Semangat Kemerdekaan, Condongcatur Himpun 48 Kantong Darah

Sleman – Pemerintah Kalurahan Condongcatur bersama Palang Merah Indonesia (PMI) Kapanewon Depok kembali menggelar donor darah rutin Triwulan III Tahun 2026 di Ruang Wacana Loka Kalurahan Condongcatur, Selasa (11/8/2026).

Dari 60 calon pendonor yang menjalani pemeriksaan, sebanyak 48 orang dinyatakan memenuhi syarat dan berhasil mendonorkan darahnya. Kegiatan ini merupakan bagian dari program SEMANIS MADU (Selasa Melayani Semua, Mudah dan Terpadu), bekerja sama dengan PMI Kabupaten Sleman dan PMI Kapanewon Depok.

Sebanyak 48 kantong darah yang terkumpul terdiri atas golongan A sebanyak 5 kantong, B 18 kantong, O 17 kantong, dan AB 8 kantong. Sementara 12 calon pendonor belum memenuhi syarat, terdiri atas sembilan orang karena kadar hemoglobin (Hb) rendah dan tiga orang karena kondisi kesehatan.

Koordinator SEMANIS MADU Condongcatur, Wasana mengapresiasi antusiasme masyarakat serta dukungan berbagai pihak dalam pelaksanaan kegiatan tersebut.

“Alhamdulillah, donor darah Triwulan III berjalan lancar. Setiap kantong darah yang disumbangkan sangat berarti bagi masyarakat yang membutuhkan,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua PMI Kapanewon Depok, Sussilistyaningsih, mengapresiasi konsistensi Pemerintah Kalurahan Condongcatur dalam menyelenggarakan donor darah. Menurutnya, kegiatan kali ini menjadi momentum istimewa karena berlangsung pada bulan kemerdekaan.

“Semangat kemerdekaan juga dapat diwujudkan dengan berbagi dan menolong sesama. Semakin banyak masyarakat yang mendonorkan darah, semakin besar kontribusinya dalam mendukung ketercukupan kebutuhan darah di Kabupaten Sleman, termasuk mendukung program Lada Manis,” katanya.

PMI Kapanewon Depok juga mengimbau calon pendonor mempersiapkan kondisi tubuh dengan cukup beristirahat, makan dan minum yang cukup, serta mengurangi konsumsi kopi dan rokok sebelum donor. Untuk konsumsi obat, calon pendonor disarankan mengikuti arahan petugas medis saat skrining.

Antusiasme masyarakat terlihat hingga akhir pelayanan. Tiga calon pendonor datang sekitar pukul WIB, namun belum dapat mengikuti proses pengambilan darah karena pelayanan telah berakhir. Ketiganya tidak termasuk dalam rekapitulasi 60 calon pendonor yang telah menjalani pemeriksaan.

Petugas PMI Kapanewon Depok, Hening Yuliana menyampaikan apresiasi atas niat baik ketiga calon pendonor tersebut dan berharap dapat berpartisipasi pada kegiatan berikutnya.

Pelaksanaan donor darah ini melanjutkan konsistensi kegiatan rutin di Condongcatur. Pada kegiatan sebelumnya, 19 Mei 2026, sebanyak 50 kantong darah berhasil dihimpun dari 60 calon pendonor.

Melalui kegiatan rutin tersebut, Pemerintah Kalurahan Condongcatur bersama PMI mengajak masyarakat menjadikan donor darah sebagai bagian dari gaya hidup sehat sekaligus bentuk kepedulian dan kepedulian terhadap sesama. (Wasana / KIM Depok)




Kontingen Kabupaten Sleman Raih Penyaji Terbaik I Festival Kethoprak DIY 2026

Sleman – Kontingen Kabupaten Sleman sukses mengukir prestasi gemilang dengan meraih predikat Penyaji Terbaik I dalam perhelatan Festival Kethoprak Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) 2026 yang berlangsung di Alun-Alun Sewandanan, Pura Pakualaman, Yogyakarta.

Kepastian raihan prestasi tersebut disampaikan oleh Ketua Komunitas Kethoprak Sleman, Sugiman Dwi Nurseto, saat mengonfirmasi hasil penilaian dewan juri di Studio RRI Pro4 Jogja pada Senin (10/08/2026). Pergelaran yang diselenggarakan oleh Kundha Kabudayan (Dinas Kebudayaan) DIY pada Jumat (07/08/2026) hingga Sabtu (08/08/2026) ini mengusung tema sejarah “Episode Pasca Perjanjian Giyanti – Sebelum Geger Sepehi”.

Dalam kompetisi seni pertunjukan tradisional ini, kontingen Sleman tampil memukau pada hari pertama melalui lakon “Tatu” dan meraih skor tertinggi yakni poin. Sleman mengungguli empat kabupaten/kota lainnya di DIY, yakni Kabupaten Gunungkidul di peringkat kedua ( poin), Kabupaten Bantul ( poin), Kabupaten Kulon Progo ( poin), dan Kota Yogyakarta ( poin).

Selain meraih penghargaan utama sebagai Penyaji Terbaik I, kontingen Kabupaten Sleman juga memborong sejumlah penghargaan individu. Gelar Sutradara Terbaik disabet oleh Giang Bayu Tetuko, Penulis Naskah Terbaik oleh Dicky Dwi Nurseto, Pemeran Putra Terbaik oleh Viko Ciblek, serta Pengeprak Terbaik oleh Dhoni.

Sugiman Dwi Nurseto mengungkapkan bahwa keberhasilan tim Sleman tak lepas dari proses riset mendalam terkait latar belakang sosial, ekonomi, dan historis masyarakat pasca-Perjanjian Giyanti sebelum mengeksekusinya ke atas panggung.

“Riset tidak harus hanya bersumber dari buku sejarah. Cerita tutur dan kunjungan ke lokasi yang memiliki jejak sejarah pun dapat menjadi bahan untuk memperkaya cerita. Berbagai sumber tersebut kemudian perlu dibandingkan dengan catatan sejarah agar tafsir dan pengembangan cerita tetap berada dalam koridor tema festival,” ujar Sugiman Dwi Nurseto pada Senin (10/08/2026).

Ia juga menambahkan bahwa ajang festival tingkat provinsi semacam ini memegang peranan krusial untuk menjaga kelestarian kethoprak serta memikat minat generasi muda agar terus mencintai seni tradisi Jawa.

“Adanya festival kethoprak akan menarik minat anak muda. Harapannya, dengan adanya ketertarikan kemudian anak muda tetap melirik kethoprak. Selanjutnya, kalau sudah melirik, akan timbul rasa sayang dan cinta. Jadi ketoprak tidak punah,” tegasnya. (Adnan Nurtjahjo/KIM Pararta Guna Gamping)




KIM Depok Raya Perluas Akses Bacaan Masyarakat Melalui Hibah Puluhan Buku

Sleman – Komunitas Informasi Masyarakat (KIM) Depok Raya menyerahkan hibah puluhan buku bacaan kepada Taman Bacaan Masyarakat (TBM) di Kabupaten Sleman pada Selasa (11/08/2026).

Penyerahan hibah buku tersebut dilakukan secara langsung oleh Sekretaris KIM Depok Raya, Athiful Khoiri, kepada perwakilan TBM, Muhammad Yasfi. Langkah ini diambil sebagai bagian dari komitmen KIM Depok Raya dalam memperkuat literasi masyarakat serta memperluas akses warga terhadap bahan bacaan berkualitas di luar pendidikan formal.

Adapun koleksi buku yang diserahkan mencakup berbagai genre bacaan yang diperuntukkan bagi anak-anak, remaja, hingga masyarakat umum guna melengkapi ragam literatur yang sudah ada di taman bacaan tersebut.

Perwakilan TBM, Muhammad Yasfi, mengapresiasi dukungan dan kepedulian KIM Depok Raya terhadap keberlanjutan ruang baca publik di wilayahnya.

“Koleksi yang lebih banyak membuat masyarakat memiliki pilihan bacaan yang semakin luas. Hal ini penting agar anak-anak dan warga tidak merasa bosan serta semakin rutin memanfaatkan taman bacaan. Buku-buku ini akan kami manfaatkan sebaik mungkin agar tidak hanya tersimpan di rak, tetapi benar-benar dibaca dan mampu memberikan pengetahuan baru kepada masyarakat,” ujar Muhammad Yasfi pada Selasa (11/08/2026).

Yasfi menambahkan bahwa tambahan koleksi buku tersebut akan difokuskan untuk menunjang program pendampingan belajar serta kegiatan membaca bersama bagi anak-anak di lingkungan setempat.

Melalui hibah ini, KIM Depok Raya bersama pengelola TBM berharap ruang belajar berbasis masyarakat tersebut dapat terus berkembang menjadi fasilitas publik yang ramah, terbuka, serta konsisten dalam menumbuhkan minat baca bagi semua kalangan. (Athiful/KIM Depok)




Pemkab dan DPRD Sleman Dukung UNY Kembangkan Potensi Perikanan Lokal Sidoagung

Sleman – Pemerintah Kabupaten Sleman bersama DPRD Kabupaten Sleman menyatakan dukungan penuh terhadap program pemberdayaan masyarakat yang dikembangkan oleh Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) di Kalurahan Sidoagung, Kapanewon Godean, Kabupaten Sleman, pada Senin (10/08/2026).

Dukungan tersebut mengemuka dalam dua rangkaian audiensi terpisah yang dilakukan oleh Tim Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPKO) Kelompok Studi Ilmiah (KSI) MIST FMIPA UNY. Pertemuan pertama berlangsung bersama Bupati Sleman, Harda Kiswaya, di Kantor Bupati Sleman, yang kemudian dilanjutkan dengan audiensi bersama Anggota DPRD Kabupaten Sleman, Bambang Sigit Sulaksono.

Dalam pemaparannya, tim mahasiswa UNY mengenalkan konsep SEGARA AGUNG atau Sentra Gerak Agromina Sidoagung. Inovasi ini dirancang untuk meningkatkan nilai tambah sektor perikanan lokal melalui diversifikasi produk olahan ikan (SEGARA Karya), penguatan legalitas usaha, peningkatan higienitas sanitasi produksi, hingga digitalisasi pemasaran melalui SEGARA App.

Bupati Sleman, Harda Kiswaya, menyambut positif kolaborasi lintas sektor tersebut dan menegaskan komitmen Pemkab Sleman untuk memfasilitasi keberlanjutan program, termasuk memberikan dukungan 12 piala untuk ajang promosi SEGARA Raya serta pendampingan administrasi kerja sama.

“Kolaborasi seperti ini perlu terus diperkuat. Perguruan tinggi dapat menghadirkan pengetahuan dan inovasi, sementara pemerintah dan masyarakat bersama-sama memastikan potensi lokal tersebut berkembang dan memberikan manfaat yang berkelanjutan. Harapannya, pendampingan ini tidak berhenti setelah program selesai,” ujar Harda Kiswaya pada Senin (10/08/2026).

Senada dengan hal tersebut, Anggota DPRD Kabupaten Sleman, Bambang Sigit Sulaksono, mengapresiasi pendekatan komprehensif yang diusung mahasiswa UNY dalam membina warga dari hulu ke hilir.

“Program ini tidak berhenti pada kegiatan sesaat, tetapi mendampingi masyarakat mulai dari proses produksi, penguatan kualitas dan legalitas produk, hingga pemasaran. Kami berharap pendampingan ini dapat memperkuat kemandirian masyarakat dan mengembangkan potensi lokal Sidoagung secara berkelanjutan,” kata Bambang Sigit Sulaksono.

Sinergi antara akademisi, eksekutif, legislatif, dan Pemerintah Kalurahan Sidoagung ini diharapkan mampu mencetak sentra ekonomi perikanan yang mandiri, berdaya saing, serta berdampak panjang bagi kesejahteraan warga lokal. (Athiful/KIM Depok)




Pelatihan dan Sertifikasi Tenaga Kerja Konstruksi Digelar, Dorong Tukang Semakin Profesional

Sleman – Dinas Perumahan, Kawașan Permukiman, dan Perhubungan (PKP) Kabupaten Sleman menggelar pembukaan Pelatihan dan Sertifikasi Tenaga Kerja Konstruksi di Aula Kalurahan Donoharjo, Kapanewon Ngaglik, Kabupaten Sleman, pada Selasa (11/08/2026).

Kegiatan pembekalan dan uji kompetensi ini diselenggarakan untuk membantu para tukang bangunan di wilayah Sleman memperoleh sertifikasi keahlian resmi jenjang dua. Sertifikasi tersebut disiapkan guna meningkatkan posisi tawar, profesionalisme, serta standar keselamatan dan mutu hasil pengerjaan konstruksi di tengah masyarakat.

Acara tersebut dihadiri oleh Ketua Tim Pembinaan Jasa Konstruksi PKP Sleman Fajar Waskito, Lurah Donoharjo Hadi Rintoko, serta instruktur sipil dari Balai Latihan Pendidikan Teknik (BLPT) Dikpora DIY Bambang Kusumo Jati.

Dalam sambutannya, Ketua Tim Pembinaan Jasa Konstruksi PKP Sleman, Fajar Waskito, menegaskan pentingnya kepemilikan sertifikat legal sebagai pembuktian kapasitas kerja bagi setiap tenaga konstruksi.

“Seluruh pekerja konstruksi wajib memiliki keahlian yang dibuktikan dengan sertifikat. Ibaratnya seperti SIM, ketika bekerja di bidang konstruksi harus mempunyai sertifikat sebagai bukti memiliki kompetensi. Selain itu, tenaga kerja yang telah memiliki sertifikat nantinya akan didukung untuk masuk dalam sistem informasi jasa tukang melalui agar mudah diakses oleh masyarakat,” ujar Fajar Waskito pada Selasa (11/08/2026).

Fajar menguraikan bahwa pelatihan tersebut dilanjutkan dengan sesi diskusi standar teknis bersama instruktur, serta ujian praktik langsung yang diuji oleh Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) independen pada Rabu (12/08/2026).

Sementara itu, Lurah Donoharjo, Hadi Rintoko, mengapresiasi penyelenggaraan pelatihan ini dan menilai profesi tukang sebagai pekerjaan mulia yang menuntut ketelitian serta nilai estetika tinggi.

“Pekerjaan tukang bukan sekadar menyelesaikan pekerjaan bangunan, tetapi juga membutuhkan ketelitian, keindahan, dan kepuasan terhadap hasil karya. Pekerjaan tukang sangat mulia karena pada akhirnya kepuasan dari yang punya rumah juga menjadi kepuasan bagi tukang,” tutur Hadi Rintoko.

Melalui program fasilitasi sertifikasi ini, Pemerintah Kabupaten Sleman berharap mutu pengerjaan fisik di wilayahnya semakin terjamin, berdaya saing, serta memberikan perlindungan kerja yang optimal bagi para tenaga konstruksi lokal. (Endarwati/KIM Donoharjo)