Perkuat Pemasaran Produk Lokal, Buletin UMKM Kita Perkenalkan Promosi Berbasis Cerita

Sleman – Buletin UMKM Kita, media publikasi binaan Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) Senyum Tempel, turut berpartisipasi dalam ajang pameran Jogja Cozy Vaganza yang digelar di Gedung Jogja Cozy Space, Kabupaten Sleman, pada Sabtu (01/08/2026). Dalam perhelatan tersebut, redaksi memamerkan empat edisi Buletin UMKM Kita yang telah terbit secara berkala sejak Desember 2025 sebagai bentuk dukungan promosi bagi para pelaku usaha lokal.

Keikutsertaan ini menjadi ajang uji publik pertama bagi media cetak dan daring tersebut di tengah pameran yang dihadiri ratusan pelaku UMKM dari 17 kapanewon se-Kabupaten Sleman. Pameran itu sendiri didominasi oleh produk pangan, fesyen, serta kerajinan, di mana stan penyaji kuliner langsung dan food tasting menjadi salah satu yang paling padat dikunjungi warga.

Pemimpin Redaksi Buletin UMKM Kita, Sadhono Hadi, menjelaskan bahwa kehadiran buletin ini dirancang untuk menjawab kendala promosi yang kerap dihadapi oleh para pembuat produk UMKM.

“Banyak pelaku UMKM memiliki produk yang berkualitas, tetapi karena kesibukan menjalankan usahanya belum memiliki waktu dan kemampuan untuk mempromosikan produknya melalui tulisan advertorial. Di sinilah Buletin UMKM Kita berperan membantu menyusun cerita promosi yang informatif, ringkas, dan menarik sehingga lebih mudah dipahami calon konsumen,” ujar Sadhono Hadi.

Ia menambahkan, setiap edisi penerbitan menghadirkan sekitar sepuluh artikel profil pelaku usaha beserta produk unggulannya. Selain terbit secara reguler, pihak redaksi juga membuka layanan penerbitan edisi khusus bagi komunitas usaha, kelompok UMKM, maupun penyelenggara kegiatan yang ingin mendokumentasikan serta mempromosikan anggotanya dalam satu publikasi utuh.

Melalui partisipasi dalam Jogja Cozy Vaganza ini, KIM Senyum Tempel berharap pendekatan promosi berbasis cerita (storytelling) dapat terus menginspirasi pelaku UMKM di Sleman untuk memperluas jangkauan pasar dan meningkatkan daya saing produk di tingkat yang lebih luas. (SH/KIM Senyum Tempel)




Geliatkan Ekonomi Lokal, Forkom UMKM Sleman Gelar Jogja Cozy Vaganza 2026 Secara Mandiri

Sleman – Forum Komunikasi (Forkom) UMKM Kabupaten Sleman menggelar perhelatan Jogja Cozy Vaganza (J-CoVa 2026) di Gedung JOZS (Jogja Cozy Space), Kabupaten Sleman, pada Sabtu (01/08/2026). Perhelatan yang diselenggarakan dalam rangka menyambut Hari UMKM Nasional pada bulan Agustus ini menjadi ajang unjuk gigi bagi ratusan produk kreatif unggulan hasil karya pelaku usaha dari 17 Kapanewon se-Kabupaten Sleman.

Acara pameran dan jaringan usaha ini dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Sleman, Sri Sutiasih. Selain menyajikan bazar produk lokal, kegiatan ini menyediakan ruang konsultasi usaha, partisipasi lembaga perbankan, hingga perlombaan edukatif seperti lomba menghias donat dan inovasi olahan pangan berbasis bahan lokal.

Ketua Forkom UMKM Kabupaten Sleman, Ardi Sehami, menegaskan bahwa J-CoVa 2026 dirancang sebagai wadah pembinaan berkesinambungan agar para pelaku usaha mikro mampu meningkatkan mutu serta memperluas jangkauan pasar.

“Kami berharap rutinitas kegiatan Forkom ini tidak hanya berhenti sebagai tempat ajang berjualan belaka. Ini harus menjadi ruang bagi para pelaku usaha untuk memperbaiki kualitas produk, memperluas pasar, serta membangun komunikasi dan koneksi yang luas. Semua itu penting agar UMKM di Sleman bisa benar-benar naik kelas,” ujar Ardi Sehami di sela-sela pembukaan acara.

Ia menambahkan, perhelatan ini diselenggarakan untuk mendukung program Pemerintah Kabupaten Sleman, khususnya gerakan ‘Borong Bareng Produk UMKM’. Dukungan tersebut langsung direspon oleh jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemkab Sleman yang hadir memborong produk melalui voucher belanja khusus.

Uniknya, perhelatan berskala besar ini murni terlaksana atas dasar swadaya serta gotong royong para anggota tanpa mengandalkan alokasi dana APBD.

“Event sebesar ini bisa berjalan dengan sukses tanpa ada plot anggaran dari pemerintah. Ini adalah bukti otentik bahwa pelaku UMKM Sleman itu mandiri, tangguh, dan berdikari. Ditambah lagi dengan semangat jajaran OPD yang ikut memborong produk lewat pembelian voucher, ini menjadi pendorong moral yang sangat luar biasa bagi kami,” tegas Ardi Sehami.

Melalui sinergi kuat antara pelaku usaha, pemerintah daerah, dan sektor swasta, J-CoVa 2026 menjadi bukti nyata kebangkitan serta kemandirian ekonomi warga Kabupaten Sleman. (Upik Wahyuni/KIM Donoharjo)




Matangkan Persiapan, KIM Senyum Tempel Siap Gelar Lomba Jurnalistik Pelajar Tingkat SMA

Sleman – Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) Senyum Tempel mematangkan seluruh persiapan teknis pelaksanaan “Lomba Jurnalistik Tingkat SLTA se-Kapanewon Tempel” melalui rapat koordinasi panitia di Joglo Ojo Lali, Padukuhan Sedogan, Kalurahan Merdikorejo, Kapanewon Tempel, Kabupaten Sleman, pada Jumat (31/07/2026). Rapat yang dipimpin langsung oleh Ketua KIM Senyum Tempel, Muryono, tersebut diselenggarakan untuk memastikan kesiapan ajang penulisan berita bagi generasi muda di wilayah setempat.

Perhelatan yang dijadwalkan berlangsung pada Senin (10/08/2026) mendatang ini mengusung tema “Peristiwa dan Potensi Tempel dari Sudut Pandang Pelajar”. Panitia mengundang seluruh sekolah jenjang SMA, SMK, dan MA se-Kapanewon Tempel untuk berpartisipasi dengan mengirimkan hingga lima siswa terbaiknya sebagai kontestan.

Ketua KIM Senyum Tempel, Muryono, menjelaskan bahwa lomba ini diselenggarakan sebagai langkah nyata dalam menumbuhkan budaya literasi, melatih kepekaan sosial, serta melatih keterampilan mengolah fakta secara objektif bagi para pelajar.

“Lomba ini bertujuan menumbuhkan budaya literasi di kalangan pelajar, sekaligus melatih kemampuan mengamati, menggali informasi, serta menyajikan fakta secara objektif dan menarik. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kepedulian generasi muda terhadap berbagai peristiwa, potensi, dan kehidupan masyarakat di lingkungan sekitarnya,” ujar Muryono.

Guna memotivasi para peserta, panitia menyediakan hadiah uang pembinaan berkisar antara hingga beserta piagam penghargaan bagi lima karya terbaik. Selain itu, sepuluh karya tulisan terbaik akan dipublikasikan secara khusus dalam Buletin UMKM Kita edisi mendatang sebagai bentuk apresiasi dan ruang karya bagi jurnalis muda.

Dalam rapat persiapan tersebut, panitia menetapkan mekanisme penilaian, jadwal pelaksanaan, hingga rencana pemberian materi pembekalan teknik penulisan berita sebelum peserta terjun melakukan peliputan. Surat undangan resmi beserta petunjuk teknis pelaksanaan lomba akan segera didistribusikan ke seluruh sekolah di Kapanewon Tempel agar setiap satuan pendidikan dapat mempersiapkan perwakilannya secara maksimal. (Sadhono Hadi/KIM Senyum Tempel)




Lestarikan Budaya Jawa, Kalurahan Maguwoharjo Gelar Pelatihan Sesorah Bagi Pengurus RT, RW, dan Pemuda

Sleman – Pemerintah Kalurahan Maguwoharjo, Kapanewon Depok, Kabupaten Sleman, menggelar pelatihan Sesorah bagi pengurus RT, RW, serta generasi muda di Padukuhan Nanggulan dan Padukuhan Demangan. Rangkaian pelatihan ini dilaksanakan secara bertahap pada 27–28 Juli 2026 di Balai RW 15 Kopenrejo Padukuhan Nanggulan, serta dilanjutkan pada 29 dan 31 Juli 2026 di Padukuhan Demangan.

Pelatihan yang memanfaatkan alokasi Dana Keistimewaan (Dana Istimewa) Daerah Istimewa Yogyakarta ini diselenggarakan guna menjawab kelangkaan sumber daya manusia terampil yang mampu menjadi pembawa acara (panatacara) maupun penyampai sambutan (pambagyaharja) berbahasa Jawa dalam berbagai acara kemasyarakatan.

Kamituwa Kalurahan Maguwoharjo, Zabidi, menjelaskan bahwa program pelatihan ini murni bersumber dari usulan warga melalui Musyawarah Padukuhan hingga Musrenbang Kalurahan.

“Fokus materi sengaja diusulkan dari padukuhan. Selama ini dirasakan di kebanyakan dusun mengalami kesulitan mencari petugas panatacara dan pambagyaharja pada kegiatan masyarakat, seperti peringatan hari besar nasional, hari besar keagamaan, rapat-rapat, dan upacara pemberangkatan jenazah. Di dalam satu dusun SDM minim dan rata-rata sudah usia lanjut,” ujar Zabidi.

Ia menambahkan, pelatihan ini bertujuan membekali pengetahuan teknis, keterampilan, serta memupuk keberanian para peserta agar siap tampil saat dibutuhkan oleh masyarakat di lingkungannya.

Dalam pelatihan tersebut, para peserta menerima teori dan praktik dari dua narasumber, yakni Faizal Noor Singgih dan Joko Saptono. Pelatihan diawali dengan pemaparan teknik sesorah, diskusi mengenai tata kata bahasa Jawa, hingga simulasi praktik langsung beserta evaluasi studi kasus.

Narasumber pelatihan, Faizal Noor Singgih, mengapresiasi tingginya antusiasme serta kesungguhan para peserta selama mengikuti seluruh tahapan simulasi dan diskusi interaktif.

“Peserta pelatihan sangat antusias, bahkan waktu dirasa sangat singkat hingga belum semua mencoba dalam praktik. Kesungguhan peserta nampak pada saat diskusi dan pasca praktik,” tutur Faizal Noor Singgih.

Melihat tingginya urgensi regenerasi pelaku seni tradisi di tingkat lokal, para peserta dari kedua padukuhan berharap program pelatihan ini dapat terus dilanjutkan secara berkala dengan merangkul lebih banyak kalangan muda. (Tri Joko S/KIM Kalasan Bersahabat)




Antisipasi Dampak Kekeringan El Nino, PMI DIY Luncurkan Program “Siaga Tirto Aji”

Sleman – Palang Merah Indonesia Daerah Istimewa Yogyakarta (PMI DIY) bersama PMI Kabupaten dan Kota se-DIY menyiagakan enam armada truk tangki air bersih melalui program bertajuk “Siaga Tirto Aji”. Langkah cepat ini disiagakan untuk merespons ancaman dan dampak kekeringan akibat fenomena El Nino yang menerjang sejumlah wilayah di Daerah Istimewa Yogyakarta.

Program “Siaga Tirto Aji” dikukuhkan langsung di Markas PMI DIY, Kapanewon Gamping, Kabupaten Sleman, pada Sabtu (01/08/2026). Langkah tanggap darurat ini menjadikan DIY sebagai salah satu dari 10 provinsi prioritas dalam Operasi Kemanusiaan Bencana Kekeringan Akibat El Nino Tahun 2026, yang didukung penuh oleh PMI Pusat melalui Disaster Response Emergency Fund (DREF) – International Federation of Red Cross and Red Crescent Societies (IFRC).

Ketua PMI DIY, Prabukusumo, memaparkan bahwa pendistribusian air bersih sebenarnya telah berjalan secara bertahap di titik-titik krusial yang mengalami krisis air.

“PMI DIY melalui PMI Kabupaten Bantul sudah mendistribusikan air bersih sejak 29 Mei sampai saat ini sejumlah liter menjangkau jiwa penerima manfaat. Dengan mengerahkan armada dua truk tangki menyasar empat kapanewon, di Bantul yakni Kapanewon Kasihan, Dlingo, dan Pajangan ditambah Kapanewon Panggang di Gunungkidul,” ujar Prabukusumo pada Sabtu (01/08/2026).

Selain memperluas jangkauan pembagian air bersih ke wilayah terdampak di Bantul, Kulon Progo, dan Gunungkidul, PMI DIY juga menggiatkan edukasi penggunaan air secara bijak serta promosi kesehatan bagi warga setempat.

Prabukusumo menggarisbawahi pentingnya keterlibatan seluruh pemangku kepentingan dan membuka ruang donasi publik melalui rekening resmi penanggulangan bencana PMI DIY mulai Agustus hingga November 2026.

“PMI DIY berkomitmen menjadi bagian solusi dalam merespons dampak kekeringan dan berharap program ini akan menjangkau lebih banyak wilayah dan masyarakat yang membutuhkan. Kata kuncinya adalah kolaborasi dari berbagai sektor baik dari pemerintah, swasta, maupun masyarakat,” tutur Prabukusumo.

Ia menegaskan bahwa seluruh jajaran PMI diajak untuk terus mengharmoniskan langkah bersama pemerintah dan mitra kerja sesuai amanat Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2018 tentang Kepalangmerahan demi meringankan beban masyarakat terdampak kekeringan secara optimal. (Kusnadi/KIM Berbah)