Pengelola Kantin Sekolah se-Condongcatur Dibekali Keamanan Pangan Guna Wujudkan Kantin Sehat

Sleman – Pemerintah Kalurahan Condongcatur menggelar Sosialisasi Keamanan Pangan bagi Penjamah dan Pengolah Pangan di Ruang Wacanaloka Kalurahan Condongcatur, Kapanewon Depok, Kabupaten Sleman, pada Sabtu (01/08/2026). Kegiatan ini diselenggarakan untuk meningkatkan pemahaman serta keterampilan para pengelola kantin sekolah dalam menerapkan prinsip higiene dan sanitasi makanan demi melindungi kesehatan para siswa.
Pelatihan tersebut diikuti oleh 25 peserta yang merupakan pengelola kantin dari tingkat SD hingga SMA/SMK di wilayah Condongcatur. Mengandalkan sinergi bersama Puskesmas Depok II, kegiatan ini dirancang sebagai langkah preventif dalam mencegah penyakit bawaan makanan (foodborne diseases) di lingkungan sekolah sesuai amanat Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan.
Tenaga Sanitasi Lingkungan Penyelia Puskesmas Depok II, Purwan Lestari, menegaskan pentingnya konsistensi pengelola dalam menjaga kebersihan pada setiap alur penanganan makanan.
“Keamanan pangan harus diterapkan sejak pemilihan bahan baku, penyimpanan, pengolahan hingga penyajian makanan. Penjamah makanan memiliki peran yang sangat penting dalam mencegah kontaminasi pangan yang dapat menyebabkan penyakit bawaan makanan. Penerapan higiene dan sanitasi yang baik merupakan investasi untuk melindungi kesehatan masyarakat,” ujar Purwan Lestari.
Para peserta menerima pembekalan materi mengenai prinsip kebersihan pribadi, teknik mencuci tangan yang benar, penggunaan alat pelindung diri, sanitasi peralatan, pencegahan kontaminasi silang, hingga penataan lingkungan usaha yang higienis.
Kamituwa Kalurahan Condongcatur, Al Thouvik Sofisalam, menyampaikan bahwa pembinaan ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah kalurahan untuk mewujudkan lingkungan sekolah sehat di wilayah setempat.
“Melalui kegiatan ini kami berharap para penjamah dan pengolah pangan di wilayah Condongcatur semakin memahami pentingnya menjaga kebersihan dan keamanan pangan dalam setiap proses pengolahan makanan. Pangan yang aman dan sehat tidak hanya melindungi konsumen, tetapi juga meningkatkan kepercayaan masyarakat,” tutur Al Thouvik Sofisalam.
Salah satu peserta yang merupakan pengelola Kantin SD Negeri Kentungan, Ayu, menyambut positif pelatihan tersebut karena memberikan bekal praktis yang dapat langsung diterapkan di lokasi usaha.
“Materi yang disampaikan sangat bermanfaat dan mudah dipahami. Saya menjadi lebih memahami pentingnya menjaga kebersihan dalam setiap tahapan pengolahan makanan. Harapannya, sosialisasi semacam ini dapat terus dilaksanakan agar seluruh pengelola kantin semakin profesional dalam menyediakan makanan yang sehat, aman, dan bergizi bagi para siswa,” ungkap Ayu.
Sinergi antara pemerintah kalurahan, Puskemas Depok II, dan para pengelola kantin ini diharapkan mampu mewujudkan kantin sekolah yang memenuhi standar Aman, Sehat, Utuh, dan Halal (ASUH) secara berkelanjutan. (Wasana/KIM Depok)



