Sarasehan Budaya Dorong Panatacara Lestarikan Keindahan Bahasa Jawa

Sleman — Pelestarian bahasa dan budaya Jawa memerlukan ruang belajar yang berkelanjutan agar tetap relevan di tengah perkembangan zaman. Komitmen tersebut diwujudkan Dewan Pimpinan Daerah Paguyuban Panatacara Yogyakarta (PPY) Sleman melalui Sarasehan Budaya bertema Lelewaning Basa Panyandra ing Pedhalangan Tumrap Pranatacara yang digelar di Pendapa Rumah Dinas Bupati Sleman, Rabu (5/8/2026).

Sekitar 90 peserta, termasuk anggota baru dan generasi muda, mengikuti kegiatan yang menghadirkan praktisi budaya sekaligus dalang, Mas Riya Cermo Kandhawijaya atau Ki Parjoyo, sebagai narasumber.

Ketua PPY Sleman, Agus Wiranto, mengatakan peningkatan kompetensi panatacara harus berjalan seiring dengan upaya menjaga nilai-nilai budaya. Menurutnya, seorang pembawa acara tidak hanya dituntut mampu berbicara dengan baik, tetapi juga memahami etika, tata bahasa, dan filosofi yang terkandung dalam tradisi Jawa.

“Panatacara adalah wajah sebuah acara. Karena itu, kemampuan berbahasa dan wawasan budaya perlu terus diasah agar tetap berkualitas sekaligus mampu mengikuti perkembangan zaman,” ujarnya.

Dalam pemaparannya, Ki Parjoyo menjelaskan bahwa basa panyandra dalam seni pedalangan menyimpan kekayaan diksi, keindahan tutur, dan nilai filosofis yang dapat memperkuat kemampuan seorang panatacara. Ia menekankan pentingnya semangat belajar sepanjang hayat.

“Belajar tidak mengenal batas usia. Teruslah memperkaya pengetahuan agar setiap kata yang disampaikan memiliki makna dan mampu memberi kesan bagi pendengar,” katanya.

Ketua PPY Pusat, Faizal Noor Singgih, menambahkan bahwa penguasaan tata bahasa, olah vokal, tembang, dan gendhing menjadi bekal penting bagi panatacara profesional untuk menghadirkan suasana yang lebih hidup dan berkesan.

Melalui sarasehan yang rutin diselenggarakan, PPY Sleman berharap semakin banyak masyarakat, terutama generasi muda, tertarik mempelajari seni pranatacara. Langkah ini menjadi bagian dari upaya menjaga warisan budaya sekaligus memperkuat identitas bangsa di tengah arus modernisasi. (SBD / KIM TEMPEL)




UNY Bekali 3.596 Mahasiswa Baru Jalur Mandiri Hadapi Dunia Perkuliahan

Sleman – Universitas Negeri Yogyakarta membekali mahasiswa baru jalur Seleksi Mandiri Tahun Akademik 2026/2027, di Auditorium UNY, Kamis (6/8/2026).

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari pembekalan mahasiswa sebelum menjalani kehidupan perkuliahan. Peserta memperoleh materi mengenai pengembangan karakter, kepemimpinan, kemampuan beradaptasi, hingga persiapan menghadapi dunia kerja.

Sekretaris Direktorat Kemahasiswaan dan Alumni UNY, Iis Prasetyo, mengatakan mahasiswa perlu mulai membangun kemampuan dan karakter sejak awal perkuliahan agar dapat berkembang secara optimal selama menempuh pendidikan.

“Apa mahasiswa dapatkan di masa depan ditentukan oleh apa yang dilakukan hari ini,” katanya.

Menurut Iis, mahasiswa baru tidak cukup hanya mengejar capaian akademik. Mereka juga perlu mengembangkan kemampuan berkomunikasi, bekerja sama, membangun jejaring, serta beradaptasi terhadap perubahan.

Ia juga mengingatkan mahasiswa untuk ikut menjaga capaian UNY di tingkat nasional. Posisi universitas yang telah diperhitungkan perlu diikuti dengan kesungguhan mahasiswa dalam belajar, mengembangkan diri, dan menghasilkan prestasi.

Selama pembinaan, mahasiswa memperoleh materi mengenai transformasi kehidupan kampus dan kiat menjadi mahasiswa UNY yang unggul, growth mindset dan pengembangan karier abad ke-21, serta pengembangan prestasi bidang penalaran, seni, olahraga, kesejahteraan, dan minat khusus.

Materi disampaikan oleh pimpinan fakultas dan sejumlah pejabat di lingkungan UNY. Pembinaan tersebut diarahkan agar mahasiswa mampu mengenali potensi diri sekaligus menentukan strategi pengembangan akademik maupun nonakademik selama menjalani perkuliahan.

“Mahasiswa didorong membangun budaya belajar yang aktif, kreatif, kolaboratif, dan berintegritas. Kemampuan tersebut dinilai penting untuk membentuk lulusan yang mampu bekerja sama dan memberikan kontribusi di tengah masyarakat,” tandasnya. (Athiful/KIM Depok)




Hearing Perda Lingkungan Hidup Dorong Partisipasi Masyarakat Jaga Kelestarian Lingkungan

Sleman – Anggota DPRD Kabupaten Sleman, Abdul Kadir, menggelar Hearing Pengawasan Peraturan Daerah (Perda) tentang Lingkungan Hidup di Joglo Angkringan Garasi Pakde, Krikilan, Kalurahan Sariharjo, Kapanewon Ngaglik, Kamis (6/8/2026). Kegiatan ini menjadi wadah dialog antara DPRD, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam memperkuat implementasi kebijakan di bidang lingkungan hidup.

Dalam kesempatan tersebut, Abdul Kadir mengajak masyarakat memanfaatkan forum hearing sebagai ruang komunikasi yang konstruktif untuk menyampaikan berbagai persoalan lingkungan, seperti pengelolaan sampah, sanitasi, kualitas air, hingga pelestarian sumber daya alam.

“Keberhasilan pelaksanaan peraturan daerah tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga membutuhkan partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga lingkungan dan mendukung pembangunan yang berkelanjutan,” ujarnya.

Hadir sebagai narasumber, Tenaga Sanitasi Lingkungan Penyelia Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman, Sutanto, menjelaskan bahwa Kabupaten Sleman telah memiliki Peraturan Daerah Nomor 4 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Air Limbah Domestik sebagai landasan dalam menjaga kualitas lingkungan dan sumber daya air.

“Regulasi tersebut bertujuan mewujudkan lingkungan yang bebas dari pencemaran, melindungi kualitas air, serta meningkatkan pelestarian lingkungan melalui pengelolaan air limbah yang baik,” ujar Sutanto.

Sementara itu, Pendamping Teknis Penguatan Tata Kelola Persampahan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sleman, Tetuko Wahyu Anta Kusuma, menjelaskan bahwa pengelolaan air limbah domestik dilaksanakan secara sistematis, terpadu, dan berkelanjutan melalui Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik (SPALD), baik secara setempat maupun terpusat. Upaya tersebut bertujuan menjaga kesehatan masyarakat sekaligus mengendalikan pencemaran lingkungan.

Melalui forum hearing ini, masyarakat diharapkan semakin memahami substansi Perda sekaligus dapat menyampaikan berbagai masukan dan kendala yang dihadapi dalam pelaksanaannya. Sinergi antara DPRD, pemerintah daerah, dan masyarakat diharapkan mampu memperkuat upaya mewujudkan Sleman yang bersih, sehat, dan berkelanjutan.

(Arief Hartanto KIM Kertomandiri)




Disdukcapil Sleman Percepat Aktivasi IKD di Donoharjo Melalui Sosialisasi dan Layanan Jemput Bola

Sleman – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Sleman menggelar sosialisasi Identitas Kependudukan Digital (IKD) di Aula Kalurahan Donoharjo, Kapanewon Ngaglik, Kamis (6/8/2026). Kegiatan ini merupakan upaya percepatan kepemilikan IKD di Kalurahan Donoharjo yang saat ini baru mencapai 22,5 persen, terendah di wilayah Kapanewon Ngaglik.

Ketua Tim Identitas Penduduk Disdukcapil Kabupaten Sleman, Sriyanti Isti Purnani, menjelaskan bahwa IKD merupakan representasi digital dari KTP elektronik dan dokumen kependudukan lainnya yang dapat diakses melalui aplikasi pada telepon pintar.

“IKD memudahkan masyarakat mengakses berbagai dokumen kependudukan secara digital sehingga pelayanan menjadi lebih cepat, aman, dan efisien,” ujarnya.

Menurut Sriyanti, keberadaan IKD semakin penting karena telah mendukung berbagai layanan, seperti pengurusan bantuan sosial, layanan kesehatan, perbankan, administrasi kepolisian, pendidikan, hingga layanan transportasi. Selain lebih praktis karena tidak perlu membawa dokumen fisik, IKD juga mengurangi risiko kehilangan maupun kerusakan dokumen serta dilengkapi sistem keamanan berlapis untuk melindungi data pribadi.

Ia menjelaskan, masyarakat dapat mengunduh aplikasi IKD melalui Google Play Store atau Apple App Store, kemudian melakukan registrasi menggunakan Nomor Induk Kependudukan (NIK), alamat email aktif, nomor telepon, dan verifikasi wajah. Namun, proses aktivasi akun tetap harus dilakukan melalui pemindaian QR Code oleh petugas resmi Disdukcapil.

Sriyanti juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah percaya kepada pihak yang menawarkan jasa pengurusan IKD.

“Aktivasi IKD tidak dipungut biaya dan hanya dapat dilakukan oleh petugas resmi Disdukcapil. Kami mengimbau masyarakat agar waspada terhadap oknum yang mengatasnamakan petugas,” tegasnya.

Sebagai tindak lanjut, Disdukcapil Kabupaten Sleman akan menggelar pelayanan jemput bola di Aula Kalurahan Donoharjo pada 13–14 Agustus 2026. Layanan tersebut meliputi pendaftaran dan aktivasi IKD serta pelayanan Perlindungan Sosial (Perlinsos). Masyarakat diimbau memanfaatkan kesempatan tersebut untuk mengaktifkan IKD dan memperbarui dokumen kependudukannya. (Upik Wahyuni KIM Donoharjo)




PKK Padukuhan Gempol Semarakkan HUT Ke-81 RI dengan Nuansa Merah Putih

Sleman – Dalam rangka menyemarakkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Kelompok PKK Padukuhan Gempol, Kalurahan Condongcatur, menggelar pertemuan rutin bertema merah putih di Gedung Sarana Prasarana Padukuhan Gempol, Rabu (5/8/2026).

Pertemuan yang diikuti seluruh anggota PKK tersebut berlangsung penuh semangat kebersamaan. Para peserta mengenakan busana bernuansa merah putih sebagai wujud kecintaan terhadap bangsa sekaligus menyambut bulan kemerdekaan.

Selain membahas agenda rutin organisasi, pertemuan juga dimanfaatkan untuk mengoordinasikan berbagai kegiatan dalam rangka memeriahkan HUT ke-81 RI di lingkungan Padukuhan Gempol. Semangat gotong royong, kekompakan, dan partisipasi aktif masyarakat menjadi fokus dalam menyukseskan seluruh rangkaian kegiatan.

Ketua Kelompok PKK Padukuhan Gempol, Tri Suhartati, mengatakan bahwa peringatan HUT Kemerdekaan RI diharapkan tidak sekadar menjadi kegiatan seremonial, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat persatuan dan kepedulian sosial di tengah masyarakat.

“Dengan semangat ‘Bersatu, Berkarya, dan Mengabdi untuk Negeri’, PKK Padukuhan Gempol berkomitmen mendukung pembangunan keluarga yang berkualitas serta mewujudkan masyarakat yang rukun, sehat, dan sejahtera,” ujarnya.

Melalui kegiatan ini, PKK Padukuhan Gempol berharap semangat nasionalisme dan kebersamaan terus tumbuh sehingga mampu mendorong partisipasi masyarakat dalam mendukung pembangunan di tingkat padukuhan. (Tri Suhartati KIM Depok)