Peer Modeling Perkuat Peran Lansia dalam Menjaga Kesehatan dan Kemandirian

Sleman – Program Peer Modeling menjadi salah satu pendekatan untuk memperkuat peran kelompok sebaya dalam meningkatkan kesehatan dan kemandirian lanjut usia (lansia) di Posyandu Bayam, Kronggahan II, Kalurahan Trihanggo, Kapanewon Gamping, Kabupaten Sleman.
Program tersebut dilaksanakan bersama Tim Pengabdian Masyarakat Universitas ‘Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta yang dimotori Suri Salmiyati. Melalui program ini, lansia didorong tidak hanya menjadi penerima layanan kesehatan, tetapi juga berperan sebagai teladan dan penggerak bagi lansia lainnya.
Suri Salmiyati menjelaskan, konsep peer modeling memanfaatkan kekuatan kelompok sebaya untuk membangun perilaku hidup sehat. Lansia yang memiliki kondisi fisik dan mental baik, mampu beraktivitas secara mandiri, serta memiliki kehidupan sosial yang positif diharapkan dapat menjadi contoh bagi anggota lainnya.
“Melalui pendekatan ini, pengalaman positif seorang lansia dapat menjadi motivasi bagi lansia lain untuk lebih peduli terhadap kesehatan,” ujarnya di Sekretariat Posyandu Bayam, Rabu (12/8/2026).
Menurutnya, keteladanan dari lingkungan sebaya dapat menciptakan suasana yang lebih dekat dan komunikatif. Program tersebut juga diarahkan untuk memperkuat fungsi posyandu sebagai pusat pelayanan sekaligus pembinaan kesehatan lansia.
“Ke depan, Posyandu diharapkan tidak hanya menjadi tempat pemeriksaan kesehatan secara berkala, tetapi juga berkembang menjadi ruang interaksi, edukasi, pendampingan, dan penguatan kapasitas lansia,” ungkapnya.
Dalam pelaksanaannya, peer model bertugas menerapkan pola hidup sehat, berbagi informasi dan motivasi mengenai kesehatan lansia, serta mengajak anggota lainnya aktif mengikuti kegiatan posyandu, seperti senam dan pemeriksaan kesehatan rutin.
Kepala Padukuhan Kronggahan II, Anto Sudadi mengapresiasi pendampingan Tim Pengabdian Masyarakat UNISA Yogyakarta. Menurutnya, program Peer Modeling Lansia Sehat memberikan ruang bagi lansia untuk saling belajar, memotivasi, dan menguatkan dalam menjaga kesehatan.
“Mari kita jadikan Posyandu Bayam bukan sekadar tempat pemeriksaan kesehatan, tetapi juga ruang untuk bersilaturahmi, berbagi pengalaman, beraktivitas, dan membangun semangat agar para lansia tetap memiliki peran di tengah keluarga dan masyarakat,” pungkasnya.
Melalui program tersebut, Tim Pengabdian Masyarakat UNISA Yogyakarta berharap terbentuk kelompok lansia yang saling mendukung dan mampu menjadi penggerak perilaku hidup sehat, sehingga terwujud lansia yang sehat, mandiri, produktif, dan bahagia. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Gamping)



