Semarak Merdeka Warga RW 14 Rejosari Senam dan Jalan Sehat

Sleman – Dalam rangka menyemarakkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, warga RW 14 Rejosari, Kalurahan Jogotirto, Kapanewon Berbah, Kabupaten Sleman, menggelar kegiatan jalan sehat dan senam bersama pada Minggu (09/08/2026). Perhelatan ini diselenggarakan oleh para pemuda yang tergabung dalam Karang Taruna Mekarsari dengan dukungan penuh dari pengurus RW setempat.

Kegiatan olahraga massal tersebut merupakan bagian dari rangkaian agenda tahunan Semarak Merdeka yang diawali dengan aksi kerja bakti pembersihan lingkungan serta pemasangan bendera dan umbul-umbul di wilayah RW 14 Rejosari.

Ketua Panitia Semarak Merdeka Karang Taruna Mekarsari, Rehan, menjelaskan bahwa selain senam dan jalan sehat, pihak panitia juga menggelar berbagai perlombaan antarwarga yang terbagi dalam kategori anak-anak, ibu-ibu, hingga bapak-bapak. Salah satu jenis lomba yang paling menyedot antusiasme warga adalah pertandingan bola voli ibu-ibu.

“Seluruh perlombaan dilaksanakan dengan penuh kegembiraan. Tidak ada target khusus karena kegiatan ini menjadi sarana untuk menjalin persaudaraan serta membangun kebersamaan antarwarga RW 14 Rejosari. Namun begitu, setiap pemenang lomba nantinya tetap akan mendapatkan hadiah,” ujar Rehan pada Minggu (09/08/2026).

Anggota panitia, Ardhian Bayu Aji, menambahkan bahwa puncak dari seluruh rangkaian acara peringatan kemerdekaan akan dilangsungkan pada malam tirakatan 16 Agustus 2026 mendatang. Acara puncak tersebut akan diisi dengan pentas seni lintas generasi dari anak-anak hingga orang tua, sekaligus penyerahan hadiah lomba dan pembagian doorprize.

Ketua RW 14 Rejosari, Waimin, menyampaikan rasa bangga serta apresiasi tinggi atas dedikasi dan kreativitas Karang Taruna Mekarsari yang mampu mengorganisasi kegiatan di tengah kesibukan sekolah maupun kuliah.

“Kegiatan ini bukan sekadar lomba, melainkan upaya menumbuhkan rasa memiliki, memaknai arti kemerdekaan, sekaligus luapan ekspresi jiwa muda yang penuh kreativitas. Harapannya kegiatan ini terus dilakukan dengan gembira guna menjaga kekompakan dan kebersamaan warga,” tutur Waimin. (Kusnadi/KIM Berbah)




Puncak HUT ke-14 Paroki St. Alfonsus Nandan Meriah dengan Pakaian Adat dan Kesenian

Sleman – Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-14 Paroki Santo Alfonsus Maria de Liguori Nandan mencapai puncaknya di halaman parkir Gereja Santo Alfonsus Nandan, Kapanewon Mlati, Kabupaten Sleman, pada Minggu (09/08/2026) malam. Puncak peringatan berlangsung penuh sukacita dan rasa syukur, diawali dengan Perayaan Ekaristi serta dilanjutkan dengan pesta umat dan berbagai pertunjukan seni budaya.

Suasana peringatan tahun ini terasa makin istimewa karena seluruh umat yang hadir mengenakan beragam busana adat Nusantara. Nuansa keberagaman tersebut mencerminkan semangat inkulturasi yang kuat, sekaligus mempererat rasa persatuan dan keakraban antarumat dalam kehidupan beragama dan bermasyarakat.

Perayaan Ekaristi dipimpin oleh Romo A.G. Luhur Prihadi didampingi sejumlah konselebran. Mengusung tema “Gereja yang Semakin Inkulturatif dan Menyejahterakan Masyarakat”, momentum peringatan ke-14 ini ditujukan untuk meneguhkan semangat umat dalam membangun persekutuan gereja yang berakar pada kearifan budaya lokal serta memberi dampak kesejahteraan bagi lingkungan sekitar.

Dalam homilinya, Romo A.G. Luhur Prihadi menegaskan bahwa perjalanan paroki selama 14 tahun merupakan wujud penyertaan kasih Tuhan yang terefleksikan melalui semangat pelayanan seluruh umat.

“Perayaan HUT ke-14 ini menjadi momentum sukacita dan ungkapan syukur atas penyertaan Tuhan. Penyertaan dan kasih Tuhan senantiasa nyata melalui dinamika hidup bersama, kebersamaan, serta semangat pelayanan seluruh umat yang membawa dampak bagi masyarakat di sekitar,” ujar Romo A.G. Luhur Prihadi pada Minggu (09/08/2026).

Seusai misa, kemeriahan berlanjut dengan pesta rakyat di halaman gereja yang menampilkan aneka pertunjukan kesenian dari tiap-tiap wilayah perwakilan umat.

Ketua Panitia HUT Paroki St. Alfonsus Nandan ke-14, Tarcisius Sutrisno, menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh pihak yang telah mendukung suksesnya seluruh rangkaian acara.

“Malam ini merupakan puncak seluruh rangkaian kegiatan HUT Paroki. Setelah mengikuti misa, umat diajak mengakhiri rangkaian perayaan dengan pesta umat sekaligus menyaksikan berbagai pertunjukan kesenian dari masing-masing wilayah. Kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada seluruh umat, panitia, serta semua pihak yang telah membantu,” tutur Tarcisius Sutrisno.

Perayaan yang hangat dan inklusif ini menjadi penutup rangkaian HUT Paroki Santo Alfonsus Nandan, sekaligus memperkuat komitmen umat dalam merawat persaudaraan dan kelestarian budaya di Kabupaten Sleman. (Y. Edy/KIM Pijar Mlati)




Kabupaten Sleman Siap Jadi Tuan Rumah Kejurda Catur DIY 2026 Akhir Agustus

Sleman – Pengurus Daerah Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi) DIY memantapkan persiapan penyelenggaraan Kejuaraan Daerah (Kejurda) Catur DIY 2026 melalui rapat koordinasi panitia pelaksana di Resto Warung Rakyat Potoro, Banguntapan, Kabupaten Bantul, pada Minggu (09/08/2026).

Ajang kejuaraan catur tahunan tingkat provinsi tersebut dijadwalkan berlangsung pada Sabtu (22/08/2026) hingga Selasa (25/08/2026) mendatang. Dalam gelaran tahun ini, Pengcab Percasi Kabupaten Sleman bertindak sebagai tuan rumah penyelenggara yang akan memfasilitasi ratusan atlet dari empat kabupaten dan satu kota di wilayah DIY.

Ketua Pengda Percasi DIY, Iwan Prihastomo, menjelaskan bahwa Kejurda Catur digelar secara bergilir setiap tahunnya sebagai wadah pembinaan, pemasyarakatan olahraga catur, sekaligus ajang seleksi atlet daerah menuju ajang kejuaraan tingkat nasional.

“Pertandingan nantinya akan diikuti oleh atlet yunior, senior, dan veteran dari kabupaten dan kota. Harapannya Kejurda Catur tahun ini akan berjalan lancar, serta memberikan kemanfaatan pada cabang olahraga catur Yogyakarta,” ujar Iwan Prihastomo pada Minggu (09/08/2026).

Menanggapi penunjukan tersebut, Ketua Percasi Kabupaten Sleman, Nuradi Indrawijaya, menyatakan kesiapan penuh wilayahnya dalam menyambut agenda akbar regional ini. Pihaknya telah menyiapkan sejumlah lokasi strategis di kompleks Pemkab Sleman untuk menampung total sekitar 390 atlet, seperti Aula Bappeda, Gedung Oproom, serta Gedung Unit I Dinas PMK.

Sementara itu, Wakil Ketua Panitia Pelaksana Kejurda Catur DIY 2026, Suranto, menginstruksikan seluruh jajaran panitia untuk mematangkan persiapan teknis dan pembagian tugas mengingat waktu pelaksanaan yang menyisakan dua pekan lagi, sebelum kembali menggelar rapat pemantapan akhir. (Kusnadi/KIM Berbah)




Tinggalkan Jejak Hijau, Gamada Berikan Tabulampot sebagai Simbol Srawung dan Suarakan Lingkungan Hijau

Sleman – Mahasiswa baru Universitas Gadjah Mada (UGM) yang tergabung dalam Gadjah Mada Muda (Gamada) menyerahkan bantuan tanaman buah dalam pot (tabulampot) kepada warga Padukuhan Kayen, Kalurahan Condongcatur, Kapanewon Depok, Kabupaten Sleman, pada Minggu (09/08/2026). Aksi penghijauan ini menjadi bagian dari rangkaian agenda Action Plan PIONIR Gadjah Mada 2026 bertema “Sinergi Gadjah Mada Muda, Srawung Wujudkan Aksi Nyata”.

Penyerahan tabulampot ini diselenggarakan untuk meninggalkan kenang-kenangan yang bernilai ekologis dan produktif, sekaligus memperkuat jalinan silaturahmi serta komitmen pelestarian lingkungan antara civitas akademika UGM dengan warga sekitar kampus.

Di kawasan RW 45 Padukuhan Kayen, sebanyak 53 mahasiswa dari Gugus Soedarwono 3 menyerahkan empat unit tabulampot berupa bibit pohon mangga, alpukat, jeruk Sunkist, dan murbei kepada pengurus wilayah setempat seusai menggelar sosialisasi kesehatan serta pemilahan sampah.

Co-Fasilitator Gugus Soedarwono 3, Muhammad Kaysan Adila, menjelaskan bahwa pemilihan tabulampot bertujuan agar dampak dari kegiatan mahasiswa tidak bersifat sementara, melainkan terus tumbuh dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

“Kami ingin meninggalkan sesuatu yang tidak hanya menjadi kenang-kenangan, tetapi juga bisa terus tumbuh dan memberikan manfaat. Tabulampot ini menjadi simbol semangat srawung; mahasiswa dan masyarakat bertemu, belajar bersama, kemudian bersama-sama menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan,” ujar Muhammad Kaysan Adila pada Minggu (09/08/2026).

Penyerahan bantuan tanaman ini disambut hangat oleh warga. Ketua RT 07 Padukuhan Kayen, Ardiyanto Nugroho, menyampaikan apresiasi atas kepedulian para mahasiswa baru UGM terhadap keasrian lingkungan permukiman mereka.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada adik-adik mahasiswa UGM yang sudah hadir, srawung, dan berbagi kegiatan bersama warga. Terima kasih juga atas tanaman buah yang diberikan. Insyaallah akan kami rawat bersama. Semoga tanamannya tumbuh subur, berbuah, dan menjadi kenang-kenangan atas kebersamaan mahasiswa UGM dengan warga kami,” kata Ardiyanto Nugroho.

Aksi serupa juga dilaksanakan oleh Gugus Soedarwono 1 di kawasan Green Kayen RW 43, di mana bibit tanaman buah diserahkan untuk melengkapi koleksi pohon produktif yang dikelola oleh pemuda dan warga setempat. Secara keseluruhan, program Action Plan PIONIR Gadjah Mada 2026 ini melibatkan mahasiswa baru UGM yang tersebar di 20 kelurahan dan kalurahan di wilayah Kota Yogyakarta dan Kabupaten Sleman. (Wasana/KIM Depok)




PIONIR UGM 2026: Gugus Soedarwono Turun Srawung Bersama Warga Kayen dan Kentungan

Sleman – Sebanyak mahasiswa baru Universitas Gadjah Mada (UGM) terjun langsung ke tengah masyarakat melalui agenda Action Plan PIONIR Gadjah Mada 2026 yang berlangsung pada Minggu (09/08/2026) hingga Jumat (14/08/2026). Mengusung tema “Sinergi Gadjah Mada Muda, Srawung Wujudkan Aksi Nyata”, para mahasiswa baru yang dijuluki Gadjah Mada Muda (Gamada) tersebut berbaur di 20 kelurahan dan kalurahan yang tersebar di wilayah Kota Yogyakarta dan Kabupaten Sleman.

Salah satu fokus pelaksanaan kegiatan berlangsung di Kalurahan Condongcatur, Kapanewon Depok, Kabupaten Sleman, pada Minggu (09/08/2026). Kegiatan ini diselenggarakan untuk memupuk kepekaan sosial mahasiswa baru agar dapat berinteraksi, belajar, serta berkontribusi langsung menyelesaikan persoalan kesehatan dan lingkungan di sekitar lingkungan kampus.

Kegiatan diawali oleh Gugus Soedarwono 1 yang bergabung dengan masyarakat di kawasan Green Kayen, Padukuhan Kayen, pada Minggu pagi. Kegiatan diisi dengan senam sehat, permainan tradisional, hingga edukasi pemilahan sampah yang dipadukan dengan kemeriahan peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Sementara itu, pada Minggu sore, sebanyak 53 mahasiswa dari Gugus Soedarwono 3 melanjutkan aksi nyata di RW 45 Padukuhan Kayen. Para mahasiswa menggelar sosialisasi kesehatan pencegahan hipertensi dan praktik pemilahan sampah rumah tangga seusai kegiatan arisan PKK warga setempat.

Co-Fasilitator Gugus Soedarwono 3, M. Kaysan Adila, menjelaskan bahwa Action Plan menempatkan masyarakat sebagai ruang belajar utama bagi para Gamada.

“Action Plan menjadi kesempatan bagi Gadjah Mada Muda untuk mengenal lingkungan sosial di sekitar kampus. Mahasiswa tidak hanya datang membawa kegiatan, tetapi belajar srawung, mendengarkan, berinteraksi, dan melakukan aktivitas bersama masyarakat,” ujar M. Kaysan Adila pada Minggu (09/08/2026).

Ketua RW 45 Padukuhan Kayen, Untung Maryanto, turut memberikan apresiasi atas pendekatan inklusif yang ditunjukkan para mahasiswa UGM di lingkungannya.

“Mahasiswa bisa langsung berbaur dengan warga, mengikuti kegiatan PKK, sosialisasi, dan senam bersama. Yang kami rasakan, mereka tidak membuat kegiatan sendiri-sendiri, tetapi masuk dan menyatu dengan aktivitas warga. Masyarakat senang dan antusias,” kata Untung Maryanto.

Apresiasi senada disampaikan Dukuh Kayen, Ade Hermawan Susilo, yang menilai sinergi antara perguruan tinggi dan warga lokal ini memberikan dampak positif bagi kebersamaan masyarakat. Rangkaian Action Plan PIONIR UGM 2026 di Padukuhan Kayen ini dijadwalkan masih terus berlanjut di RW 44 pada Selasa (11/08/2026). (Wasana/KIM Depok)