Donor Darah HUT ke-81 RI di Kalasan Kumpulkan 61 Kantong Darah

Sleman – Masih dalam rangkaian peringatan HUT ke-81 Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia, Pemerintah Kapanewon Kalasan bersama Palang Merah Indonesia (PMI) Kapanewon Kalasan menggelar aksi kemanusiaan donor darah di Pendapa Kapanewon Kalasan, Kamis (27/8/2026).

Kegiatan tersebut diikuti 67 peserta. Setelah melalui proses skrining, enam peserta dinyatakan tidak memenuhi syarat, sedangkan 61 peserta berhasil mendonorkan darahnya sehingga terkumpul 61 kantong darah.

Ketua PMI Kapanewon Kalasan, Sidi Nugroho, mengatakan kegiatan donor darah rutin dilaksanakan sebagai upaya membantu memenuhi kebutuhan stok darah di PMI Kabupaten Sleman. Menurutnya, pada Agustus 2026 terdapat banyak kelompok masyarakat di Kapanewon Kalasan yang juga menggelar kegiatan serupa.

“Karena pada bulan Agustus banyak kelompok masyarakat di Kapanewon Kalasan yang menyelenggarakan donor darah, kami menetapkan target 65 peserta. Namun, pendaftar mencapai 67 orang. Dari enam peserta yang tidak lolos skrining, rata-rata karena kadar Hb rendah,” jelas Sidi.

Ia menambahkan, peserta donor darah tidak hanya berasal dari karyawan dan karyawati Kapanewon Kalasan, tetapi juga karyawan instansi vertikal, pamong kalurahan, serta masyarakat umum.

Sementara itu, Panewu Kalasan, Samino, mengatakan Pemerintah Kapanewon Kalasan terus memberikan edukasi kepada masyarakat dan pamong mengenai pentingnya donor darah serta manfaatnya bagi sesama.

“Dalam berbagai kesempatan dan kegiatan, kami terus menyampaikan pesan tentang gerakan kemanusiaan dan pentingnya menolong sesama,” ujarnya.

Menurut Samino, edukasi yang dilakukan mulai menunjukkan hasil dengan semakin tingginya kesadaran masyarakat untuk mengikuti kegiatan donor darah.

“Setiap kegiatan donor darah bersama PMI Kabupaten Sleman hasilnya tidak mengecewakan. Kalaupun ada peserta yang tidak lolos, itu wajar karena kondisi setiap orang berbeda. Yang terpenting, kesadaran masyarakat Kapanewon Kalasan untuk berdonor terus meningkat,” katanya.

“Kita berharap masyarakat sehat mampu mendonorkan darahnya, stok di PMI Kabupaten Sleman tercukupi hingga kebutuhan darah dapat terpenuhi,” sambung Samino.

(Tri Jack – KIM Kalasan)




Aktivasi IKD Dukung Pendaftaran Perlinsos Digital di Jogotirto

Sleman – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kabupaten Sleman memfasilitasi aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD) dan pendaftaran Perlindungan Sosial (Perlinsos) di Gedung Serbaguna Kalurahan Jogotirto, Kapanewon Berbah, Kamis (27/8/2026).

Aktivasi IKD dan pendaftaran Perlinsos merupakan bagian dari upaya pemerintah mempermudah pelayanan publik serta akses masyarakat terhadap program perlindungan sosial secara digital.

Kaur Tata Laksana Kalurahan Jogotirto, Vitra Ikayanti menjelaskan IKD merupakan identitas kependudukan dalam bentuk digital yang tersimpan secara resmi pada telepon pintar. IKD memuat data kependudukan, seperti KTP elektronik, Kartu Keluarga, dan dokumen kependudukan lainnya.

“Manfaat IKD antara lain sebagai tanda pengenal resmi dalam bentuk digital, lebih praktis dibawa ke mana-mana, serta mendukung pelayanan publik berbasis digital,” jelas Vitra.

Untuk melakukan aktivasi IKD, masyarakat perlu menyiapkan telepon pintar, KTP elektronik yang masih berlaku, nomor telepon, dan alamat email aktif. Selanjutnya, masyarakat mengunduh aplikasi IKD, melakukan registrasi, verifikasi OTP, serta mengisi data diri dan melakukan verifikasi wajah sesuai petunjuk aplikasi.

“Verifikasi IKD harus dilakukan di depan petugas Dukcapil atau pihak yang diberi kewenangan,” tandasnya.

Sementara itu, Perlinsos merupakan program pemerintah untuk mempermudah pelayanan dan penyaluran bantuan sosial, seperti Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT). Kabupaten Sleman menjadi salah satu wilayah percontohan penerapan Perlinsos digital yang saat ini masih dalam tahap uji coba.

Vitra menambahkan, masyarakat yang akan mendaftar Perlinsos digital perlu terlebih dahulu memiliki IKD yang telah diaktivasi. Pendaftaran Perlinsos juga dilayani selama Agustus 2026.

Melalui layanan aktivasi IKD dan pendaftaran Perlinsos di tingkat kalurahan, masyarakat diharapkan semakin mudah mengakses layanan administrasi kependudukan sekaligus program perlindungan sosial secara digital.

(Kusnadi/KIM Berbah)




Perum BULOG Salurkan 50,79 Ton Bantuan Pangan Beras kepada 1.693 PBP di Condongcatur

Sleman – Perum BULOG menyalurkan 50,79 ton Bantuan Pangan Beras kepada Penerima Bantuan Pangan (PBP) di Kalurahan Condongcatur, Kapanewon Depok, Kabupaten Sleman, Kamis (27/8/2026).

Bantuan tersebut merupakan alokasi untuk Juli, Agustus, dan September 2026. Setiap PBP menerima 30 kilogram beras atau tiga karung, masing-masing 10 kilogram untuk setiap bulan. Penyaluran dipusatkan di Kantor Kalurahan Condongcatur dan berlangsung tertib hingga selesai sekitar pukul WIB.

Kamituwa Condongcatur, Al Touvik Sofisalam, mengatakan undangan pengambilan bantuan disampaikan langsung oleh Perum BULOG kepada masyarakat berdasarkan data penerima yang telah ditetapkan.

“Undangan pengambilan Bantuan Pangan Beras alokasi Juli sampai September 2026 sejumlah 30 kilogram ini langsung dari Perum BULOG. Setiap penerima mendapatkan tiga karung beras untuk tiga bulan alokasi,” katanya.

Koordinator Pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) Kapanewon Depok, Dita Kusuma, mengatakan penyaluran dilakukan bersama tim sesuai prosedur untuk memastikan bantuan diterima masyarakat yang berhak.

“Kami bersama tim menyalurkan bantuan sesuai prosedur dan ketentuan kepada penerima. Harapannya seluruh proses berjalan tertib dan lancar serta bantuan diterima masyarakat yang berhak,” ujar Dita.

Selain penyaluran bantuan pangan, kegiatan tersebut sekaligus dimanfaatkan untuk mendekatkan pelayanan perlindungan sosial kepada masyarakat. Dinas Sosial Kabupaten Sleman bersama Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) Depok membuka layanan pendaftaran Perlindungan Sosial (Perlinsos) di lokasi penyaluran.

Kepala Bidang Pemberdayaan dan Kelembagaan Sosial Dinas Sosial Kabupaten Sleman, Feri Istanto, hadir bersama tim untuk memantau dan mendukung pelayanan tersebut. Pemerintah Kalurahan Condongcatur juga menerjunkan Satlinmas untuk membantu mengatur alur pelayanan dan menjaga ketertiban selama penyaluran.

Berdasarkan data Perum BULOG Kanwil Yogyakarta, Kabupaten Sleman memperoleh alokasi Bantuan Pangan Beras bagi PBP dengan total kilogram atau ,11 ton. Khusus Condongcatur, bantuan disalurkan kepada PBP dengan total kilogram atau 50,79 ton untuk tiga bulan alokasi.

Pemimpin Wilayah Perum BULOG Kanwil Yogyakarta, Dedi Aprilyadi, mengatakan BULOG berkomitmen menyalurkan bantuan secara bertahap hingga seluruh alokasi tersalurkan dengan baik dan tepat sasaran.

“Melalui kegiatan ini, Perum BULOG Kanwil Yogyakarta berharap program bantuan pangan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat penerima, khususnya dalam menjaga stabilitas pangan dan kesejahteraan di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta,” ujar Dedi.

Sinergi antara Perum BULOG, Dinas Sosial Kabupaten Sleman, pendamping PKH, TKSK, Pemerintah Kalurahan Condongcatur, Satlinmas, serta unsur terkait diharapkan dapat mendukung penyaluran bantuan pangan sekaligus memperkuat akses masyarakat terhadap layanan perlindungan sosial.

(Wasana/KIM Depok)




FORKOM UMKM Minomartani Bekali Pelaku Usaha Keterampilan Video AI untuk Dorong UMKM Naik Kelas

Sleman – Perkembangan teknologi digital mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk terus beradaptasi agar mampu bersaing di tengah perubahan perilaku pasar. Menjawab tantangan tersebut, Forum Komunikasi (FORKOM) UMKM Kalurahan Minomartani menggelar pelatihan pembuatan video promosi berbasis Artificial Intelligence (AI) di OPS Room Kantor Kalurahan Minomartani, Kapanewon Ngaglik, Kabupaten Sleman, Kamis (27/8/2026).

Pelatihan yang diikuti puluhan pelaku UMKM dari berbagai bidang usaha tersebut bertujuan memberikan wawasan dan keterampilan praktis dalam memanfaatkan teknologi AI sebagai media promosi. Peserta dibekali kemampuan membuat konten pemasaran yang menarik, berkualitas, dan sesuai dengan perkembangan tren pemasaran digital.

Ketua FORKOM UMKM Kalurahan Minomartani, Basuki Gending Hariyanto mengatakan pelatihan tersebut merupakan salah satu upaya mendorong UMKM agar terus berkembang dan naik kelas melalui pemanfaatan teknologi informasi.

“Tujuan pelatihan ini adalah memberikan ilmu dan pengetahuan kepada para pelaku UMKM mengenai strategi pemasaran digital yang memanfaatkan teknologi Artificial Intelligence. Dengan teknologi ini, pelaku usaha dapat membuat video promosi yang lebih estetik, menarik, dan profesional sehingga mampu meningkatkan ketertarikan konsumen terhadap produk yang ditawarkan,” ujarnya.

Menurut Basuki, promosi menjadi salah satu faktor penting dalam keberhasilan usaha. Produk yang berkualitas belum tentu dikenal masyarakat apabila tidak didukung strategi promosi yang tepat. Karena itu, pelaku UMKM perlu memanfaatkan media digital yang saat ini semakin dekat dengan kehidupan masyarakat.

Ia menambahkan, promosi secara konvensional seperti mengikuti pameran, memasang spanduk, membagikan brosur, dan promosi dari mulut ke mulut tetap memiliki peran penting. Namun, perkembangan media sosial dan platform digital membuat pelaku usaha perlu beradaptasi dengan teknologi baru.

“Promosi secara konvensional tetap dibutuhkan karena memiliki kelebihan tersendiri, terutama untuk membangun kedekatan dengan konsumen. Akan tetapi, ketika dunia usaha sudah banyak memanfaatkan teknologi AI untuk membuat materi promosi, pelaku UMKM juga harus mampu menyesuaikan diri agar tidak tertinggal,” katanya.

Lebih lanjut, pelatihan dipandu Hesti Tri Widiastuti yang memberikan materi mengenai pemanfaatan aplikasi AI untuk membuat video promosi. Hesti menjelaskan, teknologi AI memberikan kemudahan bagi pelaku usaha yang sebelumnya terkendala kemampuan maupun biaya dalam membuat konten pemasaran.

Menurutnya, proses pembuatan video yang sebelumnya membutuhkan kamera, pengambilan gambar, penyuntingan, pengisian suara, hingga penambahan musik kini dapat dilakukan dengan lebih praktis menggunakan aplikasi AI.

“Pelaku usaha tidak perlu melakukan shooting produk, tidak perlu melakukan dubbing, bahkan tidak harus menguasai teknik editing video. Cukup memasukkan tiga foto produk yang dimiliki, kemudian aplikasi AI akan mengolahnya menjadi video promosi lengkap dengan efek visual, animasi, musik, dan narasi yang menarik,” jelas Hesti.

Ia mengajak peserta untuk terus mengeksplorasi berbagai fitur AI agar dapat menghasilkan konten promosi yang kreatif dan sesuai dengan karakter produk masing-masing. Konsistensi dalam membuat konten, menurutnya, juga penting untuk membangun kepercayaan konsumen sekaligus memperluas jangkauan pemasaran melalui media sosial.

Melalui pelatihan tersebut, FORKOM UMKM Kalurahan Minomartani menegaskan komitmennya dalam mendampingi pelaku usaha menghadapi transformasi digital. Pemanfaatan teknologi AI diharapkan dapat membantu produk UMKM semakin dikenal, meningkatkan daya saing, serta membuka peluang pasar yang lebih luas.

(Upik Wahyuni/KIM Donoharjo)




Pembinaan WKSBM di Ngepas Lor Dorong Kepedulian dan Partisipasi Masyarakat

Sleman – Pembinaan Wahana Kesejahteraan Sosial Berbasis Masyarakat (WKSBM) di Ngepas Lor, Rabu (27/8/2026), mendorong penguatan kepedulian dan partisipasi masyarakat dalam menangani berbagai persoalan sosial di lingkungan masing-masing.

Ketua Tim Kelembagaan dan Partisipasi Sosial Dinas Sosial Kabupaten Sleman, Sri Handayani menyampaikan bahwa hingga Juli 2026 terdapat 98 WKSBM di Kabupaten Sleman. Dari jumlah tersebut, sebanyak 80 WKSBM dinyatakan aktif, sedangkan 18 lainnya kurang aktif.

Menurut Sri, WKSBM menjadi salah satu wadah untuk memperkuat peran masyarakat dalam penyelenggaraan kesejahteraan sosial. Masyarakat tidak hanya berperan sebagai penerima manfaat, tetapi juga didorong untuk terlibat dalam mengidentifikasi dan menangani persoalan sosial di lingkungannya.

Pembinaan tersebut menghadirkan pengurus WKSBM Kabupaten Sleman, Lilia Cipta Ningsih, sebagai narasumber. Ia menjelaskan bahwa WKSBM merupakan sistem kerja sama antarperangkat pelayanan sosial di tingkat akar rumput yang melibatkan kelompok, lembaga, serta jaringan pendukung.

“Melalui WKSBM, masyarakat didorong untuk membangun kepedulian, meningkatkan partisipasi, serta bersama-sama menangani berbagai persoalan sosial yang muncul di lingkungan masing-masing,” jelas Lilia.

Ia menambahkan, WKSBM merupakan wadah jejaring kerja kelembagaan sosial masyarakat yang dapat tumbuh secara alamiah maupun dibentuk dan dikembangkan oleh masyarakat. Karena itu, keberlangsungan WKSBM sangat bergantung pada keterlibatan masyarakat.

“Kegiatan WKSBM tidak hanya diarahkan untuk menangani persoalan sosial yang sudah terjadi, tetapi juga melakukan upaya pencegahan. Di antaranya melalui penyuluhan mengenai bahaya narkoba dan HIV/AIDS, perlindungan korban kekerasan, pembentukan kampung ramah anak, serta pemberdayaan kelompok rentan seperti lanjut usia, penyandang disabilitas, fakir miskin, dan perempuan rentan sosial ekonomi,” ujarnya.

Lilia juga menekankan pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan WKSBM. Setiap kegiatan harus diketahui dan dapat dipertanggungjawabkan kepada pengurus maupun masyarakat. Program yang dijalankan diharapkan efektif, efisien, tepat sasaran, serta berdasarkan inisiatif dan kebutuhan masyarakat setempat.

Sementara itu, pengurus WKSBM Kabupaten Sleman sekaligus Ketua WKSBM Ngepas Kidul, Amik Warlinton, menggambarkan kekuatan WKSBM seperti sapu lidi.

“Seperti sapu lidi, akan banyak menghasilkan karya ketika terikat bersama-sama. WKSBM juga seperti air yang bisa ke mana saja,” ujarnya.

Menurut Amik, keberadaan WKSBM dapat menumbuhkan kepedulian masyarakat. Dukungan berupa sedekah maupun gagasan diharapkan terus berkembang untuk membantu masyarakat yang membutuhkan.

“Apa yang kita lakukan di WKSBM akan dapat membantu pemerintah meratakan bantuan bagi mereka yang belum mendapatkan, meskipun bantuannya dari kita. Uang sedekahnya dari kita dan penyalurannya untuk kemakmuran di dalam padukuhan,” katanya.

Ia berharap pembinaan tersebut semakin memperkuat WKSBM sebagai jejaring sosial berbasis masyarakat sekaligus mendorong semangat gotong royong dalam mewujudkan kesejahteraan sosial mulai dari lingkungan padukuhan.

(Endarwati/KIM Donoharjo)