SD Muhammadiyah Bendosari Gelar BIAS dan Pemeriksaan Kesehatan Siswa

Sleman – SD Muhammadiyah Bendosari bekerja sama dengan Puskesmas Prambanan menyelenggarakan Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) disertai pemeriksaan kesehatan bagi peserta didik, Kamis (6/8/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya menjaga kesehatan anak usia sekolah sekaligus mendukung program pemerintah dalam meningkatkan derajat kesehatan peserta didik.

Petugas kesehatan dari Puskesmas Prambanan melakukan pemeriksaan kesehatan dasar serta memberikan imunisasi kepada siswa kelas 1, kelas 2, dan kelas 5 sesuai jadwal Program BIAS. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung tertib dengan pendampingan dari guru dan tenaga kependidikan.

Kepala SD Muhammadiyah Bendosari, Yuni Winarti mengapresiasi kerja sama yang telah terjalin dengan Puskesmas Prambanan dalam mendukung kesehatan peserta didik.

“Program ini sangat bermanfaat karena selain memberikan imunisasi, kesehatan anak-anak juga dapat dipantau secara berkala. Dengan kondisi kesehatan yang baik, mereka akan lebih siap mengikuti proses pembelajaran di sekolah,” ujarnya.

Guru Pendidikan Jasmani, Santi bersama seluruh tenaga pendidik turut mendampingi siswa selama pemeriksaan dan imunisasi. Pendekatan yang ramah dari tenaga kesehatan serta dukungan para guru membuat siswa merasa lebih tenang sehingga kegiatan dapat berjalan lancar.

Selain pelayanan kesehatan, kegiatan ini juga menjadi sarana edukasi bagi siswa mengenai pentingnya menjaga kesehatan, menerapkan pola hidup bersih dan sehat, serta mencegah penyakit melalui imunisasi. Pihak sekolah juga menyampaikan apresiasi kepada orang tua yang telah mendukung pelaksanaan Program BIAS.

Melalui kegiatan ini, SD Muhammadiyah Bendosari menegaskan komitmennya dalam mendukung tumbuh kembang peserta didik agar menjadi generasi yang sehat, cerdas, dan berkarakter. (Arief Hartanto KIM Kertomandiri Turi)




Doa Bersama dan Tabur Bunga Awali Rangkaian Merti Kalurahan Sumberrejo 2026

Sleman – Tradisi penghormatan kepada para pendahulu menjadi pembuka rangkaian Merti Kalurahan Sumberrejo 2026 yang mengusung tema “Kanthi Merti Kalurahan Sumberrejo Memetri Lestarine Budaya”. Kegiatan diawali dengan tahlil dan doa bersama di Aula Kalurahan Sumberrejo, Jumat (7/8/2026), sebelum dilanjutkan prosesi tabur bunga di makam para mantan pamong kalurahan.

Kegiatan yang dipimpin Sumaryanto tersebut diikuti Lurah Sumberrejo, Anjar Purwanto beserta seluruh pamong Kalurahan Sumberrejo. Doa bersama dilaksanakan sebagai ungkapan syukur sekaligus memohon kelancaran rangkaian Merti Kalurahan yang akan berlangsung pada 7–9 Agustus 2026.

Usai doa bersama, rombongan melaksanakan ziarah dan tabur bunga di kompleks Makam Gendol Kulon dan Makam Semawung. Prosesi dilakukan di sekitar 22 makam mantan pamong Kalurahan Sumberrejo, yang semasa hidupnya mengemban amanah sebagai lurah, carik, jagabaya, kaur kesejahteraan, maupun dukuh.

Penghormatan juga diberikan kepada tiga mantan lurah Sumberrejo, yakni Hadi Sumitro, Tugiman, dan Supardjo. Kehadiran Lurah Sumberrejo saat ini, Anjar Purwanto, sebagai lurah keempat menjadi simbol kesinambungan kepemimpinan sekaligus penghargaan terhadap sejarah pemerintahan kalurahan.

Sumaryanto mengatakan, tradisi ini tidak hanya bertujuan mengenang para pendahulu, tetapi juga meneladani semangat pengabdian yang telah mereka wariskan.

“Melalui doa dan tabur bunga, kita mengenang jasa para pendahulu sekaligus menyadari bahwa kemajuan yang dirasakan saat ini merupakan hasil pengabdian mereka. Semangat itulah yang harus terus dilanjutkan oleh generasi sekarang,” ujarnya.

Menurutnya, pelestarian budaya tidak hanya diwujudkan melalui pentas seni atau kirab budaya, tetapi juga dengan menjaga nilai-nilai penghormatan terhadap sejarah dan para tokoh yang telah berjasa membangun kalurahan.

Melalui doa bersama dan tabur bunga, Merti Kalurahan Sumberrejo diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat nilai kebersamaan, menghormati sejarah, serta menumbuhkan semangat pengabdian dalam membangun masyarakat yang berakar pada budaya dan siap menghadapi masa depan.  (SBD /KIM TEMPEL)




Polsek Gamping Perkuat Kamtibmas Melalui Sambang Pedagang di Pasar Ambarketawang

Sleman – Unit Binmas Polsek Gamping terus memperkuat upaya pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) melalui pendekatan humanis dengan menyambangi pedagang dan warga di Pasar Sentral Ambarketawang, Kapanewon Gamping, Kabupaten Sleman, Jumat (7/8/2026). Kegiatan ini merupakan langkah preventif kepolisian untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menjaga keamanan lingkungan sekaligus mencegah praktik premanisme.

Kegiatan dipimpin Kepala Unit Binmas Polsek Gamping, Iptu Mamik Susanti, didampingi Aiptu Singgih Sudrajat. Dalam kesempatan tersebut, petugas berdialog langsung dengan pedagang buah dan masyarakat yang beraktivitas di kawasan pasar sambil menyampaikan pesan-pesan kamtibmas serta mempererat hubungan kemitraan antara kepolisian dan masyarakat.

Iptu Mamik Susanti mengatakan, pendekatan langsung kepada masyarakat menjadi salah satu strategi efektif dalam membangun kesadaran bersama untuk menciptakan lingkungan yang aman, tertib, dan kondusif.

“Masyarakat memiliki peran penting sebagai mitra kepolisian dalam menjaga keamanan lingkungan. Kami juga mengimbau agar tidak ragu melaporkan setiap bentuk gangguan kamtibmas, seperti aksi premanisme, pungutan liar, intimidasi, maupun tindak kriminal lainnya,” ujarnya.

Sebagai bentuk edukasi, Unit Binmas Polsek Gamping juga memasang stiker bertuliskan “Laporkan dan Berantas Aksi Premanisme” di sejumlah titik strategis di area pasar. Stiker tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk berani melaporkan setiap tindakan yang meresahkan kepada pihak kepolisian.

Sementara itu, Aiptu Singgih Sudrajat mengingatkan para pedagang agar tetap waspada terhadap potensi tindak kejahatan, seperti pencurian, penipuan, maupun gangguan keamanan lainnya.

“Kesadaran menjaga keamanan secara bersama akan menciptakan suasana pasar yang aman dan nyaman, baik bagi pedagang maupun pembeli,” katanya.

Kehadiran personel Polsek Gamping mendapat apresiasi dari para pedagang. Mereka menilai kegiatan sambang rutin tersebut memberikan rasa aman sekaligus membuka ruang komunikasi antara masyarakat dan kepolisian apabila terjadi permasalahan keamanan di lingkungan pasar.

Melalui kegiatan ini, Polsek Gamping menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat sinergi dengan masyarakat dalam menjaga situasi kamtibmas yang kondusif. Diharapkan, keterlibatan aktif warga dapat mendukung terciptanya lingkungan Pasar Sentral Ambarketawang yang aman, tertib, dan bebas dari praktik premanisme. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Gamping)




KWT Mekar Mulyo Kembangkan Petik Anggur untuk Perkuat Pemberdayaan Perempuan

Sleman – Kelompok Wanita Tani (KWT) Mekar Mulyo mengembangkan kegiatan petik anggur sebagai bagian dari program pemberdayaan kelompok, Kamis (6/8/2026).

Kegiatan tersebut menjadi salah satu upaya mendorong anggota KWT agar semakin aktif mengembangkan potensi pertanian yang memiliki nilai manfaat sekaligus peluang ekonomi.

Anggota KIM Depok Sleman, Sri Rahayu, mengatakan keberadaan KWT memiliki peran penting dalam meningkatkan keterlibatan perempuan dalam kegiatan produktif di lingkungan masyarakat.

“Melalui kegiatan seperti ini, anggota KWT tidak hanya terlibat dalam budidaya tanaman, tetapi juga memperoleh pengalaman dalam mengembangkan potensi yang dapat memberikan manfaat bagi kelompok,” katanya

Menurut Sri, kegiatan petik anggur menunjukkan bahwa sektor pertanian dapat dikembangkan melalui pendekatan yang lebih kreatif. Hasil budidaya tidak hanya dimanfaatkan sebagai produk pertanian, tetapi juga dapat menjadi sarana pembelajaran dan penguatan aktivitas kelompok.

Ia menilai pemberdayaan KWT perlu diarahkan agar anggota memiliki ruang untuk belajar, bekerja sama, serta mengembangkan kemampuan dalam mengelola potensi yang tersedia di lingkungan masing-masing.

“Kekuatan KWT berada pada kebersamaan anggotanya. Ketika potensi lokal dikelola bersama, kegiatan pertanian dapat berkembang sekaligus memperkuat kemandirian kelompok,” ujarnya.

Sri berharap kegiatan yang dikembangkan KWT Mekar Mulyo dapat terus berlangsung dan mendorong munculnya inovasi baru sesuai potensi wilayah.

Menurutnya, keberlanjutan kegiatan menjadi penting agar KWT tidak hanya berfungsi sebagai wadah berkumpul, tetapi juga mampu menghadirkan aktivitas produktif yang memberikan dampak bagi anggota dan masyarakat.

Melalui kegiatan petik anggur, KWT Mekar Mulyo diharapkan semakin berkembang sebagai ruang pemberdayaan perempuan sekaligus memperkuat partisipasi masyarakat dalam mengelola potensi pertanian secara produktif dan berkelanjutan. (SRI RAHAYU/KIM DEPOK)




Sedekah Sampah Dadi Mulyo Dukung Terwujudnya Sleman Tuntas Sampah 2029

Sleman – Sedekah Sampah Dadi Mulyo, Padukuhan Denokan, Kalurahan Maguwoharjo, Kapanewon Depok, Kabupaten Sleman, mendukung program Sleman Tuntas Sampah melalui pengelolaan sampah berbasis rumah tangga, Kamis (6/8/2026).

Gerakan tersebut mendorong warga memilah sampah sejak dari sumbernya untuk mengurangi volume limbah yang dikirim ke tempat pembuangan akhir. Sampah anorganik yang masih bernilai ekonomi kemudian dikelola untuk memberikan manfaat sosial bagi masyarakat.

Ketua Sedekah Sampah Dadi Mulyo, Umi Lestari, mengatakan penyelesaian persoalan sampah perlu dimulai dari tingkat rumah tangga. Kesadaran warga dalam memilah sampah menjadi langkah penting untuk mendukung pengelolaan yang lebih mandiri dan berkelanjutan.

“Kami berkomitmen mengurangi volume sampah yang dibuang ke tempat pembuangan akhir. Sampah anorganik yang masih bernilai ekonomi dapat dikelola dan hasilnya dimanfaatkan untuk kegiatan sosial serta kepentingan bersama,” katanya.

Menurutnya, pengelolaan sampah dari sumber juga dapat memberikan nilai ekonomi. Hasil dari sampah yang terkumpul dapat dimanfaatkan untuk mendukung dana sosial, kas padukuhan, maupun berbagai kegiatan warga.

Ia menilai keberhasilan program Sleman Tuntas Sampah membutuhkan perubahan pola pikir masyarakat dari kebiasaan membuang menjadi memilah dan mengelola sampah secara mandiri.

“Persoalan sampah harus diselesaikan dari hulu. Ketika warga sudah terbiasa memilah dari rumah, jumlah sampah yang harus ditangani di tingkat berikutnya akan semakin berkurang,” ujarnya.

Umi turut mendorong penguatan gotong royong antara warga dan pemerintah. Menurutnya, penyelesaian persoalan sampah tidak dapat sepenuhnya bergantung pada pemerintah, tetapi membutuhkan keterlibatan aktif masyarakat hingga tingkat padukuhan.

Petugas Pendamping Pengelolaan Sampah Kalurahan Maguwoharjo, Sri Rahayu, mengapresiasi peran Sedekah Sampah Dadi Mulyo dalam menggerakkan masyarakat untuk mengelola sampah secara mandiri.

Menurutnya, kegiatan tersebut sejalan dengan Sleman Tuntas Sampah yang menjadi salah satu program prioritas Pemerintah Kabupaten Sleman. Program tersebut menargetkan pengelolaan sampah secara mandiri, terpadu, dan berkelanjutan paling lambat pada 2029.

“Sleman Tuntas Sampah membutuhkan keterlibatan masyarakat sejak dari rumah tangga. Pemilahan dan pengolahan dari sumber menjadi fondasi agar pengelolaan sampah dapat berjalan lebih efektif,” katanya.

Sri Rahayu berharap gerakan pengelolaan sampah berbasis masyarakat terus berkembang di Kalurahan Maguwoharjo. Sinergi antara warga, pemerintah kalurahan, dan Pemerintah Kabupaten Sleman dinilai penting untuk mempercepat pencapaian target pengelolaan sampah. (Athiful/KIM Depok)