Unik dan Menghibur, Lomba Voli “Buta” Bola Balon Semarakkan HUT ke-81 RI di Padukuhan Nasri

Sleman – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Padukuhan Nasri, Kalurahan Sumbersari, Kapanewon Moyudan, Kabupaten Sleman, berlangsung meriah dengan hadirnya perlombaan unik. Salah satu ajang yang paling menyita perhatian warga adalah lomba voli antar-RT khusus ibu-ibu yang diselenggarakan di lapangan Padukuhan Nasri pada Jumat (07/08/2026) malam.

Kemeriahan pertandingan ini terletak pada konsepnya yang berbeda dari olahraga voli biasa. Para peserta bermain menggunakan bola raksasa berbentuk balon warna-warni, serta net lapangan yang ditutup rapat menggunakan terpal sehingga kedua tim tidak dapat saling melihat pergerakan lawan.

Pertandingan yang dihelat di bawah sorotan lampu malam tersebut memicu gelak tawa penonton. Tanpa pandangan langsung ke area lawan, para ibu harus mengandalkan kepekaan insting, pendengaran, serta komunikasi tim yang solid untuk memukul bola balon yang melayang lambat di udara.

Dukuh Nasri, Zamzuri Latif, menyampaikan apresiasi tinggi atas inisiatif dan antusiasme warga dalam merayakan hari kemerdekaan melalui kegiatan yang kreatif dan inklusif.

“Ini bentuk kreativitas warga untuk memeriahkan HUT RI. Yang penting guyup, sehat, dan menghibur,” ujar Zamzuri Latif saat membuka pertandingan pada Jumat (07/08/2026).

Zamzuri menambahkan bahwa partisipasi aktif masyarakat dalam lomba sederhana ini merupakan wujud nyata rasa cinta tanah air dan semangat kebersamaan di tingkat padukuhan. Melalui ajang hiburan rakyat ini, peringatan kemerdekaan berhasil mempererat tali silaturahmi serta menjaga semangat gotong royong warga Padukuhan Nasri. (Giek/KIM Moyudan)




Sambut HUT ke-81 RI, Puluhan Ibu-Ibu dan Pelaku UMKM Turi Gelar Senam Sehat Bersama

Sleman – Semangat menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia diwujudkan melalui kegiatan Senam Sehat Bersama yang diselenggarakan di Rumah Makan Than Li Nyo, Dusun Kendal, Kapanewon Turi, Kabupaten Sleman, pada Sabtu (08/08/2026) pagi. Aksi kebugaran yang dimulai pukul WIB tersebut diikuti oleh sekitar 70 peserta dari kalangan ibu-ibu Padukuhan Ngabean, warga Dusun Kendal, serta para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Kapanewon Turi.

Kegiatan yang digagas atas kerja sama dua kelompok senam ibu-ibu Ngabean bersama manajemen Rumah Makan Than Li Nyo ini bertujuan untuk meningkatkan kebugaran fisik warga sekaligus mempererat tali silaturahmi dan jejaring ekonomi antar-pelaku UMKM setempat.

Panitia kegiatan, Nanik Ermawanti, menyampaikan bahwa agenda ini dirancang secara terbuka dan inklusif agar olahraga dapat dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat sembari membangun rasa kebersamaan dalam momentum kemerdekaan.

“Kegiatan senam bersama sengaja dikemas secara sederhana dan terbuka agar masyarakat dapat menikmati olahraga sekaligus mempererat hubungan sosial,” ujar Nanik Ermawanti pada Sabtu (08/08/2026).

Dipandu oleh instruktur Kak Sriwi, para peserta mengikuti seluruh instruksi gerakan senam dengan penuh antusias dari sesi pemanasan hingga gerakan inti. Selain menjadi wadah aktivitas fisik, kegiatan ini dimanfaatkan para pelaku usaha perempuan untuk saling bertukar informasi dan membuka peluang kemitraan usaha.

Perhelatan yang didukung oleh Iskandaria Group ini juga diramaikan dengan pembagian doorprize menarik bagi para peserta. Melalui kolaborasi ini, warga Turi berharap budaya hidup sehat dan semangat gotong royong dapat terus terjaga secara konsisten di tengah masyarakat. (Arief Hartanto/KIM Kertomandiri Turi)




Wayang Kulit “Durga Ruwat” Semarakkan Merti Kalurahan Sumberrejo, Perkuat Pelestarian Budaya dan Kebersamaan

Sleman – Rangkaian peringatan Merti Kalurahan Sumberrejo 2026 berlangsung semarak dengan digelarnya pementasan wayang kulit semalam suntuk di Aula Kalurahan Sumberrejo, Kapanewon Tempel, Kabupaten Sleman, pada Jumat (07/08/2026) malam. Pagelaran seni budaya ini diselenggarakan usai prosesi doa bersama dan tabur bunga sebagai wujud penghormatan atas jasa para leluhur serta pimpinan kalurahan terdahulu.

Pagelaran budaya tersebut menampilkan kolaborasi linier antara dalang senior Ki Kusmarsono asal Sleman bersama dalang muda Ahza Faisal dari Kalurahan Pondokrejo. Keduanya membawakan lakon “Durga Ruwat” yang diiringi oleh alunan gamelan Grup Karawitan Sumber Laras pimpinan Muryana.

Lakon “Durga Ruwat” dipilih karena sarat akan nilai filosofis mengenai penyucian diri, kemenangan kebaikan atas kejahatan, serta pentingnya merawat keharmonisan hidup dalam bermasyarakat.

Lurah Sumberrejo, Anjar Purwanto, menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh elemen masyarakat, seniman, dan relawan yang bahu-membahu menyukseskan gelaran Merti Kalurahan. Menurutnya, wayang kulit merupakan media edukasi karakter yang efektif sekaligus sarana pelestarian warisan tradisi.

“Terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung kegiatan ini. Semoga semangat gotong royong dan kecintaan terhadap budaya terus terjaga serta diwariskan kepada generasi berikutnya,” ujar Anjar Purwanto pada Jumat (07/08/2026).

Dukungan senada disampaikan oleh Panewu Tempel, Rasyid Ratnadi Sosiawan. Ia berharap tradisi tahunan Merti Kalurahan Sumberrejo dapat terus dipertahankan sebagai benteng identitas budaya dan sarana mempererat tali silaturahmi warga.

“Selamat kepada Kalurahan Sumberrejo atas terselenggaranya Merti Kalurahan. Semoga pada tahun-tahun mendatang kegiatan ini semakin berkualitas, semakin melibatkan masyarakat, dan menjadi inspirasi bagi daerah lain dalam melestarikan budaya,” tutur Rasyid Ratnadi Sosiawan.

Pementasan yang dihadiri oleh jajaran Forkompimka Tempel, perwakilan Kundha Kabudayan Kabupaten Sleman, serta ratusan warga ini menjadi bukti nyata bahwa nilai kearifan lokal dan proses regenerasi seni pedalangan terus tumbuh subur di Kabupaten Sleman. (SBD/KIM Tempel)




Gali Potensi Ekonomi Lokal, BUMKal Sinduadi Didorong Makin Mandiri dan Profesional

Sleman – Pemerintah Kalurahan Sinduadi bersama Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kalurahan (PMK) Kabupaten Sleman menggelar sosialisasi bertajuk “Penggalian Potensi dan Arah Kerja Sama BUMKal” di Kalurahan Sinduadi, Kapanewon Mlati, Kabupaten Sleman, pada Jumat (07/08/2026). Kegiatan ini diselenggarakan guna memperkuat tata kelola Badan Usaha Milik Kalurahan (BUMKal) agar lebih mandiri, profesional, dan berkelanjutan dalam menggerakkan perekonomian desa.

Acara yang mengusung tema “Membangun Kolaborasi untuk Mewujudkan BUMDes yang Mandiri, Profesional dan Berkelanjutan” tersebut terlaksana berkat dukungan alokasi dana Pokok Pikiran (Pokir) Anggota DPRD Kabupaten Sleman Komisi B, Lilik Dwi Wahyana.

Sinergi lintas sektor mendasari perhelatan ini, dengan menghadirkan perwakilan Dinas PMK Kabupaten Sleman, jajaran Pemerintah Kalurahan Sinduadi, pengurus BUMKal, kelompok UMKM, Karang Taruna, hingga tokoh masyarakat setempat.

Lurah Sinduadi, Senen Haryanto, menegaskan pentingnya kolaborasi antara BUMKal, Kelompok Usaha Bersama (KDMP), dan UMKM di wilayahnya. Beberapa jajakan kerja sama strategis pun tengah disiapkan, seperti pembentukan outlet sayur terintegrasi hingga pengelolaan sampah wilayah berbasis kemitraan ekosistem.

“BUMKal dan KDMP adalah anak saya semua. Karena itu, antar-BUMKal dan KDMP harus bisa bekerja sama dalam bidang usaha. BUMKal maupun KDMP harus terus mengembangkan inovasi serta berkolaborasi dengan kelompok-kelompok UMKM yang ada di Sinduadi,” ujar Senen Haryanto pada Jumat (07/08/2026).

Ketua Tim Kerja Potensi Masyarakat Dinas PMK Kabupaten Sleman, Siska Wulandari, menyampaikan bahwa pengembangan potensi desa membutuhkan partisipasi aktif seluruh warga, termasuk dalam mengawasi dan mendukung publikasi usaha BUMKal.

“BUMKal adalah milik kita bersama. Karena itu, tata kelola BUMKal harus kita kawal dan kita awasi bersama,” tegas Siska Wulandari.

Melalui penguatan kolaborasi antara pemerintah kalurahan, BUMKal, UMKM, hingga pihak swasta, Pemerintah Kalurahan Sinduadi optimistis BUMKal mampu mencetak peluang usaha baru yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat. (Y. Edy/KIM Pijar Mlati)




Panen Raya Tiwir Ditutup Petik Padi dan Upacara Wiwitan Agung

Sleman – Nuansa adat yang kental mewarnai prosesi panen raya di kawasan Bulak Lor Bale Sumbersari, Kalurahan Sumbersari, Kapanewon Moyudan, Kabupaten Sleman. Kelompok Tani Tiwir menggelar upacara adat Wiwitan Agung sebagai wujud ungkapan rasa syukur para petani atas melimpahnya hasil bumi sekaligus sarana mempererat kebersamaan masyarakat pada Jumat (07/08/2026).

Kegiatan yang mengusung tema “Melestarikan Tradisi Leluhur, Mensyukuri Hasil Bumi, Mewujudkan Petani Tangguh, dan Masyarakat Guyup Rukun” ini diawali dengan kirab tumpeng dan ubarampe sesaji. Arak-arakan kirab yang diikuti oleh Lurah beserta Pamong Sumbersari, Anggota BPKal, rombongan kesenian kuda lumping, dan para petani berjalan penuh semangat gotong royong menuju area persawahan.

Sesampainya di tengah sawah, doa bersama dipimpin oleh Ketua Kelompok Tani Tiwir, Sumardi, dilanjutkan ritual pemetikan sejumlah padi oleh dua orang petani untuk dibuat “temanten” sebagai simbol kesuburan. Puncak acara ditandai dengan pemetikan padi secara simbolis oleh Direktur Pembenihan Tanaman Pangan Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Ladiyani Retno Widiowati, Bupati Sleman Harda Kiswaya, Kepala Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan Sleman Liem Astuti, Panewu Moyudan Muhammad Arif Rahman, serta Lurah Sumbersari Sukadi.

Dalam sambutannya, Bupati Sleman, Harda Kiswaya, memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Kelompok Tani Tiwir yang secara konsisten merawat tradisi budaya lokal yang kaya akan nilai spiritual dan kearifan lingkungan.

“Tradisi ini bukan sekadar seremonial tetapi mengandung makna yang dalam sebagai ungkapan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas hasil bumi yang telah dianugerahkan. Selain itu juga harapan agar panen yang akan datang diberi nikmat yang lebih dan keselamatan,” ujar Harda Kiswaya pada Jumat (07/08/2026).

Harda menegaskan bahwa tradisi Wiwitan merupakan kesatuan sistem ketahanan pangan yang mengajarkan pentingnya menjaga keseimbangan ekosistem alam. Ia juga berpesan agar kelestarian budaya adiluhung terus dijaga serta meminta Pemerintah Kalurahan berkoordinasi dengan dinas terkait jika menghadapi kendala pertanian.

“Petani merupakan aset bangsa penyumbang kebutuhan pangan dan penyangga ekonomi. Mohon berdayakan petani di Sumbersari ini, agar ketahanan pangan tetap maju dan berkembang. Kolaborasi yang baik pasti berdampak positif bagi petani,” tuturnya.

Lurah Sumbersari, Sukadi, menyambut gembira arahan tersebut dan menegaskan komitmen pemerintah kalurahan untuk memantau serta memotivasi para petani secara optimal. Gelaran Wiwitan Agung ini menjadi bukti nyata bahwa tradisi leluhur dan pertanian modern dapat berjalan beriringan demi mewujudkan ketahanan pangan yang berkelanjutan. (Giek/KIM Moyudan)