IPARI Sleman Gelar Seni dan Budaya Perkuat Moderasi Beragama

Sleman – Pengurus Daerah Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (PD IPARI) Kabupaten Sleman menggelar “Gelar Seni dan Budaya Bersama IPARI Kabupaten Sleman” di Pondok Pesantren Ahmad Syafii Academy, Selasa (11/8/2026).

Mengusung tema “Menuju Moderasi dan Kerukunan Umat Beragama di Indonesia”, kegiatan tersebut menjadi ruang kolaborasi seni dan budaya lintas agama sekaligus upaya memperkuat kerukunan umat beragama di Kabupaten Sleman.

Staf Ahli Bupati Sleman Bidang Kesejahteraan Rakyat (Kesra), Samsul Bakri menekankan pentingnya menjaga persatuan di tengah keberagaman masyarakat.

“Keberagaman merupakan bagian dari kekuatan bangsa yang perlu dirawat melalui sikap saling menghargai dan bekerja sama. Indonesia tidak harus menjadi masyarakat yang seragam, tetapi masyarakat yang mampu hidup berdampingan, saling menghormati, dan bergandengan tangan dalam keberagaman,” ujarnya.

Ia pun membuka kegiatan secara simbolis dengan pemukulan bedug.

Rangkaian kegiatan diawali dengan penampilan Hadroh Nurul Mustofa Kemenag Sleman. Acara dilanjutkan dengan doa bersama lintas agama yang melibatkan perwakilan lima agama, yakni Katolik, Kristen, Hindu, Buddha, dan Islam. Kegiatan juga diisi dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan Mars IPARI.

Kepala Kantor Kementerian Agama (Kakan Kemenag) Kabupaten Sleman, Nadhif, bersama Ketua PD IPARI Kabupaten Sleman, Sunhaji, turut memberikan pengarahan mengenai peran strategis penyuluh agama dalam memperkuat nilai-nilai moderasi beragama di tengah masyarakat.

Semangat kebersamaan kemudian ditampilkan melalui berbagai pertunjukan seni dari kelompok lintas agama. Pokjaluh Agama Islam menampilkan Tari Saman, sedangkan Pokjaluh Agama Katolik menyajikan pentas seni angklung dari Gereja Banteng.

Pertunjukan dilanjutkan dengan Klotekan Seyegan dari Pokjaluh Agama Kristen, penampilan Lagon yang diiringi gamelan oleh Kelompok Laras Asa Pondok Pesantren Wahid Hasyim, serta pertunjukan seni tari dari Pokjaluh Agama Hindu dan Buddha. Pokjaluh Agama Buddha membawakan Tari Dwi Pantara dari Studio Rama Shinta.

Melalui perpaduan seni, budaya, dan dialog lintas agama, IPARI Kabupaten Sleman berupaya menyampaikan pesan toleransi dan kerukunan secara inklusif. Kegiatan tersebut diharapkan dapat memperkuat semangat hidup berdampingan serta membangun hubungan harmonis antarpemeluk agama di Kabupaten Sleman. (Ajeng KIM DSN)




Milad ke-1, PP PAUD Ngaglik Perkuat Kapasitas Guru melalui Pelatihan

Sleman — Persatuan Pendidik Pendidikan Anak Usia Dini (PP PAUD) Dewan Pimpinan Ranting Ngaglik menggelar peringatan milad ke-1 yang dirangkaikan dengan pelatihan peningkatan kapasitas guru PAUD. Kegiatan tersebut dihadiri jajaran pengurus PP PAUD Kabupaten Sleman serta perwakilan Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Sleman, Selasa (11/8/2026).

Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan dan sambutan dari sejumlah tokoh setempat. Panewu Ngaglik, Edi Wibowo menyampaikan apresiasi atas dedikasi para pendidik PAUD dalam mendukung pendidikan anak usia dini di wilayah Kapanewon Ngaglik.

Senada dengan hal tersebut, Ibu PAUD Donoharjo, Tri Rahayu berharap momentum milad ke-1 dapat meningkatkan semangat para guru untuk terus berinovasi dalam mengembangkan metode pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan anak usia dini.

Sebagai ungkapan syukur atas perjalanan satu tahun organisasi di tingkat ranting, kegiatan dilanjutkan dengan pemotongan tumpeng secara simbolis yang disaksikan oleh tamu undangan dan peserta.

Memasuki sesi pelatihan, Presenter DSN TV sekaligus praktisi MC dan Duta Bahasa, Saviera Ajeng, memberikan materi mengenai wicara publik. Ia menekankan pentingnya kemampuan berkomunikasi bagi pendidik, khususnya dalam menyampaikan materi kepada anak maupun berinteraksi dengan orang tua.

“Kemampuan berbicara merupakan keterampilan yang perlu dikuasai oleh setiap guru. Namun, kemampuan tersebut perlu didukung dengan teknik dan seni penyampaian agar pesan dapat diterima secara efektif dan menarik,” ujarnya.

Kegiatan dilanjutkan dengan materi mengenai metode pembelajaran yang menyenangkan yang disampaikan oleh Kak Wawan, pendongeng sekaligus guru inovatif. Peserta diajak memahami berbagai strategi untuk menciptakan suasana belajar yang interaktif dan menyenangkan bagi anak usia dini melalui pendekatan bercerita.

Pengurus PP PAUD, Tri Murni mengatakan kegiatan tersebut tidak hanya menjadi momentum peringatan Milad ke-1, tetapi juga menjadi wadah mempererat silaturahmi antarpengurus dan pendidik sekaligus meningkatkan kapasitas guru dalam memberikan layanan pendidikan anak usia dini.

“Melalui kegiatan ini, kami berharap para pendidik semakin termotivasi untuk meningkatkan kompetensi dan terus menghadirkan pembelajaran yang kreatif serta menyenangkan bagi anak,” ujarnya.  (Ajeng KIM DSN)




Jelang PAW Lurah, Pemkal Maguwoharjo Pastikan Masyarakat Pahami Tahapan dan Regulasi

Sleman – Pemerintah Kalurahan Maguwoharjo, Kapanewon Depok, Kabupaten Sleman, melanjutkan sosialisasi Pemilihan Lurah Antar Waktu (PAW) di Pendopo Kalurahan Maguwoharjo, Selasa (11/8/2026).

Sosialisasi diikuti perwakilan masyarakat dari Padukuhan Ringinsari, Sambilegi Lor, Sambilegi Kidul, Karangploso, dan Kembang. Kegiatan tersebut bertujuan memberikan pemahaman mengenai regulasi, tahapan, dan mekanisme pelaksanaan PAW.

Penjabat Lurah Maguwoharjo, R. Hery Subagio mengatakan pemerintah kalurahan perlu memastikan informasi mengenai PAW diterima masyarakat secara jelas dan merata.

“Kami ingin seluruh masyarakat memahami tahapan dan ketentuan PAW secara benar. Peserta yang hadir juga diharapkan meneruskan informasi tersebut kepada warga di wilayah masing-masing,” katanya.

Hery menjelaskan, seluruh rangkaian PAW di Kalurahan Maguwoharjo mengacu pada Peraturan Bupati Sleman Nomor 22 Tahun 2026 tentang Pemilihan Antar Waktu. Menurutnya, pemahaman terhadap regulasi penting untuk mendukung pelaksanaan pemilihan yang tertib, transparan, dan sesuai ketentuan.

“Kesamaan pemahaman akan membantu setiap tahapan berjalan lebih tertib dan mengurangi potensi kesalahpahaman di masyarakat,” ujarnya.

Musyawarah Kalurahan Pemilihan Lurah Antar Waktu dijadwalkan berlangsung pada 27 September 2026. Pelaksanaannya akan dilakukan secara serentak di lima kalurahan di Kabupaten Sleman yang menyelenggarakan PAW.

Melalui sosialisasi lanjutan tersebut, Pemerintah Kalurahan Maguwoharjo berupaya memperluas informasi sekaligus mendorong partisipasi masyarakat dalam mengikuti seluruh tahapan PAW secara tertib dan sesuai regulasi. (/KIM Depok)




Perkuat Peran Keluarga, PKK RW 27 Dabag Intensifkan Penyampaian Informasi Sosial dan Kesehatan

Sleman – Organisasi Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) terus memperkuat perannya dalam menyampaikan informasi sosial, kesehatan, dan kegiatan kemasyarakatan kepada keluarga melalui pertemuan rutin di tingkat lingkungan.

Hal tersebut dilakukan PKK RW 27 Padukuhan Dabag, Kalurahan Condongcatur, Kapanewon Depok, Kabupaten Sleman, di GOR Serbaguna, Selasa (11/8/2026).

Ketua PKK RW 27, Sri Wahyuni mengatakan pertemuan tersebut membahas sejumlah agenda yang berkaitan langsung dengan kebutuhan masyarakat, mulai dari persiapan peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia hingga pelayanan sosial dan kesehatan.

“Kami menyampaikan berbagai agenda agar anggota memperoleh informasi yang jelas dan dapat meneruskannya kepada keluarga maupun masyarakat di lingkungan masing-masing,” katanya.

Dalam bidang perlindungan sosial, PKK turut menyampaikan informasi mengenai Program Perlindungan Sosial (Perlinsos) agar masyarakat memahami program dan dapat mengakses layanan sesuai ketentuan.

Pada bidang kesehatan, Sri Wahyuni menyampaikan jadwal Posyandu Balita yang akan dilaksanakan pada 13 Agustus 2026 dan Posbindu pada 23 Agustus 2026. Penyampaian jadwal tersebut diharapkan mendorong masyarakat memanfaatkan layanan kesehatan secara rutin.

Selain itu, pertemuan juga membahas persiapan kegiatan HUT ke-81 RI sebagai bagian dari upaya memperkuat kebersamaan dan partisipasi warga.

Melalui koordinasi rutin, PKK RW 27 Padukuhan Dabag berupaya memperkuat penyebaran informasi sekaligus mendorong keterlibatan keluarga dalam program sosial, kesehatan, dan kegiatan kemasyarakatan. (Athiful/KIM Depok)




Guru MAN 4 Sleman Ciptakan Aplikasi Si Manis untuk Permudah Administrasi Digital

Sleman – Transformasi digital terus dikembangkan di MAN 4 Sleman. Salah satunya melalui inovasi aplikasi Si Manis (Mudah, Akurat, Nyaman, Integratif, dan Smart) yang dirancang untuk memudahkan guru dalam mengelola administrasi pembelajaran secara digital.

Aplikasi tersebut dikembangkan oleh mantan Wakil Kepala Madrasah Bidang Akademik MAN 4 Sleman, Triyono. Si Manis mengintegrasikan berbagai kebutuhan administrasi guru, mulai dari presensi, jurnal mengajar, data siswa, kegiatan pembelajaran, hingga data alumni dalam satu sistem.

“Semua urusan administrasi mulai dari presensi, jurnal mengajar, data mutasi siswa, hingga data alumni dapat dipantau secara real-time melalui satu aplikasi. Seluruh aktivitas juga terdokumentasi dengan lebih rapi dan mengurangi penggunaan kertas,” ujar Triyono, Selasa (11/8/2026).

Sejumlah fitur yang tersedia dalam Si Manis antara lain pengelolaan data siswa, jurnal dan presensi kegiatan belajar mengajar, presensi kelas, monitoring kegiatan intrakurikuler dan kokurikuler, pengelolaan aspirasi dan literasi siswa, serta pendataan alumni.

Aplikasi ini juga memungkinkan guru melakukan monitoring berdasarkan rentang waktu tertentu, mulai dari harian, mingguan, bulanan hingga semester. Data dapat ditampilkan berdasarkan kelas maupun individu siswa sesuai kebutuhan pelaporan.

Triyono mengatakan Si Manis dirancang agar mudah digunakan melalui telepon seluler. Dengan demikian, guru dapat mengisi maupun memantau administrasi pembelajaran tanpa harus bergantung pada dokumen fisik.

Kepala MAN 4 Sleman, Ahmad Arif Makruf mengapresiasi inovasi tersebut. Menurutnya, digitalisasi administrasi tidak hanya membantu pekerjaan guru, tetapi juga mendukung transparansi dan peningkatan kualitas layanan pendidikan.

“Si Manis bukan hanya memudahkan guru, tetapi juga menjadi jembatan transparansi bagi orang tua dan siswa. Ini menjadi bukti bahwa madrasah serius dalam mengembangkan digitalisasi,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Kepala Madrasah Bidang Humas MAN 4 Sleman, Dwi Astuti Handayani, mengatakan fitur jurnal mengajar sangat membantu dalam mendokumentasikan kegiatan pembelajaran sekaligus menjadi bukti dukung administrasi dan SKP.

“Jurnal mengajar melalui Si Manis sangat membantu dan mempermudah pekerjaan kami, termasuk dalam menyiapkan bukti dukung SKP,” kata Dwi.

Melalui pengembangan Si Manis, MAN 4 Sleman terus mendorong pemanfaatan teknologi untuk mewujudkan administrasi pendidikan yang lebih efektif, tertib, dan minim penggunaan kertas. (Edy – KIM Sumber Biwara Moyudan)