Sosialisasi IKD Dorong Warga Melek Digital, Pelayanan Administrasi Semakin Mudah

Sleman – Pemerintah Kalurahan Margorejo terus mengakselerasi transformasi digital dalam pelayanan administrasi kependudukan hingga ke tingkat rukun tetangga (RT). Langkah ini diwujudkan melalui penyelenggaraan Sosialisasi Identitas Kependudukan Digital (IKD) yang bertempat di Balai Perumahan Margorejo Asri, RT 03 RW 29, Kalurahan Margorejo, Kapanewon Tempel, Kabupaten Sleman, pada Senin (10/08/2026).

Kegiatan tersebut diselenggarakan sebagai upaya strategis untuk mendekatkan teknologi informasi kepada masyarakat, sekaligus mempermudah akses dokumen kependudukan secara praktis, cepat, dan efisien dari perangkat gawai masing-masing.

Agenda sosialisasi ini dihadiri langsung oleh Lurah Margorejo, Abdul Azis Muh Ridwan, didampingi Carik Margorejo, Ariyanto Wibowo, Kaur Tatalaksana, Danarto, serta jajaran staf Pemerintah Kalurahan Margorejo.

Dalam sambutannya, Lurah Margorejo, Abdul Azis Muh Ridwan, menegaskan pentingnya adaptasi masyarakat terhadap perkembangan teknologi pelayanan publik agar tidak tertinggal dalam arus digitalisasi.

“Perubahan menuju pelayanan digital tidak hanya soal teknologi, tetapi bagaimana teknologi tersebut memberikan kemudahan bagi masyarakat. Karena itu, warga perlu memahami dan memanfaatkan IKD dengan baik,” ujar Abdul Azis Muh Ridwan pada Senin (10/08/2026).

Ia menambahkan bahwa selain memberikan kemudahan akses dokumen secara cepat, penggunaan aplikasi IKD juga diimbangi dengan edukasi literasi digital, terutama terkait pentingnya menjaga keamanan data pribadi dan kerahasiaan akses perangkat.

Masyarakat yang hadir terlihat antusias mengikuti penjelasan teknis mengenai proses pengaktifan aplikasi IKD hingga sesi tanya jawab interaktif. Suasana sosialisasi kian semarak dan partisipatif saat panitia membagikan berbagai hadiah hiburan (doorprize) kepada warga yang hadir.

Melalui sosialisasi ini, Pemerintah Kalurahan Margorejo berharap partisipasi aktif masyarakat dapat mempercepat terwujudnya pelayanan publik yang lebih transparan, aman, dan adaptif terhadap perkembangan zaman di wilayah Kabupaten Sleman. (SBD/KIM Tempel)




Pandu Teladan SD Muhammadiyah Condongcatur Pulang dari ISC, Bawa Semangat Berani Mendunia

Sleman – Suasana haru dan bangga menyelimuti halaman SD Muhammadiyah Condongcatur saat menggelar apel penyambutan peserta International Scout Camp (ISC) dan Edu Trip Thailand, Malaysia, dan Singapura 2026 di Kapanewon Depok, Kabupaten Sleman, pada Senin (10/08/2026).

Kegiatan apel yang disaksikan oleh sekitar siswa-siswi tersebut diselenggarakan untuk menyambut kepulangan para Pandu Teladan Hizbul Wathan Qabilah Ahmad Dahlan dan Siti Walidah. Sebanyak puluhan siswa telah menyelesaikan rangkaian ajang kepanduan internasional dan perjalanan edukasi lintas negara yang berlangsung sejak Sabtu (18/07/2026) hingga Selasa (27/07/2026).

Acara penyambutan ini dihadiri oleh jajaran Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) DIY, pengurus Kwartir Wilayah Hizbul Wathan DIY, kepala sekolah, para pelatih, serta orang tua siswa. Momen puncak perhelatan ditandai dengan penyematan Brevet International Scout Camp sebagai simbol apresiasi atas kedisiplinan dan perjuangan para peserta di tingkat global.

Dalam amanatnya selaku inspektur upacara, Wakil Ketua PWM DIY, Yayan Suryana, menekankan bahwa peran sebagai delegasi internasional membawa tanggung jawab besar dalam menjaga nama baik bangsa serta Muhammadiyah.

“Menjadi delegasi berarti membawa nama pribadi, sekolah, Hizbul Wathan, Muhammadiyah, bahkan Indonesia. Karakter, kesopanan, kedisiplinan, dan kemampuan menghargai perbedaan menjadi bagian penting yang harus ditunjukkan. Pengalaman internasional ini harus mencakup tiga hal, yaitu inspirasi, motivasi untuk terus berprestasi, dan integrasi nilai dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Yayan Suryana pada Senin (10/08/2026).

Rangkaian ajang ISC 2026 dipusatkan di Pondok Bangloom Sangkhom Islam Wittaya School, Songkhla, Thailand, di mana kontingen Hizbul Wathan DIY menampilkan pertunjukan Aksa Semaphore Dance serta mengikuti materi ketangkasan kepanduan. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan edu trip pengenalan budaya dan moda transportasi di Malaysia dan Singapura.

Ketua Kwartir Wilayah Hizbul Wathan DIY, Dede Dian, menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi pijakan penting untuk membentuk mentalitas generasi muda yang berwawasan luas tanpa mencabut akar budayanya.

“Semangat utamanya adalah berani berpikir global, tetapi tetap bersikap lokal. Para Pandu Teladan diharapkan mampu mengenal dunia dan menerima kemajuan tanpa kehilangan jati diri sebagai generasi Indonesia,” tutur Dede Dian.

Melalui kepulangan para Pandu Teladan ini, SD Muhammadiyah Condongcatur berharap dapat menginspirasi seluruh siswa untuk terus memupuk keberanian, kepemimpinan, dan prestasi hingga ke kancah internasional. (Arief Hartanto/KIM Kertomandiri)




Pendidikan Antikorupsi Perkuat Integritas Tenaga Kesehatan Sleman

Sleman – Sebanyak 25 tenaga kesehatan yang terdiri dari enam dokter dan 19 perawat mengikuti agenda Pendidikan Antikorupsi dalam rangkaian Pelatihan Teknis Penanggulangan Stroke bagi Tenaga Kesehatan di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) yang berlangsung di Balai Pelatihan Kesehatan (Bapelkes) Dinas Kesehatan DIY, Kapanewon Kalasan, Kabupaten Sleman, pada Senin (10/08/2026).

Pelatihan teknis dan penguatan integritas ini diselenggarakan atas kerja sama Bapelkes Dinas Kesehatan DIY dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman. Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa peningkatan kompetensi medis dokter serta perawat di fasilitas kesehatan tingkat pertama berjalan seiring dengan penguatan budaya kerja yang jujur, transparan, dan akuntabel.

Dosen FKIP Universitas Ahmad Dahlan, Suyitno, hadir sebagai narasumber untuk membekali para peserta mengenai pentingnya penerjemahan nilai-nilai antikorupsi dalam pelayanan kesehatan sehari-hari.

Dalam paparan materinya, Suyitno menegaskan bahwa keselamatan serta kepercayaan masyarakat terhadap layanan kesehatan sangat bergantung pada profesionalisme dan moralitas para tenaga medis.

“Pasien datang membawa harapan, bukan membawa keuntungan. Karena itu, pelayanan kesehatan harus diberikan dengan kompetensi sekaligus integritas. Semakin tinggi kompetensi tenaga kesehatan, semestinya semakin kuat pula integritas yang dimiliki. Keduanya harus berjalan bersama karena masyarakat membutuhkan pelayanan yang profesional sekaligus dapat dipercaya,” ujar Suyitno pada Senin (10/08/2026).

Ia menambahkan, pembekalan ini juga mengajak peserta mengenali berbagai bentuk potensi pelanggaran integritas di sektor pelayanan publik, seperti konflik kepentingan, gratifikasi, hingga penyalahgunaan kewenangan.

Melalui pembekalan tersebut, para dokter dan perawat di tingkat FKTP diharapkan mampu menjadi benteng utama dalam membentuk ekosistem pelayanan kesehatan di Kabupaten Sleman yang mengedepankan integritas serta berorientasi penuh pada keselamatan pasien. (Athiful/KIM Depok)




Srawung Sehat di Kentungan Condongcatur, Gamada PIONIR UGM 2026 Ajak Warga Cegah Penyakit Degeneratif

Sleman – Sebanyak 28 mahasiswa baru Universitas Gadjah Mada (UGM) yang tergabung dalam Gugus Soedarwono 6 Kelompok 3 dan 4 menggelar kegiatan Action Plan PIONIR Gadjah Mada 2026 di RW 47 Padukuhan Kentungan, Kalurahan Condongcatur, Kapanewon Depok, Kabupaten Sleman, pada Senin (10/08/2026).

Kegiatan edukasi dan pengabdian masyarakat yang dipusatkan di Gedung Serbaguna Kentungan tersebut berlangsung mulai pukul hingga WIB. Berkolaborasi dengan Pertemuan Rutin PKK RW 47 Kentungan, sebanyak 27 kader dan anggota PKK antusias mengikuti rangkaian acara yang meliputi penyuluhan pencegahan penyakit degeneratif, senam sehat bersama, hingga peragaan pembuatan minuman herbal berbasis bahan alami.

Mengusung tema “Sinergi Gadjah Mada Muda, Srawung Wujudkan Aksi Nyata”, agenda ini menjadi wadah interaksi langsung bagi para mahasiswa baru untuk mengasah kepekaan sosial, kemampuan beradaptasi, serta keterampilan berkomunikasi dengan warga di sekitar lingkungan kampus.

Ketua PKK RW 47 Kentungan, Sulistiyani, mengapresiasi keikutsertaan para mahasiswa baru yang terjun langsung dan membaur bersama warga di wilayahnya.

“Selamat datang kepada mahasiswa PIONIR UGM di Kentungan. Kami senang adik-adik mahasiswa dapat hadir, berbaur, dan berkegiatan bersama ibu-ibu di RW 47. Semoga kegiatan ini memberikan manfaat sekaligus semakin mempererat hubungan mahasiswa dengan masyarakat,” ujar Sulistiyani pada Senin (10/08/2026).

Co-Fasilitator Gugus Soedarwono 6, Hanindya Zahwa Salsabilla, yang membuka perhelatan bersama Muthia Az Zahra, menyampaikan rasa terima kasih atas sambutan hangat dan partisipasi aktif seluruh warga Padukuhan Kentungan.

“Terima kasih banyak kepada ibu-ibu yang sudah menyempatkan waktunya untuk hadir. Hari ini Soedarwono 6 Kelompok 3 dan 4 akan melakukan Action Plan, dan semoga ibu-ibu semua bisa mengikuti seluruh rangkaian kegiatan ini dengan penuh semangat,” tutur Hanindya Zahwa Salsabilla.

Dukuh Kentungan, Suhartini, turut menguraikan bahwa kegiatan kepemudaan yang dikemas interaktif ini sangat relevan untuk mengisi momentum peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia secara positif dan produktif.

“Kita dapat mengucapkan terima kasih dan menghargai jasa para pahlawan dengan berbagai cara, salah satunya mengisi kemerdekaan melalui kegiatan-kegiatan positif. Berkumpul bersama masyarakat, menjaga kerukunan, saling peduli, dan membangun lingkungan yang harmonis juga menjadi bagian dari cara kita mengisi kemerdekaan,” tegas Suhartini.

Fokus utama penyuluhan kesehatan ini disasarkan pada penyakit degeneratif seperti asam urat, hipertensi, dan diabetes, dilanjutkan dengan peragaan pembuatan racikan jamu herbal dari kencur, serai, daun salam, jahe, dan madu. Langkah ini sejalan dengan pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs) poin ketiga, yakni Menjamin Kehidupan yang Sehat dan Meningkatkan Kesejahteraan Bagi Semua Usia. (Wasana/KIM Depok)




KKN Reguler Satria AKPRIND Resmi Dimulai, Mahasiswa Siap Dampingi Pemberdayaan Masyarakat Sendangtirto

Sleman – Universitas AKPRIND Indonesia (UAI) resmi menerjunkan mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler Satria AKPRIND Tahun 2026 di Kalurahan Sendangtirto, Kapanewon Berbah, Kabupaten Sleman, pada Senin (10/08/2026). Peresmian program pengabdian tersebut ditandai dengan penandatanganan surat penerjunan oleh Ketua Direktorat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (DP2M) UAI bersama Lurah Sendangtirto di kantor kalurahan setempat.

Kegiatan KKN bertema “Mengabdi dengan Ilmu, Berkarya dengan Teknologi, Memberdayakan Masyarakat” ini diikuti oleh 19 mahasiswa yang terdiri dari 12 mahasiswa pria dan 7 mahasiswa wanita. Selama 40 hari, terhitung sejak Senin (10/08/2026) hingga Jumat (18/09/2026), para mahasiswa akan tinggal menetap dan ditempatkan di Padukuhan Tampungan serta Padukuhan Karangasem.

Sinergi lintas disiplin ilmu menjadi keunggulan program ini, mengingat para peserta berasal dari beragam program studi seperti Teknik Geologi, Teknik Mesin, Teknik Industri, Bisnis Digital, Statistika, hingga Rekayasa Komputer. Selain di Sendangtirto dan Jumeneng Kidul (Mlati) untuk wilayah Sleman, UAI secara bersamaan juga menerjunkan tim KKN di tiga lokasi wilayah Kabupaten Kulon Progo.

Ketua DP2M UAI, Sri Mulyaningsih, menjelaskan bahwa keberagaman latar belakang keilmuan peserta diharapkan dapat memberikan dampak dan solusi konkret bagi kemajuan masyarakat desa.

“Dengan komposisi jurusan tersebut harapannya akan lebih banyak kemanfaatannya dalam pengabdian kepada masyarakat. KKN difokuskan pada program pemberdayaan masyarakat, penerapan teknologi tepat guna, digitalisasi UMKM, ketahanan pangan, pelestarian lingkungan, serta edukasi dan inovasi desa,” ujar Sri Mulyaningsih pada Senin (10/08/2026).

Lurah Sendangtirto, Amir Junawan, menyambut baik kehadiran para mahasiswa dan berharap terjadi kolaborasi strategis antara program KKN dengan pemetaan pembangunan kalurahan, khususnya dalam mengoptimalkan potensi wisata lokal seperti kawasan aliran sungai.

“Dengan modal potensi yang ada diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Adanya destinasi wisata bisa mendongkrak ekonomi masyarakat sekitar,” tutur Amir Junawan.

Senada dengan hal tersebut, Dosen Pembimbing Lapangan, Idam Wahyudi, menekankan pentingnya prinsip Jnanadharma atau mengabdikan ilmu pengetahuan agar setiap inovasi akademis dapat dirasakan langsung manfaatnya oleh warga Sendangtirto. (Kusnadi/KIM Berbah)