., Wakil Sekretaris Suryatmanto, Bendahara Siti Latifah, dan Wakil Bendahara Wakhid Effendi.

Pengukuhan ini diharapkan menjadi momentum memperkuat sinergi guru dan sekolah Muhammadiyah dalam menghadirkan pendidikan yang adaptif, inovatif, dan berkemajuan di Kabupaten Sleman. (Arief Hartanto KIM Kertomandiri Turi)




Jasa Raharja Dorong Aparatur Mlati Jadi Agen Keselamatan Transportasi

Sleman – Pendopo Kapanewon Mlati menjadi lokasi pelaksanaan Program Intensifikasi Keselamatan Transportasi Berbasis Domisili Korban melalui Pemberdayaan Aparatur Kecamatan dan Desa, Kamis (13/8/2026). Kegiatan ini digelar untuk meningkatkan kesadaran masyarakat sekaligus mendorong aparatur menjadi agen keselamatan transportasi di lingkungan masing-masing.

Kegiatan dihadiri Kepala Bagian Operasional Jasa Raharja Eko Mulyanto, Panewu Mlati Dyah Purwanti, perwakilan Direktorat Lalu Lintas Polda DIY AKBP B. Widya Mustika Ningrum, narasumber Gugun, serta Iqbal dari Astra. Hadir pula aparatur Kapanewon Mlati, perwakilan lima kalurahan, RT, RW, Karang Taruna, dan unsur masyarakat.

Panewu Mlati, Dyah Purwanti menyambut baik pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, keselamatan berlalu lintas perlu menjadi perhatian bersama karena Mlati termasuk wilayah dengan tingkat kecelakaan lalu lintas yang cukup tinggi dan masuk 10 besar di DIY.

“Harapannya, para peserta yang hadir dapat meneruskan sosialisasi ini di wilayah masing-masing, sehingga kesadaran masyarakat terhadap keselamatan berlalu lintas semakin meningkat,” ujarnya.

Kepala Bagian Operasional Jasa Raharja, Eko Mulyanto menjelaskan bahwa program tersebut merupakan bagian dari upaya meningkatkan keselamatan transportasi. Berdasarkan evaluasi terhadap 10 peristiwa kecelakaan yang ditangani, sekitar 74 persen kecelakaan disebabkan faktor human error.

Karena itu, Jasa Raharja mengembangkan pendekatan berbasis domisili korban dengan melibatkan aparatur dan masyarakat. Edukasi diharapkan dapat mendorong perubahan perilaku berlalu lintas yang dimulai dari keluarga.

“Harapannya, seluruh aparatur dan para hadirin dapat menjadi agen keselamatan transportasi yang baik dan ikut memberikan edukasi kepada masyarakat,” jelas Eko.

Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan materi mengenai peraturan lalu lintas dari Direktorat Lalu Lintas Polda DIY, penanganan kecelakaan dan manfaat santunan Jasa Raharja, serta teknik berkendara yang aman dari Astra.

Melalui kegiatan ini, peserta diharapkan dapat meneruskan edukasi keselamatan transportasi kepada keluarga dan masyarakat di wilayah masing-masing. Kolaborasi tersebut diharapkan turut mendukung upaya menekan angka kecelakaan lalu lintas di Kabupaten Sleman. (Y. Edy. S – Kim Pijar Mlati)