“Sehati Gamada” UGM Dorong Warga Kentungan Hidup Sehat dan Peduli Lingkungan

Sleman – Semangat srawung Gadjah Mada Muda (Gamada) kembali hadir di tengah masyarakat Kalurahan Condongcatur melalui Action Plan PIONIR Gadjah Mada 2026. Mahasiswa baru Universitas Gadjah Mada (UGM) yang tergabung dalam Gugus Soedarwono 5 menggelar kegiatan “Sehati Gamada” di Gedung Serbaguna Kentungan, Selasa-Rabu (11-12/8/2026).

Kegiatan menyasar masyarakat, khususnya lansia dan pralansia, melalui senam, skrining kesehatan sederhana, pemeriksaan mata dan telinga, serta edukasi pola hidup sehat. Ibu-ibu juga mendapat edukasi mengenai pemilahan dan pengelolaan limbah rumah tangga.

Dukuh Kentungan, Suhartini, mengapresiasi kegiatan tersebut karena memberikan manfaat langsung kepada masyarakat. Menurutnya, kegiatan juga menjadi momentum positif untuk mengisi peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

“Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini. Harapannya kegiatan seperti ini dapat terus dilestarikan dan dilanjutkan pada tahun-tahun berikutnya karena manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat,” ujarnya.

Menurutnya, pelaksanaan Action Plan kali ini juga memiliki momentum tersendiri karena berlangsung bersamaan dengan semarak peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. “Momentumnya sangat tepat, bertepatan dengan semarak HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Kegiatan positif dan bermanfaat bagi masyarakat seperti ini menjadi salah satu cara yang baik untuk mengisi kemerdekaan,” katanya.

Koordinator Gugus Soedarwono 5, Ledy Vinarsinta R. Simanungkalit dan Pykatan Nusa Al Faza, menyampaikan terima kasih atas dukungan dan partisipasi masyarakat Padukuhan Kentungan.

Keduanya berharap kegiatan tersebut tidak berhenti sebagai kegiatan sesaat, tetapi dapat meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap kesehatan dan kepedulian terhadap lingkungan.

“Harapannya, Action Plan yang telah dilakukan dapat membantu masyarakat semakin sadar terhadap kesehatan dan lebih peka terhadap perubahan kondisi fisik serta kemampuan tubuh,” ujarnya.

Action Plan merupakan bagian dari PIONIR Gadjah Mada 2026 yang membawa semangat “Sinergi Gadjah Mada Muda, Srawung Wujudkan Aksi Nyata.” Kehadiran mahasiswa di tengah masyarakat menjadi ruang pembelajaran sosial agar Gamada tidak hanya mengenal kehidupan akademik, tetapi juga memiliki kepekaan terhadap persoalan nyata di sekitarnya.

Melalui “Sehati Gamada”, mahasiswa dan masyarakat tidak hanya berbagi pengetahuan, tetapi juga membangun interaksi dan kepedulian bersama. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi ruang pembelajaran bagi mahasiswa untuk memahami kehidupan masyarakat serta mewujudkan ilmu pengetahuan dalam aksi nyata. (Wasana / KIM Depok)




Jelang HUT ke-81 RI, Condongcatur Perkuat Kesiapsiagaan Bencana dan Kamtibmas

Sleman – Satuan Tugas Kebencanaan (DESTANA–KSB) Kalurahan Condongcatur menggelar rapat koordinasi pada Rabu (12/8/2026) di Ruang Wacanaloka, Kalurahan Condongcatur. Kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana sekaligus meningkatkan keamanan dan ketertiban lingkungan menjelang peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Rapat dipimpin Ketua Satgas Kebencanaan DESTANA–KSB Condongcatur, Rudi Antariksawan, dan dihadiri unsur Satlinmas, KSB, DESTANA Condongcatur, Babinsa, Bhabinkamtibmas, serta Jagabaya Kalurahan Condongcatur.

Dalam arahannya, Rudi Antariksawan yang juga selaku Jagabaya Kalurahan Condongcatur menekankan pentingnya sinergi dan koordinasi seluruh unsur dalam menjaga kesiapsiagaan bencana serta menciptakan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat yang kondusif.

Sementara itu, Bhabinkamtibmas Kalurahan Condongcatur, Aiptu Bastian mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan selama musim kemarau, terutama terhadap potensi kebakaran. Selain itu, perhatian terhadap kesehatan jiwa masyarakat juga perlu ditingkatkan sebagai langkah pencegahan terhadap kasus bunuh diri.

Ia juga mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai tindak pencurian dengan modus berpura-pura sebagai pekerja atau tukang. Kasus kehilangan sepeda motor, sepatu, maupun barang berharga lainnya masih menjadi perhatian bersama.

“Untuk itu, pemilik dan penghuni rumah kos diharapkan lebih peduli terhadap sistem keamanan lingkungan serta memastikan ketertiban selama pelaksanaan berbagai kegiatan dan lomba dalam rangka peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI,” ujarnya.

Sementara itu, Babinsa Condongcatur, Serda Jati Hari Prayuda, menegaskan pentingnya menjaga ketertiban dan keamanan lingkungan. Pengawasan terhadap penghuni kos juga perlu dilakukan secara lebih selektif dan berkelanjutan dengan tetap mengedepankan pendekatan persuasif, sehingga tercipta lingkungan yang aman, tertib, dan kondusif.

Rapat koordinasi tersebut juga menjadi sarana untuk menyatukan langkah dan meningkatkan komunikasi antarunsur dalam menghadapi berbagai potensi kerawanan di wilayah Kalurahan Condongcatur.

Melalui koordinasi yang dilakukan secara berkelanjutan, diharapkan seluruh unsur DESTANA, KSB, Satlinmas, Babinsa, Bhabinkamtibmas, serta Pemerintah Kalurahan Condongcatur semakin solid dalam membangun kesiapsiagaan bencana dan menjaga keamanan lingkungan. Dengan sinergi seluruh pihak dan partisipasi masyarakat, Condongcatur diharapkan tetap menjadi wilayah yang aman, tertib, tangguh, dan nyaman bagi seluruh warga.(Tri Suhartati / KIM Depok)




Polsek Gamping Amankan Pertandingan Piala Soeratin U-15 di Banyuraden

Sleman – Kepolisian Sektor (Polsek) Gamping melaksanakan monitoring dan pengamanan pertandingan sepak bola Piala Soeratin U-15 Tahun 2026 antara Bantul United U-15 dan PS JK United U-15 di Lapangan Banyuraden, Kapanewon Gamping, Kabupaten Sleman, Rabu (12/8/2026).

Pengamanan dilakukan personel Samapta Polsek Gamping, Aiptu Dwi Antoro dan Aipda Vavan Dodi, untuk menjaga keamanan dan kondusivitas selama pertandingan berlangsung. Dalam pelaksanaannya, personel Polsek Gamping bersinergi dengan relawan Tim Reaksi Cepat Gamping guna mendukung kelancaran kegiatan dan mengantisipasi potensi gangguan keamanan.

Aiptu Dwi Antoro mengimbau pemain, official, wasit, panitia, suporter, dan penonton untuk menjunjung tinggi sportivitas serta menghormati jalannya pertandingan.

“Mari kita jadikan kegiatan olahraga ini sebagai sarana pembinaan generasi muda, mempererat persaudaraan, serta membangun semangat sportivitas,” ujarnya.

Personel juga melakukan pemantauan situasi di sekitar lapangan sebagai langkah preventif untuk menjaga ketertiban dan mencegah potensi gangguan selama pertandingan.

Sementara itu, Aipda Vavan Dodi mengatakan sinergi antara kepolisian dan relawan diharapkan dapat menciptakan suasana pertandingan yang aman dan nyaman bagi seluruh peserta maupun masyarakat yang hadir.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum jelas kebenarannya, termasuk yang beredar di media sosial.

“Kami mengapresiasi seluruh pihak yang telah ikut menjaga situasi tetap aman dan kondusif. Dengan kerja sama yang baik, pertandingan Piala Soeratin U-15 di Lapangan Banyuraden dapat berlangsung lancar dan aman bagi pemain maupun masyarakat,” pungkas Vavan.  (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Gamping)




Peringati HUT ke-81 RI, Kapanewon Moyudan Ziarah ke Makam Pahlawan

Sleman – Memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Pemerintah Kapanewon Moyudan menggelar ziarah dan tabur bunga di makam pahlawan, Rabu (13/8/2026).

Kegiatan dipimpin Panewu Moyudan Muhammad Arif Rahman dan diikuti Kapolsek, Danramil, serta Lurah dan Pamong se-Kapanewon Moyudan. Turut hadir Kapolsek, Danramil, serta seluruh Lurah dan Pamong se-Kapanewon Moyudan.

Panewu Moyudan Muhammad Arif Rahman mengatakan, ziarah tersebut menjadi bentuk penghormatan sekaligus upaya mengenang perjuangan para pahlawan yang telah mengorbankan jiwa dan raga bagi bangsa.

“Di Sumberrahayu ada Kopral Anumerta Raden Sutedjo, beliau pejuang 45 yang gugur pada 1 Maret 1949 dalam peristiwa Serangan Umum,” ungkapnya.

Di Sumberarum terdapat makam Kapten Jemirin di Padukuhan Sejati Pasar. Sementara di Sumberagung terdapat makam delapan warga yang gugur akibat serangan tentara kolonial Belanda. Untuk mengenang perjuangan tersebut, pada 1970 dibangun monumen peringatan di depan Kantor Kalurahan Sumberagung.

Adapun di Sumbersari, tepatnya Padukuhan Klisat, terdapat makam Pahlawan Ampera Margono yang gugur dalam demonstrasi Tri Tura pada 1966.

“Beliau seorang tokoh muda yang gugur dalam demonstrasi Tri Tura pada tahun 1966,” tandasnya.

Arif menjelaskan, ziarah tersebut bukan sekadar seremoni, melainkan bentuk penghormatan dan penghargaan atas jasa para pahlawan yang telah mengorbankan jiwa dan raga bagi negara. Semangat perjuangan tersebut, menurutnya, perlu menjadi teladan bagi seluruh jajaran pemerintahan dalam menjalankan pengabdian kepada masyarakat.

“Setelah merdeka, bentuk penghormatan yang dapat kita lakukan adalah melanjutkan perjuangan melalui pengabdian sepenuhnya kepada masyarakat,” katanya. (Giek/ KIM Moyudan)




FH UNY Perkuat Edukasi Hukum, Cegah KDRT dan Bangun Ketahanan Keluarga

Sleman – Fakultas Hukum Universitas Negeri Yogyakarta memperkuat edukasi hukum kepada masyarakat melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) yang berfokus pada pencegahan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) dan penguatan ketahanan keluarga, Selasa (11/8/2026).

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya perguruan tinggi meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai bentuk-bentuk kekerasan dalam lingkup rumah tangga sekaligus mendorong terciptanya relasi keluarga yang sehat, setara, dan saling menghormati.

Guru Besar Ilmu Hukum UNY, Eny Kusdarini mengatakan pengabdian kepada masyarakat tidak hanya menjadi bagian dari pelaksanaan tugas akademik perguruan tinggi, tetapi juga sarana untuk memberikan pemahaman hukum yang benar kepada masyarakat.

“Sering kali kita kurang memahami apa itu KDRT dan menganggapnya sebagai sesuatu yang biasa dalam rumah tangga, padahal hal tersebut merupakan bentuk kekerasan,” ujarnya.

Menurutnya, pemahaman yang tepat menjadi penting karena masih terdapat perilaku kekerasan dalam rumah tangga yang dianggap wajar atau dipandang sebagai persoalan internal keluarga.

Melalui edukasi hukum, masyarakat diharapkan mampu mengenali bentuk kekerasan sekaligus memahami pentingnya melakukan pencegahan sejak dini.

Eny menambahkan, kegiatan pengabdian tersebut juga menjadi bagian dari upaya FH UNY memperkenalkan keberadaan dan perannya kepada masyarakat.

“Kami menyadari bahwa Fakultas Hukum masih berusia satu tahun. Karena itu, kegiatan pengabdian ini juga menjadi salah satu cara kami memperkenalkan Fakultas Hukum kepada masyarakat,” katanya.

Mantan Konselor Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Kabupaten Sleman, Afifah Fatwa Dewi menjelaskan bahwa KDRT memiliki cakupan yang luas dan tidak terbatas pada kekerasan fisik.

“Kekerasan dalam rumah tangga tidak hanya berupa kekerasan fisik dan psikis, tetapi juga mencakup kekerasan seksual, ekonomi, serta penelantaran rumah tangga,” tegasnya.

Ia menilai, ketidakpahaman terhadap berbagai bentuk KDRT dapat menyebabkan korban maupun lingkungan di sekitarnya tidak segera menyadari adanya tindakan kekerasan.

Karena itu, edukasi menjadi langkah penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat sekaligus memperkuat upaya pencegahan.

Afifah menekankan bahwa pencegahan KDRT perlu dimulai dari pembentukan relasi yang sehat di dalam keluarga. Suami, istri, maupun anggota keluarga lainnya perlu membangun komunikasi yang baik dan menempatkan penghormatan serta kesetaraan sebagai dasar dalam menjalani kehidupan bersama.

“Hubungan keluarga harus dibangun atas penghormatan dan kesetaraan agar kekerasan rumah tangga tidak terjadi,” tambahnya. (Athiful/KIM Depok)