61 Siswa MAN 4 Sleman Lolos PTN 2026, UGM dan UNY Jadi Tujuan Favorit

Sleman – Kabar membanggakan datang dari MAN 4 Sleman. Sebanyak 61 siswa kelas XII Tahun Ajaran 2025/2026 dinyatakan lolos seleksi masuk perguruan tinggi negeri (PTN) tahun 2026. Capaian ini menjadi bukti kualitas pendidikan madrasah yang mampu bersaing di tingkat nasional.

Berdasarkan daftar kelulusan per 31 Juli 2026, para siswa diterima di berbagai PTN ternama, di antaranya Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), UPN Veteran Yogyakarta, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, UIN Raden Mas Said Surakarta, dan Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta.

Salah satu capaian yang membanggakan diraih Shifa Putri Aviana yang diterima di UGM pada Program Studi Manajemen Sumber Daya Akuatik. Sementara itu, UNY menjadi perguruan tinggi dengan jumlah penerimaan terbanyak melalui berbagai program studi, seperti Pendidikan Bahasa Inggris, Teknik Mesin, dan Statistika.

Kepala MAN 4 Sleman, Ahmad Arif Makruf menyampaikan apresiasi kepada seluruh siswa, guru, serta orang tua yang telah mendukung proses belajar hingga berhasil meraih kursi di PTN.

“Selamat kepada seluruh siswa yang telah lolos seleksi PTN. Semoga ini menjadi langkah awal menuju masa depan yang gemilang, penuh keberkahan, dan kesuksesan,” ujarnya, Selasa (4/8/2026).

Ia menambahkan, keberhasilan tersebut merupakan hasil kerja keras siswa yang didukung pendampingan guru serta doa dan motivasi dari orang tua.

“Dukungan orang tua memiliki peran besar dalam keberhasilan putra-putri kita. Terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada MAN 4 Sleman,” katanya.

Senada dengan itu, Wakil Kepala Bidang Humas MAN 4 Sleman, Dwi Astuti Handayani berharap sinergi antara madrasah, orang tua, dan berbagai pihak terus terjalin untuk meningkatkan kualitas layanan pendidikan.

“Kami berkomitmen memberikan layanan terbaik bagi siswa dan terbuka terhadap kritik maupun saran yang membangun demi kemajuan madrasah,” ujarnya.

Keberhasilan ini semakin memperkuat posisi MAN 4 Sleman sebagai salah satu madrasah yang mampu mencetak lulusan berprestasi dan berdaya saing, sekaligus menjadi motivasi bagi siswa lainnya untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi negeri. (Edy – KIM Sumber Biwara Moyudan)




FKY 2026 Latih Pegiat Persampahan Olah Plastik Kresek Menjadi Produk Kreatif

Sleman – Upaya mengurangi sampah plastik sekaligus mendorong lahirnya produk kreatif berbasis lingkungan terus dilakukan dalam rangka Festival Kesenian Yogyakarta (FKY) 2026. Panitia FKY 2026 bekerja sama dengan TacTic Plastic Yogyakarta menggelar pelatihan daur ulang plastik kresek menjadi merchandise FKY di Bank Sampah Induk Surya Mulya, Gancahan, Godean, pada 3–4 Agustus 2026.

Pelatihan diikuti lebih dari 10 pegiat persampahan dari Kapanewon Godean, Moyudan, Minggir, dan Seyegan. Sebagian besar peserta memiliki latar belakang seni dan keterampilan menjahit sehingga diharapkan mampu mengembangkan produk upcycling berbahan limbah plastik.

Penanggung jawab kegiatan, Farid Fakhrudin mengatakan pelatihan ini bertujuan membekali peserta dengan keterampilan mengolah sampah plastik sekaligus mencetak agen perubahan di masing-masing wilayah.

“Keterampilan yang diperoleh peserta diharapkan dapat ditularkan kepada masyarakat sebagai bentuk upaya mengurangi sampah plastik melalui produk upcycling. Hasil karya mereka juga akan ditampilkan pada FKY 2026 yang digelar September mendatang di Lapangan Pemda Sleman,” ujarnya, Selasa (4/8/2026).

Selama dua hari, peserta memperoleh materi dan praktik langsung bersama TacTic Plastic, komunitas seni dan gerakan sosial asal Yogyakarta yang sejak 2016 konsisten mengolah limbah plastik rumah tangga menjadi karya seni dan produk bernilai ekonomi.

Peserta mempelajari seluruh tahapan pengolahan plastik, mulai dari pemilahan, pencucian, penjemuran, penyortiran warna, hingga proses pressing menggunakan setrika untuk menghasilkan lembaran plastik yang siap diolah menjadi berbagai produk.

Praktik dipandu oleh Mutia Bunga dari TacTic Plastic. Ia menekankan bahwa kualitas bahan sangat ditentukan oleh proses pengolahan sejak tahap awal.

“Plastik harus dicuci hingga bersih, dikeringkan, kemudian disortir berdasarkan warna sebelum dipress menjadi lembaran yang siap diolah menjadi berbagai produk kerajinan,” jelasnya.

Sebagai media pembelajaran, peserta membuat card holder dari plastik kresek bekas menggunakan pola yang telah disiapkan. Melalui praktik tersebut, mereka mempelajari teknik dasar penyusunan warna, pemasangan aksesori, hingga perakitan produk. Keterampilan ini diharapkan dapat dikembangkan menjadi berbagai produk lain, seperti tas dan aksesori berbahan limbah plastik.

Melalui kolaborasi ini, FKY 2026 berharap lahir lebih banyak produk kreatif berbasis lingkungan sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat untuk mengurangi sampah plastik melalui inovasi dan pemanfaatan kembali limbah yang bernilai ekonomi. (Sutarto Agus/KIM Seyegan)




Tejo Akik Kayu Wingit Kenalkan Keindahan Batu Bacan di SEMANIS MADU Condongcatur

Sleman – Batu akik masih memiliki tempat tersendiri di hati para kolektor maupun pecinta batu alam. Selain menjadi perhiasan, batu akik juga memiliki nilai budaya dan historis yang telah lama melekat di masyarakat Indonesia.

Hal tersebut ditunjukkan Thomas Tejo Kusumo, pemilik Tejo Akik Kayu Wingit, yang menghadirkan koleksi batu akiknya di Pendopo Kalurahan Condongcatur, Kapanewon Depok, Kabupaten Sleman, Selasa (4/8/2026). Ia memanfaatkan program SEMANIS MADU (Selasa Melayani Semua, Mudah dan Terpadu) untuk memperkenalkan sekaligus memasarkan produknya kepada masyarakat.

Menurut Thomas, salah satu batu yang banyak diminati kolektor adalah Batu Bacan yang berasal dari Pulau Bacan, Maluku Utara, khususnya wilayah Doko dan Palamea.

“Batu Bacan memiliki warna hijau hingga hijau kebiruan dengan tingkat kekerasan sekitar 7 pada skala Mohs. Keunikan batu ini adalah tampilannya dapat menjadi lebih bening seiring waktu, tergantung proses alami yang dialaminya,” jelas Thomas.

Thomas mengaku telah menekuni usaha batu akik jauh sebelum tren batu akik mencapai puncaknya pada 2015. Pengalaman memulai usaha sebelum masa booming membuatnya tetap mampu bertahan ketika minat pasar mulai menurun.

“Karena sudah berjualan sebelum booming, saya terbiasa menjalani usaha dengan keuntungan yang wajar. Jadi saat tren menurun, usaha tetap bisa berjalan,” katanya.

Saat ini, Tejo Akik Kayu Wingit menawarkan berbagai jenis batu akik dengan harga yang bervariasi. Produk yang dijual mulai dari cincin batu akik siap pakai seharga sekitar Rp30 ribu hingga Batu Bacan dengan harga mulai Rp150 ribu, tergantung jenis batu dan kualitas pengerjaannya.

Selain membuka stan setiap Selasa di Pendopo Kalurahan Condongcatur, Thomas lebih mengandalkan pemasaran secara daring melalui media sosial. Menurutnya, penjualan online lebih efisien dan mampu menjangkau pasar yang lebih luas.

Ia juga mengaku jarang mengikuti pameran karena mempertimbangkan biaya operasional yang dapat memengaruhi harga jual produk.

“Kami lebih memilih penjualan secara online agar harga tetap kompetitif dan sesuai dengan yang sudah kami tawarkan kepada pelanggan,” pungkasnya. (Kusnadi/KIM Berbah)




DLH Sleman Bekali P3S dengan Keterampilan Public Speaking untuk Perkuat Edukasi Pengelolaan Sampah

Sleman – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sleman menggelar Pelatihan Public Speaking bagi Petugas Pendamping Pengelolaan Sampah (P3S) wilayah Sleman Barat di Ruang Rapat Abhinaya Kapanewon Moyudan, Senin (3/8/2026). Pelatihan yang diikuti 30 peserta ini bertujuan meningkatkan kemampuan komunikasi para pendamping agar lebih efektif mengedukasi dan menggerakkan masyarakat dalam pengelolaan sampah.

Pelatihan menghadirkan praktisi sekaligus akademisi Universitas Gadjah Mada (UGM), Daniel Tanto, dengan materi bertajuk “Komunikasi yang Menggerakkan” dan mengusung motto Bersama–Berbagi–Berkembang.

Dalam paparannya, Daniel menegaskan bahwa keberhasilan pendamping persampahan tidak hanya ditentukan oleh penguasaan materi, tetapi juga kemampuan membangun komunikasi yang mampu mendorong perubahan perilaku masyarakat.

“Seorang pendamping tidak cukup hanya menyampaikan informasi. Yang lebih penting adalah bagaimana komunikasi tersebut mampu menggerakkan masyarakat untuk bersama-sama mengelola sampah dengan lebih baik,” ujarnya.

Peserta dibekali berbagai materi, mulai dari teknik membangun kedekatan dengan masyarakat melalui ice breaking, komunikasi persuasif, teknik dasar public speaking, hingga storytelling untuk menyampaikan pesan-pesan lingkungan secara menarik. Pelatihan juga dilengkapi dengan praktik berbicara di depan publik dan sesi umpan balik untuk mengasah kemampuan peserta.

Melalui pelatihan ini, DLH Kabupaten Sleman berharap para P3S semakin percaya diri dalam menjalankan perannya sebagai agen perubahan. Dengan kemampuan komunikasi yang lebih baik, edukasi pengelolaan sampah diharapkan dapat menjangkau masyarakat secara lebih efektif dan mendorong partisipasi aktif dalam mewujudkan lingkungan yang bersih dan berkelanjutan. (Sutarto Agus/KIM Seyegan)




DPUPKP Sleman Sosialisasikan Peningkatan Jalan Anggajaya 2 Ruas Sanggrahan–Manukan

Sleman – Pemerintah Kabupaten Sleman melalui Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) menggelar sosialisasi pelaksanaan proyek Peningkatan Jalan Anggajaya 2 Paket 12 Ruas Sanggrahan–Manukan (Gejayan–Manukan) di Rumah Dukuh Sanggrahan, Kalurahan Condongcatur, Kapanewon Depok, Selasa (4/8/2026).

Sosialisasi dihadiri Anggota DPRD Kabupaten Sleman Chisya Ayu Puspitaweni, Panewu Depok Rakhmat Harinawan, Plt. Lurah Condongcatur, Budi Arto, jajaran DPUPKP, unsur TNI-Polri, penyedia jasa CV. Atmo Putro, konsultan pengawas CV. Citramatra Ardhitama, tokoh masyarakat, serta warga sekitar lokasi proyek.

Kegiatan ini bertujuan memberikan informasi mengenai tahapan pelaksanaan proyek sekaligus membangun komunikasi antara pemerintah, pelaksana pekerjaan, dan masyarakat yang terdampak selama proses pembangunan.

Proyek peningkatan Jalan Sanggrahan–Manukan merupakan bagian dari program peningkatan infrastruktur jalan Kabupaten Sleman Tahun Anggaran 2026. Pekerjaan dilaksanakan oleh CV. Atmo Putro dengan nilai kontrak Rp2,47 miliar dan masa pelaksanaan 119 hari kalender sejak 30 Juni 2026, di bawah pengawasan CV. Citramatra Ardhitama.

Plt. Lurah Condongcatur, Budi Arto mengatakan sosialisasi menjadi bentuk keterbukaan informasi kepada masyarakat sebelum pekerjaan fisik dimulai.

“Kami berharap masyarakat mendukung pelaksanaan pembangunan dengan menjaga ketertiban dan turut mengawasi agar pekerjaan berjalan tepat mutu, tepat waktu, dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

Panewu Depok, Rakhmat Harinawan mengapresiasi sinergi antara Pemerintah Kabupaten Sleman, DPRD, pemerintah kalurahan, pelaksana proyek, dan masyarakat dalam mendukung pembangunan infrastruktur.

“Komunikasi yang baik menjadi kunci agar pembangunan berjalan lancar. Kami juga mengajak masyarakat mematuhi pengaturan lalu lintas selama pekerjaan berlangsung dan menyampaikan masukan melalui jalur komunikasi yang telah disediakan,” katanya.

Sementara itu, perwakilan Bidang Bina Marga DPUPKP Sleman, Aditya Al Fajar menjelaskan pekerjaan akan dimulai dengan pembangunan saluran drainase, dilanjutkan pengerukan badan jalan, pengecoran pada titik tertentu, dan diakhiri pengaspalan menggunakan lapis aus Hot Rolled Sheet-Wearing Course (HRS-WC). Seluruh pekerjaan ditargetkan selesai pada akhir Oktober 2026.

Selain peningkatan badan jalan sepanjang sekitar 1,05 kilometer, proyek ini juga mencakup pembangunan drainase, pemasangan U-Ditch, perkerasan bahu jalan, marka, rambu lalu lintas, serta penerapan standar keselamatan dan kesehatan kerja (K3).

DPUPKP Sleman mengimbau masyarakat untuk mematuhi rambu lalu lintas dan arahan petugas selama pekerjaan berlangsung demi menjaga keselamatan dan kelancaran proyek. Pemerintah Kabupaten Sleman berharap pembangunan ini dapat meningkatkan keamanan, kenyamanan, dan kelancaran mobilitas masyarakat sekaligus mendukung aktivitas ekonomi di wilayah Kapanewon Depok. (Wasana / KIM Depok)