Persiapkan PAW Serentak, Pemerintah Kalurahan Maguwoharjo Gelar Sosialisasi Pemilihan Lurah Antar Waktu

Sleman – Pemerintah Kalurahan Maguwoharjo menggelar Sosialisasi Pemilihan Lurah Antar Waktu (PAW) di Pendopo Kalurahan Maguwoharjo, Kapanewon Depok, Kabupaten Sleman, pada Jumat (07/08/2026). Kegiatan sosialisasi tahap awal ini diselenggarakan untuk memberikan pemahaman menyeluruh mengenai tahapan, mekanisme, serta regulasi pelaksanaan pemilihan lurah pengganti.

Sosialisasi diikuti oleh berbagai unsur perwakilan masyarakat yang berasal dari lima wilayah padukuhan, yakni Padukuhan Krodan, Denokan, Jenengan, Sanggrahan, dan Pugeran.

Panewu Depok, Rakhmat Harinawan, menyampaikan bahwa seluruh rangkaian proses PAW berpedoman pada Peraturan Bupati Sleman Nomor 22 Tahun 2026 tentang Pemilihan Antar Waktu. Pemahaman dasar atas regulasi tersebut dinilai sangat krusial agar pelaksanaan pemilihan berjalan transparan dan tertib.

“Pelaksanaan pemilihan lurah antar waktu memiliki tahapan dan mekanisme yang harus dipahami bersama. Sosialisasi ini menjadi bagian penting agar masyarakat memperoleh informasi yang jelas sejak awal,” ujar Rakhmat Harinawan pada Jumat (07/08/2026).

Rakhmat menjelaskan, Musyawarah Kalurahan sebagai puncak agenda pemilihan lurah antar waktu telah dijadwalkan secara serentak di lima kalurahan se-Kabupaten Sleman pada 27 September 2026 mendatang.

“Sosialisasi ini dilaksanakan bertahap. Setelah menyasar masyarakat dari sejumlah padukuhan pada tahap awal, kegiatan serupa akan dilanjutkan kepada padukuhan lainnya agar informasi mengenai proses PAW dapat diterima secara merata. Yang terpenting, seluruh unsur masyarakat memahami proses yang akan dijalani sehingga pemilihan dapat berlangsung tertib, lancar, dan sesuai aturan,” tegasnya.

Melalui sosialisasi yang dilakukan secara massif dan berkala, Pemerintah Kapanewon Depok mengimbau warga masyarakat untuk terus menjaga iklim yang kondusif, damai, dan partisipatif hingga seluruh rangkaian Pemilihan Lurah Antar Waktu selesai dilaksanakan. (Athiful/KIM Depok)




Perkuat Mutu Layanan Pendidikan, BKS SMP Muhammadiyah Sleman Gelar Workshop Sukses SPMB

Sleman – Badan Kerja Sama (BKS) SMP Muhammadiyah se-Kabupaten Sleman menyelenggarakan Workshop Sukses Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Pelajaran 2027/2028 di Aula Satriafi, kawasan Kaliurang, Kapanewon Pakem, Kabupaten Sleman, pada Senin (10/08/2026). Kegiatan ini diikuti oleh seluruh kepala SMP Muhammadiyah se-Kabupaten Sleman guna mematangkan strategi peningkatan mutu layanan pendidikan dan daya saing sekolah.

Workshop yang diisi dengan diskusi interaktif dan berbagi praktik baik ini difokuskan pada penguatan evaluasi internal, pemetaan mutu berbasis data, serta strategi pembentukan keberlanjutan ekosistem pendidikan Muhammadiyah menjelang musim penerimaan murid baru.

Perwakilan Majelis Pendidikan Dasar, Menengah, dan Pendidikan Nonformal (Dikdasmen PNF) PDM Sleman, Joko Sutikno, yang hadir mengisi materi sesi ketiga bertajuk “Pemetaan Mutu Pendidikan sebagai Kunci Keberhasilan SPMB”, menegaskan bahwa keberhasilan penerimaan siswa baru sangat ditentukan oleh mutu riil pelayanan sekolah yang dirasakan langsung oleh masyarakat.

“Masyarakat saat ini semakin mudah memperoleh informasi tentang kualitas sekolah melalui berbagai media, sehingga kepercayaan publik harus dibangun melalui mutu yang sesungguhnya, bukan sekadar pencitraan,” ujar Joko Sutikno pada Senin (10/08/2026).

Joko mengimbau pihak sekolah untuk berani melakukan refleksi objektif terkait kualitas pembelajaran, kompetensi guru, prestasi akademik maupun nonakademik, hingga kepuasan orang tua, alih-alih menyalahkan faktor eksternal saat target penerimaan siswa tidak tercapai. Selain itu, ia juga menekankan pentingnya membangun jejaring ekosistem sekolah Muhammadiyah yang terintegrasi dari jenjang dasar hingga perguruan tinggi.

“Keberhasilan Muhammadiyah bukan hanya ketika siswa diterima di sekolah favorit, tetapi ketika masyarakat bangga memilih dan mempercayakan pendidikan putra-putrinya di sekolah Muhammadiyah pada setiap jenjang,” tegasnya.

Melalui penyelenggaraan workshop ini, para kepala sekolah diharapkan mampu menyusun langkah strategis berbasis pemetaan mutu sekolah masing-masing, sehingga mampu menghadirkan layanan pendidikan yang unggul dan semakin mendapat kepercayaan penuh dari masyarakat Kabupaten Sleman. (Arief Hartanto/KIM Kertomandiri)




Tembus Top 5 Genre Award 2026, BKR Sedap Malam Condongcatur Wakili DIY ke Tingkat Nasional

Sleman – Bina Keluarga Remaja (BKR) Sedap Malam Padukuhan Gandok, Kalurahan Condongcatur, Kapanewon Depok, Kabupaten Sleman, sukses mengukir prestasi membanggakan setelah berhasil menembus lima nominasi terbaik kategori BKR dalam ajang Genre Award 2026. Kelompok ini resmi menjadi satu-satunya wakil Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) yang melaju ke tahapan verifikasi tingkat nasional pada Rabu (12/08/2026).

Kepastian masuknya BKR Sedap Malam dalam jajaran Top 5 Nasional tertuang melalui Surat Keputusan Direktorat Bina Ketahanan Remaja Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN Nomor 2287/ yang diterbitkan pada Senin (03/08/2026). Ajang ini merupakan bagian dari rangkaian Apresiasi Duta Genre dan Ajang Jambore Kreativitas Nasional (ADUJAKNAS) 2026.

Dalam kategori BKR, kelompok asal Sleman ini bersaing bersama empat nominator lainnya dari berbagai daerah di Indonesia, yakni BKR Cempaka Sari (Jawa Tengah), BKR Hidayah (Jambi), BKR Lamuniser Singer (Jawa Barat), dan BKR Al-Ikhlas (Sulawesi Selatan).

Ketua BKR Sedap Malam, Lintang Kusuma Dewi, menyampaikan bahwa keberhasilan ini menjadi pemacu semangat para kader untuk mematangkan persiapan, termasuk memperkuat publikasi dan edukasi melalui jejaring media sosial.

“Berdasarkan masukan dari dewan juri dalam Apresiasi Kelompok BKR tingkat DIY tahun 2025 lalu, BKR Sedap Malam diharapkan dapat meningkatkan lagi jumlah pengikut dan interaksi pada akun Instagram. Mohon dukungan masyarakat untuk mengikuti Instagram BKR Sedap Malam, memberikan like, komentar, dan interaksi positif terhadap kegiatan yang kami publikasikan,” ujar Lintang Kusuma Dewi.

Dukungan penuh turut mengalir dari Pemerintah Kalurahan Condongcatur. Plt. Lurah Condongcatur, Budi Arto, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas pencapaian para kader BKR Sedap Malam yang mampu membawa nama harum wilayah di kancah nasional.

“Keberhasilan BKR Sedap Malam Padukuhan Gandok melaju hingga tingkat nasional merupakan kebanggaan bagi Kalurahan Condongcatur, Kabupaten Sleman, dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Prestasi ini adalah buah dari kerja keras, kekompakan, dan semangat gotong royong seluruh elemen masyarakat,” kata Budi Arto saat ditemui di ruang kerjanya pada Jumat (07/08/2026).

Sebagai langkah konkret menghadapi penilaian, Pemerintah Kalurahan Condongcatur menggelar rapat koordinasi pada Senin (10/08/2026) guna mematangkan kesiapan materi, data pendukung, hingga pendampingan teknis. Sesuai jadwal resmi BKKBN, BKR Sedap Malam dijadwalkan menjalani proses verifikasi wawancara secara virtual melalui Zoom pada Rabu (12/08/2026) pukul WIB. (Wasana/KIM Depok)




Panewu Gamping Bangkitkan Perekonomian Pasar Sentral Ambarketawang Lewat Program GEMPAR

Sleman – Sebagai langkah konkret memperkuat ekonomi kerakyatan, Panewu Gamping, Suyanto bersama Forum Koordinasi Pimpinan Kapanewon (Forkopimkap) Gamping memimpin Gerakan Meramaikan Pasar Rakyat (GEMPAR) di Pasar Sentral Ambarketawang, Jumat (7/8/2026). Aksi yang melibatkan aparatur pemerintah dan berbagai instansi lintas sektor tersebut merupakan tindak lanjut Surat Edaran Bupati Sleman Nomor 0473 tanggal 30 Juli 2026 guna menghidupkan kembali pasar rakyat sebagai pusat perdagangan yang berdaya saing dan berkelanjutan.

Gerakan tersebut diikuti oleh berbagai instansi lintas sektor, diantaranya Kepala Kepolisian Sektor Gamping yang diwakili Aiptu Singgih Sudrajat, Komandan Koramil 17/Gamping, Kapten Bambang Subyantoro, Kantor Urusan Agama Gamping, Puskesmas Gamping I dan II, Stasiun Geofisika Yogyakarta, Koordinator Wilayah Pelayanan Pendidikan Gamping, UPTD BP4 Wilayah Godean-Gamping, UPTD Pasar Hewan dan Rumah Potong Hewan Ambarketawang, UPT Pelayanan Pasar Gamping, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi Gamping, Koperasi Desa Merah Putih Gamping, KIM Pararta Guna, pegawai pemerintah Kapanewon Gamping serta lurah dan pamong kalurahan se-Kapanewon Gamping.

Suyanto selaku Panewu Gamping menekankan bahwa GEMPAR merupakan langkah nyata pemerintah daerah dalam memperkuat eksistensi pasar tradisional di tengah perkembangan pusat perbelanjaan modern dan perubahan pola konsumsi masyarakat. Melalui keterlibatan aparatur pemerintah dan berbagai instansi, diharapkan aktivitas ekonomi di pasar rakyat semakin meningkat sehingga mampu memberikan dampak langsung terhadap kesejahteraan para pedagang.

“Pasar rakyat berfungsi sebagai tempat transaksi jual beli, sekaligus menjadi ruang interaksi sosial, pusat distribusi produk lokal, sekaligus penggerak utama ekonomi masyarakat. Oleh karena itu, keberlangsungan pasar rakyat perlu didukung melalui partisipasi aktif seluruh elemen pemerintah maupun masyarakat,” jelasnya.

Dalam kegiatan tersebut, para Aparatur Sipil Negara (ASN) dari berbagai instansi melakukan pembelian berbagai kebutuhan pokok, hasil pertanian, produk Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), serta komoditas lain yang dipasarkan oleh pedagang di Pasar Sentral Ambarketawang. Kehadiran puluhan ASN disambut antusias oleh para pedagang karena mampu meningkatkan jumlah pengunjung dan transaksi perdagangan pada hari pelaksanaan GEMPAR.

Hal senada dikatakan Panewu Anom Gamping, Kurnia Astuti bahwa gerakan ini merupakan upaya pemerintah guna membangun budaya berbelanja di pasar rakyat secara berkelanjutan. “Dengan meningkatnya daya beli masyarakat di pasar tradisional, roda perekonomian lokal akan terus bergerak dan memberikan manfaat bagi para pelaku usaha kecil maupun pedagang pasar,” tandasnya.

Ia pun mengajak seluruh pegawai di lingkungan pemerintah Kapanewon Gamping, perangkat pemerintah kalurahan, hingga masyarakat luas untuk menjadikan pasar rakyat sebagai pilihan utama dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari. Langkah ini perlu ditempuh agar mampu memperkuat ketahanan ekonomi lokal sekaligus menjaga keberlangsungan UMKM yang menjadi tulang punggung perekonomian masyarakat.

Sinergi lintas sektor yang terbangun dalam pelaksanaan GEMPAR menunjukkan komitmen bersama untuk mendukung kebijakan Pemerintah Kabupaten Sleman dalam mengembangkan pasar rakyat yang lebih maju, tertata, bersih, dan memiliki daya saing.

“Kolaborasi ini diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran kolektif bahwa keberadaan pasar tradisional merupakan aset ekonomi yang harus dijaga bersama,” pungkas Kurnia. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Gamping)




Pengambilan Air Tujuh Sumber Mata Air Awali Rangkaian Merti Dusun Dayakan ke-16

Sleman – Prosesi pengambilan air dari tujuh sumber mata air kembali menjadi bagian penting dalam rangkaian Merti Dusun Dayakan ke-16 Tahun 2026 di Dusun Dayakan, Kalurahan Sardonoharjo, Kapanewon Ngaglik, Jumat (7/8/2026). Tradisi yang telah diwariskan secara turun-temurun ini menjadi simbol rasa syukur masyarakat atas limpahan rezeki sekaligus penghormatan terhadap sumber kehidupan yang menopang aktivitas warga.

Prosesi dipimpin tokoh adat Dayakan, Suripto, yang menjelaskan bahwa ketujuh sumber mata air tersebut memiliki nilai historis, ekologis, dan budaya yang penting bagi masyarakat.

“Sumber-sumber mata air ini memberikan manfaat besar bagi warga, terutama untuk pengairan lahan pertanian sehingga petani dapat menanam dan memanen padi hingga tiga kali dalam setahun,” ujarnya.

Air diambil dari tujuh sumber mata air, yaitu Kali Trasi, Mbelik Cerme, Mbelik Makmur, Sumur Mbah Siswandi, Sumur Bapak Haryanto, Sumur Mbah Sainah, dan Sumur Mbah Harjo Diryo. Sumur terakhir menjadi salah satu sumber yang istimewa karena telah berusia sekitar 120 tahun dan hingga kini tidak pernah mengalami kekeringan.

Seluruh air kemudian disatukan dan didoakan dalam prosesi selamatan sebagai simbol persatuan masyarakat serta harapan agar keberkahan dan kesejahteraan terus mengalir bagi warga Dayakan.

Suripto menjelaskan, prosesi tersebut juga dilengkapi dengan sesaji dan pembakaran menyan sebagai bagian dari tata cara adat yang telah diwariskan para leluhur.

“Penggunaan menyan merupakan simbol dalam tradisi adat dan tidak dimaksudkan bertentangan dengan ajaran agama. Kami berharap masyarakat dapat memahaminya sebagai bagian dari warisan budaya yang perlu dilestarikan,” jelasnya.

Merti Dusun Dayakan ke-16 akan berlangsung pada 7–9 Agustus 2026 dengan mengusung semangat pelestarian budaya dan penguatan nilai religius. Selain prosesi pengambilan air, rangkaian kegiatan meliputi khataman Al-Qur’an, selamatan, pengajian, kirab hasil bumi, serta pentas seni Jathilan Satrio Utomo Dayakan.

Melalui rangkaian kegiatan tersebut, masyarakat berharap Merti Dusun Dayakan tidak hanya menjadi tradisi tahunan, tetapi juga menjadi sarana mempererat kebersamaan, menjaga kelestarian lingkungan, dan mewariskan nilai-nilai luhur kepada generasi muda. (Andy Ahmad – KIM DSN Ngaglik)