Tumbuhkan Kepedulian Sosial Siswa, PMI Kabupaten Sleman Gelar Donor Darah di SMAN 1 Sleman

Sleman – Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Sleman menggelar aksi donor darah di SMA Negeri 1 Sleman, Kapanewon Sleman, Kabupaten Sleman, pada Selasa (04/08/2026). Kegiatan kemanusiaan ini diselenggarakan untuk memupuk kepedulian sosial serta jiwa kemanusiaan di kalangan siswa dan warga sekolah sejak dini.

Perhelatan yang melibatkan jajaran guru, siswa, serta masyarakat sekitar tersebut ditujukan untuk membantu memperkuat dan menjaga ketersediaan stok darah medis di fasilitas-fasilitas pelayanan kesehatan wilayah Sleman.

Ketua PMI Kabupaten Sleman, Mafilindati Nuraini, mengapresiasi tinggi inisiatif serta partisipasi aktif keluarga besar SMA Negeri 1 Sleman. Menurutnya, pendidikan kepedulian sosial akan terasa jauh lebih efektif jika ditanamkan melalui aksi nyata secara langsung.

“Sekolah memiliki peran penting dalam menanamkan semangat kemanusiaan. Melalui donor darah, warga sekolah dapat belajar bahwa kepedulian diwujudkan dengan tindakan yang manfaatnya langsung dirasakan orang lain,” ujar Mafilindati Nuraini pada Selasa (04/08/2026).

Mafilindati menambahkan bahwa kebutuhan darah bagi pasien rumah sakit terus berjalan setiap hari. Oleh karena itu, ia mendorong agar agenda donor darah ini dapat dijadikan program rutin sekolah yang dilaksanakan secara berkala.

“Kami berharap donor darah ini menjadi kebiasaan baik yang terus dipelihara. Pelaksanaannya dapat dijadwalkan setiap tiga bulan, atau dua bulan sekali apabila kondisi dan kesiapan penyelenggara memungkinkan,” tuturnya.

Melalui sinergi ini, PMI Kabupaten Sleman berharap SMA Negeri 1 Sleman dapat menjadi pionir penggerak aksi kemanusiaan di lingkungan sekolah, sekaligus membentuk karakter generasi muda yang responsif, berjiwa gotong royong, dan memiliki kepekaan sosial tinggi terhadap sesama. (Athiful/KIM Depok)




Gali Potensi Ekonomi dan PAD, Pemkal Banyuraden Pelajari Tata Kelola Wisata Karimunjawa

Sleman – Pemerintah Kalurahan (Pemkal) Banyuraden, Kapanewon Gamping, Kabupaten Sleman, melaksanakan kegiatan studi tiru mengenai tata kelola perencanaan desa dan manajemen pariwisata ke Desa Karimunjawa, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, pada Jumat (31/07/2026). Langkah ini ditempuh sebagai upaya strategis untuk memperkuat kapasitas aparatur sekaligus menggali referensi pengembangan potensi ekonomi lokal demi meningkatkan Pendapatan Asli Desa (PAD).

Agenda kunjungan kerja tersebut difokuskan pada peninjauan sistem tata kelola manajemen pariwisata secara holistik, mencakup perencanaan program, penguatan kelembagaan pengelola, penyusunan paket wisata, strategi promosi digital, hingga pola kemitraan berbasis masyarakat.

Lurah Banyuraden, Sudarisman, menyampaikan bahwa kunjungan studi tiru ini menjadi instrumen penting bagi aparatur kalurahan untuk mempelajari praktik-praktik baik pengelolaan kawasan wisata yang sukses, agar nantinya dapat diadaptasi sesuai karakteristik wilayah Banyuraden.

“Kami ingin melihat secara langsung bagaimana tata kelola manajemen wisata dilakukan, mulai dari perencanaan, pengelolaan kelembagaan, pemberdayaan masyarakat hingga pengembangan potensi ekonomi. Praktik yang relevan akan kami pelajari untuk kemudian disesuaikan dengan kondisi di Banyuraden,” ujar Sudarisman saat ditemui di ruang kerjanya pada Senin (03/08/2026).

Sudarisman menjelaskan bahwa pembangunan sektor pariwisata yang berkelanjutan membutuhkan kesiapan sumber daya manusia yang kompeten, konsistensi promosi, serta kolaborasi yang erat antara pemerintah kalurahan, pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), dan masyarakat setempat.

“Orientasinya bukan hanya bagaimana mendatangkan wisatawan, namun bagaimana aktivitas wisata tersebut memberikan dampak ekonomi kepada masyarakat yang pada akhirnya dapat berkontribusi terhadap peningkatan PAD,” tegasnya.

Sebagai tindak lanjut, Pemerintah Kalurahan Banyuraden akan melakukan kajian mendalam untuk mengoptimalkan pemanfaatan aset kalurahan dan potensi wisata lokal melalui skema kelembagaan yang transparan, akuntabel, serta berorientasi pada kesejahteraan warga. (Adnan Nurtjahjo/KIM Pararta Guna Gamping)




Perkuat Media Desa, KIM DSN Ajak Pemuda Karang Taruna Sardonoharjo Berkreasi Lewat DSN TV

Sleman – Komunitas Informasi Masyarakat (KIM) DSN mengajak pemuda-pemudi Karang Taruna Kalurahan Sardonoharjo untuk mengambil peran aktif dalam pengembangan media desa DSN TV. Ajakan kolaborasi ini mengemuka dalam rapat rutin KIM DSN yang diselenggarakan di salah satu warung kopi di kawasan Padukuhan Drono, Kalurahan Sardonoharjo, Kapanewon Ngaglik, Kabupaten Sleman, pada Senin (03/08/2026).

Pertemuan berkala tersebut digelar guna mengevaluasi kinerja program kerja KIM DSN sekaligus mematangkan rencana penguatan regenerasi pengelola media informasi lokal Sardonoharjo.

Ketua KIM DSN, Andy Ahmad Zulfikar, menyampaikan bahwa keterlibatan generasi muda merupakan langkah strategis untuk memperkaya variasi konten dan menjaga keberlanjutan media publikasi desa agar tetap adaptif terhadap perkembangan teknologi komunikasi modern.

“Ini merupakan langkah strategis agar DSN TV semakin bisa mempunyai variasi program dan konten. Kami ingin memberikan ruang kepada anak muda untuk ikut berkreasi, menyampaikan gagasan, sekaligus mengembangkan potensi yang mereka miliki,” ujar Andy Ahmad Zulfikar pada Senin (03/08/2026).

Pengalaman positif selama bergabung dalam wadah media desa turut dibagikan oleh presenter DSN TV, Saviera Ajeng. Menurutnya, keterlibatan aktif di KIM DSN menjadi ruang belajar yang efektif bagi anak muda dalam mengasah keahlian ilmu komunikasi, kepresenteran, produksi konten, hingga membangun kepercayaan diri berbicara di depan publik.

Melalui kemitraan erat bersama Karang Taruna ini, DSN TV diharapkan tidak hanya berfungsi sebagai sarana penyebar informasi dan publikasi potensi lokal semata, melainkan juga tumbuh menjadi laboratorium kreativitas yang edukatif bagi pemuda desa dalam menghasilkan karya jurnalistik dan konten digital yang menginspirasi. (ESK/KIM DSN)




Dorong Tertib Administrasi Digital, DLH Sleman Akan Gelar Lomba KPSM Berhadiah 50 Rumpiah

Sleman – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sleman memfasilitasi penyelenggaraan Lomba Kelompok Pengelola Sampah Mandiri (KPSM) bagi kelompok yang telah terdaftar dalam platform Sistem Informasi Operasional Pengelolaan Sampah Terpadu (SIOSESTU). Rencana tersebut disampaikan langsung oleh Ketua Tim Kerja Pengelolaan Persampahan DLH Kabupaten Sleman, Fitasari Ayu Wardani, saat membuka Pelatihan Public Speaking di Kapanewon Moyudan, Kabupaten Sleman, pada Senin (03/08/2026).

Pelatihan yang dihadiri oleh Panewu Moyudan beserta 30 peserta Pendamping Pengelolaan Persampahan Sleman (P3S) sektor barat ini diselenggarakan untuk membekali petugas pendamping dengan keterampilan komunikasi publik yang efektif dalam mengedukasi masyarakat.

Dalam sambutannya, Fitasari menjelaskan bahwa Lomba KPSM terbuka untuk berbagai kategori pengelola sampah, mulai dari Bank Sampah, Sedekah Sampah, hingga Tempat Pengolahan Sampah Reduce-Reuse-Recycle (TPS3R). Sebagai bentuk apresiasi, DLH Kabupaten Sleman menyiapkan hadiah berupa bantuan 50 unit Rumah Pilah Sampah (Rumpiah) bagi para pemenang.

“Untuk memacu KPSM agar teregister di SIOSESTU, DLH Kabupaten Sleman memfasilitasi Lomba KPSM, baik Bank Sampah, Sedekah Sampah maupun TPS3R. Melalui lomba ini kami berharap dapat mendorong terbentuknya KPSM di setiap padukuhan,” ujar Fitasari Ayu Wardani pada Senin (03/08/2026).

Fitasari menegaskan bahwa pendaftaran resmi di platform SIOSESTU kini menjadi syarat utama bagi kelompok pengelola sampah untuk mengikuti kompetisi maupun menerima fasilitasi dari pemerintah daerah. Registrasi ini bertujuan mewujudkan tertib administrasi digital agar data operasional persampahan dapat terpantau secara transparan dan akurat.

“Tujuan KPSM teregister di SIOSESTU adalah untuk mewujudkan tertib administrasi sehingga kelompok lebih mudah melakukan pencatatan data dan laporan kegiatan secara digital. Data tersebut menjadi dasar bagi Pemerintah Kabupaten Sleman dalam memantau akurasi data sampah untuk evaluasi serta penyusunan program yang tepat sasaran,” jelasnya.

Dukungan terhadap penguatan kapasitas para pendamping sampah turut disampaikan oleh Panewu Moyudan, Muhammad Arif Rahman. Ia menekankan bahwa kemampuan komunikasi yang persuasif amat krusial untuk mengubah pola pikir masyarakat mengenai pengelolaan sampah.

“Kegiatan sosialisasi dan penyuluhan membutuhkan kemampuan komunikasi yang baik. Terlebih persoalan sampah merupakan isu yang sensitif sehingga memerlukan pendekatan yang menyeluruh. Perubahan perilaku dan pola pikir masyarakat tidak bisa diperoleh secara instan, tetapi membutuhkan pendampingan yang intensif,” tutur Muhammad Arif Rahman.

Melalui integrasi data SIOSESTU dan peningkatan kapasitas para pendamping, Pemerintah Kabupaten Sleman berharap tata kelola persampahan berbasis masyarakat dapat terwujud secara konsisten di seluruh padukuhan. (Sutarto Agus/KIM Seyegan)




Filosofi Cangkir Kopi Bu Terang Antar FORKOM UMKM Ngaglik Juara 1 Lomba Rasan-Rasan Kahanan UMKM J-CoVa 2026

Sleman – Forum Komunikasi (FORKOM) UMKM Kapanewon Ngaglik sukses meraih Juara 1 dalam Lomba Rasan-Rasan Kahanan UMKM yang menjadi bagian dari rangkaian gelaran Jogja Cozy Vaganza (J-CoVa) 2026 di kawasan Jogja Cozy Space (JOZS), Padukuhan Jaban, Kalurahan Sinduharjo, Kapanewon Ngaglik, Kabupaten Sleman, pada Minggu (02/08/2026). Kemenangan tersebut diraih lewat sajian minidrama interaktif yang mengulas berbagai problem realitis para pelaku usaha kecil di lapangan.

Ajang Rasan-Rasan Kahanan UMKM dirancang oleh panitia J-CoVa sebagai media edukatif dan ruang diskusi terbuka untuk menjaring aspirasi serta solusi atas hambatan dunia usaha, mulai dari Fluktuasi harga bahan baku, kualitas produk, permodalan, hingga kendala pemasaran digital.

Naskah pertunjukan yang ditulis oleh Upik Wahyuni berdasarkan ide cerita Ketua FORKOM UMKM Ngaglik, Anifah Mei Khati, berhasil dikemas secara apik dan menghibur. Berperan langsung sebagai tokoh sentral bernama Bu Terang, Anifah bersama lima pemain lainnya menghidupkan suasana panggung layaknya obrolan di warung kopi.

Dalam salah satu adegan kunci, sosok Bu Terang memberikan perumpamaan analogi secangkir kopi untuk menegaskan pentingnya wadah organisasi bagi keberlanjutan usaha para pelaku UMKM.

“Coba bayangkan secangkir kopi manis yang nikmat. Di dalamnya ada racikan kopi, gula, dan air panas. Jika bahan-bahan itu berdiri sendiri-sendiri, rasanya tidak akan pernah enak. Tapi ketika disatukan dan diaduk rata, barulah tercipta cita rasa yang sempurna,” ujar Anifah Mei Khati saat memerankan tokoh Bu Terang pada Minggu (02/08/2026).

Anifah menambahkan bahwa keberadaan forum komunikasi merupakan wadah pemersatu yang mampu menampung serta menyelesaikan berbagai dinamika usaha secara kolektif.

“Nah, FORKOM UMKM inilah yang menjadi cangkir atau wadahnya. Tanpa cangkir yang kuat, racikan kopi yang nikmat sekalipun akan tumpah, terbuang sia-sia, dan berakhir ambyar. Jadi, wadah ini wajib ada agar potensi kita yang besar bisa tertampung dengan baik,” tegasnya.

Melalui pesan moral dan solusi konkret yang ditampilkan, FORKOM UMKM Ngaglik menegaskan kembali peran komunitas sebagai rumah bersama untuk saling menguatkan, mempermudah akses pelatihan, hingga memperluas jejaring pemasaran bagi para pelaku UMKM di tingkat lokal. (Upik Wahyuni/KIM Donoharjo)