Jebol Target dan Jakadara Perkuat Layanan Adminduk hingga Padukuhan

Sleman – Pemerintah Kapanewon Depok, Kabupaten Sleman, melaksanakan program Jemput Bola Pemutakhiran Data Kartu Keluarga dan KTP Elektronik (Jebol Target) bersama Jaringan Kader Adminduk Depok Agar Tertib dan Tertata (Jakadara) di Padukuhan Tajem, Kalurahan Maguwoharjo, Selasa (11/8/2026).

Pelayanan jemput bola tersebut mencatat 82 layanan administrasi kependudukan, terdiri atas aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD) sebanyak 54 akun NIK, pengurusan 11 dokumen Kartu Keluarga (KK), 12 KTP Elektronik, dan lima Kartu Identitas Anak (KIA).

Kepala Bagian Umum Kapanewon Depok, Benyamin Dalung mengatakan Jebol Target merupakan upaya pemerintah mendekatkan pelayanan administrasi kependudukan kepada masyarakat hingga tingkat padukuhan.

“Pelayanan ini kami dekatkan kepada masyarakat agar warga lebih mudah melakukan pemutakhiran data dan mengurus dokumen kependudukan yang dibutuhkan,” katanya.

Menurut Beny, kepemilikan dokumen kependudukan yang tertib dan mutakhir menjadi penting karena berkaitan dengan akses masyarakat terhadap berbagai pelayanan publik dan program sosial.

Pelaksanaan Jebol Target juga diperkuat melalui peran Jakadara yang membantu mendampingi masyarakat dalam pelayanan administrasi kependudukan di wilayah masing-masing. Pola kolaborasi kader adminduk juga digunakan dalam layanan jemput bola Kapanewon Depok sebelumnya.

“Harapannya, masyarakat semakin sadar untuk memastikan data kependudukannya tertib dan sesuai kondisi terkini sehingga tidak mengalami kendala ketika membutuhkan pelayanan publik maupun layanan sosial,” ujarnya.

Melalui Jebol Target dan Jakadara, Beny mengatakan, bahwa Pemerintah Kapanewon Depok terus mendorong pelayanan administrasi kependudukan yang lebih dekat, mudah dijangkau, dan tertata bagi masyarakat.

“Model jemput bola serupa sebelumnya juga digunakan Kapanewon Depok untuk memperluas akses layanan adminduk di sejumlah padukuhan,” tandasnya. (Athiful/KIM Depok)




Latihan Tahap Ketiga Paskibra Gamping Perkuat Kesiapan Jelang HUT ke-81 RI

Sleman – Persiapan Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) tingkat Kapanewon Gamping, Kabupaten Sleman, terus dimatangkan menjelang pelaksanaan Upacara Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Latihan tahap ketiga digelar di Lapangan Nogotirto, Kapanewon Gamping, Selasa (11/8/2026), dengan melibatkan unsur TNI, Polri, dan Jawatan Keamanan Kapanewon Gamping sebagai pelatih dan pendamping.

Batituud Koramil 17/Gamping, Pelda Acip Mulyawana, dan Kepala Unit Samapta Polsek Gamping, Iptu Teguh Riyanto, bertindak sebagai pelatih. Keduanya memberikan arahan, pembinaan, serta evaluasi terhadap kemampuan peserta dalam mengikuti setiap tahapan latihan.

Materi latihan meliputi gerakan formasi, kekompakan pasukan, langkah tegap, sikap dan gerakan dasar Peraturan Baris-Berbaris (PBB), hingga rangkaian pengibaran Bendera Merah Putih. Latihan dilaksanakan secara bertahap dan terukur untuk membentuk kedisiplinan, kekompakan, ketepatan gerakan, serta kesiapan fisik dan mental anggota Paskibra.

Setiap gerakan dievaluasi secara langsung oleh pelatih untuk memastikan peserta mampu menjalankan tugas sesuai ketentuan.

“Pada tahap ini, kita tidak hanya mengejar gerakan yang benar, tetapi juga membangun kekompakan, ketepatan, konsentrasi, dan kekuatan mental sebagai satu kesatuan pasukan. Jangan ada yang merasa paling hebat atau bekerja sendiri. Keberhasilan Paskibra ditentukan oleh kemampuan seluruh anggota untuk bergerak bersama dan saling mendukung,” tegas Pelda Acip Mulyawana.

Ia menambahkan, setiap kekeliruan selama latihan hendaknya dijadikan bahan evaluasi untuk meningkatkan kemampuan dan memperbaiki gerakan. Anggota Paskibra juga diharapkan memperhatikan setiap arahan pelatih, merespons aba-aba dengan tepat, serta aktif meminta penjelasan apabila terdapat materi atau gerakan yang belum dipahami.

“Saya berharap latihan tahap ketiga ini dapat menunjukkan perkembangan yang lebih baik dibandingkan latihan sebelumnya. Mari kita berlatih dengan sungguh-sungguh, tetap semangat, saling menghargai, dan memberikan kemampuan terbaik,” sambungnya.

Pembinaan Paskibra turut dipantau Panewu Gamping Suyanto, Panit Reskrim Polsek Gamping Iptu Dwiyanto Kurniawan, serta Bhabinkamtibmas Nogotirto Aiptu Eko Yulianto. Pemantauan dilakukan untuk memastikan proses pembinaan berjalan optimal sekaligus melihat perkembangan kesiapan fisik dan mental anggota Paskibra.

Suyanto berpesan kepada seluruh peserta agar memberikan penampilan terbaik saat pelaksanaan upacara. Ia juga mengingatkan agar proses latihan dimanfaatkan sebagai pengalaman berharga yang tidak hanya mendukung pelaksanaan tugas Paskibra, tetapi juga membentuk karakter dan kedisiplinan.

“Ketika nanti berada di lapangan upacara dan menjalankan tugas pengibaran Sang Merah Putih, tunjukkan sikap terbaik, disiplin, dan penuh rasa hormat. Jalankan tugas bukan sekadar karena kewajiban, melainkan sebagai bentuk penghormatan kepada para pahlawan dan kecintaan kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia,” tandasnya. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Gamping)




UNY Hadirkan Bus Listrik Dukung Sleman Hijau

Sleman – Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) menghadirkan dua unit Bus Listrik VKTR 8 Meter untuk mendukung mobilitas sivitas akademika sekaligus memperkuat penerapan transportasi ramah lingkungan di Kabupaten Sleman.

PT VKTR Teknologi Mobilitas menyerahkan dua unit bus tersebut kepada UNY di Gedung Rektorat, Selasa (11/8/2026). UNY memanfaatkan armada baru itu sebagai bagian dari peremajaan shuttle kampus sekaligus upaya mengurangi emisi dari sektor transportasi.

Direktur Direktorat Prasarana, Sarana, dan Aset UNY, Slamet Widodo mengatakan pengadaan bus listrik menjadi salah satu program prioritas dalam meningkatkan layanan mobilitas kampus sekaligus mendukung pembangunan berkelanjutan.

“Bus listrik ini memang merupakan salah satu program prioritas sebagai sarana mobilitas sivitas akademika kampus melalui peremajaan shuttle bus, sekaligus berkontribusi dalam pembangunan berkelanjutan,” katanya.

Bus Listrik VKTR 8 Meter memiliki kapasitas hingga 30 penumpang dalam konfigurasi duduk. Kendaraan menggunakan sistem penggerak listrik berkapasitas 210 kWh dengan jarak tempuh hingga 350 kilometer dalam satu kali pengisian daya penuh.

Menurut Slamet, penggunaan bus listrik juga mendukung pemanfaatan produk dalam negeri karena memiliki tingkat komponen dalam negeri sekitar 40 persen. UNY berharap kerja sama tersebut dapat berkembang ke bidang lain, termasuk riset dan pengembangan produk.

Kehadiran kendaraan listrik di lingkungan kampus juga memberi ruang edukasi bagi mahasiswa mengenai penerapan teknologi transportasi rendah emisi. Langkah tersebut sejalan dengan upaya UNY membangun lingkungan kampus yang lebih hijau dan efisien.

Direktur Utama PT VKTR Teknologi Mobilitas, A. Ardiansyah Bakrie, mengapresiasi kepercayaan UNY dalam menggunakan kendaraan listrik sebagai bagian dari layanan mobilitas kampus.

“Kolaborasi ini menunjukkan bahwa produk manufaktur dalam negeri mampu menjawab kebutuhan mobilitas institusi dengan solusi yang efisien, andal, dan berkelanjutan. Kami berharap kehadiran bus listrik ini tidak hanya mendukung operasional kampus, tetapi juga menjadi bagian dari upaya bersama mempercepat adopsi kendaraan listrik di Indonesia,” ujarnya.

UNY dan VKTR turut menggandeng Laksana sebagai mitra karoseri dalam penyediaan bus tersebut. Kolaborasi perguruan tinggi dan industri ini juga membuka peluang kerja sama lanjutan pada bidang pembelajaran, penelitian, inovasi, serta pengembangan teknologi.

Melalui penggunaan dua bus listrik, UNY tidak hanya memperkuat mobilitas internal kampus, tetapi juga menghadirkan praktik transportasi ramah lingkungan yang relevan dengan upaya membangun kawasan pendidikan dan perkotaan yang lebih berkelanjutan di Kabupaten Sleman. (Athiful/KIM Depok)




Sosialisasi PAW Lurah Caturtunggal Perkuat Pemahaman Tahapan dan Tata Tertib Pemilihan

Sleman – Panitia Pemilihan Lurah Antar Waktu (PAW) Kalurahan Caturtunggal melaksanakan sosialisasi tahapan dan tata tertib Pemilihan Lurah Antar Waktu sebagai bagian dari persiapan menuju pelaksanaan pemilihan yang dijadwalkan pada 27 September 2026. Kegiatan berlangsung selama dua hari di Pendapa Puspadenta Kalurahan Caturtunggal tersebut, dimulai pukul WIB hingga selesai.

Sosialisasi tersebut bertujuan memberikan pemahaman kepada unsur masyarakat dan pihak terkait mengenai mekanisme, tahapan, tata tertib, serta ketentuan dalam pelaksanaan Pemilihan Lurah Antar Waktu Kalurahan Caturtunggal.

Pj. Lurah Caturtunggal, Feri Ferdian menyampaikan apresiasi atas kehadiran peserta sekaligus menyambut baik pelaksanaan sosialisasi tersebut. Menurutnya, pemahaman mengenai tahapan dan tata tertib perlu disampaikan secara menyeluruh agar proses pemilihan dapat berjalan tertib dan sesuai ketentuan.

“Atas nama Pemerintah Kalurahan Caturtunggal, kami mengucapkan selamat datang dan selamat mengikuti sosialisasi. Harapannya, hasil sosialisasi ini dapat disampaikan kembali kepada masyarakat sehingga kader-kader terbaik dari padukuhan dapat ikut mendaftar dan nantinya terpilih pemimpin terbaik bagi Caturtunggal,” ungkapnya, Selasa (11/8/2026).

Ketua BPKal Caturtunggal, Dwi Yulianta berharap seluruh tahapan Pemilihan Lurah Antar Waktu dapat berlangsung tertib dan lancar. Menurutnya, proses yang dimulai dari sosialisasi hingga pelaksanaan pemilihan pada 27 September mendatang diharapkan dapat menghasilkan pemimpin yang mampu membawa Kalurahan Caturtunggal menjadi lebih baik.

“Harapannya, mulai dari proses sosialisasi sampai pelaksanaan pemilihan pada 27 September nanti dapat berjalan dengan baik dan menghasilkan pemimpin yang mampu memimpin Caturtunggal dengan lebih baik,” ujarnya.

Sementara itu, Panewu Depok, Rahmat Harinawan menjelaskan bahwa Pemilihan Lurah Antar Waktu Kalurahan Caturtunggal akan dilaksanakan pada 27 September 2026. Ia menerangkan, pembentukan Panitia Pemilihan Lurah Antar Waktu merupakan kewenangan BPKal, sedangkan ketentuan mengenai tata tertib dan pihak yang memiliki hak suara telah diatur dalam tahapan pemilihan.

Rahmat juga mengingatkan masyarakat yang berminat mencalonkan diri sebagai Lurah Antar Waktu untuk mempersiapkan persyaratan sejak awal, termasuk kelengkapan dokumen administrasi seperti ijazah yang telah dilegalisasi.

“Persiapan bagi calon perlu dilakukan sejak awal, termasuk kelengkapan administrasi seperti legalisasi ijazah. Apabila pendaftar lebih dari tiga orang, akan dilakukan seleksi tambahan melalui kerja sama dengan perguruan tinggi,” jelasnya.

Sosialisasi tersebut diharapkan dapat membangun pemahaman yang sama di antara seluruh pihak mengenai proses Pemilihan Lurah Antar Waktu sekaligus mendorong partisipasi masyarakat dalam menghadirkan calon-calon terbaik dari wilayah Kalurahan Caturtunggal. (Oktaviana / KIM Depok)




SPS Asparagus Kentungan Kenalkan Makanan Tradisional melalui Lomba “Pelangi Nusantara”

Sleman – Kelompok Pertemuan Orang Tua (KPO) SPS Asparagus Kentungan, Condongcatur, Depok, Sleman, memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia dengan menggelar Lomba Sajian Makanan Tradisional bertema “Pelangi Nusantara”, Rabu (12/8/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Ruang Kelas Kreativitas SPS Asparagus Kentungan tersebut mengajak orang tua berkreasi menyajikan makanan tradisional yang sehat, bergizi, higienis, dan menarik bagi anak. Penilaian meliputi cita rasa, kreativitas dan keunikan, tampilan, kandungan gizi, serta kesesuaian dengan tema.

Kepala SPS Asparagus Kentungan, Reni Lestari mengatakan makanan sehat bagi anak tidak harus identik dengan bahan mahal maupun sajian mewah.

“Dengan kreativitas orang tua, makanan tradisional dapat menjadi alternatif sajian yang sehat, bergizi, dan menarik bagi anak. Yang terpenting adalah pemilihan bahan, proses pengolahan, serta kandungan gizinya,” kata Reni.

Menurutnya, tema “Pelangi Nusantara” dipilih untuk mengenalkan keberagaman Indonesia kepada anak melalui kekayaan kuliner dari berbagai daerah.

“Kebhinekaan bukan hanya tentang suku, agama, bahasa, atau adat. Setiap daerah juga memiliki makanan dengan rasa, warna, tekstur, dan bentuk yang berbeda. Melalui makanan tradisional, anak dapat belajar mengenal kekayaan Indonesia,” ujarnya.

Kegiatan tersebut sekaligus menjadi bagian dari implementasi Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, khususnya kebiasaan makan sehat dan bergizi. Kebiasaan tersebut perlu dibangun secara berkelanjutan melalui keterlibatan keluarga dan satuan pendidikan.

Reni menekankan pembiasaan makan sehat dan bergizi tidak cukup dilakukan di lingkungan sekolah, tetapi juga perlu diterapkan dalam kehidupan sehari-hari di rumah.

“Sekolah dan orang tua harus berjalan bersama. Makan sehat dan bergizi tidak hanya dibiasakan di sekolah, tetapi juga perlu menjadi prioritas keluarga di rumah untuk mendukung tumbuh kembang anak,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Dewan Juri, Gian Hartati yang juga merupakan kader berprestasi di Kentungan, memberikan edukasi sekaligus evaluasi terhadap sajian peserta. Ia juga berbagi pengalaman dan tips dalam mengikuti lomba memasak.

Menurut Gian, sajian makanan untuk anak perlu memperhatikan keseimbangan antara rasa, kandungan gizi, dan tampilan.

“Makanan untuk anak jangan hanya enak. Kandungan gizinya juga harus diperhatikan. Tampilannya dapat dibuat menarik dengan garnish dari buah atau sayuran sehingga bukan sekadar hiasan, tetapi juga dapat dikonsumsi,” jelas Gian.

Melalui kegiatan tersebut, SPS Asparagus Kentungan berharap orang tua semakin kreatif dalam memanfaatkan makanan tradisional dan pangan lokal sebagai pilihan menu keluarga. Selain memenuhi kebutuhan gizi, makanan tradisional juga dapat dikenalkan kepada anak sebagai bagian dari warisan budaya bangsa.

“Harapannya anak tidak hanya terbiasa makan sehat dan bergizi, tetapi juga mengenal serta mencintai makanan tradisional sebagai bagian dari kekayaan Indonesia,” pungkas Reni.

Dengan semangat “Satu Rasa, Seribu Cerita, Bersama Kita Lestarikan”, kegiatan tersebut menjadikan meja makan sebagai ruang sederhana untuk mengenalkan kesehatan, kreativitas, dan kebinekaan kepada anak sejak usia dini. (Wasana / KIM Depok)