KIM Senyum Tempel Umumkan Pemenang Lomba Jurnalistik Tingkat SLTA 2026

Sleman – Ketua KIM Senyum Tempel, Muryono, mengumumkan pemenang Lomba Jurnalistik Tingkat SLTA 2026 melalui Surat Keputusan Nomor 007/KIM_TPL/VIII/2026 tertanggal 13 Agustus 2026. Lomba tersebut menghasilkan lima pemenang.

“Juara I diraih Vini Wijaya, siswa MAN 5 Sleman, melalui karya berjudul Tak Ada Rotan, Akar Bambu pun Jadi: Karya Seni Artistik ala Pak Setyo Nugroho. Juara II diraih Intan Rahma Raisafira dari SMA Ma’arif 1 Sleman dengan karya Jejak Manis Salak dan Ironi Plastik: Pelajar Tempel Buka Suara. Juara III diraih Angelica Alitya Putri dari SMKN 1 Tempel melalui tulisan “Jejak Buk Renteng: Warisan Sejarah yang Tak Henti Menghidupi,” kata Muryono.

“Selanjutnya, Juara IV diraih Risty Isyara Nurindah dari MAN 5 Sleman dengan karya Djamoe Togaku: Racikan dan Warisan Tradisi yang Tak Lekang Termakan Waktu. Juara V diraih Verra Sagita Ningrum dari SMAN 1 Tempel melalui karya Manisnya Harapan di Balik Duri: Generasi Muda dalam Menyelamatkan Salak Pondoh di Kapanewon Tempel,” sambungnya.

Muryono menjelaskan, Vini mengangkat kreativitas seniman Setyo Nugroho yang mengolah akar bambu, yang semula hanya dimanfaatkan sebagai kayu bakar, menjadi karya seni bernilai. Keunikan karya tersebut terletak pada pemanfaatan bentuk alami akar bambu yang kemudian diukir menjadi berbagai karakter, seperti naga dan kepala botak jenaka.

Sementara itu, karya jurnalistik Intan mengangkat kepedulian generasi muda terhadap persoalan sampah plastik yang mencemari lingkungan. Dalam tulisannya, ia menyoroti potensi dampak sampah plastik terhadap keberlangsungan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang mengandalkan hasil pertanian.

Karya peserta lainnya turut mengangkat berbagai potensi dan persoalan di Kapanewon Tempel, mulai dari destinasi wisata, UMKM kuliner, kerusakan jalan akibat lalu lintas kendaraan berat, hingga kisah tokoh pahlawan lokal yang turut mengukir sejarah perjuangan kemerdekaan.

Melalui lomba tersebut, KIM Senyum Tempe mendorong pelajar untuk mengenali, mengangkat, dan menyampaikan berbagai potensi maupun persoalan di lingkungan sekitar melalui karya jurnalistik. (Sadhono Hadi/KIM Senyum Tempel)




 BP4 KUA Depok Bekali Calon Pengantin Kesehatan Reproduksi

Sleman – Badan Penasihatan, Pembinaan, dan Pelestarian Perkawinan (BP4) KUA Depok Kabupaten Sleman memberikan edukasi kesehatan reproduksi kepada calon pengantin sebagai bagian dari persiapan membangun keluarga yang sehat dan berkualitas.

Anggota BP4 KUA Depok Sleman, Sussi Listyaningsih mengatakan kesehatan reproduksi mencakup kondisi sehat secara fisik, mental, dan sosial yang berkaitan dengan sistem, fungsi, serta proses reproduksi. Karena itu, calon pengantin perlu mempersiapkan kesehatan reproduksi secara matang sebelum memasuki kehidupan pernikahan.

“Persiapan kesehatan reproduksi idealnya dilakukan sejak tiga bulan sebelum menikah. Langkah ini penting untuk membantu mencegah risiko kehamilan bermasalah, penyakit menular, serta mendukung lahirnya keturunan yang sehat dan berkualitas,” ujarnya di Aula KUA Depok Sleman, Rabu (12/8/2026).

Menurutnya, salah satu persiapan yang perlu dilakukan ialah pemeriksaan kesehatan pranikah di puskesmas atau fasilitas kesehatan. Pemeriksaan dapat meliputi cek darah rutin, termasuk kadar hemoglobin (Hb) untuk mendeteksi anemia, pemeriksaan golongan darah dan rhesus, serta deteksi infeksi menular seksual seperti HIV, Hepatitis B, dan sifilis.

“Calon pengantin perempuan juga perlu menjalani skrining dan memperoleh imunisasi tetanus sesuai hasil pemeriksaan tenaga kesehatan. Upaya tersebut bertujuan memberikan perlindungan terhadap risiko tetanus bagi ibu maupun bayi,” jelas Sussi.

Ia juga menekankan pentingnya pemenuhan gizi seimbang. Kondisi gizi calon pengantin perempuan dapat dipantau melalui pengukuran Indeks Massa Tubuh (IMT) dan lingkar lengan atas (LILA). Pemenuhan gizi yang baik diperlukan untuk mencegah Kurang Energi Kronis (KEK) sekaligus mendukung upaya pencegahan stunting pada anak.

“Calon pengantin juga perlu memahami fungsi dan kesehatan organ reproduksi, masa subur, serta cara menjaga kebersihan organ intim dengan benar,” katanya.

Persiapan pernikahan, lanjut Sussi, tidak hanya menyangkut kesiapan fisik. Kesiapan mental dan psikologis juga menjadi bagian penting karena pasangan akan menghadapi berbagai penyesuaian dan dinamika dalam kehidupan rumah tangga.

Melalui edukasi kesehatan reproduksi, ungkap Sussi, BP4 KUA Depok mendorong calon pengantin memiliki pengetahuan dan kesiapan yang lebih baik sebelum membangun rumah tangga.

“Pembekalan tersebut diharapkan menjadi fondasi bagi terbentuknya keluarga yang sehat, harmonis, serta mampu mempersiapkan generasi berkualitas,” tandasnya. (Athiful/KIM Depok).




Bupati Sleman Dorong Pendamping Kalurahan Budaya Perkuat Pelestarian Budaya

Sleman – Bupati Sleman, Harda Kiswaya mengapresiasi keberadaan dan aktivitas pendamping Kalurahan Budaya di Kabupaten Sleman. Hal tersebut disampaikan saat menerima audiensi Tim Monitoring dan Evaluasi (Monev) serta Pendamping Kalurahan Budaya Kabupaten Sleman di ruang kerja Bupati, Rabu (12/8/2026).

Harda berharap para pendamping dapat menjalankan tugas hingga tingkat masyarakat sehingga upaya pelestarian, pengembangan, dan perlindungan budaya dapat tumbuh secara alami.

Menurutnya, kebudayaan idealnya tidak hanya diwujudkan melalui kegiatan seremonial, tetapi menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat. Hal tersebut dapat diwujudkan melalui penerapan nilai luhur dan budi pekerti, pelestarian adat dan tradisi, kesenian, gotong royong, serta perawatan warisan budaya.

“Kalau aktivitas kebudayaan berjalan secara alami, berarti kebudayaan tumbuh atas dasar kesadaran dan menjadi fondasi dalam setiap perilaku masyarakat,” ujarnya.

Terkait koordinasi antara pendamping budaya dan Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) Kabupaten Sleman, Harda mengatakan Pemerintah Kabupaten Sleman akan memfasilitasi pertemuan dalam waktu dekat. Koordinasi tersebut diharapkan dapat menyatukan persepsi mengenai tugas pendamping dan kewenangan perangkat daerah sehingga dapat bersinergi dan saling mendukung.

Sementara itu, Tim Monev, Tri Joko S., melaporkan saat ini terdapat 24 Kalurahan Budaya di Kabupaten Sleman. Sebagian di antaranya telah berstatus Mandiri Budaya. Setiap kalurahan ditempatkan satu pendamping, sehingga terdapat 24 pendamping yang didukung tiga anggota Tim Monev, yakni Suparno, Priyogani Wasito, dan Tri Joko.

Pendamping Kalurahan Budaya bertugas menyusun rencana kerja pendampingan, termasuk inovasi pengembangan kebudayaan, profil kebudayaan, kalender kegiatan, serta memfasilitasi pengurusan NIK dan akta pendirian kelompok kesenian.

Selain itu, pendamping mendorong masyarakat mengembangkan potensi unggulan kalurahan, meliputi adat dan tradisi, bahasa dan sastra, kesenian, permainan tradisional, kerajinan, kuliner, pengobatan tradisional, penataan ruang dan bangunan, hingga warisan budaya. Potensi tersebut diharapkan dapat dipublikasikan dan dikembangkan menjadi daya tarik wisata berbasis budaya yang dikelola masyarakat.

Koordinator Pendamping Budaya Kabupaten Sleman, Lilik Agung, berharap jumlah Kalurahan Budaya di Kabupaten Sleman dapat terus bertambah pada 2027.

“Harapannya, tahun 2027 jumlah Kalurahan Budaya di Kabupaten Sleman semakin meningkat,” katanya. (Tri Joko S/KIM Kalasan Bersahabat)




Sekolah Futsal Emkuadrat Asah Keterampilan dan Karakter Anak melalui Olahraga

Sleman – Sekolah Futsal Emkuadrat terus mengembangkan kemampuan anak dalam olahraga futsal melalui program latihan yang terarah. Berbasis di Kapanewon Minggir dan Kapanewon Gamping, Kabupaten Sleman, sekolah futsal ini menjadi ruang bagi anak untuk mengasah keterampilan sekaligus membangun kebugaran, kedisiplinan, dan kerja sama tim.

Pelatih Sekolah Futsal Emkuadrat, Gabriel Nathan Wungow atau akrab disapa Coach Gebby, mengatakan latihan tidak hanya diarahkan pada peningkatan kemampuan teknis bermain futsal, tetapi juga pada pembentukan kebiasaan positif melalui aktivitas olahraga.

“Futsal memberikan banyak manfaat bagi anak. Selain meningkatkan kemampuan bermain, aktivitas ini membantu menjaga kebugaran, melatih koordinasi gerak, serta membangun kerja sama tim dan disiplin,” ujarnya, Rabu (12/8/2026).

Menurutnya, latihan yang dilakukan secara terarah dapat membantu anak meningkatkan kebugaran jantung sekaligus memperkuat otot dan tulang. Gerakan dalam permainan futsal juga melatih koordinasi motorik karena pemain harus mampu mengendalikan tubuh, mengolah bola, serta mengambil keputusan dalam waktu relatif cepat.

Sekolah Futsal Emkuadrat secara khusus memfokuskan program latihan pada pengasahan kemampuan futsal anak. Melalui latihan yang dilakukan secara bertahap, peserta didorong memahami teknik permainan sekaligus mengembangkan kemampuan berinteraksi dengan rekan satu tim.

Coach Gebby menilai aspek sosial menjadi bagian penting dalam proses latihan. Futsal menuntut setiap pemain untuk berkomunikasi, bekerja sama, menghargai rekan, dan menjalankan peran masing-masing dalam sebuah tim.

“Proses tersebut sekaligus menjadi sarana untuk menanamkan tanggung jawab dan disiplin sejak usia dini,” ujarnya.

Keberadaan homebase di Kapanewon Minggir dan Kapanewon Gamping juga membuka akses bagi anak-anak di wilayah Sleman untuk memperoleh ruang latihan yang berfokus pada pengembangan kemampuan futsal.

Melalui Sekolah Futsal Emkuadrat, Coach Gebby berharap olahraga futsal tidak hanya menjadi aktivitas fisik yang menyenangkan bagi anak, tetapi juga menjadi media untuk mengembangkan kemampuan motorik, kebugaran, keterampilan sosial, kerja sama, serta karakter disiplin secara berkelanjutan. (Athiful/KIM Depok)




BKR Sedap Malam Gandok Wakili DIY dalam Lima Besar GenRe Award 2026

Sleman – Bina Keluarga Remaja (BKR) Sedap Malam Padukuhan Gandok, Kalurahan Condongcatur, Kapanewon Depok, mengikuti verifikasi daring tingkat nasional GenRe Award 2026 kategori BKR di Ruang PKK Kapanewon Depok, Rabu (12/8/2026).

BKR Sedap Malam mewakili Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) setelah ditetapkan sebagai salah satu dari lima nominasi terbaik nasional. Verifikasi dilakukan melalui wawancara dan konfirmasi mengenai pengelolaan kelompok, program unggulan, inovasi, kemitraan, tantangan, serta manfaat program bagi keluarga yang memiliki remaja.

Dalam kesempatan tersebut, tim BKR Sedap Malam juga menampilkan role play materi 1001 Cinta dan drama bertema kemampuan orang tua mengelola emosi. Sejumlah inovasi yang mendapat apresiasi antara lain video dan audio drama bertema keluarga serta kunjungan rumah kepada keluarga yang memiliki remaja.

Ketua BKR Sedap Malam, Lintang Kusuma Dewi, mengatakan capaian tersebut merupakan hasil kerja bersama sekaligus amanah untuk memberikan penampilan terbaik sebagai wakil DIY.

“Kami membawa amanah sebagai wakil DIY. Dukungan dari pemerintah, BKKBN, Kapanewon Depok, Pemerintah Kalurahan Condongcatur, Puskesmas Depok II, pemerintah padukuhan, PKK, PLKB, serta seluruh anggota dan masyarakat menjadi energi bagi kami untuk memberikan yang terbaik,” ujarnya.

Panewu Depok, Rakhmat Harinawan, mengapresiasi capaian BKR Sedap Malam. Menurutnya, BKR memiliki peran strategis dalam mendampingi keluarga dan menciptakan lingkungan yang mendukung tumbuh kembang remaja.

“Dengan adanya BKR, keluarga dan remaja memiliki partner dalam membentuk keluarga yang berkualitas. Keberadaan BKR diharapkan turut berkontribusi dalam upaya menurunkan angka kenakalan remaja di Kapanewon Depok,” kata Rakhmat.

Sementara itu, Plt. Lurah Condongcatur, Budi Arto, menyampaikan apresiasi atas perjuangan BKR Sedap Malam hingga membawa nama Condongcatur, Kabupaten Sleman, dan DIY dalam ajang tingkat nasional.

“Keberhasilan BKR Sedap Malam sampai pada tahapan ini merupakan hasil kerja bersama. Kami berharap seluruh tim tetap percaya diri, kompak, dan mampu menunjukkan program serta inovasi terbaik yang selama ini telah dilaksanakan,” ujarnya.

Melalui berbagai inovasi dan kolaborasi, BKR Sedap Malam diharapkan semakin mampu menghadirkan pendampingan yang dekat dengan keluarga serta mendukung tumbuh kembang remaja menjadi generasi yang sehat dan berkualitas.

(Wasana / KIM Depok)