Anggaran Terbatas, Dinsos Sleman Tetap Perkuat PSM Seyegan Sebagai Pilar Sosial Masyarakat

Sleman — Keterbatasan anggaran tidak menyurutkan komitmen Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Sleman untuk terus memperkuat kapasitas Pekerja Sosial Masyarakat (PSM) di tingkat tapak. Komitmen tersebut mengemuka dalam pembinaan PSM Kapanewon Seyegan yang diselenggarakan di Resto Joglo Narto Atmojo, Kalurahan Margokaton, Kapanewon Seyegan, Kabupaten Sleman, pada Jumat (28/08/2026).
Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Jawatan Sosial Kapanewon Seyegan Subagyo Rahayu, Ketua Tim Kerja Kelembagaan dan Partisipasi Sosial Dinsos Sleman Sri Handayani, perwakilan Tenaga Pendamping Sosial Kalurahan (TPSK) dari lima kalurahan, serta jajaran pengurus PSM Kapanewon Seyegan.
Kepala Jawatan Sosial Kapanewon Seyegan, Subagyo Rahayu, mengapresiasi dedikasi relawan PSM yang dinilainya responsif dan adaptif dalam membantu masyarakat menangani masalah kesejahteraan sosial meski di tengah keterbatasan sarana penunjang.
“PSM benar-benar bekerja secara sosial dalam membantu permasalahan sosial di masyarakat. Dengan perannya yang responsif dan adaptif, PSM telah mampu memposisikan diri sebagai salah satu pilar sosial yang ada di masyarakat,” ujar Subagyo Rahayu di sela-sela kegiatan.
Senada dengan hal itu, Ketua Tim Kerja Kelembagaan dan Partisipasi Sosial Dinsos Sleman, Sri Handayani, menjelaskan bahwa pihaknya berupaya mengalokasikan anggaran perubahan demi menjaga keberlanjutan program pelatihan relawan pada Oktober mendatang pasca-kebijakan refocusing.
“Keterbatasan anggaran di tahun 2026 sangat berpengaruh terhadap kegiatan pembinaan bagi PSM di Kabupaten Sleman. Namun, kami tetap berupaya mempertahankan kegiatan-kegiatan penting yang nantinya dialokasikan melalui anggaran perubahan,” terang Sri Handayani.
Dalam pertemuan tersebut, Sri Handayani turut mengenalkan Program ASIK (Aksi Sehat Jiwa, Inisiatif, dan Kontribusi Kaum Muda) yang berfokus pada edukasi kesehatan mental berbasis komunitas bagi remaja usia 15–30 tahun. Isu ini dinilai mendesak menyusul laporan pengurus senior PSM Seyegan, Purnamaningrum, terkait kenaikan penanganan kasus Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) serta kerentanan penyalahgunaan napza di wilayah setempat.
Selain itu, forum juga membahas evaluasi cakupan perlindungan sosial Kabupaten Sleman yang hingga akhir Agustus 2026 baru mencapai 28,23 persen dari target 40 persen. Melalui penguatan koordinasi antara Dinsos, pihak kapanewon, TPSK, dan PSM, pemutakhiran data desil penerima bantuan sosial diharapkan berjalan lebih valid dan akurat. (Sutarto Agus/KIM Seyegan)



