RKP 2027 Margomulyo Mulai Dimatangkan, Bimtek Tim Verifikasi Pastikan Kegiatan Tepat Sasaran

Sleman – Pemerintah Kalurahan Margomulyo mulai mematangkan penyusunan Rencana Kerja Pemerintah (RKP) Kalurahan tahun 2027 melalui penyelenggaraan Bimbingan Teknis (Bimtek) Tim Verifikasi Rencana Kegiatan Pembangunan di Ruang Media Center Margomulyo, Kapanewon Seyegan, Kabupaten Sleman, pada Senin (10/08/2026).

Kegiatan bimtek tersebut diselenggarakan untuk membekali lima anggota Tim Verifikasi yang diketuai Sutarto Agus dalam melakukan validasi lapangan. Langkah ini diambil guna memastikan setiap usulan pembangunan fisik tahun anggaran 2027 benar-benar tepat sasaran, memenuhi skala prioritas, serta sesuai dengan ketersediaan dana di tengah efisiensi anggaran.

Acara tersebut dihadiri langsung oleh Lurah Margomulyo Eko Puji Mulyanto, Ulu-Ulu Agus Purwanto, Pangripto, serta jajaran Tim Verifikasi RKP Kalurahan Margomulyo.

Dalam arahannya, Lurah Margomulyo, Eko Puji Mulyanto, menegaskan bahwa proses verifikasi lapangan difokuskan pada kegiatan fisik yang memiliki kepastian sumber pendanaan, yakni Dana Desa dan Bantuan Keuangan Khusus (BKK) Reguler.

“Kegiatan pembangunan fisik yang akan diverifikasi di lapangan adalah kegiatan yang bersumber dari Dana Desa dan BKK Reguler. Di masa efisiensi anggaran ini, Dana Desa yang diperuntukkan untuk pembangunan berkurang drastis. Karena itu, kita harus menentukan skala prioritas dan memastikan kegiatan yang dilaksanakan benar-benar sesuai kebutuhan masyarakat,” ujar Eko Puji Mulyanto pada Senin (10/08/2026).

Eko menjelaskan bahwa seluruh alokasi pembangunan dari Dana Desa tahun ini difokuskan pada tiga kegiatan saluran irigasi. Sementara itu, alokasi BKK Reguler sebesar Rp500 juta akan didistribusikan berdasarkan tingkat urgensi kebutuhan di 11 padukuhan, bukan dibagi rata.

Sementara itu, Ulu-Ulu Margomulyo, Agus Purwanto, memberikan pengarahan teknis mengenai peninjauan langsung ke titik lokasi usulan. Ia menekankan pentingnya pengukuran ulang volume pekerjaan fisik seperti jalan usaha tani, gorong-gorong, dan cor blok bahu jalan agar sesuai standar teknis.

“Verifikasi utamanya berkaitan dengan volume. Karena itu, perlu dilakukan pengukuran ulang agar mendapatkan ukuran yang valid dan sesuai dengan kondisi di lapangan, mengingat jumlah dana yang tersedia juga terbatas,” kata Agus Purwanto.

Seusai pembekalan bimtek, Tim Verifikasi dijadwalkan turun ke lapangan untuk memeriksa secara detail 3 kegiatan yang didanai Dana Desa dan 14 kegiatan dari BKK Reguler sebagai bahan utama penyusunan RKP Kalurahan Margomulyo 2027. (Sutarto Agus/KIM Seyegan)




Merti Dusun Puluhdadi, Wayang Kulit Jadi Wahana Pelestarian Budaya dan Pengenalan Nilai Luhur

Sleman – Pemerintah Kalurahan Caturtunggal terus mendorong penguatan dan pelestarian seni tradisi lokal melalui rangkaian perayaan Merti Dusun Puluhdadi, Padukuhan Seturan. Puncak peringatan tradisi bersih dusun tersebut dimeriahkan dengan pertunjukan Pagelaran Wayang Kulit Semalam Suntuk yang berlangsung di Kampung Puluhdadi, Kalurahan Caturtunggal, Kapanewon Depok, Kabupaten Sleman, pada Sabtu (08/08/2026) malam.

Perhelatan budaya yang dimulai sejak pukul WIB ini diselenggarakan oleh warga Kampung Puluhdadi sebagai bagian dari tradisi tahunan untuk memohon keselamatan wilayah (ruwatan/tolak bala), mengungkapkan rasa syukur, serta mempererat silaturahmi antarwarga. Sajian lakon pewayangan malam itu dipandu oleh dalang Ki Gading Pawukir Seno Putro dan dihadiri oleh ratusan warga dari berbagai kalangan usia, termasuk anak-anak dan remaja.

Agenda ini turut dihadiri oleh Penjabat (Pj) Lurah Caturtunggal, Feri Ferdian, beserta jajaran pamong kalurahan, Dukuh Seturan, dan para tokoh masyarakat setempat.

Dalam sambutannya, Pj Lurah Caturtunggal, Feri Ferdian, menegaskan komitmen Pemerintah Kalurahan Caturtunggal untuk senantiasa hadir dan memfasilitasi setiap agenda warga yang bertujuan merawat warisan leluhur.

“Pemerintah selalu mendukung kegiatan-kegiatan pelestarian budaya, salah satunya dalam rangka bersih dusun Puluhdadi. Perlu bagi kita untuk melestarikan kegiatan budaya lokal, yaitu wayang kulit. Pada malam ini banyak yang hadir, adik-adik dan anak-anak muda, sehingga dapat mengenalkan kebudayaan wayang, tidak hanya sebagai hiburan, tetapi juga sebagai pengenalan budaya,” ujar Feri Ferdian pada Sabtu (08/08/2026) malam.

Feri menambahkan bahwa pertunjukan wayang kulit mengandung pesan moral dan falsafah hidup yang tinggi, sehingga sangat penting untuk terus diperkenalkan kepada generasi muda sebagai pedoman etika dalam kehidupan bermasyarakat.

“Kegiatan wayang tidak hanya tontonan, tetapi juga banyak nilai-nilai luhur yang bisa kita ambil sebagai pedoman hidup,” tuturnya.

Melalui penyelenggaraan Merti Dusun dan pertunjukan seni wayang kulit ini, semangat gotong royong warga Kampung Puluhdadi diharapkan terus terjaga, sekaligus memastikan keberlanjutan regenerasi penikmat serta pelaku seni budaya Jawa di Kabupaten Sleman. (oktaviana/KIM Depok)




UNY Kembangkan Branding Kampung Emas Seyegan Melalui Identitas Media Sosial

Sleman – Tim akademisi dari Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) membekali warga Kampung Emas Seyegan dengan keterampilan memproduksi konten dan membangun identitas media sosial dalam perhelatan pengabdian masyarakat di Pendopo Dalem Pawiro Diharjo, Kapanewon Seyegan, Kabupaten Sleman, pada Sabtu (08/08/2026).

Pelatihan digitalisasi ini diselenggarakan guna memperkuat branding wilayah serta mempromosikan ragam potensi budaya dan ekonomi Kampung Emas Seyegan ke khalayak publik yang lebih luas. Melalui agenda tersebut, warga diajarkan memanfatkan media sosial sebagai sarana dokumentasi kebudayaan lokal secara kreatif dan modern.

Praktisi Media Sosial UNY, Arsyad Hermawan, menyampaikan pentingnya konsistensi dalam mengemas narasi tradisi, potensi daerah, serta aktivitas kemasyarakatan agar mampu memikat perhatian generasi muda di ruang digital.

“Media sosial dapat menjadi sarana untuk membangun identitas kampung sekaligus mendokumentasikan dan melestarikan budaya agar semakin dikenal generasi muda maupun masyarakat luas. Konten yang baik tidak harus dibuat dengan peralatan yang rumit. Hal terpenting adalah memahami pesan yang ingin disampaikan, kemudian mengemasnya secara menarik dan konsisten,” ujar Arsyad Hermawan pada Sabtu (08/08/2026).

Dalam pembekalan tersebut, para peserta diperkenalkan pada prinsip penyusunan konten 3E (educative, informative, persuasive) serta teknik produksi visual mendasar, seperti pencahayaan, pengambilan gambar format vertikal 9:16 untuk platform Instagram Reels dan TikTok, hingga pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan seperti ChatGPT dan Gemini.

Melalui peningkatan literasi dan keterampilan digital ini, masyarakat Kampung Emas Seyegan diharapkan dapat lebih mandiri serta konsisten dalam memasarkan keunggulan wilayahnya, sekaligus melibat aktifkan pemuda lokal dalam pembangunan ekonomi berbasis digital. (Athiful/KIM Depok)




Psikolog UNY Bekali Remaja Kampung Emas Seyegan Strategi 3B Cegah Cyberbullying

Sleman – Dosen Fakultas Psikologi Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Annisa Reginasari, membekali puluhan remaja di Kampung Emas Seyegan dengan pemahaman pencegahan perundungan siber (cyberbullying) melalui kegiatan pengabdian masyarakat di Pendopo Dalem Pawiro Diharjo, Kapanewon Seyegan, Kabupaten Sleman, pada Sabtu (08/08/2026).

Pelatihan ini diselenggarakan oleh tim pengabdian masyarakat UNY untuk merespons maraknya perundungan digital di kalangan remaja serta mendorong terciptanya ekosistem media sosial yang sehat dan aman. Dalam kesempatan tersebut, para peserta diajak mengenali bentuk-bentuk perundungan siber sekaligus mempelajari langkah taktis ketika menghadapi atau menyaksikan tindakan intimidasi di dunia maya.

Annisa Reginasari menegaskan bahwa cyberbullying bukan sekadar candaan di media sosial, melainkan tindakan merusak yang dapat memberi dampak panjang pada kesehatan mental serta tumbuh kembang remaja.

“Perundungan siber dapat berdampak pada kondisi psikologis, kehidupan sosial, prestasi akademik, produktivitas, rasa percaya diri, bahkan keamanan korban,” ujar Annisa Reginasari pada Sabtu (08/08/2026).

Sebagai langkah preventif, Annisa mengenalkan metode 3B untuk menangani perundungan siber, yakni Blokir dan Laporkan, Bukti Disimpan, serta Bicara kepada orang yang dipercaya. Langkah ini mewajibkan korban memblokir akun pelaku, menyimpan tangkapan layar sebagai bukti, serta segera bercerita kepada orang dewasa tepercaya.

“Jangan menghadapi persoalan tersebut seorang diri. Bicarakan kepada orang yang dipercaya agar korban mendapatkan dukungan dan langkah penanganan yang tepat. Bekal tersebut diharapkan membantu generasi muda di Kampung Emas Seyegan membangun lingkungan digital yang lebih aman, empatik, dan saling menghargai,” lanjutnya.

Melalui pembekalan ini, para remaja di Kabupaten Sleman diharapkan mampu mempraktikkan etika digital, memperkuat empati, serta berani mengambil peran sebagai pendukung (upstander) dalam menghentikan perundungan di lingkungan sekitar. (Athiful/KIM Depok)




Rektor UNY Dorong Generasi Muda Manfaatkan Teknologi Digital

Sleman – Rektor Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Sumaryanto, mendorong generasi muda untuk memanfaatkan perkembangan teknologi digital secara sehat, cerdas, dan bertanggung jawab demi mendukung pengembangan potensi daerah. Imbauan tersebut disampaikannya dalam kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat yang berlangsung di Pendopo Dalem Pawiro Diharjo, Kampung Emas Seyegan, Kabupaten Sleman, pada Sabtu (08/08/2026).

Kegiatan ini diselenggarakan oleh civitas akademika UNY sebagai upaya memperkuat literasi digital masyarakat di tingkat kalurahan. Program pengabdian ini ditujukan untuk memacu peran aktif generasi muda agar mampu mengubah penggunaan media sosial dari sekadar sarana hiburan menjadi alat produksi yang membawa dampak nyata bagi lingkungan sekitar.

Dalam arahannya, Sumaryanto menyampaikan bahwa pesatnya perkembangan teknologi informasi membuka peluang luas dalam pengembangan kreativitas, perluasan wawasan, hingga promosi potensi lokal Sleman ke tingkat nasional. Namun, hal tersebut harus diimbangi dengan kemampuan menyaring informasi serta kesadaran akan dampak etis di ruang digital.

“Terima kasih atas terselenggaranya kegiatan ini. Selamat mengikuti kegiatan dan semoga memperoleh pengetahuan dari materi yang diberikan, kemudian dapat memanfaatkan dan menerapkannya di Kampung Emas Seyegan,” ujar Sumaryanto pada Sabtu (08/08/2026).

Ia menambahkan, kecakapan digital yang dibarengi dengan inovasi akan membantu masyarakat mempromosikan keunggulan lokal secara optimal, sehingga mampu menggerakkan roda perekonomian dan pembangunan daerah.

Melalui program pendampingan ini, UNY berharap generasi muda di Kabupaten Sleman dapat terus meningkatkan kapasitas diri, memanfaatkan teknologi secara produktif, serta menjadi motor penggerak kemajuan masyarakat berbasis digital. (Athiful/KIM Depok)